Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia” as Want to Read:
Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia

4.33  ·  Rating details ·  441 ratings  ·  130 reviews
Depresi adalah penyakit yang sangat mengganggu, bahkan dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidup bagi yang mengalaminya. Di tengah pergulatan orang dengan depresi, banyak stigma yang melabeli sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan pertolongan. Regis, sebagai salah satu penyintas depresi dan akademisi psikologi, akan mengungkap apa itu depresi dan mengapa depr ...more
Paperback, 287 pages
Published September 30th 2019 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Loving the Wounded Soul, please sign up.

Be the first to ask a question about Loving the Wounded Soul

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.33  · 
Rating details
 ·  441 ratings  ·  130 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia
Marina
** Books 105 - 2019 **

4 dari 5 bintang!

Pertama kali melihat cover buku ini kok bagus ya kenapa ada gambar orang dengan berbeda jenis kelamin yang berwarna warni dan setelah tahu ternyata Suku tangan yang membuat desain covernya semakin tertarik membacanya.. Buku tentang Depresi di Indonesia juga termasuk jarang jadi kenapa tidak kita memulai membaca buku non fiksi di awal bulan Oktober ini??

Setelah membaca buku ini saya mendapat pengetahuan lebih mengenai depresi, apa saja penyebabnya dan bagai
...more
Gita Swasti
Jun 27, 2020 rated it it was ok
Saya membenarkan jika buku pengembangan diri tidak terlepas dari pengalaman penulisnya. Di sini, Regis Machdy menambah pemahaman secara ilmiah tentang asal muasal depresi bagi pembacanya. Ada cukup banyak teori dan artikel ilmiah yang menjadi pendukung. Itu menjadi kelebihan utama buku ini.

Selebihnya, Regis Machdy cenderung tidak menggali kontradiksinya. Ia hanya berpusat pada pengalaman depresi yang ia alami, begitu pula dengan literatur pendukungnya. Ia tidak berusaha memaparkan literatur lain
...more
Andy Wijaya
Jan 10, 2020 rated it liked it
Disclaimer: Saya membaca buku ini dalam kondisi tidak netral, dan mungkin reviu ini bersifat pandangan subjektif saya, tidak dapat dipersamakan dan digeneralisasikan.

—————————

Saya cukup menikmati buku ini. Buku ini memberikan penjelasan yang cukup komprehensif tentang depresi. Namun ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan pembaca saat membaca.

Pertama, menurut saya, cara membaca buku ini (dengan sehat dan netral) harus membedakan Regis Machdy (RM) dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu RM
...more
Nabila Budayana
Oct 30, 2019 rated it really liked it
Saya kerap ingin mendapat jawaban seluas-luasnya tentang mengapa isu kejiwaan belakangan menjadi begitu ramai dibicarakan. Ujung-ujungnya saya mendapat jawaban serupa dari beberapa teman yang menggeluti dunia psikologi,
"Bukan karena dunianya (yang semakin menantang bagi kejiwaan kita), tapi karena saat ini makin banyak orang yang melihat urgensi pembahasannya."
Menarik karena semakin banyak kepala yang menyadari pentingnya kesehatan mental dan bagaimana seharusnya menyikapinya, namun di sisi la
...more
Happy Dwi Wardhana
Dec 25, 2019 rated it it was amazing
Buku ini benar-benar menelanjangi saya, menghadapkan saya kembali pada monster yang telah lama saya kubur dalam palung tergelap dalam diri. Sebenarnya saya tak tahu menahu apa depresi itu sebenarnya, seperti apa ciri-cirinya, dan apa yang dilakukan oleh orang-orang depresi. Saya kira saya hanya membual bahwa saya mengalami depresi ke teman-teman saya. Saya mengalami tekanan mental setelah putus cinta, karir yang menurun, kegagalan dalam tes, dan kehilangan sosok ibu. Dari situ saya cenderung mem ...more
Claudia Anastasia
Jan 12, 2021 rated it really liked it
Buku yang benar-benar memperkenalkan kepada saya mengenai depresi secara jelas dan utuh.

Flashback ke sekitar akhir 2016-2017, saya juga pernah merasa memiliki gejala depresi, meskipun saya tidak ke psikolog, tapi saya merasakan beberapa gejala seperti depressed mood, insomnia, mudah lelah yang bahkan membuat saya tidak masuk kuliah selama hampir 2 minggu lebih dan hilang dari kontak teman saya selama periode desember ke maret (saat libur semester). Trigger yang paling nyata saat itu adalah saat
...more
Aisyah Baisa
i've been dealing with depression myself, and this book relate to me soo much. its not a glorifying depression or whatsoever, but more of self reflection and self-healing kind of book. which the kind of book i need the most. this book can also be a guide book for those of you whom never experience depression but wanting to know more about the topic, and be emphatic to those who's affected.

but, what i love the most about this book is the 'personal touch' -the personal reflection by the author of
...more
Novita Dwi Riyanti
Jul 05, 2020 rated it really liked it
Buku non-fiksi pertama yg aku baca dan di beberapa bab sukses buat air mata ini mengalir tanpa disadari.

Sebagai pembaca, sangat teredukasi mengenai isu kesehatan mental yang dibahas. Mulai dari betapa kompleksnya depresi, gejala yang dirasakan serta faktor pencetus dari depresi itu sendiri. Kemudian bagaimana membedakan stres. Yang ternyata baru aku ketahui ada stres positif dan negatif.

Banyak hal yg bisa diambil dari buku ini salah satunya ialah iman yang menumbuhkan harapan pada diri seseora
...more
Fathiyah Azizah
Apr 05, 2020 rated it liked it
Berbicara tentang depresi, tak sedikit orang langsung menghakimi bahwa yang bersangkutan terlalu berlebihan, kurang perhatian bahkan lemah iman. Padahal "Setiap orang lahir dengan kerentanan dan ketangguhan mental yang berbeda. Kita tidak bisa memilih seperti apa kerentanan dan ketangguhan yang kita inginkan." (21)

Penderita depresi itu sama seperti penderita asma/alergi, mereka tak bisa memilih. 

Pikiran orang depresi seperti benang kusut, puzzle yang tak pernah lengkap, dan labirin tanpa jalan k
...more
tianiita
Dec 29, 2019 rated it really liked it
Penutup akhir tahun yang bittersweet

Depresi memang tidak pandang bulu. Siapa pun bisa kena depresi, baik tua, muda, pria, wanita, miskin, kaya. Bagi sebagian besar masyarakat kita masih tabu dengan kata depresi. Stigma yang masih melekat yaitu depresi terjadi karena orangnya lemah, tidak kuat iman, kurang beribadah, dan caper. Padahal saat depresi mental orang tersebut amat rapuh, sekecil apapun perkataan yang negatif akan menimbulkan luka dan itu bisa butuh waktu yang lama untuk disembuhkan.

Buk
...more
Aini Ainayya
Ah, bagus banget! 4.5🌟 Aku mulai tertarik dengan isu kesehatan mental setelah salah seorang teman curhat bahwa ia adalah penyintas, yang pernah nyaris meninggal di kamar apartemennya. Dari situ aku mulai paham bahwa depresi tidak sama dengan stress akibat kebanyakan tugas.

Kemudian, ketertarikanku berlanjut pada buku-buku yang mengangkat isu kesehatan mental. Termasuk salah satunya Reasons to Stay Alive, yang ditulis oleh penyintas depresi/gangguan kecemasan. Buku ini kurang lebih sama dengan itu
...more
Irma Setiani
Sep 03, 2020 rated it it was amazing
Buat aku yang belum banyak pengetahuan tentang kesehatan mental, buku ini membuatku makin kenal isu kesehatan mental. Enak banget dibaca karena penulisannya nggak ribet. Sampe gak kerasa bacanya udah kelar😁
Nike Andaru
22 - 2020

Baca buku ini dimulai sejak Oktober 2019 dicicil dan baru selesai. Sengaja pelan-pelan biar bisa dirasakan, dimengerti lalu kesalip banyak buku-buku ringan lainnya juga deh. Ini tipe buku yang saya gak rela cepet-cepet kelar baca gitu.

Regis Machdy, si penulis buku ini adalah seorang psikolog lulusan universitas terbaik di Indonesia, belum lagi dia juga ambil master global mental health di Inggris, siapa yang nyangka kalo yang nulis ini pernah merasa ingin bunuh diri berkali-kali? Merasa
...more
Yanti Nura
Jan 02, 2020 rated it it was amazing
Shelves: non-fiction
Buku pertama di tahun 2020 dan non-fiksi terbaik yang pernah saya baca. Langsung tertarik dengan cover ciamik (yang didesain oleh Sukutangan) dan judulnya yang relate dengan lingkungan saya, apalagi setelah membaca deskripsi. Begitu menyelesaikannya saya jadi berpikir bahwa ternyata saya membutuhkan banyak-banyak buku self-help lain yang seperti ini. Sempat terlintas di pikiran saya, apakah emak dan keluarga saya harus saya kasih bacaan ini agar mereka lebih paham dan peka terhadap orang-orang d ...more
Dessy Natalia
Jan 13, 2020 rated it really liked it
Review Buku ‘Loving The Wounded Soul oleh Regis Machdy’

Bagi JK Rowling, depresi diejawantahkan ke dalam sosok Dementor yang menghisap harapan hidup para korbannya.

Bagi para ahli kesehatan, depresi adalah salah satu penyakit yang paling mematikan.

Bagi Regis Machdy, penulis buku Loving The Wounded Soul, depresi ada guru spiritualitas terbaik.

Bagi Dece, yang sedang menulis review ini, depresi adalah salah satu rahmat Allah yang bertujuan membawa manusia kembali ke tracknya.

Kalau menurutmu? :)

Sekara
...more
Dety  Mutiara
Feb 01, 2021 rated it really liked it
Jadi, belakangan ini lagi suka baca non fiksi. Gatau kenapa bawaannya pengen aja baca. Mungkin emang karena diri ini lagi butuh kali ya? hahaha

Awalnya aku kira ini buku terjemahan dong wkwk. Makanya dulu, di saat orang-orang pada baca dan hype, aku mah kalem. Walaupun sebenernya kepo gara-gara tema yang diangkat itu tentang "mental illness". Eh ternyata penulisnya orang Indonesia 😂

Oke ... Menurutku pribadi (sebagai orang yang bukan pelahap non-fiksi) buku ini bener-bener menyenangkan. Dalam arti
...more
Shirley Ririhena
Dec 30, 2019 rated it it was amazing
Oh wow i really like this book, it's been a long time since i read books from Indonesian author but I didn't hesitate to buy it when i see & read the description and i'm glad I did, It's a wonderful book.
In this book he shares his knowledge about depression and mental health from his experience, science, philosophy, and psychology journal/study and other books that relevant. I immensely like the style and flow of writing, it's humbling(?) if it's possible, it's like hearing story from friends of
...more
Meiliana Kan
Review lengkapnya bisa dibaca di sini

Hal yang aku suka saat membaca buku non fiksi adalah aku gak perlu baca semuanya sekaligus atau bahkan habis dalam sekali duduk. Karena tempo membaca buku ini yang lambat aku jadi punya jeda untuk lebih memahami setiap hal yang dibahas dalam buku ini. Sesuai judulnya, buku ini membahas segala hal tentang depresi. Regis Machdy membagikan ilmu dan pengalamannya dalam buku ini dalam dua peran, perannya sebagai akademisi psikologi dan perannya sebagai orang yang
...more
melmarian
3rd book read for #OWLsReadathon2020

I read this for Charms (Lumos Maxima-a book with a white cover) and turns out that this book really does shed light on mental illness, especially depression. It answers some big questions I've been having in my head for quite some time now: "Do I have depression?" "If I do, when should I see a psychiatrist?" Well-researched and scientific but also very personal. Kudos for the author for making this book very easy to digest. I feel like after reading this book
...more
Indah Tri Misnawati
Jun 24, 2020 rated it it was amazing
Terimakasih sudah menghadirkan buku ini ke dunia. :)
Jika kalian membaca buku ini dan merasa relate banget dengan kalian, segera beranikan diri untuk mulai konseling, jangan mendiagnosa diri sendiri. :)
Ayu
Dec 30, 2019 rated it really liked it
Rasanya seperti mendengarkan temanmu kenapa ia akhirnya pergi ke psikiater, tanpa kesan menggurui sama sekali, tanpa terlalu sering mengingatkan untuk 'selalu berpikir positif' karena ia tahu betapa susahnya melakukan hal itu.
Gejala-gejala, faktor yang mendasari, bahkan tindakan yang harus dilakukan ketika temanmu relapsed dipaparkan dengan lengkap dan sangat mudah dipahami.
...more
Indah Threez Lestari
139 - 2020
Maya Hartina Hutagalung
Jun 29, 2020 rated it it was amazing
I just want to say, "Thank you for staying alive, Regis!" ...more
Ardinawati Simamora
Apr 04, 2020 rated it really liked it
Loving the Wounded Soul - Regis Machdy
Rate : 4.5/5💫
Hal: 287 hal.
.
📚 Mental illness akhir- akhir ini menjadi sorotan dan kesadaran masyarakat akan hal ini juga meningkat. Terutama di Indonesia yg berkaitan dengan namanya kesehatan mental itu sudah lebih peduli, lebih mencoba belajar memahami bagaimana kondisi demikian.
.
📚Jujur buku ini udah beberap bulan yg lalu belinya. Tapi, baru di April 2020 aku benar-benar bacanya. Dari sini aku banyak tau istilah-istilah yg berkaitan dengan kesehatan mental d
...more
Gita
Feb 17, 2021 rated it really liked it
Setiap kali membaca buku self-help tentang depresi atau luka batin, saya selalu merasakan bahwa sepertinya memang ada orang yang turut mengalaminya, seperti saya.

Namun, ini bukan berarti saya mengalami depresi. Saya tidak mau memvonis diri sendiri, karena dalam ilmu psikologi, ini sangat dilarang untuk dilakukan.

Namun yang ingin saya katakan adalah.. saya juga pernah memiliki pemikiran yang sama seperti buku ini. Betapa saya muak dengan kehidupan ini, betapa saya selalu dihantui pikiran untuk me
...more
Alley
Jun 12, 2020 rated it it was amazing
Berlatar belakang lulusan psikologi, sudah sewajarnya depresi bukanlah hal asing bagiku. Melihat buku ini adalah karya orang Indonesia, aku merasa bahasanya akan lebih mudah dipahami dibandingkan buku terjemahan.

Penulis buku ini memiliki latar belakang pendidikan psikologi dan pernah mengalami depresi sehingga buku ini nampak seperti perjalanannya dalam merefleksikan depresi itu sendiri. Buku ini sangat kompleks, karena memuat pembahasan yang ilmiah sekaligus menyelipkan pengalaman pribadi penul
...more
Fad
Jun 30, 2020 rated it it was amazing
Sangat menarik dan informatif. Berisi penjelasan umum mengenai mental health (khususnya depression) yang saya rasa sangat tepat untuk diketahui oleh masyarakat umum. Apabila tertarik mengetahui lebih detail, sebagaimana buku nonfiksi yang baik, penulis mencantumkan setiap sumber literasi hasil penelitian yang ia kutip pada bagian akhir buku.

Penulis sebagai seorang akademisi (lulusan program master of Global Mental Health dari University of Glasgow) berhasil menyampaikan informasi yang ingin disa
...more
hanifah
Aug 29, 2020 rated it it was amazing
sebagai seorang calon dokter yang sangat concern dengan Mental Health dan Neuroscience, buku ini sangat amat membantu saya dalam mempelajadi bidang ini, walau garis besar buku ini membahas mengenai Depresi, namun isinya jauh lebih luas dari itu, buku ini membantu kita memahami Mental Illness dan Psikologi manusia serta banyak faktor yang mempengaruhinya. saya sebut ‘banyak’ karena ternyata memang banyak dan beberapa diantaranya belum saya ketahui sebelumnya.

salah satu hal yang membuat saya memil
...more
Uka
Jun 13, 2020 rated it it was amazing
As the previous one, I ever reviewed the same genre of book, it's The Happy Brain by Dean Burnett. So, I will do the same method, I read the indonesian version and reviewing the book with english.

First, I want to tell you that they brought the same topic, and it made me feel nostalgic, talking about neuron, neurotransmitters, amigdala, hormones and such. But this time, is from the point of view of psychology instead of psychiatry.

This book dragged me a lot, a lot, really, mentally. The depressin
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?
  • Filosofi Teras
  • I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki
  • Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam
  • Jakarta Sebelum Pagi
  • Laut Bercerita
  • I Want To Die but I Want To Eat Tteokpokki 2
  • Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
  • You Do You: Discovering Live Through Experiments and Self-Awareness
  • Resign!
  • Perjamuan Khong Guan
  • 말의 내공
  • Wake Up Sloth
  • Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?
  • Mantappu Jiwa
  • Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa
  • Selamat Tinggal
  • Pulang
See similar books…

Related Articles

  Luvvie Ajayi Jones—author, cultural critic, digital entrepreneur—might be best described as a professional truthteller. Her crazily popular...
49 likes · 0 comments
“Menjadi orang baik sebenarnya sangat mudah. Susahnya adalah menjadi "orang baik" versi ayah (punya rumah, punya mobil, punya pekerjaan dengan gaji tinggi), versi ibu (menikah dengan pasangan berkecukupan, melangsungkan pesta yang megah, punya anak), versi teman (harus pintar, mengerti gosip terkini, bisa diajak nongkrong), dan menjadi baik versi seluruh orang di dunia ini yang mengenal kita.” 1 likes
“Stresor atau penyebab stres berasal dari peristiwa yang netral. Respon kita terhadap stresor tersebutlah yang membuatnya bermakna.” 1 likes
More quotes…