Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat” as Want to Read:
Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat

by
3.29  ·  Rating details ·  28 ratings  ·  11 reviews
Saat Kamu Tidak Mencintaiku Lagi


saat kamu tidak mencintaiku lagi
daun-daun kehilangan hijaunya
angin kehilangan desirnya
laut lupa pada asinnya
dan puisiku ditinggalkan aksaranya
Paperback, 160 pages
Published November 25th 2019 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat, please sign up.

Be the first to ask a question about Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-42
Average rating 3.29  · 
Rating details
 ·  28 ratings  ·  11 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat
Daniel
Jan 01, 2020 rated it it was ok
Dopra
Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat
Gramedia Pustaka Utama
160 pages
4.5

Azimah Wiwesa
Dec 28, 2019 rated it it was amazing
Setiap membaca karya DoPra membuat kita terhanyut kedalamnya bahkan terseret seret untuk membacanya berulang kali.

Begitupun dengan buku kumpulan puisinya kali ini. Bahkan aku membacanya melebihi dari jumlah buku karyanya yang lain.

Bagiku bukunya kali mampu menjadi 'Insto' buat aku disaat mataku mulai sakit mengerjakan laporan yang berisi angka² tak jenuh dan dikejar deadline.

Semua puisi yang termaktub didalamnya mampu membuat kita lebam, berbekas dan tak akan pudar dalam kotak ingatan. Pilihan
...more
Nike Andaru
215 - 2019

Kali pertama membaca karyanya Dodi Prananda atau Dopra. Tertarik karena judulnya nih awalnya, tapi ternyata puisinya di sini sendu, bikin galau, sedih, kasihan, dan kayaknya gak cocok dibaca jika kalian sedang dalam perjalanan sendirian, tambah gimana gitu.

Puisi dalam buku ini semua singkat, dengan bahasa yang khas anak muda saat ini puitis galau gitu.
Beberapa judul yang saya suka :
- Jangan Beri Aku Punggungmu
- Kado
- Siapa yang akan Memeluk Diriku?
- Dasar Laut
- Selamat Tidur


jangan beri
...more
Raafi
Nov 29, 2019 rated it liked it
Shelves: 2019, asli-indonesia
Sebagai penggemar kata-kata, puisi-puisi dalam buku ini tersusun dari pilihan-pilihan dan struktur yang lumrah. Mereka bisa ditemukan di puisi-puisi lain: kafe, petang, hujan, jatuh, sunyi, sia-sia. Ajaibnya, Dodi si penyair dapat merekonstruksi mereka dengan baik sehingga bait-bait di buku ini terasa lebih baru dan tetap mengena.

Patah hati, kejatuhan, kesepian, kehilangan, kesedihan, kepedihan menjelma dalam bentuk paling absurd nan indah—bikin pikiran dan perasaan melanglang buana.

Buku ini mer
...more
Shendi C
Jan 12, 2020 rated it liked it
Seperti judulnya, Dopra sedang merespon kehilangan pada puisi-puisinya, bahasa sederhana dan tidak muluk muluk. Berbicara cinta, kehilangan, patah hati, ingatan dan cara yang efektif untuk menyembuhkan luka sendiri. Grafis yang di beri di beberapa halamannya yang menggunakan teknik sketsa ini memperkuat bahwa, kehilangan begitu miskil dalam hidup ini. Seperti puisinya yang berjudul Doa Penutup Musim

Bila Ada umur panjang
Mari Kita Kesepian lagi

jadi. Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat bukan?
Septiani Ewiantika
Dec 27, 2019 rated it liked it
Ini adalah kalo pertama diriku membaca buku karya Mas Dodi, dan yaaap ku menikmati nya sambil rebahan menunggu ngantuk menghampiri.
Jujur saja ketika membaca judul nya pertama kali terasa agak “jleb” di hati plus covernya yang sangat cantik di mataku. Aku juga suka selipan sketsa pada beberapa bab di buku ini yang menggambarkan isi puisi tersebut.

Overall dari semua kumpulan puisi, ku sangat suka pada bab “siapa yang akan memeluk diriku” ✨👍🏻
Wulandini Nugra
Dec 26, 2019 rated it really liked it
Awalnya saya takut buku ini cuma akan jadi media curhat si penulis, karena beberapa buku sebelum ini kan total fiksi. Ternyata ketakutan saya tak terbukti.
Dodi pintar meramu kata dan kalimat sehingga puisinya tidak cepat basi.
Tetap bisa bikin baper tanpa membuat saya mengucap 'meh!' seperti pada puisi-puisi baru yang bertebaran di media sosial saat ini.
...more
Bambang Suryo
Dec 27, 2019 rated it really liked it
Sebagai orang yang gak romantis dan spontan, awal membaca buku ini seperti melihat sajak-sajak tak tentu arah. Tapi ketika kita sedang berkontemplasi dan secara acak membuka halaman, baru terasa sentuhan yg menyentil gengsi, malu, dan kekalahan yg tak pernah diungkap.

Terimakasih atas puisi "di tukang cukur" yg membawa saya ke memori kisah cinta saat masih melarat.
...more
Puji P. Rahayu
Besok Kita Belum Tentu Saling Mengingat
oleh Dopra

3/5 bintang

Bagi saya, puisi-puisi dalam buku ini memang menonjolkan satu tema, yakni pertanyaan-pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak sekali berhubungan dengan kesendirian dan kasih tidak sampai.

Tidak hanya itu, sejumlah puisi Dopra menyinggung bagaimana suatu cerita kasih telah usai dan tidak ada harapan untuk kembali lagi.

Resensi selengkapnya dapat dibaca d
...more
Autmn Reader
Jan 06, 2020 marked it as dnf
Dnf halaman 19. Gak bisa aku baca puisi atau beginian. Cringe sendiri, huhu. Not my cup of tea :(
Nureesh Vhalega
Feb 18, 2020 rated it liked it
Awalannya bagus. Tapi dari tengah ke belakang agak sulit kupahami 😂
Dysi Iliou
rated it really liked it
Dec 04, 2019
Aini Ainayya
rated it liked it
Dec 08, 2019
Nabila Rahmadia
rated it liked it
Jun 13, 2020
Alvina
rated it liked it
Dec 03, 2019
Chobarudin
rated it liked it
Feb 29, 2020
Dini Annisa Humaira
rated it liked it
Dec 02, 2019
erie
rated it liked it
Aug 23, 2020
Lala
rated it it was amazing
Apr 05, 2020
Dewi
rated it it was ok
Dec 21, 2019
omnivoreader
rated it it was ok
Dec 28, 2019
Eni Lestari
rated it really liked it
Dec 10, 2019
Eksa
rated it liked it
Dec 15, 2019
Meila Nada
rated it liked it
Jan 27, 2020
Agung Tj
rated it liked it
Mar 28, 2020
MOm'Lala MOm'Lala
rated it it was ok
Jan 22, 2020
Suri
rated it really liked it
Mar 21, 2020
Lambok Pangaribuan
rated it really liked it
Dec 07, 2019
Maria Mechtildis
rated it it was amazing
Nov 25, 2019
Dodi Prananda
Nov 27, 2019 added it  ·  (Review from the author)
Wicke Wijayanti
marked it as to-read
Nov 28, 2019
Tika
marked it as to-read
Nov 29, 2019
Iman Firmansyah
marked it as to-read
Dec 03, 2019
Sintia Astarina
marked it as to-read
Dec 09, 2019
RIZKA
marked it as to-read
Dec 27, 2019
Irna Novitha
marked it as to-read
Dec 28, 2019
Muhammad Safri
is currently reading it
Dec 28, 2019
Syafriza Vinindo
marked it as to-read
Dec 28, 2019
Alfin Yuda
marked it as to-read
Dec 28, 2019
Rifani Magrissa
marked it as to-read
Dec 29, 2019
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Perjamuan Khong Guan
  • Wake Up Sloth
  • Sunny Everywhere
  • Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
  • Ganjil-Genap
  • Sergius Mencari Bacchus: 33 Puisi
  • Yang Diacak-acak Seprai, Yang Berantakan Hati
  • Sungguh, Kau Boleh Pergi: Kumpulan Sajak
  • Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali
  • Pelesir Mimpi
  • The Boy I Knew From Youtube
  • Second Chance
  • A Poem With Your Name
  • Finn
  • Di Hadapan Rahasia
  • 82년생 김지영
  • Luka Kata: Sekumpulan Puisi
  • Membaca Kepedihan
See similar books…
0 followers

Related Articles

This June, as we observe LGBTQ Pride—the annual celebration of the lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer/questioning communities—we...
207 likes · 73 comments
“Aku menuliskanmu di saat kamu menghapusku” 0 likes
“Mimpi adalah panggung yang isinya kita berdua saja” 0 likes
More quotes…