Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Doa yang Terapung: Cerpen Pilihan Kompas 2018” as Want to Read:
Doa yang Terapung: Cerpen Pilihan Kompas 2018
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Doa yang Terapung: Cerpen Pilihan Kompas 2018

(Cerpen Pilihan KOMPAS #28)

3.13  ·  Rating details ·  8 ratings  ·  4 reviews
Menampilkan 23 cerpen Kompas sepanjang 2018 dalam buku ini seperti membaca keberagaman lanskap budaya dengan latar belakang ranah kultural berbeda. Keberagaman lanskap budaya inilah yang ikut mewarnai cerpen Kompas dari masa ke masa.

Selain itu, dalam setiap cerpen terkandung getaran moralitas, apabila disimak secara sadar dan terbuka akan memberikan nutrisi berarti tentang
...more
Paperback, 214 pages
Published July 1st 2019 by Penerbit Buku Kompas
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Doa yang Terapung, please sign up.

Be the first to ask a question about Doa yang Terapung

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-24
3.13  · 
Rating details
 ·  8 ratings  ·  4 reviews


More filters
 | 
Sort order
Teguh Affandi
Jul 01, 2019 rated it liked it
Sebenarnya kita sudah bisa membaca semua cerpen dalam buku ini, baik ketika masih di koran atau di arsip lakonhidup atau klipingsastra. Namun, alasan saya membelinya adalah karena sudah terjebak mengoleksi semua judul cerpen pilihan Kompas sejak 1992 dan ragam lainnya--maksudnya adalah Dua Kelamin bagi Midin: Cerpen KOMPAS Pilihan 1970-1980, Riwayat Negeri yang Haru: Cerpen KOMPAS Terpilih 1981-1990, dan Kurma: Kumpulan Cerpen Puasa-Lebaran Kompas. Jadi harus tetap dibeli.

Sebagai penikmat, saya
...more
Masyhur Hilmy
Jul 26, 2019 rated it liked it
Shelves: fiksi-indonesia
Cerpen favorit saya di kumpulan ini ada dua:
Opera Sekar Jagad (Kurnia Effendi) dan Durian Ayah (Rizki Turama). Keduanya tidak pretensius: premisnya natural dan penulisannya menyenangkan untuk diikuti. Ini pembukanya:

“Tangannya yang basah dan licin oleh sabun ikut tertegun. Ia mengenali kain dalam remasannya: batik tulis sekar jagad yang dia bikin hampir empat tahun lalu. .… Punya siapa? Ia tak pernah sengaja menghafalkan baju-baju milik pelanggan yang dia cuci dan setrika.” —Opera Sekar Jagad

“Di
...more
Adek
Aug 21, 2019 rated it really liked it
Beberapa ada yang membuat kaget dan merinding. Cerpen Pilihan Kompas selalu membuat kejutan-kejutan baru. Meski ada pihak yang menyatakan bahwa ritme dalam cerpen-cerpen di kompas selalu monoton dari tahun ke tahun karena latar belakang budaya yang diusung dalam cerita, tetapi menurut saya selalu ada hal yang tidak bisa diprediksi. Satu yang saya sayangkan dari sekian tahun saya membaca kumcer kompas, bahwa penulis terkenal yang cerpennya terlalu datar masih saja diikutkan. Apa mungkin inilah ma ...more
Indah Threez Lestari
543 - 2019
Nadilla Hoemar
rated it it was ok
Jul 07, 2019
Tika We
rated it liked it
Aug 06, 2019
Nopitri Wahyuni
rated it really liked it
Sep 01, 2019
Milo
rated it liked it
Sep 18, 2019
Evan Dewangga
marked it as to-read
Jul 01, 2019
Boyke Rahardian
marked it as to-read
Jul 02, 2019
Launa Rissadia
marked it as to-read
Jul 02, 2019
Emil Amir
marked it as to-read
Jul 03, 2019
Achmad Muchtar
marked it as to-read
Jul 05, 2019
J. Fisca
is currently reading it
Jul 06, 2019
Angelina Puspita
marked it as to-read
Jul 08, 2019
Muhammad Rajab
marked it as to-read
Jul 15, 2019
Suti
marked it as to-read
Jul 18, 2019
Iqbal Dalimunthe
is currently reading it
Jul 26, 2019
Humaidiy As
marked it as to-read
Jul 31, 2019
Catur Rianto
marked it as to-read
Aug 22, 2019
Sakura
marked it as to-read
Aug 30, 2019
Gita
marked it as to-read
Sep 08, 2019
Ody Dasa
marked it as to-read
Sep 08, 2019
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Raudal Tanjung Banua, lahir di Lansano, Kenagarian Taratak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, 19 Januari 1975. Pernah menjadi koresponden Harian Semangat dan Harian Haluan, Padang, untuk akhirnya memutuskan merantau ke Denpasar, Bali, bergabung dengan Sanggar Minum Kopi dan intens belajar pada penyair Umbu Landu Paranggi; lalu ke Yogyakarta, menyelesaikan studi di Jurusan Teater Institut S ...more

Other books in the series

Cerpen Pilihan KOMPAS (1 - 10 of 28 books)
  • Dua Kelamin bagi Midin: Cerpen KOMPAS Pilihan 1970-1980
  • Riwayat Negeri yang Haru: Cerpen KOMPAS Terpilih 1981-1990
  • Kado Istimewa: Cerpen Pilihan KOMPAS 1992
  • Pelajaran Mengarang: Cerpen Pilihan KOMPAS 1993
  • Lampor: Cerpen Pilihan KOMPAS 1994
  • Laki-Laki yang Kawin dengan Peri: Cerpen Pilihan "KOMPAS" 1995
  • Pistol Perdamaian: Cerpen Pilihan Kompas 1996
  • Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan: Cerpen Pilihan KOMPAS 1997
  • Derabat: Cerpen Pilihan KOMPAS 1999
  • Dua Tengkorak Kepala: Cerpen Pilihan KOMPAS 2000