Pantas saja Layla menjuluki dirinya sebagai The Unfortunate, orang yang tidak pernah beruntung, kenyataannya memang dia bukan orang yang didekati Dewi Fortuna.Gagal kuliah karena pernikahan mendadak kakak laki-lakinya, sampai terpaksa tinggal sendiri di Jakarta dan bekerja sebagai pelayan di restoran cepat saji, adalah sebagian kecil dari daftar kesialan yang pernah dialami gadis yang menganggap menemukan stiker berhadiah di bungkus kopi hanyalah mimpi.Daftar rentetan kesialannya bertambah saat sosok putih transparan yang patah hati bernama Arta muncul dalam kehidupannya. Layla semakin yakin keberuntungan memang bukan untuknya.Tapi apakah Layla tetap menganggap Arta sebagai wujud ketidakberuntungannya setelah Arta menjadi penopangnya, ketika orang yang ia cintainya mengkhianatinya?
Actual 3.5⭐ Di awal sebelum dengerin audiobooknya, gue sama sekali engga tau dan engga baca blurbnya. Karna gue liat durasinya lumayan pendek, jadi gue coba. Ternyata buku ini lumayan seru dan menghibur bagi gue. Sayangnya, sedikit underrated dari rating GR.
Dengan premis yg unik, meskipun endingnya predictable, tapi gue cukup menikmati romansa antara Layla dan roh Artha di sini.
Untuk seorang pemenang KLA, karya ini lumayanlah menurut saya. Nggak ada yang istimewa dengan hasilnya. Cerita ini cukup sering muncul di sinetron. Tentang jatuh cintanya roh cowok kaya yang badannya terbaring koma di rumah sakit, dengan seorang gadis muda miskin yang menolongnya dan hanya gadis itu yang bisa melihatnya. Bedanya dengan sinetron, nggak ada cewek judes yang naksir nih cowok mati2an sampai membenci gadis miskin itu. Adanya cewek ini sebenarnya punya cowok juga, yang lagi break selama setahun.
Ceritanya singkat dan padat, tidak terlalu menye-menye, cewek ini tidak jatuh dalam kesedihan yang mendalam, terkesan kuat (atau sok kuat) sementara cowok ini yang bisa juga mengekspresikan patah hati dalamnya, namun karakternya biasa banget, yah dia ganteng, kaya, dan koma.
2 karena temanya terlalu biasa. Korea banget lah, seperti sinetron. Tapi untuk membangkitkan semangat juang si gadis miskin ini, mengingatkan pada peran2 Naysilla Mirdad. Untuk bacaan remaja bolehlah, tapi buku ini membuat saya gak pengen baca finalis KLA yang lain..
Layla, cewek selalu-sial. bertemu arwah bernama Arta. bukannya apa-apa, rasanya rada aneh. rada janggal. ada beberapa bagian yang bener-bener ga aku ngerti. misalnya aja, Arta itu arwah, makhluk *kalau bisa disebut begitu* transparan. tapi kenapa di beberapa bagian di ceritain seakan-akan dia manusia? yang perlu tidur, istirahat bisa nangis? di awal, kenapa dia ga bisa masuk ke tubuhnya sendiri? di akhir cerita, kenapa dia malah bisa masuk dengan gampang begitu?
Judul : Fortunata Penulis: Ria N. Badaria Penerbit: GPU Tebal : 167 hlm Rate: 3/5 🌟 • "Cobalah memahami orang-orang disekitarmu, setelah itu barulah kamu menuntut mereka untuk memahamimu"(hal.152)
Layla selalu merasa dirinya tidak pernah beruntung. Mulai dari rencana kuliahnya yang gagal hingga pacarnya yang sudah 8 tahun bersama menikah dengan wanita lain. "Akan selalu ada keberuntungan dibalik kesialan." (Hal 167) Hingga akhirnya dia bertemu sosok putih transparan yang patah hati bernama Arta. Arta selalu menjadi penopang Layla saat kesialan demi kesialan terus menimpanya. • ● Setengah halaman awal cukup seru, tapi menuju chapter terakhir aku ngerasa alurnya terlalu cepat kayak kejar setoran...😅 Kesel sama Layla yang selalu marah-marah sama Arta, padahal Arta gak salah apa-apa. Menurut aku juga ada beberapa dialog layla yg terlalu "berlebihan", bikin aku jadi gak dapet feel ceritanya. Misal saat Layla marah-marah ke Arta karena dia anggap Arta udah fitnah pacar dia. Akhirnya buku yang udah bertahun-tahun di rak selesai juga dibaca..
Buku pertama yang selesai kubaca di tahun ini. Sebenernya sudah lama punya, tapi keinget kembali setelah Royyan Julian mengunggah bacaannya, Lambata. Ya, di tahun yang sama buku ini menjadi pemenang KLA 2009 untuk kategori penulis pemula.
Menurut saya sih bagus. Tokohnya yang ga biasa. Percintaan antara perempuan sial (karena sang tokoh adalah perempuan yang sering banget dirundung kesialan) dan roh yang tidak bisa kembali ke tubuhnya. Namun sayang, sampai akhi cerita tidak dijelaskan, kenapa hanya Layla (nama sii cewek sial) ini saja yang bisa melihat Arta. Dan kenapa benda-benda lain yang dipegang Arta bisa tembus pandang kecuali kasur Layla tempatnya meringkuk setiap malam.
Lumayan, tapi aku nggak bisa merasakan chemistry kedua main character, jadi sewaktu Arta confess aku kayak, bejir kok bisa ya. Dan kebetulan aku menemukan komentar tentang buku ini, yang intinya kondisi Arta saat koma nggak sesuai dengan kenyatannya seharusnya bagaimana. Sama mungkin closure sih yang nanggung, kayak siapa tu pacarnya Arta nggak dijelasin gimana2nya, terus waktu Layla balik ke Bogor dan dia realize bahwa banyak orang yang sayang sama dia tuh kayak kurang ditunjukkin keakrabannya keluarganya sama dia, jadi masih ngawang juga.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebenernya mungkin kejadian ga sih roh gentayangan dan bisa megang kita kaya gini? 😂 Kalo menepis semua logika yg ada, ceritanya cukup bagus Ada misleading yg oke juga dr cerita ini Tapi emang gaya penulisannya udah bagus jadi yaaa nagih banget lah buat terus2an baca sampe abis Pesan moralnya juga ngena sih ttg kerasnya perjuangan Layla ini Walaupun halamannya cuma dikit, tapi kerasa padat dan cukup 👌
Romantis, kocak dan ringan. saya suka cerita ini. Sampai-sampai saya tidak mampu menghentikan kegiatan membaca saya dari lembar pertama hingga lembar akhir hanya dalam satu kali duduk. Novel ini juga tidak terlalu tebal.
Buku ini kudapat sbg hadiah books games sm Lulu di IRF 2015 dan memang seperti perkiraanku ceritanya... ya gitu deh.
Cerita buku ini terousat oada tokoh utama, Layla yang tidak pernah beruntung, lahir di keluarga yang tidak kaya, gagal kuliah karena perbuatan kakaknya, gagal mendapat pekerjaan yang layak, dan akhirnya terpaksa bekerja di restoran ayam goreng cepat. Awalnya sih kasihan sama Layla, tapi semakin lama dialognya kok isinya marah-marah mulu. Iya sih dia merasa tidak beruntung tapi cobalah berpikir postif. Err, ada sih pikiran Layla yang positif, menanti kekasihnya melamar dia di Monas setelah tidak bertemu selama setahun dan tanpa komunikasi sama sekali (?). Duh.
Capek juga membaca baca dialog Layla dengan Arta. Ya, Arta yang anak orang kaya, lulusan fakuktas hukum di Korea, tapi langsung galau dan mengalami harus kecelakaan saat tahu pacarnya berkhianat, yang akhirnya koma dan roh bergentayangan mengikuti Layla. Keduanya terpaksa berinteraksi karena entah bagaimana roh Arta hanya bisa dilihat Layla.
Tentu saja nantinya Layla dan Arta karena memang seperti itulah yang ingin diceritakan Penulis. Namun sikap keras kepala Layla dan sikapnya untuk mengabaikan pernyataan Arta dan malah berhubungan dengan pria brengsek, menurutku merupakan kombinasi yang tidak pas.
Well, membaca buku ini seperti menonton FTV saja. Agak de javu juga membaca buku ini karena melibatkan roh tokoh pria yang membuntuti si tokoh wanita, takutnya ceritanya sekacrut buku biru. Untungnya tidak, setidaknya belum sekacrut buku biru. Meski akhirnya aku tetap merasakah keganjilan ketika adegan di Monas tidak sekalipun melibatkan HP untuk saling menghubungi. Settingnya tahun berapa sih ini? #garuk2kepala.
gw baru baca fortunata kemarin malam,karena bukunya tipis banget,gak sampe satu jam kelar bacanya. dari sinopsis yang ada di belakang bukunya gw jadi tertarik buat membelinya,gw pikir sebagai orang yang kadang merasa hidup gw ini juga gak beruntung,gw jadi penasaran ama nih buku... ceritanya tentang seorang gadis yang hidup sendirian di kota besar yang bekerja di sebuah restoran.Dia merasa dia gak seberuntung orang lain yang hidupnya mudah.Ia tidak bisa kuliah,bekerja mati_matian untuk mencari uang,punya bos yang super cerewet,pacarnya kawin dengan orang lain. Kisah hidupnya berubah karena tanpa disengaja ia bertemu dan bisa melihat penampakan roh.Roh orang yang sedang sekarat di rumah sakit yang selalu membuntutinya karena cuma gadis itu yang bisa melihatnya. Ia meminta bantuan gadis itu untuk menampungnya sampai ia bisa sadar dari komanya. Tetapi seiring selalu bersama cowok itu jatuh cinta padanya.tapi sang gadis tidak menanggapi,ia sudah tak percaya lagi akibat dikhianati pacarnya.Merasa cowok itu cuma kasihan padanya dan menhiburnya saja. Akhirnya mereka berpisah dalam kemarahan.Si gadis merasa kehilangan cowok itu,ia sadar kalau ia juga mencintainya. Si cowok yang pergi ternyata sudah sadar dari komanya.Endingnya Si cowok yang sudah kembali keraganya menemui gadis itu dan.................yaah gitu deh akhirnya.... Gak seseru yang gw bayangkan sebelumnya.tapi lumayanlah.jalan ceritanya gak berbelit-belit....cocok buat anak abg yang lagi dirundung keromantisan.
serasa baca novel nya meg cabot yang The Mediator series. Bedanya cewek nya miskin lalu, ketemu cowok yang mati koma dengan catatan dia kaya raya. lalu, pas siuman dia cari si cewek dan taraaaa ... jreng ..jreng .. si cowok nembak dan jadian sama si cewek. huh, klasik banget deh.
alurnya, lumayan lah. nggak terlalu bikin aku jadi ngilerin kasur. but, all of that make me hope until finish to show Fortuna. where's fortuna?? just ending from this story show how lucky girl. tengah2?? datar saja ..
dari judul nya aku kira ada unsur dewa-dewi yunani gitu *make a wish, i hope is real. Ternyata, sedikit pun nggak kecolek. hiks
nyesel juga, luangin waktu untuk baca novel ini. oke, waktu hanya terbuang kurang lebih dua jam. tai, waktu dua jam itu berarti banget. ngerjain tugas anatomi saja sudah berhasil menggambar sistem respirasi :p
well, sebenarnya kaget jua si penulis dapet penghargaan sebagai penulis baru berbakat. yah, aku kira novel nya bagus. kurag lebih kayak mbak oky sepetu merah lah, minimal. ini, mendekati pun tidak. pedes juga sih kalau aku komen. yah, habis nya gimana lagi?? hehehee mbak Ria damai yaak!
karena 'manis' novel ini masih sedikit terasa, saya kasih 4 bintang. jadi novel ini nyeritain tentang cewe dan arwah cowo yang tinggal bareng. si arwah cowo ngikutin si cewe karena si cewe bisa ngeliat si arwah cowo. mereka tinggal satu rumah dan lama-lama jatuh cinta. sampai suatu hari si arwah cowo harus balik lagi ke badannya yang lagi koma. sedih banget waktu itu. si arwah janji dia bakalan balik lagi ke si cewe. pas si cowonya sadar, si cowonya lupa-lupa inget sama si cewe. akhirnya dia ngerasa ada yang hilang terus akhirnya dia inget lagi sama si cewe. ah~ so sweet..
Cerita yang biasa aja. Seorang cewek yang ngerasa hidupnya penuh dengan kesialan, and tiba-tiba punya 'teman' yang berwujud roh, and yang akhirnya malah jatuh cinta kepadanya...
Ngebaca buku ini, ngebuat gue flash back... seperti buku siapa ya... And ternyata alur cerita-nya mirip-mirip seperti From Batavia With Love-nya Karla... Upps, bukan nyama-nyamain. Tapi kalo udah pernah baca... Pasti ngerasa sama...
Entah kenapa ga suka sama sekali sama jalan ceritanya, pun penyampaiannya. Mungkin ekspektasiku tinggi duluan sama authornya, maklum abis baca karyanya yg 'Writer vs Editor' (itu bagus dan menarik, enjoy-able abis lah), jadi yg ini kebanting abis.
Walaupun ceritanya simple, tapi tetep asyik buat dibaca. Kadang gue merasa diri gue kayak Layla The Unfortunate Girl, tapi gue percaya suatu saat akan ada hari dimana gue merasa beruntung. Good job, Ria Badaria! Ditunggu karya-karya selanjutnya