Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)” as Want to Read:
Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)

4.05  ·  Rating details ·  1,203 ratings  ·  97 reviews
SINOPSIS BUKU - Cacatnya Harian Padi Baiq : Drunken Molen
Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih jam sembilan, karena biasanya saya bangun jam dua belas siang. Saya memang pemalas, tapi untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri sudah pandai. Samalah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi, karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya .... ("Sales
...more
Paperback, 212 pages
Published July 2008 by DAR! Mizan
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Drunken Molen, please sign up.

Be the first to ask a question about Drunken Molen

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.05  · 
Rating details
 ·  1,203 ratings  ·  97 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)
Indri Juwono
Mar 23, 2009 rated it liked it
Shelves: comedy
Senin, 23 Maret 2009
setting : KRL
Pagi yang cerah setelah sesorean kemarin hujan besar yang mengakibatkan halaman depan dan belakang nampak seperti kolam, buku yang kuputuskan menemani perjalanan pagi ini adalah Drunken Molen, karya Pidi Baiq.
Sesampai di stasium yang alhamdulillah, KRL langganannya masih ada, langsung ngambil gerbong nomer 2 dari depan dan buka kursi lipat (maklum, orang telat nggak kebagian kursi resmi ).
Sempat tengok kiri kanan, ya ampun.. bener nggak ya aku bakal baca buku ini
...more
Mel
Dec 12, 2008 rated it liked it
tampaknya di buku kedua ini kisah-kisah yang membawa urusan 'kompensasi' seperti yang saya sebut di buku pertama, sudah jauh berkurang. paling hanya satu dua. dan saat membacanya, saya pun masih senyum-senyum saja. belum bisa terbahak seperti sebagian orang.

ada satu hal yang agak sedikit bertentangan dengan yang saya ketahui. saat penulis menyebut hari sabtu sebagai hari sabat. di injil, hari sabat justru jatuh di hari ketujuh. " Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena
...more
nanto
Jan 26, 2009 rated it liked it
kenapa di setiap ujung bab selalu ada semacam penutup yang bernuansa hikmah? Takutkah Kang Pidi disalahmaknai? Atau kebanyakan orang susah menggali sendiri kandungan hikmah itu dari kejenakaan dan kejailannya?

Ada yang memaknai kejailan dan kejenakaan yang muncul tak lebih keisengan saja. Ada yang mungkin tertawa, karena lakonnya mengjungkirbalikan semua kebakuan dan kebiasaan hari-hari. Namun, lepas tawa itu sudah kah yang tertawa sanggup ikut menertawai kebakuan yang ditubruk-tabrak itu?

Ketawa
...more
Faizah Aulia R
Sep 23, 2017 rated it really liked it
humornya enggak sebikin ngakak drunken monster, tapiiiii keabsurdan yg dilakuin Ayah bikin nyesssss.
isengnya bisa dibilang keterlaluan, tapi berfaedaah.

kayak, yaampuunn Ayaahhh iseng bgt masukin daun ke dompet buat bikin syok rangorang, atau iseng bangeetttt ngajak orang foto padahal ga kenal, iseng bangett nyuruh orang potong rambut dengan alibi nazar, iseng bgttt bantuin emak jualan serabi.

semuanya iseeengg, tapi dengan tujuan ngebantuuu, aku nyesss, naissss

keisengan yang dilakuin ayah ga mung
...more
Julaybib
May 03, 2009 rated it really liked it
Setelah sekian lama nguber-uber buku ini di toko buku dan kehabisan melulu, akhirnya nemu juga buku ini dan langsung beli drunken monster dan drunken molen sekaligus. Drunken Monster langsung disita istri, jadi saya mulai dari Drunken Molen dulu. Isinya tidaklah terlalu mengagetkan, karena sudah pernah baca blognya Pidi yang di Multiply. Intinya, Kang Pidi ini bisa disebut sebagai candid camera hidup. Hobbynya ngerjain orang dan menciptakan situasi-situasi absurd dalam rangka menghibur diri send ...more
Nanny SA
Mar 25, 2009 rated it liked it
Shelves: jokes-satire, 2009
Setelah ikutan baca Drunken Monster ternyata suamiku yang biasanya ogah baca2 buku seperti ini langsung 'jatuh cinta'sama Pidi Baiq. Jadi begitulah waktu tadi malam pulang kerja tak tanggung-tanggung bawa dua buah buku Pidi Baiq: Drunken Molen dan Drunken Mama :D Anak2 tertawa melihat 'kelakuan' bapaknya, aku sih turut bergembira karena berarti dapat buku gratis :)

Siang ini aku sudah selesai baca 1 bukunya, ternyata buku kedua ini tidak selucu yang pertama, masih ada tertawa masih ada yang lucu
...more
Sian
Apr 25, 2009 rated it really liked it
Ha...ha...ha...tetap memancing urat geli, tawa, senyum, gelak.... Bener2 menyalurkan keinginan jahil :-) Tapi di detik terakhir, kita kerap dibawanya untuk menukik ke kesadaran iman, persaudaraan, kemanusiaan.... Sangat beruntung saya membaca dengan urutan terbalik (mungkin ini yang sebenarnya dimaksudkan A Pidi) sehingga tidak terjadi anti klimaks. Dengan urutan membaca Drunken Mama, Monster, dan terakhir Molen maka saya sangat menikmatinya.

Terimakasih untuk Suryati yang memprovokasi untuk baca
...more
Desy Bachti
Kadang-kadang, unik dan aneh itu memang sangat tipis perbedaannya. Itu yang saya rasakan saat membaca "diary" mas pidi baiq ini.

Mungkin hidup yg terencana itu asik. Atau mungkin spontanitas justru diperlukan agar tidak membuat hidup terasa seperti berpura-pura? Anyway, you only live once. Just do what you wanna do and be happy about it. ;)
Bams
Jun 23, 2016 rated it really liked it
buatlah kenangan seunik-uniknya agar kita bisa mengingatnya
Dion Yulianto
May 30, 2020 rated it liked it
"Setiap orang memiliki latar belakangnya sendiri sehingga satu sama lain otomatis saling berbeda. Ini akan menyenangkan jika kita tidak lagi saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seragam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot."


Nice opening, wow.

Seperti di seri Drunken lainnya, tulisan Haji Pidi terkesan semau sendiri, begitu juga cara bercerita dan cara penulis melakukan banyak hal unik kepada orang-orang di sekitarnya. Tapi
...more
Dita Hero
Jul 11, 2020 rated it did not like it
Maaf, ya, Ayah Pidi Baiq. Menyelesaikan 1 bab saja saya sudah tidak tahan.

Hal itu kayakmya karena empati saya yang tinggi. Saya gak suka orang iseng yang ngerjain orang gak tau tempatnya. Ini subjektif sekali, sih.

Selain itu, saya gak suka dengan gaya penulisannya. Mungkin karena penulisnya seorang Pidi Baiq kali, ya, makanya standar penulisan yang saya berikan gak "ecek-ecek".

Saat baru mulai baca Drunken Molen, saya sudah baca 3/4 isi buku yang ditulis oleh seorang pelawak. Gaya penulisan buku
...more
Dika Bilhaqqi
Feb 16, 2018 rated it it was amazing
tak pernah bosan mengikuti setiap cerita yang Surayah buat, selalu punya kata2 baru yang diluar nalar yg menjadi membuat saya tersenyum-senyum sendiri dan membuat orang tua yg melihat dan khawatir anaknya gila. Mengapa Chaper terakhir Drunken Molen meyakinkan saya kalo Dilan itu adalah Surayah, yg bila saya katakan kepada Surayah pasti dia langsung menepisnya.
Sahna Putri
Feb 25, 2018 rated it really liked it
Personality penulis dan saya beda 180 derajat. Pidi Baiq: easy going, spontan, "gila". Saya: awkward asf. Tapi hal itu ga menghalangi saya untuk terpingkal-pingkal (dan dipojok lainnya terenyuh) menyelami kisahkeseharian Pidi Baiq.
Diyah
Jul 18, 2017 rated it it was amazing
nu gelooooooo!!
seperti biasa, buku serial drunken selalu mengajarkan kepada kita cara2 menjadi dermawan dengan gaya menyenangkan. bahwa berbagi itu bukan hanya membuat orang lain bahagia tapi diri sendiri juga. dunia terlalu singkat dan sia-sia jika dihabiskan dengan melakukan hal yg biasa saja.
Nazta
Apr 16, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Lebih suka Drunken Molen dari pada Dilan. Mungkin karena ceritanya abstrak sekali, Pidi Baiq sekali, dan ngaco sekali. Entah
heri
Aug 13, 2017 rated it liked it
buku yang aneh dan tetap saya baca sampai selesai.
Fitriana
Jun 07, 2020 rated it it was amazing
Seperti biasa, semua tulisan Ayah Pidi selalu mengocok perut namun terdapat nilai-nilai kehidupan serta ke-baiq-an (re: kebaikan) didalamnya :)
Misbachul Munif
Jan 01, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Achmad Fachmi
Oct 10, 2016 rated it really liked it
Hahahha sakit nih orang
Doddy Rakhmat
Mar 11, 2017 rated it really liked it
Cacatnya harian surayah Pidi Baiq yang nyeleneh, menulis dengan gaya yang lintas dimensi, suka suka ati wae tapi penuh makna yang menyindir habis-habisan si pembaca maupun yang tidak membacanya.
Ginan Aulia Rahman
Setelah saya baca edisi republish dari Drunken Molen ini, saya sedikit sedih. isinya beda sama yang dulu. hiks.

ada beberapa bagian cerita yang dihapus. saya inget betul isinya. ada beberapa juga yang ditambah. tapi yang dulu ga mesti dihapus dong? iya kan? iya dong?

Ah sudahlah sedihnya. isinya tetap lucu. isinya tetap mengingatkan kalau hidup ini gak serius, cuma main-main belaka. Sayang banget kalau hidup dipakai cuma untuk serius. ada banyak jalan dan cara untuk mengarungi hidup. Spontanitas
...more
Ditta
Aug 27, 2008 rated it really liked it
Shelves: indonesian
Awalnya bingung juga mendeskripsikan genre dari buku ini, kata penulisnya sih ini adalah sebuah catatan harian, tapi yang aneh di sampul muka ni buku malah ditulis "Cacatnya Harian Pidi Baiq" dan bagi yang udah baca buku pertamanya Drunken Monster mungkin akan "ngeh"
dengan ke-"cacatan" yang ditimbulkan...

Cerita pertama dimulai dari rumahnya sendiri,,,kang pidi bilang kalo anaknya yg bernama Timur baru aja namatin Naruto...awalnya dia ga ngerti namatin maksudnya apa?tapi pas dijelasin sama Timur
...more
Jimmy Navy
Mar 25, 2010 rated it did not like it
Setelah membaca buku yang pertama, saya berpikir, "Oh...mungkin buku pertama saja yang seperti ini."

Setelah membaca buku yang kedua, saya berpikir, "Oh...kok sama juga modelnya."

Dan saya pun memutuskan untuk melakukan "skimming" (saja) terhadap buku ketiga dan keempatnya. Dan ternyata . . . keknya seperti itulah gaya bercerita penulisnya. Dan sebenarnya, saya tidak ada masalah dengan itu, juga dengan tata bahasanya yang seenaknya aja.

Hanya saja, maaf kalo tidak berkenan di hati, tapi saya harus
...more
Desy
Dec 24, 2016 rated it liked it  ·  review of another edition
ini saya, yang barusan selesai baca Drunken Molen di kedai kopi di jalan Buah Batu.
kopi saya tinggal seperempat gelas. rotinya juga tinggal seperempat. kamu jangan mau, ya. karena saya juga nggak nawarin, kan?

#naonsih

ini buku keempat pidibaiq yang gua baca, setelah serial Dilan-Milea. akhirnya nyoba baca bukunya si Ayah Sableng ini. dan berhasil bikin gua senyam-senyum, mesam-mesem, smirking, dan ketawa. sianjis, gitu kata gua. atau, naonsiih... kemudian ketawa.

ini orang terbuat dari apa, ya?
c
...more
Retno Wiji Astutik
Sukses dibikin ketawa sama buku pertama (Drunken Monster), lanjut nyelesaiin juga Buku Kedua.
fauliza
Oct 14, 2008 rated it it was amazing
judulnya emang rada-rada aneh. tapi kalo kamu udah baca buku pertamanya, drunken monster, kayaknya sah-sah aja kalo pidi baiq ngasih judul ini buku drunken molen. kamu bakal nemuin cerita pidi baiq lagi 'drunken' sama ibu-ibu gara-gara makan molen..ho..ho..
seperti buku kesatu, pidi baiq masih menceritakan kisah hidup sehari-harinya (dalam kacamata dia tentunya, yang unik banget). pengarangnya masih juga bingung untuk mengategorikan buku ini sebagai cerpen atau catatan harian. karena buat sebagia
...more
Aas Nuraisiyah
Sep 09, 2015 rated it liked it
"Selagi nulis ini, saya kepikir mau nyampein unek2. Khususnya ke ITB, kampus saya dulu. Kau memang memberi saya ilmu dan banyak hal lain yg tak bisa dikatakan. Tapi maaf, kalau saya malah berterima kasih ke UNPAD, karena sudah memberi saya istri. ITB ngasih gak?! Perguruan tinggi lain juga enggak. Pelit. Cuma UNPAD!"
Begitulah si surayah bercerita. Menceritakan hal konyol dengan khasnya. Ada sosok Dilan dalam dirinya. Dan itu membuatku rindu Dilan. Dilan yang tidak menganggap remeh orang lain. Di
...more
Ricky Brahmana
Mar 31, 2015 rated it really liked it
Pertanyaannya, apa yang kalian harapkan dari seorang pidi baiq ketika membuat buku? Normal? Waras? Mengikuti alur cerita dan diksi yang pernah diajarkan di kelas sastra? Kalau memang itu yang kalian harapkan, jangan membaca buku pidi baiq, karena hanya akan membuat ilmu sastra kalian makin tiarap serendah-rendahnya. Buku drunken molen ini salah satu bukti kalau pidi akan tetap menjadi pidi, tanpa bisa dipengaruhi cara menulis orang lain di sekitarnya. Cerita pengalamannya yang luar biasa eksentr ...more
Maulana Ayu
Oct 05, 2015 rated it really liked it
Mungkin karena selera humor yang rendah, serta kemampuan cerna otak yang tidak memadai, bahkan keinginan otak untuk berkerja pun wajib disyukuri, buku ini menyenangkan. Tak perlu waktu terengah engah atau kesabaran tingkat dewa menunggu hujan, buku ini barang sejam dua jam layak dilahab.
Bukan bukan karena saya pintar, paham dengan keindahan gurat otak penulis. Saya hanya menelannya bulat-bulat, tertawa dengan ketidakmengertian saya akan asal muasal nyelenehnya penulis. Ah saya bisa saja, bisa d
...more
Pandasurya
Sep 03, 2009 rated it did not like it
Shelves: non-fiksi
Kesan saya setelah baca ketiga buku ini: tanpa kesan..sepertinya baca dan tidak baca sama saja alias ga ada rasanya. Dan karena itu pula ketiga buku ini hanya saya baca sekilas-sekilas saja dalam waktu semalam.

Disebutkan bahwa buku ini adalah buku humor tapi buat saya tidak ada yang lucu, bahkan tidak lucu sama sekali, maaf saja, isinya juga datar-datar saja, tidak ada rasa apa2 bagi saya.

Beberapa kalimat memang ada yang lucu, tapi hanya lucu sedikit, selebihnya biasa saja.

Jadi kesimpulannya: ma
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Sabtu Bersama Bapak
  • Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
  • Pulang
  • Critical Eleven
  • Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
  • NASIONAL.IS.ME
  • Resign!
  • The Chronicles of Audy: 21
  • Laskar Pelangi
  • 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda
  • Ibuk,
  • Filosofi Teras
  • Entrok
  • Aroma Karsa
  • Generasi 90an
  • Laut Bercerita
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
See similar books…
1,350 followers
Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus.
Pidi Baiq mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh ayahnya di Kamar Pengantin dan tegang.

News & Interviews

Science fiction and fantasy have spawned some of the most imaginative plots and settings in existence. Makes sense, given that these genres are...
131 likes · 44 comments