Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Surat Kopi” as Want to Read:
Surat Kopi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Surat Kopi

3.81  ·  Rating details ·  145 ratings  ·  28 reviews
Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.
*
Kebahagiaan saya terbuat dari kesedihan yang sudah merdeka.
*
Tuhan menciptakan pegal di punggungmu di hari Sabtu, menjadikannya linu di hari Minggu, dan menyembuhkannya di hari Rindu.
*
Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.
Paperback, 196 pages
Published January 7th 2019 by Grasindo (first published August 2014)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Surat Kopi, please sign up.

Be the first to ask a question about Surat Kopi

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.81  · 
Rating details
 ·  145 ratings  ·  28 reviews


Filter
 | 
Sort order
Mobyskine
Beberapa darinya menjadi kegemaran saya-- terutama puisi pertama. Jatuh cinta yang tak pernah berkurang.

Nike Andaru
23 - 2019

Buku ke 6 dari Joko Pinurbo yang saya baca bulan ini. Kali ini masih ada beberapa yang sudah ada di buku lainnya, tapi buku kali ini puisinya lebih pendek pendek. Walau begitu tetap khas Jokpin, tetap menarik dan banyak yang terasa dalam maknanya.

Dalam buku ini beberapa puisi tentang ibu, tentang kota, tentang negara, ada pula tentang Munir dan Wiji Thukul. Favorit saya di bagian negara.


Kepalaku disegel negara
Sejarah terkunci
Kuncinya terbuat dari lupa
ABO
Jan 14, 2019 rated it liked it
Shelves: 2019
Negara, 3

Negara babak belur
dihajar preman.
Tuhan tersalib
di antara uang dan agama.
Surya Gemilang
Dec 23, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Secara singkat, puisi-puisi di dalam Surat Kopi terbilang "kalem", "relatif singkat", dan "menggigit-tapi-tak-sakit".

Kekaleman puisi-puisinya telah tercermin melalui sampul buku--bagaimanapun tetaplah unik dan inovatif.

Perihal "relatif singkat", puisi terpanjang di buku ini adalah sepanjang satu (nyaris) setengah halaman--koreksi jika salah. Rata-rata panjangnya adalah setengah halaman.

Perihal "menggigit"--entah kenapa saya menambahkan "-tapi-tak-sakit"--artinya, puisi-puisi di dalam buku ini pu
...more
Karl Agan
Jokpin memang salah seorang penyajak yang saya kagumi. Suara buku ini agak mendatar. Mungkin terlalu banyak hujan ketika memasuki pintu buku ini.
Teuku Alfian Pase
Aug 30, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya tidak akan menilai dengan rumit, karna saya tak begitu mengerti soal puisi. Singkatnya, membaca puisi-puisi joKO PInurbo di buku ini membuat saya tersenyum-senyum, entah itu karna miris atau memang sekedar lucu dengan guyonannya. Beberapa bagian bahkan sangat "relate" dengan saya kelas menengah yang sedang tinggal di Jakarta.

Buku yang saya temukan di kedai kopi ini mampu saya "menghilang" sementara dan menyelesaikan dalam sekali duduk. Bagi saya, ini pertanda bahwa buku ini Bagus. Sesederha
...more
Rizky Ayu Nabila
Sepertinya saya lebih menyukai buku Surat Kopi ini dibanding karya Joko Pinurbo yang lainnya.

Seperti biasa, Joko Pinurbo menuliskan sajak dan puisi di dalam buku ini. Saya paling suka sajak tentang Surat Kopi, Dandan 2 dan Kasih Ibu. Ada juga sajak yang menyindir permasalahan HAM, yaitu mengenai hilangnya salah satu aktivis bernama Wiji Thukul.

Ilustrasi cover sederhana berkorelasi dengan isinya yang juga sederhana tapi memiliki makna yang dalam.
Marina
** Books 05 - 2019 **

3,1 dari 5 bintang!

Tidak tahu kenapa saya selalu lebih menyukai buku-buku puisi karangan Joko Pinurbo yang lebih mengena dibandingkan buku puisi Sapardi Djoko Damono yang lebih membuat saya berpikir panjang untuk memahaminya. Salah satu puisi yang saya suka

Nyala

Yang tak terkatakan
akan tetap menyala
di balik kata-kata
yang berangsur padam


Terimakasih Gramedia Digital Premium!
Stefani
Feb 01, 2019 rated it really liked it
Buku Puisi jokopin kedua yang ku baca dan yang mungkin salah satu buku nya yang paling aku suka secara pribadi. Meskipun sajak-sajak nya pendek namun beberapa makna nya masih cocok dan mengena dengan keadaan sekarang.
Christmastuti Destriyani
Joko Pinurbo selalu sukses membuat senyum sekaligus haru dan perasaan terenyuh di waktu yang bersamaan ketika membaca puisi-puisinya. Manis dan memesona. Sederhana tanpa banyak perumpamaan yang memabukan. Pas dan tepat.
Aini Ainayya
Feb 05, 2019 rated it really liked it
Shelves: lokal
Baru kali ini nyoba karya dari penyair legendaris Jokpin, dan wooow aku terkejut. Sama sekali nggak sesuai bayanganku, tapi aku suka.
Pauline Destinugrainy
Puisi Joko Pinurbo selalu bisa menghibur dengan caranya tersendiri. Dan puisi-puisi dalam Surat Kopi ini bisa dinikmati bersama secangkir kopi.
Indah Threez Lestari
Jan 20, 2019 rated it liked it
Shelves: indonesian
50 - 2019
Nur Aini Nilam Sari
falin' laf
Mark
Oct 03, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Munir, selamat malam.
Sudah lenyap masih mencari.
Sudah mati masih berani.

Presiden berganti-ganti.
Bendera-bendera partai teronggok basi.
Akankah engkau tetap hilang, Wiji?
cindy
Jan 12, 2019 rated it liked it
KUMPUL KOPI ☕
Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi,
puisi ada di tengah-tengahnya.

#GD
Ariel Seraphino
Kapan terakhir kali membaca puisi dan percaya bahwa kamu juga bisa menuliskan bait-bait yang sama? bacalah buku puisi ini, dan berharaplah akan hal itu ketika selesai membacanya.

haha
Lantikawati Nurkumala
Jenaka dan menghibur meski harga buku bisa dibilang mahal. But it's okay.
Wirotomo Nofamilyname
#96 in 2015.

Saya suka. Puisi-puisi JokPin di sini lebih ringkas dan tetap bermain dengan permainan kata-kata yang menyegarkan. Ada hujan, ada kopi, ada senja, ada malam, ada macet, bahkan ada politik. Bener-bener banyak tema. Banyak! :-)


SALAM

Hujan berhenti sejenak,
memberikan hormat
kepada pawang hujan
yang menyeberang jalan
dengan mantel hitamnya yang kedodoran.

Keluarga besar hujan
mengucapkan selamat malam Minggu
kepada para jomblo yang rentan rindu.



HATI KATA

Yang tak terkatakan akan tetap menyala
di
...more
Evana Dwi
Nov 20, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: poetry, prosa, puisi, sastra
Saya suka sampulnya. Konon di sketsa dengan tinta kopi, membentuk raut wajah pengarangnya. Beberapa sajak Om Jokpin sering saya baca di twitter. Buku ini jadi sebuah kumpulan puisi yang cukup menarik karena sudah di kelompok-kelompokkan berdasarkan tema tertentu. Keunggulan Om Jokpin meramu puitwit tidak saya ragukan. Puisi-puisi pendek tidak lebih dari 140 karakter itu memang kadang terlihat remeh, tetapi selalu penuh makna. Tak hanya itu, sajak-sajak beliau kadang banyak mewakili perasaan saya ...more
Lani M
Oct 07, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Membaca puisi-puisi Joko Pinurbo bisa diibaratkan seperti meminum jus jeruk. Ada saat di mana kita akan bilang, "asem!", lain waktu kita bilang "manis!, namun secara keseluruhan tetap menyegarkan. Diksi yang sederhana membuktikan bahwa puisi itu tidak perlu memberi kesan ribet dan njelimet hanya agar bernuansa puitis nan romantis. Kejenakaan yang selalu diusung Joko Pinurbo tidak pernah basi sehingga jika karyanya mau dibaca berkali-kali, niscaya kita tidak akan pernah merasa bosan.
M. Agfian
Jun 22, 2016 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: puisi
Penyuka hujan, kopi, yang dinikmati pada malam hari akan menyukai ini. Puisi-puisinya akan menghangatkan mu.

One of my fav : Surat Libur.

...
Ayah hanya bisa memberiku sehelai sarung:
sarung cap kucing. sarungku lebih panjang
dari tubuhku, lebih hangat dari mimpiku.
Aku mau memakainya untuk membungkus
tidurku yang simpel dan murah.
aku masih menghitung kotak-kotaknya
Sabar Ya. Nanti kuberitahu berapa jumlahnya.


Hangat, bukan?
Azhar Rijal Fadlillah
sajak-sajak Jo(ko)(pi)nurbo kali ini terasa agak datar, ringan, sekaligus membentangi keseharian dengan riang. sebuah potret lain dari cara baca puisi yang belakangan ini sedang sering kulakukan sebagai upaya eskapisme.
Findy Pradestra Tyashadi
Lima menit menjelang minu kopi, aku ingat pesanmu: "Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi."

Mungkin karena itu empat cangkir kopi sehari bisa menjauhkan kepala dari bunuh diri.
Ibnu Nashr
Nov 12, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
masih tetap jenaka, seperti puisi jokpin lainnya. tapi disini lebih ringan dan lugas. ada nuansa modern yang membekas di beberapa bait, misalnya pada kata 'akun'. intinya puisi ini elok untuk dibaca kapan saja. saat waktu senggang ataupun sedang lari tunggang langgang. :)
Evie Arfah
Dec 18, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
puisinya mudah dipahami.. bacaan ringan kala nunggu hujan reda sebelum pulang dari tempat kerja :)
Yudi Frapnca
rated it it was amazing
Feb 04, 2018
Clarissa Xenia
rated it really liked it
Nov 25, 2014
Ahmad Faisol
rated it did not like it
Mar 20, 2017
Danang Wahansa Sugiarto
rated it really liked it
Apr 18, 2018
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Perempuan Yang Dihapus Namanya
  • tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita
  • Doa untuk Anak Cucu
  • Melipat Jarak: Sepilihan Sajak
  • Arsitektur Hujan
  • Di Hadapan Rahasia
  • 70 Puisi
  • 99 untuk Tuhanku
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Dua Ibu
  • Demokrasi: Indonesia in the 21st Century
  • Married with Brondong
  • Tirani dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi
  • Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
  • Bukan Buku Diet
  • Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
  • Mastering Logical Fallacies: The Definitive Guide to Flawless Rhetoric and Bulletproof Logic
208 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Ing ...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »