Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Surat Kopi” as Want to Read:
Surat Kopi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Surat Kopi

3.87  ·  Rating details ·  278 ratings  ·  57 reviews
Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.
*
Kebahagiaan saya terbuat dari kesedihan yang sudah merdeka.
*
Tuhan menciptakan pegal di punggungmu di hari Sabtu, menjadikannya linu di hari Minggu, dan menyembuhkannya di hari Rindu.
*
Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.
Paperback, 196 pages
Published January 7th 2019 by Grasindo (first published August 2014)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Surat Kopi, please sign up.

Be the first to ask a question about Surat Kopi

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.87  · 
Rating details
 ·  278 ratings  ·  57 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Surat Kopi
Evan Dewangga
Oct 25, 2019 rated it really liked it
Kecantikan, 5

Kecantikan belajar rendah hati
ketika jerawat tumbuh
di pucuk hidungmu.


Sebenarnya, saya selalu menghindari untuk membeli buku puisi. Mahal. Dibaca sekali duduk selesai. Tapi, karena tadi ngakak-ngakak sendiri waktu skimming buku ini, ya udah langsung beli secara impulsif. Dan, tak menyesal saya. Lembut sekali, mudah dicerna, dan langsung terngiang.

Joko Pinurbo adalah penyair yang membuat saya jatuh hati pada puisi. Di sajaknya yang sederhana, tersimpan canda dan makna yang akur dan ju
...more
Nike Andaru
23 - 2019

Buku ke 6 dari Joko Pinurbo yang saya baca bulan ini. Kali ini masih ada beberapa yang sudah ada di buku lainnya, tapi buku kali ini puisinya lebih pendek pendek. Walau begitu tetap khas Jokpin, tetap menarik dan banyak yang terasa dalam maknanya.

Dalam buku ini beberapa puisi tentang ibu, tentang kota, tentang negara, ada pula tentang Munir dan Wiji Thukul. Favorit saya di bagian negara.


Kepalaku disegel negara
Sejarah terkunci
Kuncinya terbuat dari lupa
Mahfud Achyar
CITA-CITA SAYA

Saya tak pernah
bercita-cita menjadi penyair
Cita-cita saya ialah menjadi puisi
yang tak dikenal
siapa penulisnya. (Halaman 10).

Ini salah satu puisi favorit saya dalam buku "Surat Kopi" karya Joko Pinurbo (2019). Terima kasih sudah menemani perjalanan pulang kantor yang melelahkan namun terasa hangat saat membaca satu demi satu halaman yang ada pada buku ini.
ABO
Jan 14, 2019 rated it liked it
Shelves: 2019
Negara, 3

Negara babak belur
dihajar preman.
Tuhan tersalib
di antara uang dan agama.
Hafizz Nasri
Beberapa darinya menjadi kegemaran saya-- terutama puisi pertama. Jatuh cinta yang tak pernah berkurang.

Safara
Jul 01, 2020 rated it really liked it
Saya membaca buku dalam Bahasa Indonesia, tersedia di Gramedia Digital.

Buku puisi ini adalah buku pertama yang saya beri bintang 4 karena saya merasa relate dengan isinya. Kebanyakan buku ini berisi cerita tentang kehidupan pekerja.

Ada beberapa puisi yang saya suka, yaitu Kaya, THR, Penghasilan Tetap, Mudah, Lembur, dan Akhir Bulan. Semuanya kritik tentang kapitalisme.

Lembur
"Tuhan menyala
pada mata ngantuk
buruh-buruh
yang lembur kerja"

Sedih rasanya harus bekerja lebih dari 8 jam, penghidupan yang
...more
Sulhan Habibi
Mar 05, 2020 rated it liked it
Ini adalah karya Joko Pinurbo pertama yang aku baca. Sudah sering melihat bukunya, namun baru benar-benar tergerak baca yang Surat Kopi ini.

Puisi-nya pendek-pendek (banget) namun beberapa lucu, mengena, dan ya emang bagus.
Suka sih.
Gita
Apr 18, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: poetry
Berada dalam satu generasi bersama Goenawan Muhamad, Sapardi Djoko Damono, dan Afrizal Malna menjadikan beliau terlihat kuat dan mampu menciptakan gaya personal yang distingtif. Kumpulan puisi Surat Kopi, masih sama dengan karya-karya beliau lainnya yang cenderung humoris, lugas, dan playful. Berbeda dengan Celana (1999) yang menurut saya cenderung menyembunyikan realitas dengan mewujudkannya melalui obyek-obyek seperti burung, ranjang, boneka, dan kuburan, Surat Kopi memiliki wajah lain. Tera ...more
Valerie Patkar
3.5.

Ini buku Pak Jokpin pertama yang saya baca, dan sejak sajak pertama sampai surat terakhir, saya seperti tidak membaca buku sajak. Melainkan, membaca sebuah penggalan cerita dengan plot-plot yang terbagi dalam saja-sajak itu sendiri.

Bagi saya banyak sekali pesan dan kritik yang dituangkan dalam buku ini, lalu dikemas dengan sangat apik menjadi sebuah sajak-sajak indah yang membuat pesan dan kritik itu menjadi mudah diterima. Mulai dari sajak tentang menulis, gaji dan pendapatan, hujan, ibu, k
...more
Surya Gemilang
Dec 23, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Secara singkat, puisi-puisi di dalam Surat Kopi terbilang "kalem", "relatif singkat", dan "menggigit-tapi-tak-sakit".

Kekaleman puisi-puisinya telah tercermin melalui sampul buku--bagaimanapun tetaplah unik dan inovatif.

Perihal "relatif singkat", puisi terpanjang di buku ini adalah sepanjang satu (nyaris) setengah halaman--koreksi jika salah. Rata-rata panjangnya adalah setengah halaman.

Perihal "menggigit"--entah kenapa saya menambahkan "-tapi-tak-sakit"--artinya, puisi-puisi di dalam buku ini pu
...more
Karl Agan
Jokpin memang salah seorang penyajak yang saya kagumi. Suara buku ini agak mendatar. Mungkin terlalu banyak hujan ketika memasuki pintu buku ini.
Rustiana
Mar 08, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Najwa Shihab recommended this book and I like it. So far, this poems collection is good. I barely read poems. Although I did not like all poems in this book, I enjoyed most.
The poem in this compilation individually was written in few short sentences, as they were originally written for twitter reader. And I think these kind of poems are very popular these days , especially on instagram, with poets such as Rupi Kaur, Lang Leav and even dewi lestari start creating this kind of poems fragment in h
...more
Weni yuanita
Apr 13, 2019 rated it liked it
Bagi saya puisi adalah ranah yang benar - benar berbeda, selain tugas sekolah, saya tidak pernah mengkhususkan diri untuk membaca karya sastra yang satu ini . ⁣⁣
Nah perkenalan pertama saya kepada puisi adalah melalui Surat Kopi - Joko Pinurbo. ⁣⁣
Kumpulan puisi yang pernah memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2015 ini berisikan puisi yang bagi saya simple dan mudah dimengerti , bahkan jenaka. Favourite saya adalah surat kopi dan mata bocah,2 ⁣⁣

⁣⁣ " ᵀᵘʰᵃⁿ ᵐᵉⁿᶜᶦᵖᵗᵃᵏᵃⁿ⁣⁣ ᵀᵉʳᵃⁿᵍ ᵈᵃⁿ ᵖᵃᵍᶦ⁣⁣ ᴾᵃᵈᵃ ᵐᵃ
...more
Teuku Alfian Pase
Aug 30, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya tidak akan menilai dengan rumit, karna saya tak begitu mengerti soal puisi. Singkatnya, membaca puisi-puisi joKO PInurbo di buku ini membuat saya tersenyum-senyum, entah itu karna miris atau memang sekedar lucu dengan guyonannya. Beberapa bagian bahkan sangat "relate" dengan saya kelas menengah yang sedang tinggal di Jakarta.

Buku yang saya temukan di kedai kopi ini mampu saya "menghilang" sementara dan menyelesaikan dalam sekali duduk. Bagi saya, ini pertanda bahwa buku ini Bagus. Sesederha
...more
Sa`ad Ahyat Hasan
Buku kumpulan puisi kedua dari Jokpin yang saya baca. Isinya jauh lebih ringkas daripada Celana. Karena Surat Kopi pada dasarnya kumpulan twit jokpin yang dibukukan. Jadi satu halaman hanya berisi satu twit. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk menamatkannya.

Secara umum, meskipun dalam keterbatasan (karena Twitter dulu membatasi setiap twit maksimal 140 karakter sebelum diupdate menjadi 280 karakter baru-baru ini), jokpin tetap mampu merangkai diksi-diksi dengan begitu apik layaknya puisi pada
...more
Rizky Ayu Nabila
Sepertinya saya lebih menyukai buku Surat Kopi ini dibanding karya Joko Pinurbo yang lainnya.

Seperti biasa, Joko Pinurbo menuliskan sajak dan puisi di dalam buku ini. Saya paling suka sajak tentang Surat Kopi, Dandan 2 dan Kasih Ibu. Ada juga sajak yang menyindir permasalahan HAM, yaitu mengenai hilangnya salah satu aktivis bernama Wiji Thukul.

Ilustrasi cover sederhana berkorelasi dengan isinya yang juga sederhana tapi memiliki makna yang dalam.
Dewi
Mar 02, 2019 rated it really liked it
Mas JokPin sungguh membuat saya tersenyum simpul dan kadang pula tertusuk sembilu. Permainan kata yang dituliskan dengan 4 baris, 2 baris bahkan sebaris kata bisa menjadi sarat makna.

Favorit saya (dari sekian banyak favorit) :

Ayah saya seorang pengarang yang kaya.
Kepalanya tak pernah kehabisan kata.
Rekeningnya selalu penuh.
Penuh dengan semoga.

Atau

Ketika aku berdoa,
Tuhan tak pernah
menanyakan agamaku.
Sulthan Sadad
Aug 30, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Puisi dalam buku jokpin ini yg dalam. Mulai dari kerinduan, kekecewaan, Cinta, dll. Elemen yang diangkat mulai dari hujan, pekerja, ibu, bapak, keluarga, tuhan, agama, negara, dll. Puisi menjelang akhir buku bagi saya sangat mengena karena menceritakan tentang kerinduan terhadap bapaknya, tempat tinggalnya, serta kekasihnya. Ini merupakan buku jokpin pertama yang saya baca dan saya mencintai seluruh isi bukunya.
Marina
** Books 05 - 2019 **

3,1 dari 5 bintang!

Tidak tahu kenapa saya selalu lebih menyukai buku-buku puisi karangan Joko Pinurbo yang lebih mengena dibandingkan buku puisi Sapardi Djoko Damono yang lebih membuat saya berpikir panjang untuk memahaminya. Salah satu puisi yang saya suka

Nyala

Yang tak terkatakan
akan tetap menyala
di balik kata-kata
yang berangsur padam


Terimakasih Gramedia Digital Premium!
Yudith Ismalasari
May 21, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku Puisi JokPin pertama yang aku baca, dan takjub, melongo, heran, sampai jatuh hati sekali baca puisinya. Kok bisa JokPin sekreatif itu mencipta puisi, baris dalam puisinya ngga banyak tapi sempat duduk mikir akan setiap diksi dan pemilihan katanya. Pokoknya suka dan bikin aku jadi pengen beli semua karya JokPin.
Ghaida Setiana
Buku ini adalah kompilasi dari sajak-sajak Jokpin dari tahun 2012-2014, ada juga selipan-selipan cuitan beliau. Maka dari itu buku ini tebal tapi sajaknya singkat, bisa saya lahap di sepanjang perjalanan Stasiun Bogor-Stasiun Bojong Gede. Ada beberapa sajak yang menggelitik; khasnya Jokpin banget. Sisanya sila Anda nilai sendiri. Tapi tetap juara di hati saya adalah Buku Latihan Tidur.
Stefani Putria
Buku Puisi jokopin kedua yang ku baca dan yang mungkin salah satu buku nya yang paling aku suka secara pribadi. Meskipun sajak-sajak nya pendek namun beberapa makna nya masih cocok dan mengena dengan keadaan sekarang.
Christmastuti
Sep 05, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Joko Pinurbo selalu sukses membuat senyum sekaligus haru dan perasaan terenyuh di waktu yang bersamaan ketika membaca puisi-puisinya. Manis dan memesona. Sederhana tanpa banyak perumpamaan yang memabukan. Pas dan tepat.
Kaka Geb
Dec 11, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Membaca puisi-puisi Joko Pinurbo ibarat berdiri di depan cermin, melihat dan menertawakan diri sendiri.
Dina Layinah Putri
Ketika aku berdoa, Tuhan tak pernah menanyakan agamaku.

JokPiner
Muhammad Rajab
Apr 01, 2019 rated it really liked it
Shelves: poems, sastra
Penggemarnya Jokpin sejak Baju Bulan.
Alfa Sayyidah Sulkhan
pada halaman 5, buku ini sudah ingin menaikkan keinginanku membaca sampai hari.
Ariefshally
Nov 21, 2019 rated it liked it
AKHIR PEKAN, 1

Tuhan bersama orang-orang mumet
yang masih sempat sisiran
di tengah jalan macet.
Billy Mahar
Jul 03, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Jokpin memang spesialis menjadi dingin penuh humor, di dalamnya berisi kata-kata indah tak biasa, God bless him.
Diadjeng Laraswati H
suka.... selalu suka dengan karya Joko Pinurbo, ringan, sederhana namun dalam maknanya
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Perihal Gendis
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Laut Bercerita
  • The Book of Imaginary Beliefs
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Filosofi Teras
  • Orang-orang Biasa
  • Cinta yang Marah
  • Hujan Bulan Juni
  • Bukan Pasar Malam
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita: Buku Puisi
  • The Book of Invisible Questions
  • Sergius Mencari Bacchus: 33 Puisi
  • Dekat dan Nyaring
  • Aroma Karsa
See similar books…
279 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Ing ...more

Related Articles

This June, as we observe LGBTQ Pride—the annual celebration of the lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer/questioning communities—we...
184 likes · 71 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »