Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “More Than Words” as Want to Read:
More Than Words
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

More Than Words

by
3.33  ·  Rating details ·  171 ratings  ·  43 reviews
Marvel Wongso punya segalanya. Muda, cerdas, anak orang kaya.

Rania Stella Handoyo kebalikan dari semua itu. Murid beasiswa, sederhana, berusaha bertahan hidup di Singapura dengan tiap lembar dolar yang dimilikinya.

Mereka menyimpan rasa untuk satu sama lain, namun tak berani mengungkapkannya. Ketika berhasil terucap pun, yang satu selalu menganggap yang lainnya tak bersungg
...more
Paperback, 224 pages
Published January 7th 2019 by Gramedia Pustaka Utama (first published March 5th 2015)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.33  · 
Rating details
 ·  171 ratings  ·  43 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of More Than Words
Nana
Sep 27, 2015 rated it it was ok  ·  review of another edition
Rania tinggal di Singapura berkat beasiswa. Jika tidak mendapatkan beasiswa, keluarganya tak akan mampu membiayai kuliahnya. Bahkan, dengan beasiswa pun untuk membiayai biaya hidup Rania, keluarganya di Indonesia harus berhemat. Berbeda dengan Marvel, teman sepelayanan gereja Rania, God's Love. Marvel yang diam-diam dicintai Rania lahir di tengah keluarga berada. Ia bisa memiliki mobil BMW walau memiliki mobil di Singapura termasuk hal yang langka. Rumahnya pun besar. Karena minder, Rania hanya ...more
Nola Andriyani
Oct 04, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Tipis tapi menyentuh. Semua rasa ada disini. Love-bestfriend-relationship gemesin. Anak remaja yang masih unyu dengan pemikiran yang dewasa tapi gejolak emosi masa mudanya nggak hilang gitu aja, apalagi ditulis menggunakan POV 1 bergantian antara Rania dan Marvel. Suka bangeet... Apalagi sama mamanya Marvel, misterius tapi ternyata menghanyutkan.
Sulis Peri Hutan
Sep 14, 2019 rated it it was ok
Shelves: buntelan, koleksiku
Tema ceritanya sebenernya favoritku banget, ala-ala ngayal babu lah, wakakak. Cuman, capek aja bacanya, kayak muter di situ aja konfliknya. Sebel sama karakter Rania, typical kriteria cewek ribet yang kemarin sempet viral. Sukanya nebar kode, begitu ditegasin malah mbulet maunya apa.

Tertolong sama karakter Marvel, dan kalau mau cari metropop dengan sentuhan religi, boleh dicoba.
Seffi Soffi
Mar 14, 2019 rated it liked it
3.5 🌟

Ceritanya manis. Kusukaa sama Marvel Wongso. Duhh 😍😍😍😍
Erin  F
Apr 15, 2020 rated it really liked it
Novel romance yang ringan dengan cerita yang mengalir dan menyentuh.
Gemas banget sama hubungan Marvel dan Rania. Susah banget mereka saling mengungkapkan perasaannya. Walau di sisi lain aku tahu alasannya, karena Marvel memgang kuat komitmennya dalam menjalin suatu hubungan. Bukan untuk sementara maupun main-main.

Rekomendasi yang suka romance.


Fanny Roswita Ria
cerita yang sangat ringan, tidak terlalu berbelit-belit (tidak seperti "a week to forever") dan gw baca hanya dalam waktu 2 jam saja..hahahaha

#happyreading
Pattrycia
Quite surprised that I actually like this book. I love the quotes too!
Achame
Jan 26, 2019 rated it liked it  ·  review of another edition
Judul: More Than Words
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: GPU
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 224
Ratingku: 🌟🌟🌟
.
.
"The worst regret we can have in life isn't about the wrong things we did, but for the right things we could have done but never did."
- Marvel (hal.192)
.
.
Buku ini mengisahkan perjalanan Rania dan Marvel dalam memaknai kata 'i love you'. Benar2 dimaknai karna kata salah satu teman mereka 'Buat apa pacaran kalau cuma buat main-main' atau 'Pacaran untuk menikah'. .
.
Pas baca blurb aku pikir
...more
Pida Alandrian
Jadi ini berkisah tentang Marvel dan Raina yang sama-sama bersekolah di Singapura. Yang membuat aku salut dengan novel ini adalah, tentang bagaimana tokoh utamanya sangat meyakini agama yangdianutnya. Seperti pacaran misalnya. Dalam agama mereka hubungan pacaran itu berarti sudah siap untuk berhubungan serius, udah siap untuk nikah. (yang aku rasa bagian ini semua agama pun punya persepsinya masing-masing).

Nah, disini juga ada di jabarkan mengenai hubungan LDR. Persepsinya aku suka banget. Wala
...more
Alya N
Jun 06, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ceritanya sebenarnya sangat sederhana, tapi saya suka cara Stephanie Zen bertutur dalam buku ini. Nyaman dan menyenangkan untuk dibaca.
Tidak ada permasalahan permasalahan yang melibatkan tokoh lain dalam cerita, konflik-pun hanya berkisar pada dua tokoh utama: Marvel dan Rania. Tidak ada konflik yang macam roller coaster: naik turun menjumpalitkan hati pembaca. Tapi itu tidak mengurangi kadar kenikmatan buku ini untuk dibaca. Menghibur.

Dan kalau boleh bilang, dari dulu saya perhatikan, di tiap
...more
Winda Fabiola
Jul 01, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: indonesian-books
Jadi, saya nggak pernah baca genre CHROM (Christian Romance), dan nggak tau kl ini adalah novel CHROM. Makanya agak bingung dikit kok tumben novelnya Ci Steph nuansa rohaninya kerasa bgt. TAPI INI BAGOOOSSS HUHU. Dan saya membaca novel ini di waktu yang tepat, yakni ketika saya membutuhkan motivasi yang dapat saya temukan melalui ayat-ayat alkitab dan pesan-pesan moral yang terselip dalam novel ini. CI STEPH, ME LUV U PAKE BGT! <3

Yang jelas, More Than Words is T R U L Y A M A Z I N G. A very sim
...more
Lawrozabna Lila Danisa
Bacaan yang ringan. Halamannya pun gak terlalu banyak. Tema percintaan tetapi dibalut kental oleh agama. Walaupun saya tidak seagama dengan penulis tetapi senang bisa menambah pengetahuan bagaimana agama lain memandang percintaan dan hubungan antara perempuan dan laki-laki. Mungkin bagi yang seagama dengan penulis, tema buku ini sangat bagus dan patut untuk dibaca.
Ceritanya mengalir lancar walaupun di akhir agak cringey.
Tbh, Stephanie Zen adalah one of my favorite Indonesian writer, after this b
...more
Yacita Aditya
Biasa dan too flat!
Chemistry Marvel-Rania ga dapat. Cara penceritaan jg terkesan yg penting nulis tanpa memikirkan apakah teknik bertutur kisah ini feel-nya bakal dapat atau ga ke pembaca.

Kelebihan cerita ini terletak pada penggambaran setting Singapura yg nyaris sempurna (krn faktor domisili penulis). Selain itu di kisah ini kental aura religi (krn terkait dgn aktivitas para tokoh).
Febe
Nov 09, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Tiffany
May 10, 2017 rated it it was ok  ·  review of another edition
ceritanya ringan dan standard, tapi sukses bikin pengen balik singapore.
Reina Tan
Feb 05, 2019 rated it liked it
Shelves: local-novel
short thought: konfliknya kurang :[ tapi demen sama tulisannya kak stephanie 😂❤
Jessica Ravenski
Nemu asal-asalan di app iJak, eh ga nyangka bakalan suka. Baca 2 jam kelar :))

Btw, kayaknya bukunya lebih cocok dikasi label Young Adult, ketimbang Metropop deh, hahaha.
Marentyas
Saya membaca novel ini dg ekspektasi tinggi, berharap mendapatkan asupan cerita perjuangan mahasiswa di tanah rantau. Setelah membaca separoh sy sebenernya udah agak malas meneruskan, tp ya sudahlah kepalang tanggung.

Novel ini menceritakan kehidupan anak-anak muda Indonesia yg kuliah di Singapore, yah kaum menengah ke atas lah, dg tokohnya adalah cicik2 dan kokoh2. Konfliknya standar, anak muda banget. Sy agak kurang related karena misqueen versi cerita ini udah versi kaya saya.

Detail Singapore
...more
Sara Inesia
Oct 23, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
I fell in love to Stephanie Zen's writing because of this book.. It is the first book from her that I read.. It's a clean and religious romance.. If this book is a song, then I can say, it is an easy listening music.. Makes me want to read another love story from her..
Fasiha
Feb 20, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: irrc-2017
Bagian awal terasa hangat dan menyenangkan,
bagian akhir terasa sangat manis :)
Sayangnya konfliknya terlalu sederhana, ,sehingga agak membosankan di bagian tengah.

Lebih lengkap baca Review More Than Words di blog ku yaa..
...more
ALF
Apr 18, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel, 2015
dibilang bagus gak juga, dibilang jelek juga terlalu kejam. awalnya sih gak ada niatan baca sama sekali, tapi akhirnya pinjem karna pengen aja update baca dari karya baru penulis yang karyanya pernah saya baca. yah, buat saya novel ini cukup aneh. oke, mungkin quotesnya menarik tapi untuk saya yang tidak mengikuti quotes dan bisa dibilang hanya menerima quotes yang masuk akal ya jelas saya akan bilang quotes nya malah bikin boring sekalipun saya akui ada beberapa yang dapat dilogika. kejanggalan ...more
Caca Venthine
Singapuraaa.. Agaiinnn.. Singapuraaa.. Kisah yang hampir sama seperti 2 novel sebelumnya, kegiatan yang sama juga, bikin saya menyerah karena bosan. Entahlah kalau dikasih cerita seperti ini lagi sepertinya saya benar2 angkat tangan. Untuk ceritanya sendiri sebenarnya lumayan, gk terlalu lebay dan berbelit-belit.

Kisah cinta anak muda *ceileehh yang udah gua mah beda* antara Marvel dan Rania. Mereka bersahabat walau keduanya tahu hati mereka mengatakan lebih dr sekedar sahabat. Mereka saling sayi
...more
Rizky
Feb 10, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Stephanie Zen. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Raina dan Marvel, dua orang yang tinggal dan bersekolah di Singapura. Namun, mereka sungguh berbeda dari latar belakang sosial. Jika Raina bisa bersekolah di Singapura karena beasiswanya, sedangkan Marvel adalah anak orang kaya.

Namun, keduanya punya kesamaan, sama-sama kuat dalam agama yang mereka yakini. Mereka bergabung dalam sebuah pelayanan gereja yang bernama God's Love. Baik Raina dan Marvel
...more
Lily Zhang
Jul 15, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
The only way we could and should measure our worth is by the Word of God - Stephanie Zen (More Than Words, celine)

Quotes di atas benar-benar favorit saya. Mainstream story tetapi sangat menarik dalam meramunya. Saya jarang membaca novel dalam beberapa jam dan habis dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya. Saya juga punya kebiasaan "kegirangan" sehingga men-share quotes yang saya temukan dengan novel. Artinya novelnya lebih dari kategori "bagus".

Akhir-akhir ini, tidak banyak novel yang bisa menaw
...more
Naning Pratiwi
Mar 25, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Rania Stella Handoyo murid beasiswa yang berasal dari keluarga sederhana harus berjuang seirit mungkin menncukupi kebutuhannya selama di Singapura.

Berbeda darinya, Marvel Wongso yang ditemuinya pertama kali ketika si cowok tajir itu pulang dari USA, tepatnya dari acara liburannya.

Image yang tertangkap dari Rania adalah, Marvel anak seorang kaya yang suka menghambur-hamburkan uang.
Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya menyimpan rasa yang sama-sama tak bisa diungkapkan ke satu sama lain.
Rania
...more
Pauline Destinugrainy
Raina dan Marvel, dua mahasiswa berdarah Indonesia yang tinggal di Singapura. Raina hidup dengan beasiswanya, sementara Marvel sebagai anak orang kaya memang disekolahkan di sana oleh orang tuanya. Keduanya adalah anak Tuhan, punya visi yang sama tentang pacaran. Bagi mereka pacaran bukan sekedar hubungan main-main, tetapi benar-benar suatu penjajakan menuju arah pernikahan.

Karena itu, meski keduanya saling mencintai, mereka lebih memilih untuk memendam perasaan mereka hingga benar-benar yakin.
...more
Emilya Kusnaidi
Chrom Stephanie Zen pertama yang saya baca. Padahal biasanya cuma baca tulisan teenlit beliau aja.

Buku ini sangat mudah untuk dinikmati, cara penulisannya pun mengalir seperti tulisan Stephanie Zen yang biasanya. Sayangnya, buku ini cukup segmented, terlepas dari label Chrom-nya. (view spoiler)

Untuk kedua tokohnya sendiri, saya kura
...more
Devya Widhiyanti
Ceritanya tentang Rania yang suka sama Marvel namun merasa minder dengan status ekonominya. well agak tersinetron apalagi saat Rania bertemu Mamanya Marvel pertama kali. Which is before we didn't know the truth. Di sini atmosfer agamanya terasa sekali yang justru berbanding terbalik sama Raina yang merupakan anak beasiswa tapi suasana kuliahnya minim sekali. Seolah-olah itu hanya status untuk membedakan Raina dan Marvel. Walaupun mungkin hal ini dikarenakan cuman Hope lah yang menyatukan Raina d ...more
Ve
Mar 05, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Setelah membaca a week to forever dan between the raindrops, saya bosan membaca novel ini. Dua buku pertama yang saya sebutkan berhasil membuat saya nonstop membaca tanpa melepaskan bukunya.Tapi buku kali ini hanya bertahan beberapa halaman pertama dan saya langsung bosan. Mungkin karena latar yang sama, tempat yang sama, budaya yang sama, kegiatan yang sama. Masalah kondisi ekonomi menurut saya tidak cukup kuat untuk menarik pembaca tetap bertahan membaca novel ini. Untuk kali ini karya stephan ...more
Sabrina Mandasari
Satu kata untuk novel ini : geregetan. Hehe. Ya, kisah Marvel Wongso dan Rania Stella Handoyo ini bikin aku geregetan bacanya. Abis, mereka sama-sama ragu dan memendam perasaan masing-masing.

Kata novel ini : "Cowok sangat rentan selingkuh. Ketika mereka punya pacar, mereka butuh fisik pacar mereka ada, bukan hanya hati. Keberadaan, bagi sebagian besar dari mereka, haruslah solid bukan abstrak." Untuk para cowok, ini bener nggak?

Tapi aku sempat terharu bacanya saat Marvel menyatakan cintanya pa
...more
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Ganjil-Genap
  • Celebrity Wedding
  • Blind Date
  • Over the Moon
  • Dirty Little Secret
  • Resign!
  • Sunshine Becomes You
  • Starting Over
  • Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
  • Crash Into You
  • Runaway Ran
  • Dirt on My Boots
  • The Devil in Black Jeans
  • Boy Toy
  • Special Order
  • Di Simpang Jalan
  • Better Than This
  • The Hating Game
See similar books…
319 followers
Stephanie started writing when she was in elementary school. She loves the works of Sophie Kinsella, Matt Dunn, Rick Warren, and Max Lucado. She is also a big fan of Daughtry, who have inspired most of her books through their songs.
She knows that her works can't please everyone, so she will humbly accept the input and criticism from her readers :)
Above all, she gives all the praises to her Lord, J
...more

Related Articles

“Let us remember: One book, one pen, one child, and one teacher can change the world.” That’s Malala Yousafzai, Pakistani human rights...
24 likes · 6 comments