Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Waktu untuk Tidak Menikah” as Want to Read:
Waktu untuk Tidak Menikah
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Waktu untuk Tidak Menikah

3.51  ·  Rating details ·  83 ratings  ·  26 reviews
Kumpulan cerpen "Waktu untuk Tidak Menikah" karya Amanatia Junda ini terdiri dari 14 cerpen dengan tokoh utama perempuan dari berbagai latar belakang dan usia. Ditulis dalam rentang waktu 2012-2017 dan disusun secara acak dalam daftar isi. Beberapa cerpen telah dimuat di beberapa media baik media online maupun media cetak. Benang merah dalam cerpen selain bercerita tentang ...more
Paperback, 1st, 178 pages
Published October 2018 by Buku Mojok
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Waktu untuk Tidak Menikah, please sign up.

Be the first to ask a question about Waktu untuk Tidak Menikah

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.51  · 
Rating details
 ·  83 ratings  ·  26 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Waktu untuk Tidak Menikah
Teguh Affandi
Jan 17, 2019 rated it liked it
Saya baca edisi kedua yang covernya lucu, segar, dan mencuri pandangan. Saya kenal Natia dalam beberapa kali events penulisan dan beberapa kali diskusi soal buku. Selain penulis dia adalah aktivis sosial, jadi harap disadari jikalau ada nada-nada satire, nada-nada kritik dalam cerpennya.
Saya suka malahan cerpen pertama dalam buku ini: Merah, Kuning, Kelabu.

Selebihnya OK!
Marina
** Books 72 - 2019 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2019

3,2 dari 5 bintang!


Tertarik sama buku ini karena teman-teman di komunitas Goodreads Indonesia merekomendasikan buku kumcer ini.. Apalagi judulnya cukup provokatif ya aku jadi penasaran sama buku yang berisikan 14 cerita pendek ini XD

Buku ini menceritakan kisah-kisah alasan kenapa ada alasan untuk tidak menikah yang isinya lebih banyak mengambil sudut pandang dari wanita.. aku paling suka sama cerita perkara di kedai
...more
Sophia  Mega
Apr 01, 2019 rated it liked it
Sebenarnya aku tidak terlalu suka cover baru yang berwarna hijau dan ada perempuan yang rambutnya diikat. Kurang sesuai aja gitu sama isinya, tapi mungkin itu cara agar bisa lebih dekat dengan dedek-dedek yang ingin segera menikah wgwgwg.

Buku ini berisi tentang kisah-kisah perempuan yang sering kita lupakan: buruh, pedagang, aktivis atau sekadar pacar yang duduk dan ngobrol dengan kekasihnya. Ini yang paling aku suka, bahwa perempuan memiliki begitu banyak suara yang sedang ia perjuangkan, tidak
...more
Happy Dwi Wardhana
Gaya kepenulisannya seperti cerpen-cerpen majalah remaja dulu. Bedanya, Amanatia memasukkan isu-isu terkini yang serius. Meskipun terasa seperti tempelan, topik-topik tersebut memberikan nilai lebih di tiap cerpennya.

Judul buku ini diambil dari judul salah satu cerpennya. Tidak mewakili keseluruhan tema cerpen memang, tetapi cukup menantang jika dibaca di tempat umum. Pembacanya harus siap mental dan tahan pandangan nyeleneh dari khalayak. Sumpah!
Vanda Kemala
Apr 13, 2019 rated it really liked it
Semua cerita di buku ini tentang perempuan dan pilihannya akan hidup yang mereka jalani.


Perempuan yang memilih hidup sendiri pasca ditinggal sang suami yang pergi demi perempuan lain.
Yang memilih menanggung derita dan janin hasil pemerkosaan.
Yang rela melakukan apapun demi anaknya bisa terus bersekolah.
Bahkan termasuk perempuan yang berani membatalkan pernikahannya, karena hal lain yang baginya jauh lebih penting.


Amanatia Junda berhasil menunjukkan betapa perempuan itu istimewa dan warna-warni
...more
Ariel Seraphino
Nov 29, 2019 rated it really liked it
Salah satu buku cerpen yang menjanjikan dari penulis muda kita saat ini. Kisah-kisah dalam buku ini adalah suara bagi kaum perempuan yang kerap kali kurang diperhatikan oleh masyarakat. Tokoh-tokohnya adalah orang-orang kecil, berlatar kehidupan yang pelik, semua itu ada di sekeliling kita, tapi mungkin luput dari perhatian kita. Menjadikan cerpen Waktu Untuk Tidak Menikah sebagai judul juga tepat sekali, terlepas dari substansi ceritanya, kadang-kadang kita juga perlu menimbang waktu-waktu ...more
Elisma Herdinawati
Pada awalnya, saya kira buku ini berisi tentang satu cerita saja. Ternyata saya salah, buku ini berisi 14 cerita pendek yang tidak bersambung, yang mengisahkan dan menuturkan alasan seseorang untuk tidak menikah. Sebelum saya membacanya, saya sempat berpikir bahwa cerita-cerita yang disajikan akan sangat klise, muda-mudi yang batal menikah karena ego masing-masing, penyesalan sepasang pasutri karena telah menikah, atau lain-lain. Untuk kedua kalinya, saya salah. Cerita yang disajikan oleh ...more
Fajar At-Tuhry
Feb 15, 2019 rated it really liked it
Jujut saya tertarik sama buku ini karena best seller, cuman mengira-ira dan ternyata isinya bagus. Entah kenapa saya merasakan Amanatia bercerita sangat personal di ceper-cepennya ini, seperti mengigau tentang masa lalu yang dipendam dan belum terselesaikan. Ga melulu soal percintaan beberapa cerita di sini juga beragam, seperti perkosaan, kebakaran hutan, korupsi, perempuan tua jalanan, relasi sepasang kekasih, tentang perempuan, sepasang ibu anak, dll. Pastinya nada-nada kecewa, kecut tapi ...more
Nina Savitri
Jan 02, 2020 rated it it was amazing
buku yang dari judulnya saja sudah menggelitik hati banyak pembaca termasuk saya. sekilas pasti yang akan terbayang adalah sebuah buku berisi pembenaran bahwa menikah itu tidak terlalu penting untuk perempuan, namun nyatanya itu salah adanya. buku ini malah meyakinkan saya sebagai pembaca untuk menyegerakan sebuah pernikahan dengan pemikiran yang matang dan merdeka. sebab, untuk memulai sebuah chapter baru dalam hidup perlu di rencanakan dengan baik dan pas untuk membantu kita menghadapi badai ...more
Syarifah Assiry
Mar 26, 2020 rated it it was ok
Buku ini mungkin bagus tapi mungkin bukan buat gue kali ya. Sempat terkecoh dengan deskripsi yg bilang buku ini berisi cerpen tentang kisah perempuan yg gw kira bakal menuju ke arah menguatkan dari sisi feminisme, tapi ternyata setelah dibaca lebih ke permasalahan perempuan yang (mostly) benar-benar random dan di kepalanya saja.

Penulisannya oke tapi mungkin bukan gaya yang gue cari, jadinya guepun agak lambat untuk menyelesaikan buku yg cuma 177 halaman.

Tapi ini pendapat pribadi, bisa jadi
...more
Ummu Amalia M
Sep 02, 2019 rated it liked it
Terlalu lama bersama membuat kita lupa untuk berdiri sendiri. Kita lupa kapan terakhir kali menjadi diri sendiri karena semua batas telah bias.

Waktu Untuk Tidak Menikah bukanlah buku yang mengajak kita menunda pernikahan atau bahkan tidak menikah. Ini adalah kumpulan kisah dari orang-orang yang akan dan telah menikah. Memberi kita pandangan bahwa pernikahan bukan penyelesaian satu masalah melainkan hanya satu fase baru dalam hidup.
Debby
Mar 01, 2020 rated it liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Fauzi Karo Karo
Jul 01, 2019 rated it really liked it
Kagum pada cerita Planet Sublim yang memiliki peradaban ilmu pengetahuan yang maju, emang ceritanya romansa antara pasangan yang dari dua benua Ceruk Terang dan Ceruk Gelap. Bagaimana bisa berpikir tentang adanya obat pereda nyeri yang bisa menyembuhkan patah hati dan satu lagi di planet Sublim sudah tersedia operasi luka batin. Gagasan ide yang keren.
Basa Nova Siregar
Feb 21, 2020 rated it really liked it
Beberapa tragis sekali ceritanya, bikin sedih. Ada juga yang bikin mikir ulang buat milih nikah. Tapi sebelum dan sesudah baca buku ini aku tetap teguh dan tak berubah. Masih belum tertarik menikah.

Di luar itu, terima kasih, Amanatia Junda. Terima kasih sudah mengumpulkan dan menuliskan cerita-cerita ini. 😊
Rose Gold Unicorn
Dec 15, 2018 rated it liked it
Shelves: indonesia, kumcer, punya
Gak ada perasaan yang membuncah ketika membacanya. Tidak juga tergelitik karena sesuatu. Tapi senang mengetahui ternyata masih ada orang Indonesia yang mau menulis dengan gaya seperti cerpenis khas Indonesia.
Sita Evita
Feb 25, 2019 rated it liked it
Shelves: borrow
Bacaan ringan karena berupa kumpulan cerpen meskipun kisahnya termasuk cukup tragis-tragis.
Idenya segar dan tidak biasa, semakin terasa menghayati dengan fantasi penulisnya karena ternyata seumuran.

Dan yang paling mengesalkan, judulnya sangat provokatif.
Titisbear
Mar 21, 2020 rated it it was ok
Shelves: tichan-s
unexpected, ku kira buku tentang pendapat feminis ternyata kumpulan cerpen hehe
beli pas paketan diskon dengan buku2 mojok yang lain.
good, tapi gaya penulisannya bukan aku banget hehe
aku suka cerita tentang abba.
Iffah Hannah
Apr 26, 2019 rated it really liked it
Beberapa cerpennya ada yang biasa aja dan sedikit membosankan tetapi ada juga cerpen-cerpen yang baguuuuss banget. Kebanyakan mengisahkan tentang perempuan-perempuan dan pergulatannya dengan tubuh dan pikirannya.
Siti Nur  Badriyah
Jan 19, 2020 rated it really liked it
Kontras dengan judulnya, buku ini justru diakhiri dengan realita kehidupan rumah tangga yang hangat. Cerita-cerita disini memperlihatkan kehidupan pernikahan yang sangat realistis dan jauh berbeda dengan romansa yang muncul dalam dongeng dan film.
Op
Jul 17, 2019 rated it it was ok  ·  review of another edition
this is okay, good, but I dont like it.
NONA ANA
Jan 19, 2019 rated it liked it
Sebenarnya belum baca keseluruhan isi buku, nanti akan diupdate lagi
hihi
Willy Akhdes
Jan 09, 2019 rated it liked it
Shelves: in-my-library
Beberapa tema dari 14 cerpen ini sangat sederhana, tentang kehidupan sehari-hari seputar dunia perempuan. Bahasanya yang tenang dan mengalir bikin kumcer ini ga kerasa selesai dibaca.
Vanessa
Mar 23, 2019 rated it really liked it
Paling suka cerpen Abha dan Pisah Ranjang. Simpel tapi ngena.
Annette Priyanca
Sep 20, 2019 rated it really liked it
Shelves: fiction
Meskipun awalnya agak susah memahami cerita-cerita di dalam buku ini dan harus membacanya ulang, tapi jujur buku ini memiliki cerita-cerita yang menarik. Penulis menceritakan para perempuan dan berbagai pergulatan yang dialaminya.

Buku ini bukan bermaksud mengajak para pembaca untuk tidak menikah, tetapi lebih mengajak pembaca untuk melihat dari sudut pandang lain mengapa seseorang memutuskan untuk tidak menikah.
Azhar Azziz
Mar 02, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Plot twist yang cukup menarik disajikan di hampir setengah halaman awal buku ini. Bercerita tentang perempuan-perempuan yang pada akhirnya memutuskan untuk tidak menikah, berhenti mencintai, memutuskan untuk mengurungkan niat, dan hal-hal lain perihal perasaan dan cinta juga pernikahan.
Deny
rated it really liked it
Sep 01, 2019
Heni Mujaa
rated it liked it
May 27, 2019
Annindita Nadila Venabludi
rated it really liked it
Jul 25, 2019
Aina Safitri
rated it really liked it
Feb 05, 2020
Rizqimuthia
rated it really liked it
Jan 22, 2020
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!
  • Filosofi Teras
  • 82년생 김지영
  • Muslimah yang Diperdebatkan
  • Laut Bercerita
  • Enaknya Berdebat Dengan Orang Goblok
  • Woman at Point Zero
  • I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Beauty Is a Wound
  • Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis
  • Muhammad Al-Fatih 1453
  • Orang-Orang Oetimu
  • Pasung Jiwa
  • The Book of Imaginary Beliefs
  • Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri
  • Menjadi Perempuan: Kumpulan Esai
  • Corat Coret di Toilet
See similar books…

News & Interviews

Some people love books. Some people fall in love. And some people fall in love with books about falling in love. Every month our team sorts thro...
2 likes · 1 comments