Dongwoo Aku memang baru saja mencampakkan kekasihku meskipun kami sudah menjalin hubungan selama lima tahun . Namun, aku punya alasan. Aku jatuh cinta pada Ji Ye Eun, bahkan sejak pertama kali aku melihatnya. Kutekankan... aku mencintainya... dan aku bukan playboy.
"Aku akan membuatmu percaya, meski kau bilang tidak percaya akan cintaku."
Ye Eun Bagaimana mungkin dia bilang dia mencintaiku? Kami baru bertemu beberapa menit yang lalu!
Hatiku sudah banyak sekali disakiti, aku tidak bisa semudah itu membuka hati untuknya.
"Yang namanya cinta itu selalu akan berakhir. Suatu saat nanti, cintamu itu akan berubah."
Gila, mual banget baca buku ini. Meromantisasi perselingkuhan. Jijik banget sama cowo dan cewe utama di sini. Cewenya di awal tuh kayak naksir tapi ga jd naksir pas tau cowonya punya pacar 5 tahun. Si cowo, naksir cewe baru tapi denial besar2an bahwa ini perasaan cinta pertama gue, gue ga pernah cinta sama cewe seperti ini, gw harus dapetin cewe ini karena gue yakin dy cinta sejati gue. Huek. Klo emang dy cinta sejati lu, tolong ya jgn maen nyosor cewe lain klo lu sendiri masih ada pacar, selesaiin dlu sama pacar lu, mau putus tapi ga berani mutusin, pengecut banget cowo satu ini. Cewenya lebih jijik lagi, setelah si cowo bilang dy udah putus sama pacarnya, baru tarik ulur, ngaku kalo dy kangen sama si cowo. Bullshit. He and she doesn’t deserve a happy ending!
"Meskipun aku tidak percaya akan cinta, bukan berarti aku tidak tahu apa itu cinta." - 163 Ini tentang kisah pria yang mencintai wanita pada pandangan pertama. Pria yang rela meninggalkan kekasih yang sudah di kencaninya selama lima tahun. Pria yang bersikukuh jika ia tidak memiliki keinginan untuk selingkuh karena mencintai dua wanita sekaligus. Pria yang mampu melakukan apapun demi membuat wanita yang dicintainya balik mencintainya atau setidaknya cukup memercayai ketulusan cintanya. Dan ini tentang kisah wanita yang memiliki trauma sehingga membuat ia sulit percaya akan adanya cinta. Wanita yang sengaja mematikan hatinya untuk tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Baginya, cinta yang satu-satunya bisa ia rasakan cinta dari neneknya. Aku suka bagaimana usaha Dongwoo dalam mendekati Ye Eun. Dongwoo ini tipe pejuang cinta yang pantang menyerah sampai titik dimana cintanya berbalas. Ternyata antara pejuang cinta dengan bucin itu beda tipis ya! Cinta juga bisa membuat orang dewasa menjadi kekanak-kanakan /dalam kasusnya Dongwoo/😂 Mungkin ini akan terdengar kalau aku setuju dengan Dongwoo, tapi bukan berarti aku pro dengan perselingkuhan, ya. Sumpah! Menurutku, Dongwoo melakukan hal benar dengan apa yang terjadi antara dirinya, Seyoung dan Ye Eun. Bukan keinginan Dongwoo jatuh hati pada pandangan pertama dan saat itu benar-benar terjadi Dongwoo berusaha menyangkal tapi gagal karena hatinya sudah memilih. Hati Dongwoo memilih Ye Eun sekaligus memilih untuk memutuskan Seyoung--kekasih yang perhatian dan pengertian. Tapi, jika Dongwoo tidak jujur itu akan membuat Seyoung terluka dan membuat Dongwoo semakin bersalah. Sampai disini paham? Cinta yang datangnya tiba-tiba itu bahaya!🙃 Ye Eun selalu membuat Dongwoo untuk tidak salah mengenali perasaanya kepada Ye Eun, tapi Ye Eun sendirilah yang tidak bisa menyadari bahwa Ye Eun memiliki perasaan yang sama kepada Dongwoo. Trauma yang dimiliki Ye Eun menutupi bahwa sebenarnya Ye Eun juga menginginkan Dongwoo untuk selalu berada dekat dengannya. Sebenarnya trauma apa yang dimiliki Ye Eun? Apakah Dongwoo berhasil membuat Ye Eun melupakan traumanya?
When reading a book, i'm the type of a plot seeker. Honestly, buku ini nggak memiliki plot atau konflik yang membuatku berdebar atau penasaran. Lempeng aja bacanya.
Love at first sight. Perfect male lead. Fragile female lead. So-so romance conflict, sebenernya kalau aja traumatik things yang dihadapi Ye Eun lebih diperdalam di penulisannya, mungkin bakal bikin buku ini lebih 'berat'. Tapi sayangnya, 4 hal diatas membuat buku ini ringan banget untuk dibaca.
Mungkin untuk kalian yang biasanya baca buku berat dan mencari sesuatu yang ringan dan gak banyak mikir atau cuma untuk nambahin daftar buku yang udah dibaca, mungkin buku ini bisa dicoba. Tapi mungkin ngga akan meninggalkan sensasi yang oke.
Kim Rang, si author, bukunya udah banyak yang diterjemahin ke Bahasa Indonesia. Last 2%, Love Story of Walden Brothers, Another Love Story of Walden Brothers, dan Last Love Story of Walden Brothers.
Dari 4 buku itu, aku udah baca 3. Buku pertama adalah Last 2%, dan responku cukup positif dengan buku ini, walau ada unsur Perfect Male Lead dan konflik romansa biasa. Mungkin hal ini didorong karena ini adalah buku pertama Kim Rang yang kubaca, jadi masih ada perasaan baru ketika membacanya.
Tapi setelah baca 2/3 seri Walden Brothers ini, aku ngerasa, plotnya ngga begitu fresh dan ngga begitu bikin greget. Semuanya terkesan sama kayak Last 2%. And it made me sick of the Perfect Male Leads that look the same with each other.
Tapi juga, kalau... Seandainya buku ini bisa diangkat ke layar kaca, mungkin 3 buku Walden Bros ini bisa dijadiin 1. Pasalnya, dibandingkan diceritain dalam cerita yang berbeda/buku yg beda, karakter karakter disini tuh mulai keliatan beda setelah dipersatukan. Tapi emang yang membuat mereka beda cenderung ke karakter cewek pasangannya.
Oh, buku ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
Well, 3 bintang untuk buku ini~
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku ngasih rating ini waktu masih baca di halaman 227 dan pengen pengen cepet ngelarin. Bukan karena penasaran atau bagus, gak. Dari awal aja udah enek dengan Dongwoo yang membenarkan perselingkuhannya. Baru pertama kali ketemu nyium? Astaga kenapa jadi cowok mesum. Meski dijabarkan dia gak suka sama cewek agresif. Lucu. Dan Ye Eun... Aku juga gak suka karakternya yang terkesan jual mahal tapi aslinya mau mau juga. Paling the best ceritanya Jinwoo sih. Yang ini gak banget. Waktu baca novel Binwoo, aku gak suka waktu Ye Eun ditampilkan :v gedeg aja sama selingkuhan begitu.
Edit: dan aku gak kuat buat ngelarin novel ini :v membosankan
Cerita cinta yang menjadi poros utama kisah ini benar-benar tidak kusukai. Konsep "membenarkan perselingkuhan dengan alasan cinta" itu adalah ide yang dieksekusi dengan buruk lewat alur yang terburu-buru dan karakter pria seolah memakai topeng perfect boyfriend. Meski begitu, aku cukup menikmati perkembangan karakter utama perempuan yang dibangun dengan baik dan masih dapat dimaklumi meskipun terdapat beberapa ketidak-konsistenan.
Okay, first... Mungkin selera orang berbeda2 butttt aku pribadi suka dengan cerita ini. Cerita ini bkin aku merasakan berbagai emosi. Muak krn dongwoo selingkuh, sedih dengan masa lalu ye eun dan perasaan dilema antara hubungan dongwoon dan ye eun yg sulit bersatu karena beban masa lalu ye eun. Mngkin bbrp org merasa konfliknya terlalu bertele2 atau di besar2kan tp bagiku alasan ye eun menjauhi dongwoo itu mmg tepat. Aku di posisi ye eun pun akan merasa sgt insecure jika punya masa lalu seburuk itu. Walau begitu, rasa kesal saat membaca ttp mncul sih, ingin berteriak "HEI! CEPAT SAJA JADIAN EMG KENAPA SIH?!" Haha buku ini tepatnya di baca setelah kalian baca serial love story of walden brothers yg pertama, yang pemerannya Jinwoo dan seyeong, stlh membaca novel ini niscaya saat baca novel last love story of walden brothers ini klian ga akan gmna kesal dgn dongwoo krn tau seyeong toh hidup bahagia hahaha sbnrnya bagiku ratingnya 3,5 deh buttttt it's okay. Kuberi 4 krn tak ada fitur angka 3,5.
This entire review has been hidden because of spoilers.