Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Celana” as Want to Read:
Celana
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Celana

3.69  ·  Rating details ·  235 ratings  ·  41 reviews
Kumpulan 44 Sajak Joko Pinurbo, dengan kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono.
Paperback, 72 pages
Published February 28th 2018 by Gramedia Pustaka Utama (first published June 1999)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Celana, please sign up.

Be the first to ask a question about Celana

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.69  · 
Rating details
 ·  235 ratings  ·  41 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Celana
Nike Andaru
11 - 2019

Sebenarnya ada banyak kata 'ranjang' dalam buku puisi Joko Pinurbo kali ini, kalo mau dihitung akan lebih banyak dari pada si judul sendiri 'celana'.

Masih menarik, favorit saya Malam Pembredelan dan Minggu Pagi di Sebuah Puisi.
Jonas Vysma
Berbekal sedikit pengetahuan yang saya punya,memahami metafora sajak Jokpin kali ini bagi saya harus benar-benar berpikir. Mengerutkan dahi dan bertanya, apa yang ingin Jokpin sampaikan melalui puisinya. Permainan bunyi dan rima disini juga tak sebanyak (jika saya bandingkan) pada buku puisinya yang berjudul ‘Buku Latihan Tidur” yang puisi-puisinya dibuat setelah dekade pertama abad ke 21.

Seluruh puisi dalam buku ini tertulis dibuat pada kisaran tahun 1989-1998 dan terdapat 42 puisi. Ada beberap
...more
Maria Gracella
Aug 04, 2020 rated it liked it
”Baiklah, perkenankan kami sita dan kami bawa
kata-kata yang telah Anda siapkan dengan rela.
Sedapat mungkin kami akan membinasakannya.”
“Ah, itu kan hanya kata-kata.
Saya punya yang lebih dahsyat dari kata-kata.”


————————————-

Ini pertama kalinya aku membaca buku karya Joko Pinurbo. Jujur, aku sebenernya bukan penggemar berat puisi karena seringkali gagal paham sama makna yang tersirat di dalamnya. I prefer something that is more to the point.

Tapi buku Celana ini ternyata cukup enjoyable untuk dibaca
...more
Indah Threez Lestari
Apr 05, 2018 rated it liked it
Shelves: indonesian
94 - 2018
Pauline Destinugrainy
Pada dasarnya saya bukan penikmat puisi. Tapi saya menyukai puisi-puisi Jokpin.
Favorit di buka ini adalah Kalvari dan Raden ajeng Kartini kepada Maria Magdalena.
Marina
** Books 40 - 2018 **

3,2 dari 5 bintang!

hahhaa banyak puisi didalam buku ini yang membuat saya tersenyum ataupun yang berhasil membuat saya merenung sejanak untuk memahaminya.

Puisi favorit saya tentang Celana dan juga Raden Ajeng Kartini yang menurut saya highlight didalam buku ini

Saya juga baru menyadari kalau ini adalah karya lama beliau yang dicetak ulang sejak tahun 1999. Pantas saja ada beberapa puisi yang mengenai demonstrasi gitu. Kalau boleh jujur saya lebih menikmati puisi karya Joko P
...more
Safara
May 23, 2020 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: ebook-kpg
Saya membaca buku ini dalam Bahasa Indonesia, tersedia di Gramedia Digital.

Topik yang menarik baru muncul di puisi tahun 1998. Untuk tahun-tahun sebelumnya, kurang paham konteks penulisannya seperti apa.

Favorit saya adalah "Malam Pembredelan".
"Selamat datang, Saya sudah
menyimapkan semua yang akan Saudara rampas
dan musnahkan: kata-kata, suara-suara,
atau apa saja yang Saudara takuti
tetapi sebenarnya tidak saya miliki."

Semacam kritik dari Jokpin untuk para aktivis yang dihilangkan karena tulisan da
...more
Dion Yulianto
Feb 25, 2018 rated it liked it
Di Festival Sastra Basabasi akhir 2017 lalu, ketika Jokpin dipertemukan dalam satu panggung dengan Sapardi Djoko Damono, beliau menyebut betapa Sapardi merupakan penyair yang menjadi inspirasi utama karya-karya awalnya. Sapardi pun menanggapi dengan sedikit bercanda, sambil bercerita sempat beliau jalan-jalan ke Shopping Center (pasar buku bekas di Jogja dulu, kini di kompleks Taman Pintar) dan menemukan salah satu buku puisinya. Di buku lecek itu tertera nama pemiliknya, yakni Joko Pinurbo. Jok ...more
Ita Hm
Aug 13, 2012 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: puisi
Merapatlah ke gigil tubuhku, penyairku
Ledakkan puisimu di nyeri dadaku

Begitulah, Jokpin ^^
Zakia Liland  Fajriani
Ketika sekolah, kami sering disuruh
menggambar celana yang bagus dan sopan,
tapi tidak pernah diajar melukis seluk-beluk
yang di dalam celana sehingga kami pun tumbuh menjadi anak-anak manis
yang penakut dan pengecut,
bahkan terhadap nasib sendiri.


Buku puisi lainnya dari Joko Pinurbo yang kupilih secara acak di iPusnas. Lagi-lagi untuk menjawab rasa penasaran dan belajar lebih jauh lagi mengenai puisi.

Ini buku ketiga beliau yang aku baca. Membacanya dalam dua hari. Hari pertama kepalaku masih saki
...more
Mairaa
Aug 16, 2020 rated it it was ok  ·  review of another edition
Sbg newbie pembaca kumpulan puisi, tak elok sptnya menilai sembarangan puisinya Jokpin.
Memang sebagian besar puisi di Celana adalah puisi serius, gabisa sekali baca paham. Perlu diresapi dan dibaca berulang2 untuk tau artinya.
Dan kayanya dibanding "celana" banyak kata "ranjang" di puisi2 nya 😅
Ini buku ke-4 nya Jokpin yang aku baca. Ttep jadi favorit Buku Latihan Tidur dan Kekasihku. puisi jenaka dan ringan jadi pilihanku.

Masih akan baca karya Jokpin yang lainnya 😋
Ariel Seraphino
Apr 05, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Dibandingkan dengan karya Jolkpin lainnya. buku puisi Celana yg jd karya perdana beliau ini terkesan begitu serius. seperti seorang penyair yang br memulai langkah kepenyairannya tetapi tentu saja dari sinilah kita bisa mulai menikmati karya jokpin lainnya yg jenaka penuh dengan narasi-narasi nyeleneh akan kehidupan sehari-hari di rumah. Saya baca ini buku karena penasaran juga dgn bagaimana awal mula jokpin berkarya.
Zulfasari
Nov 29, 2018 rated it liked it
3,5 bintang
Saya lebih menikmati Buku Latihan Tidur dibanding Celana, tapi tetap (dan mungkin selalu) Joko Pinurbo mampu mengambil ide puisinya dari hal dan benda sederhana di sekeliling kita.

Selalu ada yang jenaka di tiap puisi Jokpin, tapi ada juga yang suram. Karena rentang waktu puisi di antologi ini adalah 1989 sampai 1998, rasanya saya bisa menemukan bagaimana reaksi Jokpin terhadap kondisi sosial politik era Orde Baru di beberapa puisinya.
Celina Faramitha
Jun 12, 2018 rated it liked it
Shelves: poet, indonesia
Buku puisi pertama Joko Pinurbo,yang tentu belum sekental sekarang ciri khasnya.
Persamaannya adalah diksi sederhana, tidak perlu membumbung tinggi untuk menghujam jiwa. Joko Pinurbo selalu hangat dan lucu seperti suasana rumah yang kena matahari sore.

Sesuai dengan tema tahun-tahun 95-99 puisi ini banyak menyuguhkan cerita revolusi, kematian, dan rezim tetap dengan humor ala Jokpin <3

Di tangan Jokpin, kesedihanpun bisa jadi pemicu tawa.
...more
Sa`ad Ahyat Hasan
Saya kira isinya banyak puisi-puisi jenaka yang menggelitik seperti halnya puisi Jokpin akhir-akhir ini. Ternyata isinya banyak puisi-puisi yang serius. Mungkin karena sebagian puisinya dibuat di zaman Orba yang notabene banyak hal-hal yang perlu dikritisi daripada ditertawai.

Dari buku ini saya jadi tahu kalau Jokpin tidak melulu jenaka.
Ghaida Setiana
Saya baru baca puisi-puisinya Pak Jokpin yang keluaran tahun 2000-an, pas baca buku yang ini kaget. Ternyata gaya puisi beliau pas tahun 90-an dan tahun 2000-an cukup berbeda. Puisi di buku ini terkesan lebih serius dan diksinya lebih luas. Jadi, favorit saya tetap Buku Latihan Tidur karya beliau.
Vanda Deosar
Siapa tak kenal beliau? Well, jika mendengar namanya, mungkin lebih tepat orang ini dibilang si Puisi Celana. Memang iya, judulnya aja celana, isinya ya puisi-puisi tentang celana. Well, kamu tak perlu memahami isinya, kamu hanya perlu menikmati dan mengkhayatinya. Rasakan setiap katanya!
Andria Septy
Oct 20, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: puisi, sastra
ini adalah buku kumpulan puisi ketiga, milik Jokpin yang saya baca. Jokpin punya kekhasan tersendiri dalam setiap karyanya. Ada 3 puisi terfavorit dari buku ini, antara lain : Celana 1-3, Taman dan Kurcaci.
Hotma Lestari
Lebih banyak kata ranjang di bandingkan celana. agak sesuai ekspektasi saya,, kalau buku ini akan ada humornya, tapi juga agak keluar dari ekspektasi saya. Ada beberapa puisi yang menghibur. Hanya sekitar 5-8 puisi yg benar benar saya suka.
Sriayu
Mar 02, 2020 rated it liked it  ·  review of another edition
Saya kira puisinya ini bakal jenaka, ternyata puisinya serius bgt. Tetapi aku tetep suka karyanya joko pinurbo
Dina Layinah Putri
Sayangnya, enggak ada hal baru dari puisi Joko Pinurbo yang "Celana" ini. Buku ini terdiri dari puisi-puisi yang dibikin beliau tahun 90an.
森ーん
Akhirnya dapat pinjaman buku ini...
Andita Yolaviani
Jul 12, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Membaca puisi-puisi milik Joko Pinurbo merupakan salah satu hal yang membahagiakan. Rangkaian kata demi kata membuat saya mengerti bagaimana kata begitu indah apabila dirangkai dan dipilih dengan baik. Kudos.
Lavalette
May 13, 2018 rated it really liked it
Mungkin saya lihat/tidak lihat bagian belakang buku ini bahwa ini adalah kumpulan puisi.
Ilham Rusdiana
Saya memang tak berbakat untuk menikmati karya puisi.
Sholikhah
Jun 06, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kalau baca puisi ini, teringat dua istilah : pubertas dan reformasi.
Ananda Sevma
Oct 27, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: puisi
Melalui puisi-puisi Joko Pinurbo, saya belajar mengenai puisi-puisi "mbeling" dengan bumbu humor dan semiromantis. Nggak umum memang...
Elisma Herdinawati
Celana adalah buku ketiga JokPin yang saya baca. Saya membaca buku ini melalui aplikasi yang dikelola dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI yang bernama IPusnas, yang dapat diunduh secara gratis di playstore gawai pribadi saya. Berikut adalah link yang dapat dirujuk untuk dapat membaca buku ini melalui aplikasi: http://webadmin.ipusnas.id/ipusnas/pu....

Saya tertarik membaca puisi di dalam buku ini karena sebelumnya menemukan beberapa puisi yang berjudul sama - Celana, yang menurut saya
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Hujan Bulan Juni
  • Perihal Gendis
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Cinta yang Marah
  • Filosofi Teras
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita: Buku Puisi
  • The Book of Invisible Questions
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Di Hadapan Rahasia
  • Perahu Kertas
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Laut Bercerita
  • Deru Campur Debu
  • Cinta Tak Ada Mati
See similar books…
279 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Ing ...more

Related Articles

This June, as we observe LGBTQ Pride—the annual celebration of the lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer/questioning communities—we...
184 likes · 71 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Selamat datang. Saya sudah menyiapkan semua yang akan Saudara rampas dan musnahkan: kata-kata, suara-suara, atau apa saja yang Saudara takuti tapi sebenarnya tidak saya miliki” 13 likes
More quotes…