Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Silence” as Want to Read:
Silence
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Silence

3.36  ·  Rating details ·  307 ratings  ·  94 reviews
Kenapa aku tidak bisa keluar dari pulau ini?

Miyuki dibesarkan di Yuki-no- Shima, sebuah pulau terpencil yang konon dilindungi oleh Simatama-san, dewa penjaga pulau. Miyuki yang bermimpi menjadi artis akhirnya keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya.

Setelah lama tidak pulang, akhirnya tahun ini Miyuki akan pulang bersama dengan
...more
Paperback, 328 pages
Published December 2017 by Penerbit Haru
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Silence, please sign up.
Popular Answered Questions
hardaning a.m.
This answer contains spoilers… (view spoiler)
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.36  · 
Rating details
 ·  307 ratings  ·  94 reviews


More filters
 | 
Sort order
Marina
** Books 322 - 2017 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge

3,2 dari 5 bintang!


Sedari kecil, Miyuki yang seorang gadis desa dan tinggal di pulau Yuki-no-shima bercita-cita ingin keluar dari pulaunya yang hanya berjumlah 300 ribu penduduk untuk menjadi idol di Tokyo. Siapa sangka kesempatan itu datang ketika ada acara ajang pencarian idol ketika ia mendaftar ternyata ia masuk final untuk perwakilan Niigata. Akan tetapi semua impiannya kandas di tengah jalan dan ia bertekat untuk b
...more
A.A. Muizz
Apr 04, 2018 rated it really liked it
Saya pernah mendapat info dari Koh @konstantin999 bahwa dulunya Akiyoshi Rikako merupakan penulis sastra, dan "Silence" ini merupakan salah satu novel beliau yang sastranya kental. Benar saja. Novel ini menyajikan kisah masyarakat pulau terpencil dengan segala problematikanya mulai dari masalah sosial, ekonomi, pendidikan, hingga spiritual.

Melalui novel ini, saya jadi tahu bagaimana adat pernikahan tradisional Jepang. Bagaimana mereka merayakan Tahun Baru. Bagaimana kekerabatan masyarakat desa d
...more
Rezza Dwi
Apr 05, 2018 rated it liked it
Shelves: drama, mystery, romance
Silence berarti buku Akiyoshi Rikako ke-5 yang aku baca. Dan, seperti biasa, aku suka gaya bahasanya. Terjamahannya bagus.

Belum kapok buat beli buku Akiyoshi yang baru nanti, walaupun Silence kukasih rating paling kecil dibandingkan 4 buku sebelumnya.

Buku ini kental sekali unsur budayanya dan aku suka dengan pesan yang disampaikan. Sayangnya, aku nggak suka tokohnya. Kayaknya sengaja dibuat menyebalkan. Oh, dan buku ini banyak drama romannya dibanding misterinya.

Well, seperti biasa, ending-nya b
...more
Dion Yulianto
May 22, 2018 rated it really liked it
Secara alur dan kejutan, buku ini tidak seWOW di Holly Mother. Saya sudah bisa menebak kejutannya di tengah buku karena adanya petujuk gambar di setiap awal bab. Tapi ... semua hal tentang orang-orang desa di pulau digambarkan sungguh rinci, realistis, dan ngena banget. Kita sebagai orang yg mengaku orang kota disindir banget ttg peran trah keluarga. Sesuatu yg sering kita lewatkan atau hindari saat mudik ke kampung. Ya mereka memang suka kepo banget sih, tapi ya gimana lagi, memang di mana pun ...more
cindy
Jan 12, 2018 rated it really liked it
Tahukah kamu kalau salju itu ternyata adalah penyerap gelombang suara yg sangat baik? Itulah sebabnya sewaktu salju turun dan setelahnya, mendadak dunia akan terasa sangat sepi (silent), sampai2 ada istilah 'keheningan salju'. *aku jg baru tahu stlh nonton siaran netgeo kapan itu owk, hi3x* :)

Nah di novel ini, keheningan terjadi di balik salju yg turun di Yuki no Shima, yg arti harafiahnya adalah Pulau Salju. Pulau terpencil di daerah Niigata ini adalah desa asal Miyuki, seorang mantan idol-wann
...more
Ari
Oct 14, 2018 rated it liked it
Shelves: j-lit, non-mm, own-copy
Tidak membenarkan apa yang dilakukan penduduk pulau, tapi orang seperti Miyuki emang perlu digetok kepalanya as in butuh pertolongan untuk mendapatkan kebahagiannya.

Setelah Absolute Justice, saya merasa karakternya cewek, in this case perempuan dewasa, yang di-create author kok tipe yang "perlu digetok kepalanya" semua? What's wrong with you Mam?!

Iya, gw mulai cerewet soal karakter....
Biondy
Jan 14, 2018 rated it really liked it
Shelves: romance, family, thriller
Miyuki adalah seorang gadis yang pernah nyaris menjadi idola. Sayangnya cita-citanya itu tidak direstui sang ayah dan Miyuki "hanya" dapat bekerja sebagai manajer idola di kemudian hari. Puluhan tahun kemudian, Miyuki kembali ke Yuki-no-Shima, pulau terpencil tempatnya berasal, dengan membawa calon suaminya, Toshiaki. Tidak butuh waktu lama bagi Miyuki untuk menyadari bahwa ada yang aneh dengan Toshiaki dan juga Yuki-no-Shima.

Keinginan Miyuki, seorang putri tunggal yang tak ingin lagi kembali ke
...more
Icha
Jan 20, 2018 rated it liked it
Anehnya, sy sgt menikmati buku ini. wlwpun.bikin stress bacanya. ga ada plot twist ato apa. cm bqn penasaran sampai halaman terakhir.
Rain
Feb 01, 2018 rated it liked it
Satu part yang paling kusuka >> hp terkubur di ruang salju
Guguk
Sep 24, 2018 rated it really liked it
Mungkin (hampir) setiap orang pernah punya sepenggal masa lalu yang selalu dikenang sebagai "ah-kalau-saja-waktu-itu-aku-...-aku-pasti-sudah-jadi-..." dengan penuh penyesalan.
Aku punya.
Miyuki, tokoh utama novel ini, juga punya.

....tapi bedanya, aku ga ngarep jadi idol seperti Miyuki ya 。゚( ゚^∀^゚)゚。 aku mah cukup jadi berhala saja~ XD //dirajamdonatkentang

*kembali ke serius*
Tadinya aku kira ini kisah remaja, ternyata bukan. Miyuki (34 th) adalah lambang kegonjang-ganjingan masa dewasa yang belum
...more
Lelita P.
Feb 04, 2018 rated it really liked it
Buku-bukunya Akiyoshi Rikako-sensei selalu saja mindblowing! Bikin kebayang-bayang. Detailnya mengenai suatu dunia/isu/pekerjaan selalu sangat rinci sampai hal terkecil.

Silence ini tidak sebikinmangap Holy Mother meskipun awalnya saya berpikir buku yang ini akan twisty gila kayak begitu lagi. Melihat alur penerbitan novel Akiyoshi-sensei selama ini: Girls in the Dark--twisty annoying, The Dark Returns--happy ending, Holy Mother--gila, Scheduled Suicide Day--twisty but happy. Makanya saya cukup m
...more
Lila Cyclist
Jan 20, 2018 rated it liked it
3,5 stars.

Berbeda dari buku-buku Akiyoshi Rikako san sebelumnya yang selalu saya suka, dan saya baca tanpa perasaan bosan. Tapi entah kenapa kali ini, saya merasa sedikit bosan, apalagi ketika tiba-tiba PoV berubah dari Miyuki ke Tatsuya dan terakhir ke Yayoi.

Masih menceritkan hal-hal yang sangat kental tentang Jepang, mulai dari makanannya, adat kebiasaan orang-orang di Tokyo atau di desa dimana Miyuki berasal, hingga kepercayaan orang-orang setempat. Saya yang baru dua atau tiga tahun ini mel
...more
Harukaze Mizuki
Meskipun banyak review yang mengatakan kalau buku ini agak mengecewakan karena terbilang manis untuk ukuran seorang Akiyoshi Rikako dan twist-nya nggak senendang buku-buku sebelumnya, ternyata bisa dibilang aku sangat menyukai dan menikmati membaca buku ini. Narasinya benar-benar membuatku terhanyut, meski begitu banyak catatan kaki yang berhubungan soal istilah makanan, pakaian, dan ruangan tradisional Jepang (menghela napas).

Miyuki si Cantik dari pulau terpencil Yuki no Shima yang termasuk wil
...more
Earl Syua
Feb 11, 2018 rated it liked it
Full of romace!
Kalau saja kau tidak tahu bahwa karya ini dari Akiyoshi Rikako sensei, mungkin novel ini sudah termasuk genre Romance!
Menurut saya di cerita ini kental dengan sastra. Sejak awal hingga akhir penuh dengan drama dan permasalahan percintaan.

Karakter Miyuki yang baik hati, pekerja keras sangat mencintai kekasihnya, Toshiaki. Cita-citanya adalah menjadi idol, namun berakhir dengan bekerja sebagai manager idol. Miyuki sangat ingin keluar dari pulau Yuki-No-Shima sampai pada hari ia men
...more
Yessie L Rismar
Apr 12, 2018 rated it really liked it
3.8 saya bulatkan jadi 4.
Tips untuk kalian yang suka banget sama kisah misteri di empat buku sebelumnya: lepaskan prasangka kalau novel ini juga dipenuhi misteri dan bakalan ada twist yang wow.
Karena... Silence berbeda. Kita nggak bisa membandingkan Silence dengan Gilrs in The Dark atau Holy Mother.

Silence lebih ke romance dibanding misteri, tapi tetep asik dibaca. Saya suka dengan tema yang diangkat Akiyoshi Rikako. Tentang budaya, perbedaan desa dan kota, dan juga takdir. Dua tokoh utama dal
...more
Sapta Resita
Apr 23, 2018 marked it as dnf
don't get me wrong. i love akiyoshi rikako so much. but this book is too boring, for me.
i'll try to read it, next time. but now, i just can't handle it. there's no sympathy for the main characters. sorry.
Olivia
Feb 20, 2018 rated it really liked it
Final Rating: 4/5.
Nuansa misterinya kental, penuh dengan adat Jepang di kepulauan-kepulauan kecil. Dan berbeda dari buku Akiyoshi Rikako lainnya, pada buku ini cukup sarat twist dan lebih berfokus pada "romance"-nya. Namun demikian, saya cukup menikmati membaca buku ini dari awal sampai habis- walau beberapa kali sempat kesal dengan kelakuan tokoh utama perempuannya yang terkadang kurang "ngotak" dan terlalu dibutakan cinta.
Nina
Mar 15, 2019 rated it liked it
Awal awal buku ini buat saya kalem sekali. Tp setelah tamat, saya masih kepikiran. Makin dipikir makin serem dan ngeri.
Sekali lagi jempol buat sensei.
Azizah SL
Jan 28, 2018 rated it liked it
Sebenarnya ini kategorinya apa ya? Ga bisa dibilang misteri juga sih karena misterinya juga seuprit dan justru ditampilkan jelas banget tiap ‘apa’ dan ‘kenapa’-nya yang ada di dalam novel. Dibilang romance juga ya gitu deh.

Berkisah tentang Miyuki yang galau akan masa depan karir dan cintanya, Akiyoshi menggiring pembacanya buat merenungi misi ‘kembali ke kampung halaman’. Apakah pulau terpencil memang tidak tepat untuk ditinggali sekalipun itu kampung halaman kita sendiri? Atau justru karena ki
...more
karasuhibari
Dec 11, 2017 rated it really liked it
Setelah jatuh cinta pada "Girls in the Dark", lalu berkali-kali merasa bahwa karya Akiyoshi Rikako selanjutnya belum bisa melebihi judul tersebut, akhirnya tibalah "Silence"! Yah, memang belum melebihi sih, tapi saya suka sekali endingnya. "Girls in the Dark" dan "Silence" sama-sama menyajikan ending yang mampu membuat imajinasi liar ke mana-mana, sibuk mikirin skenario "what if" dan lain-lainnya. Secara keseluruhan, nuansa novel ini kelam dan lebih dewasa dari karya Akiyoshi Rikako yang sudah a ...more
Rifda
Dec 12, 2017 rated it liked it
Shelves: reviewed
Hmm, dibandingkan buku Akiyoshi Rikako lainnya yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia, bisa dibilang.. ini berada dalam peringkat terbawah.

Ceritanya sederhana, mengalir, dan lebih rapi dibanding yang lain.. tapi kehilangan twist yang menjadi ciri khasnya. Karena aku suka buku-bukunya yang lain, aku terus menunggu dan menunggu sampai akhir. Akhirnya? Ada sih, tapi ya gitu(?) nggak banyak hal yang terjadi.

Di luar semua itu, aku sedikit curiga kalau penulis ini punya keteri
...more
Natha
Nov 26, 2017 rated it liked it
Buku ini tidak bisa dibilang manis, tapi juga tidak bisa dibilang spooky, seperti dua buku sebelumnya karya penulis yang sama.
Banyak plot hole yang ditinggalkan dengan 'pas' untuk membuat pembaca mengisinya dengan imajinasi masing-masing, dan aku suka! Setidaknya aku sudah melengkapi beberapa plot hole itu setelah selesai membacanya kemarin.
Walau sejujurnya, aku masih mencari kisah se-spooky Girls in the Dark dan Holy Mother.

NB. Aku suka dengan budaya Jepangnya! Itulah yang membuat aku ketagih
...more
Vie
Feb 12, 2019 rated it liked it
Pertama kali baca karya Akiyoshi.
Ceritanya biasa tapi ada satu misteri yang masih belum ada penjelasan. Penasaran sih.. tapi.. bukunya uda habis. 😅
Arini Ayu
Feb 05, 2018 rated it liked it
Saya adalah penggemar berat novel-novel Akiyoshi Rikako. Secinta itu sama Akiyoshi Rikako sampe sempet sedih banget gak bisa ikut PO novel ini karena waktu itu lagi bokek :(. Akhirnya, dua hari lalu berhasil beli novel ini. Seneng banget dan baru dibaca keesokan harinya karena niatnya ingin diawet-awet selama mungkin. Rasa penasaran akhirnya mengalahkan perasaan itu. Saya baca langsung habis dalam waktu kurang dari lima jam. Tapi... sayang seribu sayang... novel ini jauh di bawah ekspektasi saya ...more
Amalia Kusumaningrum
Apa kesamaan dari Girls In The Dark, The Dead Returns, Scheduled Suicide Days dan Holy Mother? Jawabannya adalah keempat buku ini memiliki tokoh remaja di dalamnya. Permasalahan nya pun masih berhubungan dengan remaja. Meski pun dalam Holy Mother pembaca disuguhkan sudut pandang orang dewasa sebagai cerita utama, namun ada beberapa adegan yang melibatkan remaja hingga akhir cerita.

Bagaimana dengan Silence?

Adegan pembuka Silence mirip seperti Holy Mother. Selama setengah bab, pembaca diperkenalka
...more
Hestia Istiviani
Mar 11, 2018 rated it it was ok
Setelah maraton Girls in the Dark dan The Dead Returns, rasanya mood ini masih ingin membaca karya Akiyoshi Rikako yang lain. Antara Schedule Suicide Day atau Silence. Pilihan jatuh pada Silence karena di Gramedia Grand Indonesia hanya ada judul ini saja yang belum kubaca.

Premisnya membuat penasaran. Memangnya ada apa dengan kekasih Miyuki? Dan benarkan ada sesuatu yang mistis seperti pada The Dead Returns? Atas dorongan tersebut, memilih Silence sepertinya juga bukan pilihan yang buruk.

Sejak aw
...more
Vie
Jan 01, 2018 rated it liked it
Shelves: thriller
Novel Akiysohi Rikako yang diterjemahkan di ujung tahun 2017 ini kembali membawa nuansa Jepang yang sangat pekat seperti karya sensei yang telah diterjemahkan sebelumnya. Mengambil setting di wilayah salah satu pulau (bisa dikatakan terpencil) di Jepang, suasana kebudayaan tradisional Jepang sangat ditonjolkan disini.
Miyuki, tokoh utama dalam novel ini adalah gadis kelahiran pulau Yuki-no-Shima yang terpesona dengan keajaiban kota besar Tokyo. Setelah menamatkan SMU, dia melanjutkan kuliah ke u
...more
Sapphire
Mar 29, 2019 rated it really liked it
Oke, kalau boleh jujur, seperti biasa, kalau mau baca buku, saya suka baca review dulu. Jadi, saya tahu harus ada ekspektasi apa. Ditambah lagi, kalau baca novel dari penulis yang sama berkali-kali, kadang ada rasa takut untuk kecewa juga. Apalagi setelah saya baca Holy Mother yang sampai sekarang masih sangat saya sukai.

Ketika saya membaca review, saya langsung tahu untuk tidak berekspektasi seperti membaca Holy Mother. Mungkin rasanya, ekspektasi saya kira-kira seperti membaca Scheduled Suicid
...more
Mia
Dec 30, 2017 rated it liked it
Shelves: romance
sebenarnya bingung mau kasih rate berapa, antara 2 atau 3. diawal membaca buku ini kesannya biasa aja, nggak ada kesan gloomy dan dark seperti karya Akiyoshi sensei yg sebelumnya. aku juga gak terlalu suka sama karakter utamanya.
Miyuki cewek yg tinggal dipulau terpencil, dari kecil merindukan gemerlapnya hidup diperkotaan sampai2 membenci kedua orang tuanya yg dianggapnya menghalangi cita2nya sebagai seorang idola. Miyuki juga terlalu takut ditinggal sama pacarnya Toshiaki, padahal dia udah dip
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Rencana Besar
  • Satin Merah
  • Misteri Patung Garam
  • The Hunter: A Detective Takako Otomichi Mystery
  • Falling
  • I Love You; I Just Can't Tell You
  • Beautiful Liar
  • Another 下
  • Being 17
  • Priceless Moment
  • Seperti Bintang
  • Sawbones
  • Pintu Terlarang
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
  • Negeri Para Peri
  • Interlude
  • Gloomy Gift
  • The Devil's Whisper
See similar books…
249 followers
Rikako Akiyoshi (in Japanese, 秋吉 理香子) studied literature at Waseda University and received her Master’s degree in Film and TV Production from Loyola Marymount University. Her debut work Snow Flower won the Yahoo! JAPAN literature prize and was adapted into a short film. She is the author of several works of fiction. The Dark Maidens has also been adapted into a movie.
No trivia or quizzes yet. Add some now »