Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “69 Things To Be Grateful About Being Single” as Want to Read:
69 Things To Be Grateful About Being Single
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

69 Things To Be Grateful About Being Single

2.65  ·  Rating details ·  69 ratings  ·  35 reviews
69 adalah angka yang sering dikaitkan dengan posisi seksual, namun angka itu juga adalah taijitu, yaitu simbol dari yin dan yang, yang mewakili konsep berlawanan untuk mencapai kesimbangan. Segalanya memiliki pasanan yang merupakan lawan dari dirinya, atas-bawah, terang-gelap, maskulin-feminin, dan sebagainya. Menjadi lajang—di dunia yang menggadang-gadang orang berpasanga ...more
Paperback, 144 pages
Published September 18th 2017 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about 69 Things To Be Grateful About Being Single, please sign up.

Be the first to ask a question about 69 Things To Be Grateful About Being Single

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 2.65  · 
Rating details
 ·  69 ratings  ·  35 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of 69 Things To Be Grateful About Being Single
Hestia Istiviani
Sep 23, 2017 rated it it was ok
Promosi yang digencarkan untuk buku ini cukup efektif. Terbukti, jika mencari di kolom pencarian media sosial Twitter dengan tagar tertentu, maka akan muncul hasil kicauan warganet tentang bahagianya mereka menjadi seorang lajang. Hal ini sebagai bentuk perlawanan akan bagaimana sebagian besar masyarakat kita masih saja mendiskriminasikan mereka yang masih lajang ataupun yang memilih untuk melajang.

Tetapi, buku ini bukan dari kicauan tersebut. Feby Indirani sudah memiliki gagasan tersebut. Dala
...more
Wardah
Oct 17, 2017 rated it did not like it
Dari judul, saya berharap mendapatkan banyak tips atau kegiatan postif yang bisa dilakukan seorang lajang. Memang saya menemukannya, seperti bisa menghabiskan waktu bersama orang tua, menyalurkan hobi, tidak perlu terjebak pada hubungan yang tidak sehat (tentu saja saya setuju banget), dll. Ditambah dengan ilustrasinya yang SUPER CANTIK, buku ini jelas cantik bangetlah.

Sayangnya, banyak juga konten yang membuat saya mengernyit.

Ada konten yang bagi saya absurd banget, yaitu jadi lajang bisa kentu
...more
Aya
Mar 04, 2018 rated it it was ok
Bagi kalian yang sudah menikah sebaiknya jangan baca buku ini kalau ga mau merasa tersinggung :D

Gue kurang setuju dengan pemilihan kalimat yang digunakan penulis. Membela satu golongan dengan menjelekkan golongan lain sepertinya bukan cara yang sehat untuk dibagikan ke khalayak.

Sekarang gue ngerti kenapa salah satu temen booktuber kurang setuju. Karena gue juga merasakan hal yang sama. Akan lebih baik kalau penulis lebih menggali fakta-fakta lain untuk disodorkan dibanding menjelekkan golongan y
...more
Nisa Rahmah
Oct 11, 2017 rated it it was ok
Shelves: nonfiksi
Pada kodratnya, seorang wanita akan menjalani tiga fungsi sosial, yakni sebagai anak, sebagai istri, dan ibu. Namun kenyataannya, tidak/belum semua orang mendapat kesempatan untuk menjalankan tiga fungsi tersebut. Ada beberapa wanita yang memilih untuk tetap sendiri dengan berbagai macam pertimbangan. Ada pula yang memiliki niat untuk berumah tangga dan menjalankan ketiga fungsi itu secara bersamaan, tapi belum menemukan jodohnya. Dan ada yang sedang menjalani ketiganya. Ada di posisi mana pun s ...more
Astrini Adisoma
Mar 06, 2018 rated it it was amazing
Unlike most reviews that say this book is disappointing because it seems to discredit married couples, I say that this book actually does the opposite. It helps single people take pride in their status that is actually often discredited in the first place by society nowadays, where the majority of people think their self-worth is determined by their relationship status. In Indonesian society-at least according to my observation-many young people have developed this twisted concept of marriage/re ...more
Lisna Atmadiardjo
Sep 29, 2017 rated it it was ok
Shelves: owned
Satu pertanyaan yg belum terjawab setelah 69 alasan, bisakah kita bersyukur untuk menjadi lajang tanpa perlu membuat perbandingan-perbandingan dengan yg sudah menikah?
Marina
** Books 275 - 2017 **

2,4 dari 5 bintang!

Sebenarnya penasaran dengan isi bukunya namun dibuat kecewa karena isinya tidak sesuai dengan harapan dan hanya dihiasi ilustrasi-ilustrasi cantik yang saya berikan tambahan 0,4 bintang untuk buku ini

Terimakasih Scoop Premium!
Natha
Nov 02, 2017 rated it liked it
Buku yang bisa bikin kamu senyum.

Setidaknya saat aku membaca, aku menghabiskan beberapa poin-poin dengan senyum-senyum sendiri. Ilustrasinya juga cantik. Banget malah. :))

Terlepas dari kenyataan bahwa beberapa poin membandingkan keuntungan menjadi single dengan double atau triple, kurasa beberapa poinnya memang dirasakan sendiri oleh beberapa orang, walau tidak bisa digeneralisir. Tapi yang paling penting (untukku), buku ini membuatmu memikirkan ulang bahwa banyak yang bisa disyukuri saat kamu
...more
omnivoreader
Sep 25, 2017 rated it liked it
4.5 bintang buat gambar Emte yang keren banget.
1.5 bintang buat kontennya.
Yuliana Martha Tresia
Dec 12, 2020 rated it liked it
Shelves: f-world
Buku ini termasuk ringan, seperti rangkuman singkat yang bisa dibaca sekali habis. Mba Feby dalam kolaborasinya dengan ilustrator, memadukan tulisan dan ilustrasi, full color di setiap halamannya, nyaman disimak para pembaca. Namun untuk konten, harus diakui, buku ini belum bisa merangkul semua perempuan lajang.

Perempuan lajang sendiri bukanlah kelompok tunggal, terlalu banyak ragam latar belakang mengapa seorang perempuan melajang (single). Ada yang memilih demikian dengan bebas, tetapi ada jug
...more
Mira Widyawati
Apr 08, 2018 rated it did not like it
ku pikir buku ini ngasih kita pandangan hal-hal positif apa aja sih yang bisa dilakuin selama masih single okelah untuk beberapa hal seperti punya waktu luang lebih banyak untuk keluarga, teman, dan me time lebih banyak dibandingkan yang sudah menikah karena waktu untuk seperti itu tidak sebanyak orang yang masih single tapi kebanyakan ternyata isinya malah nyinyir, terkesan mendiskreditkan salah satu pihak, yaitu orang yang sudah menikah.
macem begini lah kalau julid depan orang-orang

“ih apaan
...more
Faizah Aulia R
Oct 15, 2017 rated it did not like it
kukira isinya bakal banyak advantages untuk belajar A-Z, belajar ini, belajar itu, dll
tapi ternyata (inimah setangkep aku ya) malah berasa mendisreditkan orang2 yang udah menikah, simpelnya, "lu ga bahagia deh kalo nikah, kalo lajang bisa ini itu" , which is kata Faizah ............ nonsense.

Dengan membandingkan bahwa kalo lo udah nikah gabisa deh a b c d yang jadi parameter bahagia si penulis (si penulis loh yaa, bukan keseluruhan), yaa sangat subjektif, padahal belom tentu juga orang yang nika
...more
Riza
Mar 06, 2021 rated it liked it
Menurutku buku ini lumayan untuk memberitahukan bahwa menjadi single itu gak jelek kok. Juga banyak para single yg cemas karena belum menemukan pasangan. Dan harusnya apapun keadaannya bisa kita syukuri. Harus disyukuri. Tapi buat yg udah marriage, kayaknya jangan baca deh. Bisa bikin kesel. hehe.

Walaupun ada beberapa bab yang sedikit kurang tepat menurut saya. Seperti bisa kentut sembarangan, lebih langsing dan menjaga penampilan. Kentut sembarangan saya rasa siapapun bisa, meskipun sudah meni
...more
Nura
Feb 07, 2020 rated it liked it
Shelves: ipusnas
Nemu buku ini pas butuh bacaan pendek di TJ dan muncul di feed iPusnas. Gw suka angka 69, karena lambang bintang gw. hehehe. Kalo tagline buku chicklit itu happy being single, di sini Feby mo bilang be grateful for being single. Nikmatin aja selagi bisa, akan tiba waktunya saat lo akan mengeluh ga bisa bepergian, karena punya anak. Ga bisa ikutan ini itu, karena ada arisan keluarga. Ga bisa flirting karena udah punya suami. XD

tapi satu yang menohok banget buat gw adalah, yang gw sempat kutip di
...more
Citra Rizcha Maya
Jan 10, 2018 rated it really liked it
Pastilah buku ini sengaja dibuat untuk menyenangkan saya. Ilustrasinya kece punya dan yeah Feby saya setuju untuk mensyukuri ke-69 hal tersebut. Dan saya tertawa jahat untuk no 14. Saya pernah melakukan hal tersebut!

Pada dasarnya untuk cewek egois yang phobia komitmen macam saya mungkin menjadi single adalah keadaan terbaik, walau jelas kala PMS melanda, saya butuh phennylethilamine dari coklat untuk mendapatkan rasa jatuh cinta buatan. Eh!


Buku ini akan tepat sekali dibaca kala mendapat undangan
...more
Dian Shinta
Jan 20, 2018 rated it it was ok
Dua bintang hanya untuk gambar ilustrasi di dalamnya. Bagus!

Saya sangat tertarik dengan buku ini karena judul dan covernya. Budaya yang masih memojokkan orang-orang dengan berbagai pertanyaan berawalan kata "kapan", terlebih tentang kapan nikah, buku ini sebetulnya bisa jadi buku motivasi. Tapi kok saya ngga merasa termotivasi ya? Hahaha

Saat melihat isinya sekilas dan lanjut membacanya, pendapat saya: ini buku lebih ditujukan untuk wanita lajang yang sudah sangat "dipepet" oleh orang sekitar. Ad
...more
Mpur Chan
Nov 12, 2017 rated it it was ok
Saya suka sekali dengan ilustrasinya yang cantik dan berwarna.
Tapi, tidak untuk kontennya. Sorry to say. Yang saya tangkap ketika membaca buku ini adalah hiburan buat para single. Bagus memang idenya. Namun saya kecewa karena saya tidak mendapat hal positif. Justru yg saya dapat adalah hal sindiran dan sinis buat yang sudah menikah, sehingga saya justru menjadi kasihan dengan para single. Harus menghibur diri dengan memandang negatif orang yang sudah punya pasangan.
Bina Izzatu Dini
Dec 21, 2017 rated it liked it
Bacanya karena iseng iseng aja, nemu di koleksi ipusnas. Ternyata ilustrasinya bagus. Terutama bagian menyatukan dua keluarga besar (ilustrasi no 10).

Yah sambil kontemplasi juga sih akhirnya: oh ternyata begini ya, oh ternyata begitu ya.

Bacaan ringan penuh makna yang cukup menarik! Eh tapi kontennya gabisa ditelan mentah-mentah sih, ada lumayan banyak poin yang saya kurang setuju. Jangan terlalu diambil hati juga hehe.
Stefanny Natalia
Jan 11, 2018 rated it really liked it
suka banget sama illustrasinya. untuk kontennya sebenernya cukup menyenangkan, cuma ada beberapa yg saya kurang setuju,karna kurang cocok dengan budaya di sini (padahal penulisnya orang Indo) . dan juga saya merasa penulisannya mengarah ke "mengejek" wanita yg sudah berpasangan...
jadi selama membacanya ,saya selalu menjaga mindset saya supaya gak terlalu terpengaruh juga,karna pada akhirnya setiap wanita akan datang masa "panggilan" untuk memiliki pasangan dan membina sebuah keluarga.
...more
Ossy Firstan
Dec 26, 2017 rated it liked it
Shelves: pinjam
Saya suka sekali ilustrasi di buku ini. Menarik dan cantik banget.
Buku ini membuat saya semakin bersyukur menjadi single dan terus ingin menjadi single. >.<
Sayangnya, ada beberapa hal yang kurang saya sukai di sini, mungkin karena kurang sependapat saja. Terutama kegiatan membanding-bandingkan lajang dan in relationship yang terlihat agak menyudutkan.
Sekali lagi, suka sekali ilustrasinya ^^
Ega
Dec 25, 2017 rated it it was ok
Beberapa relatable, beberapa cuma komen sarkastis yang tidak koheren karena beberapa nomor mengindikasikan lajang harus pura-pura terlihat bahagia, tapi yang lain mendorong untuk menghargai diri sendiri.
Mau lajang atau menikah, setiap orang bisa memilih untuk bahagia.
Ririn
Sep 18, 2017 rated it liked it
2 bintang isinya, 6 bintang ilustrasinya.
Gileeee... emte ngeluarin buku kumpulan ilustrasi ngga sih? I'd buy the shit out of THAT book.
and judulnya bukan harusnya 69 things to be grateful for being single ya?
...more
Aiko
Oct 02, 2017 rated it it was ok
Shelves: 2017-bought
Having just finished Feby's other book, Bukan Perawan Maria, I'm questioning everything about this book. It's like a Buzzfeed article in a book format, so yeah.

The illustrations are AMAZING though. I am seriously considering ripping off my favorites and using them as decoration!
...more
aimi
Jan 17, 2020 rated it it was ok
Bacaan ringan yang mudah difahami dan dihabiskan pada satu hari.
Ilustrasinya sangat cantik dan menarik.
Sayangnya, naratifnya di tahap biasa-biasa.

Menjadi bujang atau berkahwin, adalah nikmat yang perlu disyukuri atas apa adanya.

*buku dibaca di apps iPusnas
Nadyarzkta
Jul 16, 2019 rated it really liked it
Lucu ilustrasi atau gambarnya. Gara2 itu jadi ga sadar udah sampai halaman terakhir. Walau banyak bgt yg ga sesuai pandangan saya, tapi it's okay to me. I like it karena bukunya ringan di baca di kala sedang santai di rumah. ...more
Maghfira Aulia
Jan 04, 2018 rated it it was ok
Ilustrasinya sedap
Nunik Kartikarini
Jun 12, 2019 rated it liked it
ilustrasinya bagusss. tapi narasinya serasa separuh kosong
Dion Yulianto
Oct 16, 2017 rated it it was ok
Ilustrasi MT memang josssssss
Wiwinndut
Apr 15, 2021 rated it it was ok
Berisi kutipan alasan untuk sendiri.
Lailianii
Feb 17, 2019 rated it it was ok
Ilustrasi nya cantik namun sayang penggunaan bahasa sedikit kurang nyaman dibaca karena seakan membandingkan dengan mereka yg telah menikah.
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Di Tanah Lada
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Jakarta Sebelum Pagi
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Zero Waste Adventure
  • Lampau
  • Misteri Miranti
  • Sustaination: Zero Waste Bukan Hanya tentang Mengganti Sedotan Plastik
  • The Question of Red
  • Resign!
  • Almond
  • Rainbirds
  • Heart Reset
  • Laut Bercerita
  • Semua Ikan di Langit
  • The Perfect World of Miwako Sumida
  • Princess Ellie's Starlight Adventure
  • 82년생 김지영
See similar books…
36 followers
Feby Indirani, Journalist and Writer, started to write since elementary school, beginning with a diary. When in high school, she got 2nd place in an essay contest for teen organized by Gadis magazine, and was actively involved in a school publication. She went to Universitas Padjadjaran, majoring in journalistic, and joined djatinangor student publication. Feby won an Essay Writing Competition for ...more

Related Articles

Juneteenth, observed on June 19th each year, is an American holiday commemorating the day in 1865 when the last enslaved people in Galveston,...
139 likes · 19 comments