Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional” as Want to Read:
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional

4.29  ·  Rating details ·  112 ratings  ·  30 reviews
Di Indonesia, berkulit putih dipandang sebagai norma kecantikan. Obsesi memiliki kulit putih membuat produk pemutih kulit menduduki tempat teratas dalam penjualan industri kosmetik. Dari mana obsesi itu bermula, dan apa makna sosial-politik berkulit putih di Indonesia?

Bahkan jauh sebelum masuknya kolonialisme Barat, perempuan berkulit putih sudah dianggap sebagai ideal kec
...more
Paperback, 254 pages
Published July 2017 by Marjin Kiri (first published February 28th 2013)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Putih, please sign up.

Be the first to ask a question about Putih

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.29  · 
Rating details
 ·  112 ratings  ·  30 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
Teguh
Jul 30, 2017 rated it really liked it
Buku ini adalah guncangan intelektual yang ajaib. Bagaimana tidak, saya yang meyakini sejak lama bahwa putih selalu identikan dengan kepentingan bisnis kosmetik dan rasis semata, mendadak semakin terperangah oleh paparan buku ini.
Dengan gamblang dijelaskan (meski saya harus berulang kali membalik ulasan soal dasar teori afeksi yang dipergunakan oleh penulis) bahwa putih sudah menjadi standar kecantikan bahkan sejak Ramayana. Terus berlanjut ketika Belanda datang, Jepang datang di masa kolonial.
...more
miaaa
Oct 28, 2017 rated it really liked it
Finally I can finish this book, went on a trip whilst half through the book, and it's such an eye opener.

When I was child, I often heard someone told my mum "Oh so this is the eldest? She's white!" and I thought -whilst looking at my arm "What do you mean with white? I'm brownish". Then when I went to university in Malang several time I heard few said they've met only few whitish Bataknese and asked if that is certain Bataknese's tribe traits.

I have never think about my skin colour, in fact I wo
...more
Dea Basori
Dec 31, 2019 rated it it was amazing
Saya merasa begitu banyak mendapatkan pandangan mengenai asal-usul superioritas kulit putih dari buku Putih karya L. Ayu Saraswati yang diterbitkan oleh Marjin Kiri. Apa yang saya baca dari buku Putih ini sangat memberikan komprehensif menjelaskan bagaimana superioritas terhadap kulit yang disebut Putih ini berasa, sehingga tidak mungkin diringkas dalam satu judul. Saya pun merasa perlu turut mengapresiasi Ninus Andarnuswari karena terjemahannya sangat bagus dan rapih serta kontekstual namun tet ...more
Kahfi Ananda
Oct 03, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Secara garis besar, buku ini sangat relevan untuk urusan memetakan sejarah panjang kecantikan. Adapun buku ini sejatinya merupakan kajian gender yang kemudian dipadukan dengan kajian sejarah berbalut ekses sosiologi.
Meskipun dari segi bahasa agak terlihat sukar untuk dipahami, namun buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca terutama bagi yang ingin memahami persoalan terkait warna kulit, ras dan gender perihal kaitan nya dalam merekonstruksi dan mengendalikan perempuan terutama wajahnya.
Marina
** Books 04 - 2020 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2020

3,6 dari 5 bintang!


Ketika aku berkunjung ke Pameran buku Patjarmerah di M Bloc hari kamis lalu aku sudah penasaran sama buku ini apalagi sinopsisnya yang menjelaskan tentang kenapa warna kulit putih menjadi standar kecantikan untuk wanita di indonesia?

Setelah membaca buku ini saya mengetahui bahwa perjalanan itu sangatlah panjang. Dimulai sejak jaman Kitab Ramayana lalu berlanjut ke iklan-iklan kecantikan tentang ku
...more
Jimmy
Oct 15, 2019 rated it really liked it
Menarik!

Saya cuma bisa bilang... kalau mau tahu kenapa kulit putih dijadikan standar kecantikan, bacalah buku kajian ini.

Oh ya, ternyata ada juga "penggemar" kulit putih yang memilih-milih, bahkan (cenderung) rasis.
...more
Indah Threez Lestari
752 - 2019
Vivi Dael
Feb 01, 2018 rated it really liked it
Sewaktu masih duduk di sekolah menengah, di sela-sela jam pelajaran, teman-teman perempuan saya selalu sibuk membicarakan kosmetik atau bahan racikan pemutih, mulai dari wajah hingga seluruh badan. Katanya, mempunyai kulit gelap sudah menjadi kebiasaan dikucilkan dan menjadi bahan tertawaan. Dan benar, saya punya seorang teman berkulit gelap yang sudah akrab disapa ‘Si Hitam’ oleh seluruh siswa, bahkan guru-guru. Teman saya pun sama sekali tidak merasa tersinggung atau marah, seolah ia menerima ...more
Arya Harsono
Aug 31, 2020 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: kindle
This book has been on my list for some time and I am glad to be finally reading it. In the midst of the George Floyd protests and racism/anti-racism dialogues across social media, Seeing Beauty, Sensing Race in Transnational Indonesia is certainly a relevant addition to the suggested literature. (But keep reading and educating!! Stamped: Racism, Antiracism, and You, How to Be an Antiracist - hell, even White Fragility: Why It’s So Hard for White People to Talk About Racism, if its your first for ...more
S Azizah
Sep 16, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional.

 

“Fir, kamu cantik deh kalau putih” dan rentetan turunannya.

Tumbuh besar dengan entah-pujian-entah-hinaan seperti itu, membuat saya bertanya-tanya sepanjang hidup saya. Mengapa saya baru “cantik” kalau putih? Apakah kulit saya yang kurang putih menjadikan saya jelek? Pertanyaan-pertanyaan itu memupuk di sudut benak saya, menumbuhkan rasa malu, minder, bahkan pernah mengutuk warna kulit saya sendiri karena bukan putih!

Warna kulit
...more
Spica
Nov 11, 2020 rated it it was amazing
Dari kecil, saya sering bertanya-tanya, "Kenapa, sih, orang yang kulitnya gelap cenderung lebih sering dikucilkan daripada mereka yang berkulit terang (termasuk saya)?"

Bahkan ketika pujian-pujian datang ke saya karena warna kulit saya yang jadi idaman banyak orang di Indonesia, saya tidak tersanjung. Yang ada di benak saya justru, "bagaimana kalau saya lahir lebih gelap dari saya yang sekarang?"

Buku ini cukup membuat saya kenyang dari pertanyaan-pertanyaan saya selama ini. Oleh Kak Ayu Saraswati
...more
Iis
Sep 08, 2020 rated it it was amazing
Buku yang menambah wawasan dengan merunut bagaimana kulit putih menjadi konstruksi kecantikan dari segi historis. Di mulai dari zaman prakolonial, kemudian menuju ke masa kolonialisme, dan pasca kolonial hingga mencetuskan frasa 'putih kosmopolitan'.

Bagaimana putih diartikulasikan melalui beberapa masa, bagaimana citra putih menjadi bahan bakar iklan-iklan dan majalah perempuan, bagaimana standar cantik ini menciptakan produk pemutih kulit yang dibuat industri kosmetik global.

Dengan memakai b
...more
Qinthara
Feb 18, 2019 rated it it was amazing

Membaca buku ini seperti menembus ruang dan waktu. Dengan banyaknya data yang ditampilkan, membuktikan bahwa standar kecantikan kulit putih telah mengakar cukup kuat dalam masyarakat Indonesia.
Berawal dari kisah Ramayana dan Sita, iklan-iklan yang muncul pada masa kolonial Belanda dan Jepang, hingga pop culture pada masa sekarang ini. Iklan-iklan yang bermunculan menyiratkan pesan bahwa kulit putih dianggap lebih menarik, lebih disenangi, dan seakan-akan memiliki superioritas dalam konstruksi ma

...more
Sekaringtias
Jan 25, 2020 rated it liked it
Shelves: on-women
Let me begin with, this book is really academical, despite the somewhat 'pop' cover. As to be expected from its title, the book really digs deep and cross-reference many, many sources to explain how beauty is defined and how light skin is perceived to be the ultimate beauty. It is really interesting, solid, and Saraswati's passion in this field is shown so bright by how vast the angle she puts into this research but also with its depth. The three-star is only because I'm not used to such form of ...more
Krisno Wahyudha
Dec 24, 2020 rated it it was amazing
Aku baca buku ini dengan bertanya "knp sih di Indonesia kulit harus putih dulu baru disebut cantik? " kok hanya wanita yang mesti ada keharusan penilaian seperti itu. Dan pertanyaan lainnya.

Tampaknya jawaban yang ilmiah baru bisa ditemukan di buku ini. Disusun berdasarkan kajian-kajian historis, iklan, dan wawancara wanita modern abad 21.

Dengan instrumen yang difokuskan yaitu afek. Buku ini mencoba menjabarkan proses konstruksi soal putih sebagai warna yang diinginkan.

Pantas diapresiasi.
...more
arneta
Apr 17, 2021 rated it really liked it
Buku ini membahas tentang kecantikan lintas budaya & negara dan bagaimana ‘putih’ itu superior. Saraswati memaparkan sejarah perkembangan standar kecantikan dari prakolonial-pascakolonial dan bagaimana afek masyarakat mempengaruhi.Topik yang diangkat seru, sebenarnya. Penjelasannya juga detail dan objek analisisnya dekat dengan kita. Hanya saja karena buku ini merupakan terjemahan dari jurnal ilmiah, jadi bacanya sedikit puyeng dan lambat soalnya serasa dihantui jurnal kuliah🥲 Tapi bagus, serius ...more
Ainun Mutmainnah
Sep 08, 2017 rated it really liked it
saya harus mengakui pada akhirnya kebanyakan perempuan Indonesia menginginkan kulit putih--hal ini tidak lepas dari sejarah. menjadi putih pada akhirnya adalah sebuah ritual yg tidak ada habisnya, maka jangan heran krim pemutih di negeri ini selali laris manis. disajikan dengan apik, mudah dimengerti, dan bisa menjadi bahan pertimbangan--setidaknya untuk saya--untuk apa menjadi putih? marjin kiri juga oke oke nih bukunya. salut.
Winnie Sutanto
Jan 12, 2018 rated it it was amazing
langsung saya kasih rating lima! Alasannya simpel, agak susah mendapatkan buku yang membahas secara matang dan jelas tentang konstruksi kecantikan transnasional Indonesia. Tapi, buku ini mampu mengupas sejarah kecantikan di Indonesia (diperkuat dengan data di beberapa kota besar).
Buku ini memang layak diapresiasi demikian.
Semoga menjadi gebrakan baru terkait obsesi orang-orang Indonesia untuk menjadi "putih".
Salut mbak Ayu Sarasvati!
...more
Tara Reysa
Nov 29, 2020 rated it really liked it
Buku ini menjawab banyak peryanyaan saya sebagai perempuan Jawa dengan kulit gelap. Konstruksi kulit putih dijelaskan secara historis, serta kaitannya dengan ras, gender, dan wacana ruang. Konsep 'afek' yang digunakan memang perlu pemahaman mendalam, tak cukup hanya dari buku ini saja. Membaca buku ini serasa melakukan literature review untuk tugas kuliah, jadi cukup membosankan. ...more
Arif Abdurahman
Jan 09, 2018 rated it really liked it
Kenapa kudu putih? Jawaban praktisnya mungkin sering kita dengar, dan memang tepat: korban iklan. Tapi jika ingin lebih gamblang, Buku ini jawabannya. Menjelaskan dari kontruksi kecantikan putih sejak masa prakolonial sampai hari ini, dengan studi sejarah dan beragam kajian gender, ras, sampai budaya populer.
Samuel
Mar 05, 2018 rated it it was amazing
Shelves: race
A book that managed to provide the foundations to understand the affection-transnational framework behind the perception of being “white” in Indonesia. A must read for those who wanted to expand the various crossroads that define race in this country.
There’s more to us than just what the state defines in cliched National Unity rhetorics
Martinus Danang
Nov 14, 2019 rated it really liked it
Buku ini secara gamblang menjelaskan bahwa warna kulit putih sebagai standar kecantikan adalah bentuk dari rasialisme di mana putih selalu identik sebagai baik dan gelap/hitam selalu identik sebagai buruk
Natrila Femi
Sep 11, 2018 rated it it was amazing
Walau kuakui rada njlimet yang baca karena penuh dengan referensi ke jurnal-jurnal, bahasannya seger banget dan menarik melihat bahwa norma kecantikan putih bukan hanya produk dari kolonialisasi zaman Belanda dan Jepang. Mashook dalam buku favoritku sepanjang 2018 ini!
Vla Sibarani
Sep 07, 2017 rated it really liked it
Recommended to Vla by: Marjin Kiri Publisher
Ambisius dalam cakupan sejarahnya dan inovatif dalam pendekatan kajian budaya feminisnya terhadap studi ras.
Noyara
Mar 06, 2020 rated it really liked it
Tentang kecantikan dan standar "putih" yang mengakar (tidak hanya) di Indonesia. ...more
M. Tiyasaa
More than just a knowledge how this all whiteness got into the Indonesian culture. Many interesting background stories with some data to understand better this reality.
Qinthara
Mar 24, 2020 rated it it was amazing
Menyadarkan kita bahwa standar kecantikan berkulit putih bukanlah patokan umum dan mutlak untuk terlihat cantik
Grisselda
Sejak kapan putih jadi warna yang diidolakan dan dilekatkan dengan simbol kecantikan?⁣

Di buku ini penulis mengajak pembacanya menelusuri beberapa periode waktu di Indonesia.⁣

Sebelum dijajah, Indonesia ternyata sudah punya kecenderungan menyukai warna kulit terang. Penulis menyoroti puisi epos Ramayana yang diadaptasi dari India. Contohnya, Sita berkulit terang, Prabu Rahwana yang jahat berkulit gelap. Sadar tak sadar, terang selalu diasosiasikan dengan yang positif, sedangkan gelap yang negati
...more
Meutia Faradilla
I read the Indonesian version of this book (published by Marjin Kiri and its translation is excellent) and I will recommend women to read this book. As a feminist, this book helped me to look clearly on the white obsession in Indonesia. Some people will blame it to the capitalist agenda, colonialist agenda/effect, but this book explains that Indonesian's obsession on white/fair skin go way long before that. The historical aspects the author discussed in this book gave clear insight about it. One ...more
Agung
Jun 20, 2018 rated it it was amazing
Ketika saya melihat judulnya, saya langsung tertarik karena inilah buku yang sejak dulu saya cari-cari. Mengapa saya cari? Karena sejak kecil tanpa disadari, saya pun menganggap bahwa kulit putih adalah warna yang bagus, indah, dan memukau. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan semakin tua umur saya, saya jadi bertanya-tanya kenapa kulit putih itu lebih superior dibanding warna kulit sawo matang dan warna kulit hitam. Dan, di buku inilah penelitian tersebut dijelaskan secara cukup baik dan berda ...more
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Woman at Point Zero
  • Pulang
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Orang-Orang Oetimu
  • Man Tiger
  • I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki
  • Filosofi Teras
  • Aib dan Nasib
  • Jejak Langkah
  • Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?
  • Laut Bercerita
  • Tempat Terbaik di Dunia: Pengalaman Seorang Antropolog Tinggal di Kawasan Kumuh Jakarta
  • The Boy, the Mole, the Fox and the Horse
  • Cows, Pigs, Wars, and Witches: The Riddles of Culture
  • Saman
  • Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia
  • Perbudakan Seksual
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
See similar books…

News & Interviews

These twelve books are so consistently adored, they have become regulars month after month in our data of most popular and most read books on...
136 likes · 52 comments