Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Bukan Perawan Maria” as Want to Read:
Bukan Perawan Maria
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Bukan Perawan Maria

4.05  ·  Rating details ·  180 ratings  ·  38 reviews
Buku Kumpulan Cerita karya Feby Indirani, Bukan Perawan Maria (Pabrikultur, 2017) adalah sebuah kado pertama dari kampanye ini untuk Anda.

Dalam dunia yang tuntas dicipta Feby, kita menjumpai malaikat yang ingin cuti, babi yang punya permintaan mengharukan, tanya jawab di alam kubur yang melenceng dari harapan, atau seorang pelaku teror yang terguncang di ruang tunggu akhir
...more
Paperback, 206 pages
Published May 2017 by Pabrikultur
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Bukan Perawan Maria, please sign up.

Be the first to ask a question about Bukan Perawan Maria

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.05  · 
Rating details
 ·  180 ratings  ·  38 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Bukan Perawan Maria
Ursula Florene
Aug 26, 2017 rated it it was amazing
Buat yang lemah iman, Bukan Perawan Maria (BPM) tak akan menjadi bacaan yang tepat. Kecuali kesabarannya seluas Sahara dan pemikirannya tak serapat Jepang di masa sakoku

Dalam BPM, Feby membawa pembaca melihat potret kehidupan umat beragama, yang mayoritas muslim, di Indonesia. Kalau kalian rajin mengikuti berita peristiwa kelompok beragama dari tahun ke tahun, pasti tidak akan asing dengan kisah-kisah di kumpulan cerpen ini.

Kisah pertama adalah Baby Ingin Masuk Islam, yang mungkin kalau dari j
...more
Hestia Istiviani
Feb 15, 2018 rated it really liked it
Terima kasih kepada Jurnal Ruang yang sudah memperkenalkan dengan sebuah tulisan menarik. Judul Bukan Perawan Maria sebelumnya pernah sempat mampir dalam feed Instagram. Tapi waktu itu, belum merasa penasaran sehingga berita kabarnya cuma sekedar lewat saja.

Konten Bukan Perawan Maria berupa kumpulan cerita yang memiliki satu tema besar: Agama dan Perempuan. Ya, dalam beberapa kisah Feby Indirani, sang penulis, membahas mengenai agama. Dan pada beberapa judul lainnya menggabungkan dua hal terseb
...more
Raafi
Jun 18, 2021 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2021, asli-indonesia
Buku ini amat segar dengan mengangkat tema religi yang berpadu dengan unsur magis/fantasi. Tidak heran kalau buku keduanya "Memburu Muhammad" (yang belum kubaca tapi kuyakin punya tema serupa dengan buku pertama ini) masuk nominasi PNFI Awards 2020 yang lalu.

Baru mencapai cerpen kelima atau keenam (aku tipe pembaca cerpen yang runut sesuai halaman) saja sudah banyak hal menggemuruhkan pikiran. Iman dan logika bertarung untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang kafir dan man
...more
Puty
Jun 14, 2021 rated it liked it
'Bukan Perawan Maria' adalah buku pertama dari trilogi Islamisme magis karya Feby Indirani. Berisi 19 cerita pendek, buku ini menyindir berbagai fenomena yang terjadi atas nama agama, mulai dari poligami sampai bom bunuh diri, dari toa masjid dini hari sampai nafsu kita untuk mencapai surga. Ya, bukunya fiksi surealis kok, walau saya tahu bahwa ini pasti akan menyinggung orang-orang yang mudah tersinggung ;)

Menurut saya buku ini menarik sekali sebagai bahan refleksi tentang bagaimana kita memakn
...more
ucha (enthalpybooks)
Tahu pertama buku ini ketika berkunjung ke acara ASEAN Literary Festival 2017 di Kota Tua Jakarta. Karena hanya melihat sekilas, saya kira buku itu semacam buku puisi yang ditulis perempuan penganut Katolik.

Lama tak terkait, akhirnya membaca juga buku ini karena jadi bahasan perdana pada #PiknikPustaka hari minggu lalu. Dan ternyata saya salah dua kali : 1. buku ini adalah kumpulan cerita, 2. dan hampir semuanya bertema tentang agama Islam.

Dari cerita pertama bakal bikin berdecak. Lanjut juga c
...more
Liquidambar (Into the Wildlang)
Questa è stata la mia prima esperienza con la letteratura indonesiana, e questi racconti, narrati con uno stile semplice, diretto, ma con un tocco di "realismo magico", sono stati particolarmente illuminanti nel sottolineare con chiarezza il ritratto di un Paese fortemente ancorato alla religione musulmana, legato ad una società patriarcale soffocante e adombrato da episodi di integralismo religioso che sfocia nell'oscurantismo fanatico.
Ma Indirani indica con fare giocoso le contraddizioni, i v
...more
Mia Prasetya
Sep 20, 2017 rated it really liked it
Bacaan berbahaya! Bisa buat senyum-senyum sendiri, senyum kocak, senyum miris, senyum getir. Favorit saya adalah cerita awal tentang Baby dan kisah Maria yang jadi penutup.
Marco
Jun 02, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Libro molto istruttivo, non mi sembra esista uno stile analogo anche per il cristianesimo, pone delle domande come approfondimento, per riflettere sorridendo, per provare a uscire dal dogmatismo intransigente, dall'integralismo, con racconti a volta paradossali, altre volte realistici. ...more
Nabila Budayana
Aug 01, 2017 rated it really liked it
Bukan Perawan Maria” seakan berteriak di tengah padat dan ruwetnya saling hantam melalui media sosial perihal ke-Tuhan-an, rasa paling benar, dan argumen-argumen yang semakin membingungkan.


Baby terperangkap dalam sebuah perdebatan alot dalam sidang majelis. Semua hadirin memperdebatkan nasibnya, perkara boleh atau tidak boleh. Ini tentang Baby, seekor babi yang ingin masuk Islam. Kisah itu membuka kumpulan cerita pendek “Bukan Perawan Maria”.


Feby Indirani, penulis dan praktisi media ini membawa
...more
Hera Diani
Jun 13, 2017 rated it really liked it
Senang bacanya! Baik tulisan maupun gayanya mengingatkan pada Danarto, yang karyanya sering bertema sufistik. Semuanya satir tentang umat Islam, cerpen-cerpennya menggigit dan humoris tapi jernih, tidak pretensius dan tidak provokatif hanya untuk sekedar ingin provokatif. Mengajak kita menertawakan diri sendiri. Akan lebih terasa lucu membacanya, seandainya saja situasi keagamaan di negara ini tidak sevulgar sekarang.
Sundea
May 19, 2019 rated it it was amazing
Buku ini keren adanya. Review Dea selengkapny di sini ya:

http://www.salamatahari.com/2017/09/r...
...more
Hanafm
Jun 10, 2021 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ten Alten
Nov 18, 2018 rated it really liked it
Shelves: mine, self-publish
"Relax, it's just religion."

Percaya nggak kalo aku baca ini hanya dalam sekali duduk? Aku baca ini hanya dalam waktu sekitar 2 jam. Yes, ngebut. 😂 Rasanya nggak rela untuk naruh meski hanya sebentar.

Untuk membaca buku ini, diharapkan menjernihkan pikiran dulu. Buku ini berisi beberapa kumpulan cerita yang bisa membuat meledak sebagian orang yang nggak bisa menerima dengan jernih. Jadi, jangan baca sebelum membuka pikiran, hohoho.

Penuh dengan satire yang membuat kita melihat dari sudut pandang ya
...more
Gloria Fransisca Katharina
Oct 12, 2017 rated it it was amazing
Buku terbaik yang saya baca tahun ini. Mengapa? Buku ini mengemas dengan sangat ciamik problem masyarakat dalam cerpen-cerpen yang asik dibaca. Gaya bahasa Mbak Feby juga sangat menggelitik, satir, dan sisi lain sangat iseng.

Salah satu yang paling sukses membuat saya tertawa adalah membaca penggambaran tentang keyakinan untuk menjalankan misi agama demi bertemu 72 bidadari yang masih perawan, cantik, berkulit putih, dan akan diperawani oleh lelaki yang sukses melakukan aksi agama.

Mbak Feby bis
...more
Gianni Reiza Maulania
Alkisah suatu komunitas Muslim dikejutkan oleh kabar yang dibawa oleh Kyai Fikri, bahwa salah satu babi piaraannya yang bernama Baby, menyatakan ingin masuk Islam. Majelis pun menyidang Kyai Fikri atas pernyataannya yang kontroversial ini. ⁣

"Baby menunjukkan kesungguhannya untuk masuk Islam, dan saya termasuk orang yang percaya, hidayah bisa mengubah dan menyentuh siapa saja."⁣
"Maaf Kyai," ujar seorang peserta majelis. "Apakah itu berarti Baby akan mengubah perilaku-perilaku anehnya?"⁣
"Aneh itu
...more
Natasha
Nov 05, 2017 rated it really liked it
Tepuk tangan dulu dong buat Mbak Feby! *prokprokprok
Kumpulan cerpen Bukan Perawan Maria ini sukses bikin aku terkekeh-kekeh. Meski aku bukan Islam, tapi aku cukup akrab dengan kepercayaan dan ritual keagamaannya. 72 bidadari, Lafas 411, kunci jawaban di alam kubur, tanda bekas sujud di kening, dan lain-lain.
Mbak Feby sukses "menggelitik" kepercayaannya sendiri. Cocok dengan movement yang ia buat : Relaksasi Beragama. Saya juga sepakat bahwa dalam beragama, kita harus rileks tak usah terlalu kaku
...more
Nda
Aug 29, 2017 rated it really liked it
Shelves: 2017-book
Buku pertama Mba Feby yg aku baca. Hasil penasaran abis ikutan acaranya bareng dosenku, di AFL.

Ini bukunya ringan, tapi bikin mikir yg lumayan agak serius. Makanya pas baca buku ini, badan mesti rileks, kepala mesti dingin. Buka hati, buka pikiran. Asli bacanya tuh mesti kayak makan sesuai anjuran ahli kesehatan. Kudu banget dikunyah baik-baik baru ditelan kan biar dapet rasanya, dapet nutrisinya. Jangan kayak makan bakso panas, kunyah sekali trus telen. Yang ada malah keselek trus kesel.

Honest
...more
Christmastuti
Jul 10, 2017 rated it really liked it
Kumpulan cerita pendek yang membahas gesekan mayoritas-minoritas, kepercayaan, terjebak dalam mitos agama, dan segala hal perihal samar antara kepercayaan dan agama. Cerita sederhana dari keseharian yang sering terjadi dalam hidup dan kondisi akhir-akhir ini di Indonesia. Seperti tagarnya #RelaksasiBeragama, buku ini mengajak kita untuk meninjau kembali cara kita beragama dan hidup dengan sesama.
Alice Pettenò
Apr 14, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Feby Indirani ci regala dei racconti di stampo islamico ma scritti in maniera diretta e popolare. Un viaggio nelle viscere dell’Islam attraverso favole e piccole satire su temi e situazioni che riguardano la religione. Attraverso una scrittura magica si creano situazioni surreali, si evocano personaggi immaginari come fate o diavoli, animali che parlano ed ambiguità. Racconti brevi e piacevoli, leggeri e sfacciati. Un libro coraggioso di un’auto e indonesiana che ha osato tanto.
Gaia Noboa
May 24, 2020 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Che dire? Una dura verità che incontra la satira in una unione armoniosa e di forte impatto. Ogni racconto è una storia a sè, che delinea il disegno arzigogolato delle credenze religiose e tradizionali Indonesiane, trattando tematiche molto attuali. E' un libro che suscita nel lettore vari sentimenti, anche contrastanti tra di loro: incredulità, amarezza, ilarità ecc. consigliato! ...more
Jimmy
Jul 25, 2019 rated it really liked it
Temanya cukup sensitif (bahkan mungkin sangat sensitif bagi sebagian orang). Namun, ketika saya mengobrolkan buku ini dengan orang-orang yang "santai", kami malah senyum-senyum, bahkan tertawa, saat berbagi cerita. Rasanya menyenangkan ketika bisa bebas bertanya ini dan itu tanpa merasa dicurigai punya agenda tersembunyi---karena bertanya memang untuk menambah wawasan. Yekaaan? ...more
Agoes
Jan 17, 2018 rated it really liked it
Shelves: fiksi-indo
Ceritanya lucu dan banyak yang nyeleneh, menyinggung topik yang mungkin cenderung dianggap tabu di Indonesia, yaitu agama.

Sementara saya kasih nilai 4 bintang karena editingnya kurang bagus, ada salah penempatan kata dan typo. Tapi konten ceritanya sih bagus dan lucu.
Teguh
Feb 03, 2018 rated it liked it
sangat berani. dan kritikannya dalam banget soal cara beragama kita.
mengingatkan lagi kalau beragama itu tidak hanya purna dalam peribadatan fisik semata.
kudu peduli sekitar, dan hormat pada kemanusiaan.
Angelina Enny
Sep 27, 2017 rated it really liked it
Cerita-ceritanya menggelitik, bikin tersenyum miris membandingkan fiksi yang benar-benar terjadi di masyarakat kita. Ada beberapa typo dan uniknya nama Aini dipakai untuk nama sebagian besar cerita tentang perempuan di sini.

Cerita kesukaan saya adalah Perempuan yang Kehilangan Wajahnya.
Aldilia Wyasti
Dec 06, 2020 rated it it was amazing
Mindblowing!!
Trinanda Iriyanti
Sep 15, 2017 rated it it was amazing
Terima kasih Mbak Feby, karena telah membuat cerita manis dari nyinyiran2 di kepala saya 😂
Fauziah Hafidha
Dec 08, 2018 rated it it was ok
Topiknya menarik..tapi bukan jenis penulisan yang saya suka~
Nadya Safitri
May 07, 2020 rated it really liked it
Cerpen yang bagus tapi ngga buat yang lemah iman ya hihi, buat gue ga semua ceritanya relate sih cuma keren worth to read!!
Ratna Agustina
Mar 14, 2020 rated it it was amazing
Unik dan menggelitik
Mengusik hati supaya tak jadi picik
Siti Kurniaty Rasyad
Nov 08, 2020 rated it really liked it
bahasanya sederhana. Isu yang diangkat menarik. Bagi saya, bukan cerpen yang mengaduk emosi pembaca.
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Sister Fillah, You'll Never Be Alone
  • Scheletri
  • L'acqua del lago non è mai dolce
  • A Babbo morto: Una storia di Natale
  • Sembrava bellezza
  • Man Tiger
  • Stai zitta
  • The Clothes They Stood Up In
  • Una storia americana. Joe Biden, Kamala Harris e una nazione da ricostruire
  • If This Isn't Nice, What Is?: Advice for the Young
  • Signorina
  • Aib dan Nasib
  • Manuale per ragazze di successo
  • Questa è l'America: Storie per capire il presente degli Stati Uniti e il nostro futuro
  • Almarina
  • La straniera
  • Tutte le ragazze avanti!
  • The Wandering
See similar books…
36 followers
Feby Indirani, Journalist and Writer, started to write since elementary school, beginning with a diary. When in high school, she got 2nd place in an essay contest for teen organized by Gadis magazine, and was actively involved in a school publication. She went to Universitas Padjadjaran, majoring in journalistic, and joined djatinangor student publication. Feby won an Essay Writing Competition for ...more

Related Articles

Trying to bust a reading slump? No time to sink into a long novel? Prefer plots that can be contained in a handful of pages? Then a short story...
81 likes · 13 comments