Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Non-Spesifik” as Want to Read:
Non-Spesifik
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Non-Spesifik

by
3.90  ·  Rating details ·  71 ratings  ·  13 reviews
Saya tergoda dan “terluka” oleh judul buku puisi ini. Judul yang non-puitik ini sepadan dengan perangai sajak-sajak Anya yang merongrong ketenangan dan ketenteraman jiwa.
—Joko Pinurbo, penyair

Memilukan tapi tidak cengeng. Membacanya kita seperti mengais wajah kita sendiri.
—Oka Rusmini, penyair

… keberanian yang mereka tawarkan menghuni pikiran saya untuk waktu yang lama.
...more
Paperback, 150 pages
Published May 22nd 2017 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Non-Spesifik, please sign up.
Popular Answered Questions
Gratiagusti mohon maaf, ini perhitungan dari penerbit. semoga harga dan isinya seimbang. :)

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.90  · 
Rating details
 ·  71 ratings  ·  13 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Non-Spesifik
Raafi
May 25, 2017 rated it really liked it
Shelves: 2017, indonesia
Ulasan lengkap: bit.ly/BibliNonSpesifik

Menghabiskan malam dengan membaca buku puisi yang beberapa di antaranya juga bercerita tentang malam yang sunyi, temaram, bahkan gelap memang memberikan sensasi tersendiri.

Aku kembali dibuat hanyut dengan diksi non-puitis Anya dalam buku terbarunya kali ini. Buku yang dibagi menjadi tiga bagian yang dinamai "Episode" ini memberikan suguhan berbeda dari setiap episodenya, yang bisa dibilang tidak memiliki keterkaitan di antaranya, sangat random. Yang paling
...more
Teguh Affandi
Jan 20, 2018 rated it really liked it
Semenjak buku ini pertama kali mejeng di toko buku, saya bolak-balik mempertimbangkan untuk membawanya ke kasir. Karena buku pertama Anya, Kota ini Kembang Api sangat saya sukai. Namun, saya baru berkesempatan memilikinya secara penuh, setelah mendapatkan kiriman paket dari gramedia yang salah satunya adalah buku ini.

Jelas, puisi dalam buku ini berisikan kesepian, kosong, dan hal-hal yang membuat malam saya semakin kelam. Saya suka bahasa Anya yang tidak aneh-aneh, bentuk puisi juga tidak merumi
...more
mei
May 26, 2017 rated it really liked it
sebenarnya bacaan saya yang belum selesai masih banyak. tapi malam itu saya tiba2 dikasih rekumen ini, trus baru sempat baca tadi selama perjalanan dari bekasi-jakarta dalam keadaan mood agak berantakan dan super ngantuk tapi pas udah mulai baca langsung segerrrr.

puisi di buku2 ini menarik. seperti membaca diary atau bahkan seperti mendengar langsung obrolan dari penulisnya. ada beberapa puisi yang malah saya baca sambil di nyanyikan. soalnya kayak keren aja gitu kalau jadi lagu2 band pop-punk x
...more
Alvina
Jul 30, 2017 rated it liked it
Lama betul saya menamatkan buku ini. Padahal kota ini kembang api dulu bisa saya tamatkan tak lebih dari seminggu. Mungkin karena puisi puisi di non spesifik ini lebih panjang, lebih bercerita, lebih berparagraf. Sedangkan saya pribadi lebih menyukai sajak sajak yang singkat, pendek, sederhana.
Ini hanya masalah selera, tentu saja.
Wahyu Novian
Mar 18, 2019 rated it really liked it
Sebetulnya tidak mengerti betul tentang puisi. Tapi membaca buku ini, pulang kantor dan di kereta komuter, bikin ingin cepat-cepat sampai rumah. Untuk memeluk Tania. Mungkin itu cukup bikin saya bilang buku ini bagus sekali.
Devina Heriyanto
Feb 06, 2019 rated it it was amazing
Saya bukan anak sastra garis keras yang paham setiap metafora dalam diksi setiap puisi. Biasanya, saya malah bodoh saat membaca puisi. Tapi kata-kata dan cerita dalam Non-Spesifik ini terasa sangat akrab: seperti potongan-potongan pikiran yang ditemui di pinggir jalan di Jakarta.

Jangan sampai tertipu oleh judulnya: perasaan-perasaan yang ada dalam puisi-puisi ini seringkali sangat spesifik, mulai dari pengalaman menjadi ibu, perempuan, anak, maupun manusia-manusia baja di ibukota yang sudah lup
...more
Willy Akhdes
Oct 12, 2017 rated it liked it
Shelves: poems
TURIS ADALAH HANTU

gentayangan dari satu tempat ke tempat yang lain
habiskan kopi sambil membaca koran berisi berita-berita asing
tinggalkan tip sebelum menghilang di balik pintu
tertawa ceria
terpesona bangunan-bangunan tua
ambil gambar sana-sini
lalu janji kembali
walau tahu tak akan datang lagi

aku juga ingin berlibur
lalu jadi hantu
Antonius Wendy
Sep 02, 2017 rated it it was ok
Buku antologi ini adalah sebuah contoh nyata kuantitas di atas kualitas. Kau mungkin akan menemukan beberapa puisi berkualitas, tapi sayangnya tidak banyak yang bernilai dari buku ini.

(review ini akan saya update dengan ulasan yang lebih panjang).
Alien
Mar 28, 2019 rated it really liked it
Some poems spoke to me, some others did not. Normal. But as a concept (the font, the layout, the illustration, the different parts, the covers) this poetry book speaks loudly for itself and it is beautiful.
Nike Andaru
156 - 2019

Lebih suka buku ini daripada Kota Ini Kembang Api
...more
Balqisnab
Oct 20, 2019 rated it really liked it
Saya benar-benar suka cara anya menularkan amarah
Jeremy Randolph
Aug 07, 2019 rated it really liked it
Ini buku puisi pertama yang saya beli dengan kesadaran penuh (saya beli setelah bertemu langsung dengan Mbak Anya).
Dan buku ini akan selalu mempunyai nilai sentimental karena buku ini ada ketika saya terjebak di krl selama 6 jam, saat listrik jabodetabek tiba-tiba mati total.

Beberapa review dari penulis hebat seperti Eka Kurniawan dan Joko Pinurbo sudah sangat merangkum isi buku ini. Puisi-puisi Anya sangat anarkis, namun romantis. Kita dapat lihat dari gaya penulisan dan isinya. Perpaduannya
...more
Zahrah Nur Adilah
rated it really liked it
Apr 10, 2020
Ayudya Dhiranty
rated it it was amazing
Jan 11, 2018
Qonita
rated it really liked it
Feb 13, 2018
Adinda
rated it really liked it
Apr 17, 2018
Bramantio Bramantio
rated it liked it
May 24, 2017
Pasya Alfalaqi
rated it really liked it
Nov 18, 2018
Bernard Batubara
rated it really liked it
Jun 29, 2018
Findy Pradestra
rated it liked it
Oct 20, 2017
Fahrul Khakim
rated it it was ok
Apr 18, 2019
Putu
rated it really liked it
Nov 26, 2017
Leonart
rated it really liked it
Nov 05, 2017
Tenni Purwanti
rated it it was amazing
Sep 04, 2017
Intan Febriani
rated it really liked it
Nov 18, 2017
Dewi Michellia
rated it really liked it
Apr 21, 2018
Not A Single Name
rated it it was amazing
Jan 10, 2018
Laras
rated it really liked it
Sep 25, 2018
Fajar Riyanto
rated it really liked it
May 22, 2018
Sungu (husna)
rated it liked it
Oct 12, 2017
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Ibu Mendulang Anak Berlari
  • Perempuan Yang Dihapus Namanya
  • Museum Masa Kecil
  • Anjing Gunung
  • Manifesto Flora
  • Sergius Mencari Bacchus: 33 Puisi
  • We Are Nowhere And It's Wow
  • Sepasang Nila di Bahu
  • Momen
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Tang Ke Ting
  • Dentang
  • Salina
  • Hafalan Shalat Delisa
  • Noir Kota
  • Makramé
  • Semua Untuk Hindia
  • Perihal Gendis
See similar books…
Gratiagusti Chananya Rompas was born in Jakarta, 19 August 1979. She studied English Literature in Universitas Indonesia, Depok (2003) and received her masters in The Gothic Imagination from University of Stirling, Scotland (2005).

She is one of the founders of Komunitas BungaMatahari, a mailing list-based Indonesian poetry community that have embraced many poetry enthusiasts with its catchphrase “
...more

Related Articles

Every month is a good month to appreciate poetry, but in April it's an official thing. Founded in 1996 by the Academy of American Poets, Natio...
56 likes · 30 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »