Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Bilangan Fu” as Want to Read:
Bilangan Fu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Bilangan Fu

(Bilangan Fu #1)

3.86  ·  Rating details ·  2,485 ratings  ·  306 reviews
Yuda, "si iblis", seorang pemanjat tebing dan petaruh yang melecehkan nilai-nilai masyarakat. Parang Jati, "si malaikat", seorang pemuda berjari duabelas yang dibentuk oleh ayah angkatnya untuk menanggung duka dunia. Marja, "si manusia", seorang gadis bertubuh kuda feji dan berjiwa matahari.

Mereka terlibat dalam segitiga cinta yang lembut, di antara pengalaman-pengalaman k
...more
Paperback, 548 pages
Published June 2008 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 2008)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Bilangan Fu, please sign up.

Be the first to ask a question about Bilangan Fu

Community Reviews

Showing 1-30
3.86  · 
Rating details
 ·  2,485 ratings  ·  306 reviews


Filter
 | 
Sort order
an
Jul 01, 2010 rated it really liked it
ada rasa sedih dan marah setiap kali seorang kawan pemanjat menikah. aku tahu pernikahan bearti akhir petualangan panjat tebing. mereka akan segera pensiun, untuk mencari nafkah dan memberikan kehidupan yang stabil bagi kaum pembujuk itu dan anak-anak tuyul yang akan mereka lahirkan. lalu satria pun akan menjadi sudra (hlm. 7) dan buku pun ditutup.

buku yang tepat di saat yang tidak tepat. baru tiba di halaman 7 dan langsung tutup buku. sepenggal paragraf yang tidak sesuai dengan emosi si pembaca
...more
Maulida Raviola
Jul 13, 2008 rated it it was amazing
Recommends it for: pembaca buku yang gemar berkontemplasi dan tidak berpandangan sempit
Yang diperlukan untuk membaca karya Ayu Utami, selalu, adalah keterbukaan pikiran. Terlebih lagi dengan Bilangan Fu. Namun kritik-kritik Mbak Ayu terhadap Modernisme (atau modernitas), Monoteisme, dan Militerisme--sebagai 'dalang' keserakahan dan superioritas manusia modern terhadap sesama manusia dan lingkungan--sepenuhnya amat thought-provoking.

Dikemas dengan gaya bahasa yang lebih padat dan filosofis dibanding Saman dan Larung, juga dengan banyak analogi dari lakon-lakon pewayangan dan Babad
...more
Endah
Oct 06, 2008 rated it liked it
Setelah Saman terbit (1998) dengan segala kehebohannya, citra penulis vulgar seolah-olah melekat pada diri pengarangnya, Ayu Utami (40). Citra ini bahkan tersiar sampai ke luar Indonesia. Fakta ini baru saya ketahui kira-kira dua minggu silam dari percakapan saya dengan 6 orang teman dari Malaysia yang mengaku sebagai “ulat buku”, sebutan di negeri jiran itu untuk kutu buku. Saat mereka berkunjung ke Jakarta pada acara Pesta Buku Jakarta 2008 yang lalu, mereka emoh menuruti saran saya untuk juga ...more
Julaybib
Mar 15, 2009 rated it liked it
Saya membeli buku ini karena saya suka gaya menulis dan bercerita Ayu Utami, dan terus terang saya tidak kecewa sudah membeli buku ini. Ceritanya lumayan menarik, gaya berceritanya enak diikuti, dan ada pesan moral yang disampaikan. Cuma saya banyak tidak setuju dengan pesan neo spiritualisme yang diusung di buku ini.

Di sini Ayu mengajak kita melakukan laku kritik, yang intinya agar mentolerir dan menerima norma-norma di sekitar kita sebagai kebenaran yang tertunda. Tapi di lain sisi nampak juga
...more
Randu
Dec 09, 2008 rated it it was amazing
buku bilangan fu punya saya ditulisi nomor 6 oleh sang pengarang (artinya buku gratisan keenam...hehehe). dan saya baru membacanya 6 hari setelah peluncurannya. dan menyelesaikannya 60 jam kemudian (hampir 6 hari).

dalam buku ini ayu menggunakan analogi-analogi keagamaan yang sudah diakrabi oleh kebanyakan orang. tapi melalui simbol-simbol yang familiar itu, ayu menampar pembacanya: hayo, kamu pasti belum tahu yang ini! bahwa suatu peristiwa bukanlah semata kebetulan. bahwa pandangan kita akan n
...more
Helvy
Jun 23, 2008 rated it liked it

Bahasanya terpelihara...
tapi semua tokohnya Ayu Utami :D
Wikupedia
Oct 14, 2008 rated it it was amazing
Setelah vakum agak lama dalam menulis novel, ayu utami hadir lagi dengan membawa sebuah kisah berjudul bilangan fu. Novel ini berkisah dengan latar Watugunung dan kegiatan panjat tebing, yang bagi saya sudah merupakan nilai yang unik. Namun teryata itu semua belumlah apa. Kisah dan konfilk di dalamnya lebih menggetarkan lagi.

Bercerita tentang 4 tokoh utama, Yuda, Jati, Kupukupu, serta Marja. Tentang pertemanan dan persahabatan dalam cinta yang bening antara yuda, Marja dan Jati, serta konflik pa
...more
Sam
Dec 01, 2009 rated it liked it
Shelves: novel
aku mungkin bukan pemanjat tebing sejati
di antara napas satu-satu aku bukannya untuk menakluk

aku mungkin bukan pemanjat tebing sejati
karena sesampainya di puncak aku lebih suka menyendiri
mencoba mengingat jalan yang kulalui - wat have i missed..

pemanjat tebing sejati
lahir untuk bersidekap dengan raga bumi,
mencari percikan dahaga dari pitch, caving dan belay
memenangkan taruhan dengan alam..

para pemanjat sejati seumpama pertapa
ia tahu kerajaannya bukan dari dunia ini
ia adalah pejuang dari selepas
...more
Irwan
Jun 20, 2008 rated it really liked it
Shelves: finished, 2009
Buku yang menarik dan menyajikan ide-ide yang layak disimak dan direnungkan mengingat merebaknya fenomena 3M di masyarakat Indonesia.

Pada awalnya aku cukup skeptis dengan buku ini. Karakternya terasa agak artifisial, stereotipikal dan sekedar menjadi alat corong suara untuk ide-ide yang ditampilkan. Seperti yang dilakukan Dan Brown dalam Angels and Demons yang mempertentangkan agama dan sains. Foto Ayu Utami yang terpampang di kulit belakang buku juga terus membayangi suara maskulin tokoh utama
...more
Delasyahma
Feb 19, 2019 rated it it was amazing
Akhirnya setelah kurang lebih 30 hari buku ini selesai juga aku gak pernah bisa berkata2 banyak. Selalu, untuk buku yang selalu kukasih rate 5 bintang. Rasanya, banyak yg harus disampaikan, tapi bingung mau menyampaikan apa. Intinya, kalau mau baca buku ini kalian harus dulu membuka pikiran dan hati kalian. Karena namanya karya sastra akan ada saatnya bergesekan dengan banyak hal.
Pera
Oct 08, 2008 rated it really liked it
Shelves: indonesia, novel
Akhirnya selesai juga membaca buku berat nee..
bukan berat kilo-annya, tapi juga isi ceritanya..
tak rela aku membabatnya tanpa benar-benar mengunyahnya sampai 30 kunyahan hehehe..(ngawur).
Yup, karya Ayu Utami, kali ini menggeser urutan Saman dan larung dalam daftar buku yang kusuka. really I like it.

Novel ini berkisah tentang perjalanan persahabatan 2 lelaki pemanjat tebing, Yuda dan Parang Jati. Pertemanan keduanya mengalirkan dialog-dialog pemikiran yang kemudian bersinggungan dalam 3 ide yang
...more
Iko Wahyu P
May 27, 2011 rated it it was amazing
Recommends it for: para kontemplator yang luas pemikirannya
lagi liat katalog eh ada ni buku satu,hehe mumpung belum terlalu lama selesai bacanya dan terbilang masih sangat segar (thanks to dinni karena udah bikin gw ga tidur 2hari buat nyelesain ni buku hhahaha) serta kbetulan (yang gak betul) hari ini emang "my another lazy day" yaudah iseng aja ngreview ni buku. --intro

Ini buku Ayu Utami pertama yang saya baca. dan juga novel tertebal pertama yang saya telan.
novel ini sangat unik..secara jujur, saya mengaku telah ditelanjangi habis2an sama ni buku te
...more
Nun
Dec 19, 2008 rated it it was amazing
Recommends it for: berisi itu kosong, kosong itu berisi
Shelves: indo
ayu utami.... dari mana inspirasi buku ini awalnya? duh bisa jadi cerita kek gini brapa lama pencarian datanya ya... bagaimana otakmu memproses semuanya...

its amazing.....

bagi yang tidak mau menerima perbedaan sebaiknya tidak membaca buku ini, daripada ntar bukunya dibakar hehehe....

Persahabatan Sandhi Yuda, Parang Jati, dan Marja menjadi tidak ada apa-apanya dibandingkan pemikiran-pemikiran penulisnya yang dianalogikan sebagai pemikiran Yuda sebagai tokoh utama. Buku ini benar-benar mengusung
...more
Gianni Reiza Maulania
7/50 for 2019
#finishedreading Bilangan Fu oleh Ayu Utami.

Modernisme: sikap manusia modern yang tidak lagi mempercayai takhayul dan kekeramatan alam, sehingga mereka berbuat semena-mena karena tak lagi takut akan konsekuensinya.
Monoteisme: mempercayai hanya ada satu tuhan sehingga tidak menoleransi kepercayaan lain, tidak menyisakan tempat untuk perbedaan.
Militerisme: menyalahgunakan kekuasaan militer untuk menebar kekacauan dan kekerasan demi mendapatkan kekuasaan.

Berlatar belakang pasca-reforma
...more
Ririenz
Nov 10, 2009 rated it really liked it

BILANGAN HU ( )
Ayu Utami
Kepustakaan Populer Gramedia, Juni 2008
573 Halaman

Rasanya lumayan panjang juga jeda yang aku butuhkan untuk menikmati lagi karya lain Ayu Utami ( AU ) selain “ Saman “. Khas AU memang jika dia selalu membuat kening pembacanya berkerut penuh tanya. Kali ini AU datang dengan “ Bilangan Fu “ untuk meneror para penikmatnya. Ia menyuguhkan sebuah konsep spiritual yang boleh jadi hal itu di luar pemahaman kita sebelumnya. Atau kita sebenarnya sudah paham tapi terkadang sulit un
...more
cindy
Cerita bagus dengan muatan sarat pesan, tapi entah kenapa gak klik di hati. Mungkin karena itulah, muatannya terlalu berat buatku, laku kritik 3 hal sekaligus, modernisme-monoteisme-militerisme. Aku suka dialog-dialog Parang Jati/Sandi Yuda, tapi kemudian jatuhnya malah menyiratkan idealisme Parang Jati yang pada akhirnya -tidak bisa tidak- meminta tumbal sangat besar. Aku mungkin seperti Yuda, pengecut yang mewarisi dunia, sedangkan Parang Jati adalah visioner yang membentuknya namun tak pernah ...more
Nike Andaru
Yuda. Parang Jati. Marja.

Buku ini bukanlah buku yang bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Ya karena 500an halaman ya tentang ceritanya yang memang perlu dipahami. Monoteisme, tentang cerita legenda rakyat Jawa, tentang perwayangan hingga bagaimana cara pandang Parang Jati tentang kepercayaan, agama, dsb dsb.
Yuu Sasih
Perhatian: review ini ditulis dengan sangat sedikit laku kritik dan sangat banyak bias yang disebabkan oleh dua pemuda seksi yang sangat menekankan penerapan laku kritik.

Spiritualisme kritis. Hal itulah yang diangkat oleh Ayu Utami dalam novel Bilangan Fu ini. Dengan ceritanya, kita diajak untuk memikirkan ulang mengenai kepercayaan dan takhyul. Dengan idealisme Parang Jati dan skeptisisme Yuda, kita diajak untuk mengkritisi 3M yang dianggap menghambat posmodernisme: Militerisme, Monoteisme, dan
...more
Windy hapsari
Dec 08, 2008 rated it liked it
Recommends it for: para pemakai kacamata kuda
setelah di interrupt sama 'junk food' akhirnya gue selesai juga baca buku ini.
menarik, penggabungan agama, filosofi, gaya hidup, mistis, kebudayaan, munafik dan kebodohan yang di mix jadi satu.

well walaupun endingnya kayanya udah bisa gue tebak dari awal tokoh Parang Jati diperkenalkan.

menyikapi hidup bisa dilihat dari banyak sudut. ada baiknya bila kita tidak hanya terpaku pada satu sudut saja.karena kepicikan kita kadang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang orang yang berniat buruk.

salah
...more
Elsita F.
Jun 21, 2017 rated it really liked it

Buku ini berangkat dari kisah Yuda, seorang pemanjat tebing yang selalu memiliki sikap skeptis namun doyan bertaruh dalam kesahariannya. Pertemuannya secara tak sengaja dengan Parang Jati, mahasiswa geologi saat hendak mengambil peralatan panjat tebing di rumah salah satu temannya di Bandung ternyata menjadi awal mula persahabatan erat yang terjalin antara keduanya, pun sikap saling mengasihi antara mereka berdua dan Marja, kekasih Yuda. Namun, bukan kisah itulah yang hendak diceritakan. Buku in
...more
Feby
Aug 25, 2010 rated it really liked it
Recommends it for: penggemar sastra, pemikir, sejarawan, orang-orang fanatik
Recommended to Feby by: Koko Ronald (keren, ko!)
Ini buku Ayu Utami pertama yang saya baca. Seperti judul dan isinya, buku ini berada dalam batas buku fiksi dan non fiksi. Antara 0 dan 1, alias si bilangan fu.

Saya akui, salah satu buku terberat yang pernah saya baca. Tidak saja harus membuka hati dan pikiran untuk memahami maknanya, selain itu cukup kaya dengan istilah-istilah baku bahasa Indonesia yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. (maklum, bukan pembaca sastra sejati)

Sekalipun begitu, tak seperti biasanya, buku ini sangat memikat ba
...more
nanto
Jul 06, 2008 marked it as to-read
Shelves: novel, nant-s-book
Semalem dapat 2-3 bab. Entah karena pernah mendengar cerita dari beberapa teman yang sudah baca, kok langsung bisa nebak kemana maunya Ayu Utami dengan tiga babak besarnya dan karakter yang dibangun dalam tiap tokohnya. Modernitas vs taruhan. Modernitas adalah kuasa akal yang menihilkan dan menistakan kebetulan dan klenik, namun si tokoh dengan bangganya menunjukan sebaliknya...

Itu ke-sotoy-an sementara saya. Sejauh ini kalimatnya membuat saya bisa cepat membacanya. Suka kalimatnya. Kertasnya. T
...more
Sutresna
Feb 16, 2014 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Boleh saya jadiin ini kitab suci keluaran terbaru? Hahaha
Rasa-rasanya asyik juga kalo ganti agama ke Kejawan Baru. :D

Tapi enggak kok buku ini bukan buku biar yang baca ganti agama, tapi buku yang bikin yang baca melek bahwa cara hidup kita yang sehari-hari banyak yang salah karena ndak bawa kebaikan, kayak nonton tipi yang dibenci Yuda, tidak makan daging ala Parang Jati, dan lainnya.

Agaknya penyebutan si iblis bagi Sandi Yuda kurang tepat kalo cuma karena dia skeptis dan tidak benci militer, ta
...more
Pipitta
Jul 06, 2008 rated it liked it
Dikemas dengan unik, karena menyelipkan gambar dan klipingan berita di koran. Bahkan menyelipkan nama-nama sejumlah tokoh yang sudah dikenal. Termasuk menyelipkan namanya sendiri.

Ceritanya sih (sepertinya) ingin mempertanyakan 'kebenaran' yang sering dibawakan dengan cara keras dan merusak, dan menafikan 'kebenaran' lain yang--siapa tahu--abai dilihat, belum lagi dimengerti, karena mata telah tertutupi kebenaran versi sendiri.

Buku ini menjadi menarik karena banyak kata yang sebelumnya gw sendir
...more
Vivaldi
Aug 21, 2008 rated it really liked it
Shelves: fiction
Buat saya, ini karya terbaik ayu utami. Secara substansial, boleh jadi pendapat saya berbeda dengan ayu. Diametral malah. Tapi itu tidak menghalangi penilaian saya, bahwa dengan penguasaan bahasa yang sangat baik, diksi yang lentur, dan research yang memadai, ayu berhasil membawa novelnya ini menjadi sangat bernas.

Ini berbeda dengan ketika saya baca karya ayu sebelumnya, parasit lajang dan pengadilan susila. Sebelum terbit Bilangan Fu, saya pikir karir kepengarangan ayu sudah tamat. Karena saya
...more
Ari muttaqin
bahasanya lebih halus dari novel ayu utamai yg lain (Saman), namun semakin terpesona akan pengetahuan dan sudut pandangannya,

pesannya adalah bumi tempat kita berpijak adalah tempat yg mempunyai hak untuk dijaga, untuk tidak diekploitasi berlebihan.
bahwa manusia adalah manusia serakah itu hanya terjadi di masa ini
mungkin pernah mendengar raja2 dulu juga menjajah, merampas hak, memungut upeti, tapi tak ada yang lebih serakah dibanding manusia dan moderitasnya.

laku kritik yg dijunjung parang jati s
...more
Bernard Batubara
Aug 10, 2012 rated it really liked it
500 halaman lebih yang padat dan kaya akan informasi. Disampaikan dengan cerita yang seru dan cukup rapi. Nice.
Betty
Aug 15, 2008 rated it it was ok
Let's see..
kinu triatmojo
Jul 24, 2008 rated it liked it
Shelves: indonesian
saya suka kelincahan ayu membenturkan pemikiran tokoh-tokohnya. bagi saya hal itu menjadi semacam dialog yang kontemplatif.
I Md Yanuarta
Nov 09, 2008 rated it really liked it
kekuatan,ketenangan,keteguhan, dan idealisme tidak berlaku untuk orang yang mengerti tentang nilai.

spiritual kritis yang keren...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
brilian 19 47 Sep 25, 2016 08:28PM  
integritas 1 15 Apr 22, 2010 07:21AM  
Numbers, mystical or science? 1 25 Oct 04, 2008 07:57PM  
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Olenka
  • Burung-Burung Manyar
  • Orang-orang Proyek
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
  • Canting
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Pengakuan Pariyem
  • Jejak Langkah
  • Pulang
  • Maryam
  • Tarian Bumi
617 followers
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurn
...more

Other books in the series

Bilangan Fu (4 books)
  • Manjali dan Cakrabirawa
  • Lalita
  • Maya
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Modernisme adalah alat untuk memperalat. Takhayul adalah alat untuk diperalat” 55 likes
“Ada di dunia ini yang merupakan teka-teki, ada yang merupakan misteri. Dan beda keduanya adalah ini: teka-teki adalah rahasia yang jawabannya tetap dan pasti. Tetapi misteri adalah rahasia yang jawabannya tak pernah kita tahu adakah ia tetap dan pasti. Sesuatu samar-samar menampakkan diri, tapi kita tak akan pernah bisa memegangnya. Misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan. Dan suasana itu, anehnya, indah.” 21 likes
More quotes…