Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat” as Want to Read:
Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat

4.02  ·  Rating details ·  253 ratings  ·  26 reviews
JURNALISME SASTRAWI satu genre dalam jurnalisme yang pada mulanya berkembang di Amerika Serikat tahun 1960-an. Ia menggabungkan disiplin paling berat dalam jurnalisme serta kehalusan dan kenikmatan bercerita dalam novel. Wawancara bisa dilakukan dengan puluhan, bahkan sering ratusan, narasumber. Risetnya mendalam. Waktu bekerjanya lama, bisa berbulan-bulan. Ceritanya juga ...more
Paperback, 324 pages
Published 2008 by KPG-Pantau (first published October 2005)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.02  · 
Rating details
 ·  253 ratings  ·  26 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
Steven S
Oct 05, 2017 rated it it was amazing
Tepat setengah satu siang setelah makan nasi kuning berlauk ikan, acar, perkedel, dan telur saya duduk menuliskan ulasan buku bagus yang baru selesai dibaca. Biar lebih maknyus. Nasi kuning tadi kutambah sesendok kecil sambal bawang Bu Rudy. Harumnya khas. Pedasnya jangan ditanya. Soal sambal botol yang belakangan selalu menemani menu ini kita bahas di lain waktu.

Judulnya: "Jurnalisme Sastrawi" Edisi Revisi. Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Sekadar tambah informasi. Dari buku inilah lahir
...more
nanto
Apr 08, 2009 marked it as to-read
Shelves: nant-s-book
Dua cerita pertama mengesankan. Cerita pembantaian di Simpang Kraft terutama. Masuk cerita Kebo, pemulung yang mati dibakar. Ada unsur drama ada unsur riset. Lihat aja tanggal penulisan dan pengumpulan datanya yang dicantumkan pada tulisan tentang Dany, terdakwa pembom Atrium Senen. Satu tahun waktu wawancara dan pengumpulan data, untuk tulisan sepanjang itu. (lupa berapa halaman).

selesai bab Kebo pemulung yang mati terbakar. Bab ini buat saya yang mengambil kacamata peneliti mengingatkan pada
...more
Laras
May 05, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: reference, history
Ketika Andreas Harsono menyatakan, “Kesimpulan diskusi, tak mungkin bikin media dengan narasi di Jakarta. Negeri ini ditakdirkan bernasib malang!” Malang – kata yang tepat untuk menggambarkan ketika Indonesia masuk peringkat 60 dari 61 negara saat dites minat baca masyarakatnya, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Most Literate Nation in the World. Sedangkan banyak statement bermunculan terkait dengan kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari minat baca masyarakatnya. Literasi di Indonesia ...more
Sausan Atika
Feb 19, 2018 rated it it was amazing
Sesuai judul buku: mendalam dan memikat. Buat saya tidak ada satu pun liputan dalam buku ini yang tidak mendalam dan tidak memikat. Setiap liputan punya kekuatan tersendiri: liputan Simpang Kraft dan Jawa Pos dalam konflik agama di Maluku memberi pesan besar bahwa tidak mudah menghasilkan pemberitaan yang independen; liputan "sekolah" menggunakan sudut pandang yang menarik yaitu kehidupan para tentara Indonesia di medan konflik, juga liputan Kebo menyiratkan situasi politik-ekonomi yang lebih ...more
Liliyah
Jun 19, 2008 rated it really liked it
Shelves: science
Jurnalisme Sastrawi, genre jurnalistik ini dibelahan Amerika sudah dikenal sejak 1960-an. Tetapi untuk Indonesia, aliran ini masih ‘kenalan baru’ dikalangan awak media cetak. Fakta liputan mendalam yang dirangkai dalam keindahan sastra, menghasilkan laporan jurnalistik jauh lebih menyentuh layaknya fiksi.

Delapan orang jurnalis majalah Pantau, berhasil mengumpulkan fakta sedetail-detailnya dari setiap peristiwa dalam delapan laporan mendalamnya. Setiap detail langkah, suara, cakap, tawa, tangis,
...more
Ismi
Mar 11, 2009 rated it it was ok
Shelves: non-fiksi
Gw sebenernya terjebak waktu baca buku ini... awalnya mau PDKT sama seseorang yang suka buku ini... :D
tapi setelah gw baca... ternyata nggak mengecewakan... bukunya cukup bagus... artikel2 yang dimuat di buku ini diceritakan selayaknya novel... maksudnya cara penuturan ceritanya... itu kek baca novel... jadi yah... cukup enak lah buat dibaca... cerita2nya juga menarik banget... dan beragam... dari hal2 yang ngejelimet sampe ka hal yang mungkin buat sebagian orang nggak penting... tapi menjadi
...more
Sita Dewi
Jul 31, 2008 rated it it was ok
Shelves: journalism
Begitulah.. sekelompok wartawan Indonesia berusaha mengembangkan genre jurnalisme sastrawi di negri ini. Kalaupun nantinya Pantau, nama media tempat penyaluran niat tersebut mati karena kempes dana, toh mereka sudah mencatat sejarah. "Sejarah" itu kemudian dibukukan ke dalam sebuah antologi liputan mendalam.

Gaya berkisah dalam pemberitaan adalah gaya yang paling saya sukai.. mungkin karena pada dasarnya saya ini penulis fiksi. Lagipula, lebih menyenangkan juga dibaca. Tak semua karya di buku
...more
Yanti
Aug 05, 2008 rated it it was amazing
Ada baiknya, para artis-artis yang mendadak ingin nyalon jadi caleg atau kepala daerah membaca buku ini. Biar mereka tahu kancah yang akan mereka hadapi. Dan biar mereka juga mikir apa yang bisa mereka kerjakan di kursi pemimpin sebuah negara yang bak keluarga melarat dengan 12 anak nakal yang saling sikut-sikutan dan serasa mau bangkrut ini. He.he.he baca buku ini.... jadi makin gemes saja sama mereka.
eL
Dec 21, 2008 rated it liked it
penulisan jurnalisme dgn genre narrative seperti ini terbukti lebih kaya, mendalam, dan humanis. membuktikan bahwa metode apapun dalam disiplin ilmu apapun bisa dikawinsilangkan dan menghasilkan sesuatu yang lebih fresh dan tentu saja TIDAK BIASA!
membaca ini, jurnalisme mainstream menjadi membosankan :)
Arif Abdurahman
Nov 21, 2017 rated it really liked it
Beragam peristiwa di medio awal reformasi: daerah operasi militer di Aceh dan amuk militernya, sejarah Tempo, penghakiman jalanan seorang preman di ibukota yg sekaligus memotret kehidupan masyarakat bawah, kisang sang teroris, konflik Maluku dan media yg ikut memanas-manasi, keseharian tentara saat menghadapi GAM, kisah band Koes di era Soekarno, kisruh PAM Jaya yg diprivatisasi perusahaan asing di masa Suharto dan setelahnya. Peristiwa-peristiwa saat saya masih bocah SD dan hanya tahu ...more
Aryanto Wijaya
Jun 12, 2018 rated it it was amazing
Baca buku ini membuat tercengang.
Berita yang biasanya kaku digarap dengan luwes, dengan pendekatan sastra. Pembaca diajak bukan cuma untuk tahu fakta dan data, tapi ikut serta bagaimana peristiwa sebenarnya terjadi.

Dari delapan judul yang tersaji di sini, yang menjadi favorit saya adalah Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan, Hikayat Kebo, dan Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft.
Achmad F Nurghani
Oct 05, 2009 rated it really liked it
mengagumkan. delapan berita. delapan kisah nyata. dirangkai dengan kata-kata yang memikat. ada cerita tentang kehidupan tentara di Aceh, cerita tentang teroris, penembakan warga Aceh, seorang preman yang dihakimi massa, konflik-konflik dalam sejarah majalah Tempo,media massa di daerah konflik, hingga urusan air ledeng di jakarta. semuanya dikemas dengan gaya penulisan yang biasa ditemui dalam karya fiksi.
jurnalisme sastrawi adalah sebuah genre baru dalam jurnalisme. kata Andreas Harsono,
...more
Kardo
Nov 23, 2014 rated it it was amazing
Pertama kalinya (secara sadar) saya membaca buku sebuah laporan panjang yang sulit untuk diletakkan ke tempatnya. Bagian pengantar yang ditulis oleh Andreas Harsono sudah cukup untuk berpikir: "Menarik sekali. Tapi mau ngomong apa dia sebenarnya?"

New Journalism sebenarnya bukan istilah baru bagi saya. Dalam hitungan jari, istilah itu pernah mencuat beberapa kali dari bibir seorang dosen di kelas jurnalisme. Tapi saat itu juga, istilah 'New Journalism' cuma jadi ornamen penghias papan tulis dan
...more
Rosa
Jan 14, 2015 rated it really liked it
Kumpulan laporan dalam buku ini membuat kita membaca berita seolah-olah seperti membaca cerita, walaupun kejadian dan tokoh-tokoh di dalamnya tidaklah fiktif. Hal menarik lainnya, selain berkenalan dengan tulisan bergenre Jurnalisme Sastrawi ini, adalah membaca sedikit pengalaman penulisnya bagaimana memperoleh cerita yang begitu kuat, 'membangun' karakter yang begitu 'hidup', dan menuangkannya dalam tulisan yang bisa mencapai 15.000 kata dalam satu cerita.

Ketika membaca lembar demi lembar
...more
Safitri
Nov 09, 2008 rated it liked it
Tulisan panjang, pasti sulit bagi penulisnya menjebak pembaca tetap membaca semua tulisan di dalamnya. ada beberapa yang menarik tp ada yg membosankan jg, tapi bs belajar menulis panjang. recommended.
Astri Kusuma
Nov 26, 2009 rated it it was amazing
Saya membaca buku ini saat mengikuti kursus penulisan narasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pantau. Buku ini berisi beberapa tulisan narasi yang memikat. Favorit saya adalah "Kejarlah Daku Kau Kutangkap", yang bercerita tentang suka duka prajurit TNI yang ditugaskan di Aceh.
Mas
Dec 25, 2016 rated it really liked it
Buku buat belajar nulis panjang berdasar riset mendalam :)
Pandasurya
Mar 07, 2010 rated it really liked it
description
Kwetiauw sastrawi
Windry
Dec 14, 2008 rated it really liked it
tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mendapat buku bagus secara gratis :D
Nibras Nada Nailufar
Jun 19, 2015 rated it it was amazing
Bukti bahwa gonzo-journalism sangat menarik untuk diterapkan di Indonesia yang punya banyak cerita.
Gloria Fransisca Katharina
Oct 22, 2013 rated it it was amazing
Simpang Kraft sih mante[!
Irma Dana
Jun 16, 2010 rated it it was amazing
cerita dalam buku ini bener2 bagus, seandainya aku bisa menulis seperti mereka... dalam genre sastrawi :)
Faisal
rated it really liked it
Oct 16, 2018
Laksita Wijayanti
rated it really liked it
Apr 06, 2009
Diky
rated it it was amazing
May 01, 2015
Daud Nursalam
rated it it was amazing
Jan 23, 2020
Syahruli Djojohadikusumo
rated it it was amazing
Aug 25, 2015
Erni  Aladjai
rated it it was amazing
Feb 20, 2014
Klara Loise-
rated it liked it
Dec 11, 2009
IndonesiaSeni
rated it liked it
Dec 21, 2009
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
  • Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
  • Argumentasi dan Narasi
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Khotbah di Atas Bukit
  • Mereka Yang Dilumpuhkan
  • Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
  • Aksi Massa
  • Menolak Tumbang: Narasi Perempuan Melawan Pemiskinan
  • Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai
  • Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial
  • Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
  • Tata Bahasa Indonesia
  • Indiepreneur
  • Kitab Komik Sufi
  • Generasi Langgas: Millennials Indonesia
  • Tokoh + Pokok
See similar books…