Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Amba: The Question of Red” as Want to Read:
Amba: The Question of Red
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Amba: The Question of Red

3.80  ·  Rating details ·  2,163 ratings  ·  324 reviews
Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari d
...more
Paperback, Indian Subcontinent English Edition, 424 pages
Published November 2016 by Speaking Tiger Books (first published January 2012)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Amba, please sign up.

Be the first to ask a question about Amba

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.80  · 
Rating details
 ·  2,163 ratings  ·  324 reviews


Filter
 | 
Sort order
Sharyl
This was one of several Kindle books offered at no cost on World Book Day. I knew nothing about this novel--or Indonesia--before reading this, and am grateful to have stumbled upon it.

The story starts on the island of Java, and the characters happen to be named after figures in a Hindu epic called the Mahabharata. In the novel, the characters are very much aware of the significance of the names they were given, but take it in as coincidence. The author, of course, has designs...this is both an
...more
✨Tamara
Jan 16, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Fascinating.
In 1960s Indonesia, a world being shaped by revolution, Amba is hell-bent on carving her own path through life. A path away from the unfortunate essence of her name (being that of a tragic Indonesian princess). Life begins to play tricks on her when she comes in contact with not one but two suitors. One of which offers her stability the other one carnal pleasure. How can one decide between the two? Amba has her work cut out for her as politics and religion come into play. She may eve
...more
Uci
Dec 27, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Menurut saya ini bukan kisah cinta berlatar tragedi, tapi tragedi berlatar kisah cinta. Kisah cinta Amba dan Bhisma hanya sebagai pengantar untuk menggiring pembaca memasuki hari-hari mencekam di bulan September 1965, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dari sudut pandang orang-orang yang tak sepenuhnya mengerti. Mengenal Pulau Buru yang begitu terkenal namun begitu asing. Dan di Buru semua penantian selesai. Di Buru kami hidup untuk mati.

Selain tema besar G30S dan Pulau Buru, Amba jug
...more
Zulfy Rahendra
Wahai lelaki-lelaki tangguh..
Tahukah kalian seberapa besar kami, para wanita lemah dan tak berdaya ini, dapat mencintai. Seberapa lama kami sanggup menunggu, menggantungkan hidup hanya pada harapan. Seberapa kuat kami akan bertahan dan setia. Seberapa besar pengorbanan kami hanya untuk melihat kalian ada, nyata. Dan betapa kami tak akan pernah melupakan. Tahukah? Tahukah?? *hadeehh, pembukaan aja udah galau*

Adalah Amba, yang akan menunjukkannya. Amba, 20 tahun, mencintai Bhisma. Amba, 60 tahun,
...more
John Ferry Sihotang
Saya tertarik ingin membaca novel ini karena ulasan tuan Bambang Sugiharto, seorang ahli Posmodernisme dan Estetika di Indonesia.


Amba: Enigma Batin Manusia dan Kekonyolan Ideologi

Oleh Bambang Sugiharto*

Di pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menunggu. ...Tapi, sesekali, sesuatu bisa terjadi di pulau ini—sesuatu yang begitu khas dan sulit diabaikan—dan orang hanya bisa membicarakannya sambil berbisik, seperti angin di atas batu yang terus-menerus membalun dan menghilang melalui makam
...more
Missy J
description
1956 painting by S. Sudjojono

Finally tackled this big book (670 pages) by Laksmi Pamuntjak. It was my first time to read a work by this author and I'm quite impressed by what I read and the author's research skills. The idea behind the story of "Amba" is creative. Pamuntjak took a story from the Mahabharata of the tragic love triangle of Amba, Salwa and Bhisma and set it during the tumultuous years of the 60s in Indonesia. At that time a staged coup d'etat led to the massacre of anyone associat
...more
Vidi
Jan 02, 2013 rated it liked it  ·  review of another edition
Saya percaya bahwa semua orang pasti akan memiliki, paling tidak, sebuah puncak dalam kehidupannya. Seorang juara olimpiade, misalnya, merasa puncak kehidupannya adalah ketika ia menaiki podium untuk menerima medali emasnya. For one moment in his life, he was on the top of the world. Walaupun sekarang ia hanyalah seorang pria biasa, paling tidak, ia akan selalu mengenang saat itu sebagi puncak dalam kehidupannya. Seorang pengusaha sukses, misalnya, selalu mengenang ketika ia di saat remajanya pe ...more
Teguh Affandi
Sedikit kecewa. Ekspektasi saya ketinggian mungkin yaaaaa
Tirta
Feb 26, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Review originally posted at I Prefer Reading.

Ibu Amba yang baik,
Sudah sejak lama saya berkeinginan membaca kisah Ibu, yang telah banyak dipuja-puja berbagai penikmat sastra tanah air sebelumnya. Kisah Ibu punya beberapa elemen penting dari sejarah negeri kita yang selalu membuat saya tertarik: Peristiwa Gerakan 30 September dan Pulau Buru. Ditambah lagi dengan 'selipan' kisah perwayangannya dan penyebutan bahwa Ibu adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Namun, baru di awal tahun ini akhirnya s
...more
Calzean
I liked the way the author provided the story told in The Mahabharata about the love triangle of Amba, Salwa and Bhisma then provided a parallel story mainly based in the 1960s during the Suharto coup and the purge of the Communists (and anyone Suharto didn't like). She also tells of the prison island of Buru, the 12000 sent there and of the survivors through a series of letters written by the modern day Bhisma to his Amba. She also covers the Christian/Muslim fighting in the Maluka Islands star ...more
Nisa'a Avionimia
Sebelum Amba saya tidak mengenal Laksmi Pmuntjak, jadi saya memilih Amba bukan karena reputasi penulisnya yang (ternyata) bagus, semata-mata karena temanya G30S. Untuk saya, si generasi yang hanya tahu PKI itu jahat, tukang makar, tema G30S sungguh sangat menarik. Maka saya berterima kasih atas terbitnya Amba karena dengan membaca Amba ada sedikit pencerahan tentang apa yang terjadi akhir tahun 1960an di Indonesia. Latar yang menarik yang diceritakan dengan detil-detil yang baru bagi generasi sa ...more
Alex
Apr 28, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: asian-literature
A very well written book. Quite intricate, round written. The title is very mysterious, the reader has to read more than half of the book to understand the meaning of it. What is red, why red?
A book about love, based somehow on the mitology of Mahabharata, about loss, about hope. About politics and the killing in name of beliefs / religion. About politic prisoners, about colonisation, about life. A very good read, I found out a lot about Indonesia, about its people and culture and history.
Hanif
Jul 26, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
(view spoiler)

Sedari kecil saya tidak suka dengan pelajaran sejarah. Bagi saya sejarah merupakan hal yang membosankan karena di setiap ujian, soal yang keluar selalu tangga
...more
Wali yulhamdi
Jan 23, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saia suka dengan novel karya laksimi pamunjak ini karena berbeda dengan cerita-cerita kehidupan korban 65 lainnya. Cerita dalam novel ini tidaklah heroik atau cengeng, jika ingin dipadankan mungkin sepadan dengan cerita “bertahan hidup di uschwitz”. Bedanya “bertahan hidup di uschwitz” ditulis oleh pelaku sejarah sementara “AMBA” merupakan hasil penelitian bertahun-tahun dan ramuan hasil bacaan sang penulis (daftar bacaannya termuat dalam ucapan terima kasih penulis yg terlampir dalam buku), nam ...more
Jeanne
Laksmi Pamuntjak's The Question of Red is nothing if not ambitious. Question of Red is almost 500 pages of epic love story stretching across more than 40 years. It is a mythic story drawn from the Mahabharata, set against the 1960s purge and imprisonment of suspected Communists in Indonesia, considering the roles of fate and free will.

The backstory in brief: Amba, a princess in the Mahabharata, was pledged to King Salwa, who she neither loved nor hated. Princess Amba was kidnapped by the warrio
...more
〰️Beth〰️
This is a 4 and a 1/2 star book for me. I do not like giving spoilers.

The Question of Red revolves around a troubled love (a retelling of a myth) involving a woman and two men. All three have had different experiences growing up in Indonesia. The story is set in the turbulent times of 1950-80’s then present day (2006) Indonesia. It is obvious the author researched this turbulent politically, religious and violent time.

The prose starting in part two draw you in and keep you going. I can not give
...more
Stebby Julionatan
Di Pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menuggu. Embun menyebar seperti kaca yang buyar, dan siang menerangi ladang yang diam. Kemudian malam akan mengungkap apa yang hilang oleh silau.

Tapi, sesekali, sesuatu bisa terjadi di pulau ini –sesuatu yang begitu khas dan sulit diabaikan– dan orang hanya bisa membicarakkannya sambil berbisik, seperti angin di atas batu yang terus-menerus membalun dan menghilang melalui makam orang-orang tak dikenal. Dan di jajaran lembah di baliknya, seolah m
...more
Calina Benassa
Dnf at 74%. The prose in this book earned it an extra star for me, but I just couldn't get over the stark statement of the myth at the beginning. I felt like it spoiled the entire plot of the book, and afterwards, it just dragged. This was exacerbated by the its length. While a book based on the Mahabharata is a wonderful concept, it just wasn't realized correctly. It missed the mark for me. I also didn't feel like the author was able to make me care about the communist uprising. There wasn't an ...more
Nanny SA
Sep 02, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2013, novel
Dalam Kisah pewayangan ( Mahabrata ) Amba adalah nama seorang putri dari sebuah kerajaan, diceritakan dalam sebuah perlombaan seorang ksatria bernama Bisma mengalahkan calon tunangan Amba yang bernama Pangeran Salwa, Amba seharusnya diperistri oleh Bisma tetapi karena Bisma terikat sumpah untuk tidak menikah maka ia tidak mau menikahi Amba, Sedangkan Salwa pun karena telah dikalahkan Bisma menolak untuk memperistrinya, nasib Ambapun merana dan bersumpah untuk mebunuh Bisma, dst, dst...

Sedangkan
...more
Ivan
Sep 07, 2012 rated it it was amazing  ·  review of another edition

"Suami dan istri tak harus serta merta sahabat. Cinta adalah cinta, bukan pengorbanan. Perasaan adalah untuk ditolak atau dibunuh, tidak untuk dilekaskan, apalagi untuk dibiarkan mengalir. Lagipula, begitu Ibu mengikatkan diri pada Bapak, ia menunggu kapan seseorang tak hanya menggunakan perasaan, tapi juga otaknya. Ia tak pernah sekalipun, dalam proses ini, kehilangan kesabarannya. Lalu ia memilih."

Itulah deskripsi singkat peran suami istri Sudarminto - Nuniek, orangtua dari Amba yang dideskrip
...more
Adek
Apr 14, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Di Pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menunggu. Bagaimanalah saya tidak langsung jatuh hati kepada novel ini, kalimat pembukanya saja sedemikian canggih.

Amba menceritakan tentang kisah hidup dalam keluarga, dalam cinta yang sebenarnya. Mengaitkan tokoh-tokohnya dengan kisah Mahabharata, lalu menuangkan dan mengaitkannya dengan 30 September hingga Pulau Buru.

Sosok Amba yang tegar, begitu akrab dengan merah dan kesedihan, yang menghargai Salwa sebagai harga diri dan lalu mencintai Bh
...more
Anisa
AMBA... Saya mengetahui novel ini karena (lagi-lagi) termasuk dalam paket litbox. Novel ini merupakan salah satu sastra "berat" (versi saya) yang berhasil saya tamatkan dan tidak kecewa. Sebelum membaca novel ini, saya terlebih dahulu membaca Pulang. Kedua novel ini, sama-sama diterbitkan menjelang akhir 2012 dan berlatar belakang 1965, merupakan kedua novel yang berbeda dengan cinta yang sama, cinta yang tak dapat bersatu.

Pada novel Pulang, saya disuguhkan cerita cinta, persahabatan, keluarga,
...more
Abiyasha Abiyasha
Akhirnya kelar juga baca novel ini.

What a novel! Aku sangat salut sama Laksmi Pamuntjak yang begitu luar biasa menggambarkan keadaan Indonesia pada saat itu, menjalin sejarah dengan percintaan dan menggabungkannya dengan epos Mahabharata. Ini jelas bukan jenis novel yang bisa ditulis oleh setiap penulis. Apalagi, diksi yang digunakan, menurutku benar-benar nggak lazim namun indah. Belajar banyak kosakata baru dari novel ini dan merasa malu, bahwa sebagai generasi muda, aku nggak begitu peduli de
...more
Anggraeni Purfita Sari
Saya membeli buku ini karena dikasih tahu kalau buku ini mirip-mirip ceritanya sama Pulangyang jadi salah satu novel favorit saya. Awal baca, rasanya agak dongkol karena banyak dialog dalam bahasa setempat, entah bahasa buru atau ambon yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Saya kan jadi nggak ngerti maknanya apa :( Terus kedongkolan kedua adalah penggunaan kata "nggak" sebagai dialog yang menurut saya agak janggal, karena ini novel serius berlatar belakang sejarah, kok rasanya gimana ...more
Fuadiyah Kamil
Feb 22, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Nyatanya, mencintai itu bukan kompromi.

Setidaknya, itu yang saya tangkap dari sosok Amba. Menyenangkan, membacanya sampai akhir. Membayangkan seorang perempuan di usianya yang terbilang senja, di awal 60-an, mencoba mencari jawaban atas begitu banyak pertanyaan yang dibawanya ketika hidupnya berubah di awal usia 20-an. Ketika hidupnya berubah. Ketika bangsanya juga berubah, entah menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya.

Meski agak bertanya-tanya akan kesempurnaan sosok Bhisma. Meski bertanya-ta
...more
Juinita Senduk
Nov 03, 2012 rated it it was amazing  ·  review of another edition
"Ketika sepasang manusia dimabuk cinta, mereka sering tak menyadari bahwa seluruh dunia bisa melihatnya.

Cinta kita sendiri sudah begitu besar, begitu luar biasa. Kebanyakan orang tak pernah mengalaminya. Apabila cinta yang begitu besar itu termasuk memiliki objek yang kamu cintai, itu namanya ketidakadilan. Sungguh tak adil, untuk mencintai dan mencintai begitu rupa, dan melakukannya di atas penderitaan orang lain. Akhirnya kamu benar: hidup kita telah ditulis di langit. Dan kita tak kuasa menen
...more
Puti Adani
I can relate so much with teenage Amba. Kecintaan terhadap buku, keinginan untuk independen dan pergi, serta keterikatan dengan kisah perwayangan mahabharata.

Namun, saya merasa Amba yang saya kagumi penokohannya kemudian hilang dengan munculnya tokoh Bhisma. Malah menjadi tokoh yang klise dengan usaha pembenarannya terhadap cinta singkatnya terhadap Bhisma 'cinta tak jelas lagi tapi sanggup mengatasi segalanya'. Cinta yang ditanam menjadi ilusi selama 41 tahun untuk asmara singkat 2 minggu yang
...more
A
Oct 13, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
I'm still halfway through the book, so I can't really make up my mind definitively yet. One obvious aspect is that Ms Pamuntjak had done a lot of research and has put in a lot of thought in writing this novel. I was worried that I might be reading history but I am in fact reading fiction, with a plot that makes me want to keep on reading. In other words, Ms Pamuntjak appears to have managed to weave the history into the story relatively seamlessly.

I will only be able to tell more once I complet
...more
Famega Putri
Oct 31, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Di kepala saya, Pulau Buru identik dengan Perawan Remaja di Cengkeraman Militer karya Pramoedya. Setelah baca Amba, saya jadi membayangkan Pulau Burunya Pram itu 40 tahun kemudian. Masih pulau yang sama, tapi berubah mengikuti zaman. Kisah cinta berlatar sejarah yang bagus sekali!
Alvina
Mar 06, 2013 rated it liked it  ·  review of another edition
diksinya luar biasa cantik. penuh sejarah dan kisah cinta.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Around the World ...: Discussion for A Question of Red 10 144 Mar 04, 2019 12:56AM  
Sirikandi 1 30 Jan 01, 2013 08:54PM  
  • Gadis Kretek
  • Pulang
  • Entrok
  • Дом, в котором...
  • Kubah
  • Cerita Cinta Enrico
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Kitab Omong Kosong
  • Arok Dedes
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Senja di Jakarta
138 followers
Laksmi Pamuntjak is a bilingual Indonesian novelist, poet, food writer, journalist and co-founder of Aksara Bookstore. She works as an art and food consultant and writes for numerous local and international publications including opinion articles for the Guardian.

She is the author of two collections of poetry (one of which, Ellipsis, appeared in the 2005 Herald UK Books of the Year pages); a trea
...more
“Selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan” 45 likes
“Laut seperti ibu. Dalam dan menunggu.” 31 likes
More quotes…