Jump to ratings and reviews
Rate this book

Christus in Guadalajara.

Rate this book
Es ist ja nur ein kleines, schmales Buch. Aber ein Werk, das Format, Charakter und Witz hat. Der Name des niederländischen Autors, Jan Jacob Slauerhoff, ist freilich so wenig eingängig wie der Titel "Christus in Guadalajara", den die erste deutsche Ausgabe des 1937 erschienenen Romans trägt.

Schauplatz von "Christus in Guadalajara" ist das von Revolution und Bürgerkrieg gezeichnete Mexiko der zwanziger Jahre. Die windigen Hochebenen um Guadalajara erscheinen besonders elend: "borstige graugrüne Felder" und "klägliche Dörfer, über denen sich niedrige Baumgruppen ducken". Die Seelen der Menschen sind ebenfalls graugrün und geduckt. "Gerade in solchen Städten sprießt manchmal der starke Glaube, daß endlich etwas geschehen, daß die Sonne anders scheinen, daß jemand kommen werde, der das Leben verrückt . . ." Ein Fremder kann hier leicht mit dem Erlöser verwechselt werden.

136 pages, Hardcover

First published January 1, 1937

1 person is currently reading
30 people want to read

About the author

J. Slauerhoff

52 books31 followers
Jan Jacob Slauerhoff was a Dutch author.
He also published a few poetry works under the penname John Ravenswood.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (10%)
4 stars
14 (24%)
3 stars
26 (45%)
2 stars
7 (12%)
1 star
4 (7%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for ukuklele.
465 reviews21 followers
March 8, 2024
RINGKASAN

I
Dewa-dewa Kristen banyak sekali permintaannya, memang mereka bukan menuntut anak-anak (kecuali anak-anak yang dipekerjakan di biara-biara), tapi wang, banyak wang, lebih banyak dari yang bisa mereka adakan. Penduduk selalu menderita kekurangan, hasil mereka selalu kurang harganya dari yang mereka harapkan bila mereka datang ke pasar dan pedagang-pedagang perantara membeli barang-barangnya sambil menjelek-jelekkannya. (halaman 5)


Bab ini dibuka dengan deskripsi mengenai Guadalajara yang sedang membangun. Diceritakan bahwa kala itu Guadalajara, yang ibukota Jalisco yaitu salah satu negara bagian di Meksiko, masih miskin dan terbelakang. Bangsa kulit putih berkuasa, rakyat Indian menderita. Bangsa kulit putih memperkenalkan uang dan mempekerjakan penduduk asli di tambak dan tambang, membuat mereka mencandu minuman keras, mengawini gadis-gadis setempat, serta menghasilkan anak-anak lelaki yang dididik jadi serdadu-serdadu untuk melawan orang tua mereka sendiri.

Tarabana adalah putra suku Toltek/en yang berbeda dari kebanyakan pemuda setempat. Ia bekerja di bawah Monseigneur Valdes, uskup Guadalajara yang sesungguhnya merasa terkungkung di daerah terpencil itu tapi tak bisa menolak penugasan. Tarabana disekolahkan orang tuanya di seminarium karena itu satu-satunya cara mendapat pendidikan dan memajukan diri (halaman 12). Walau ujungnya jadi pendeta juga, diam-diam Tarabana membenci pengaruh asing. Mereka mengharapkan kedatangan juru selamat di Guadalajara. Yang datang malah agen kaum revolusioner, Gomez. Tugas Gomez memengaruhi pemuda/i pengaku dosa agar menjadi pejuang revolusi.

Namun, datanglah kemudian seorang asing yang memikul salib.

II
Tapi suatu pekerjaan tetap diperlukan, suatu pekerjaan yang tidak terlalu sering harus dilakukan. Ia bukan saja seorang pencari rakyat, tapi juga seorang pelari dari pekerjaan, bukan karena malasnya, tapi renungan-renungannya yang mengalir ke segala jurusan tidak memberinya tenaga dan pemusatan pikiran untuk pekerjaan yang mantap. (halaman 22)


Bab ini memasuki sudut pandang orang asing yang disangka sebagai sang juru selamat itu. Ia sebenarnya tukang kaca yang berkelana, pekerjaannya memperbaiki kaca-kaca jendela biasanya gereja. Dalam bahasa setempat, ia disebut dengan "El Vidriero". "Salib" yang dipikulnya itu sesungguhnya adalah lembaran kaca. Menakjubkan ia dapat bertahan dengan cara hidupnya itu, yang berjalan tiada henti, tidur di mana saja, tak selalu mendapatkan pekerjaan, dan sering diganggu orang. Diterangkan pula ketakutan sebagian warga setempat terhadap orang asing akibat pernah ada pembantaian.

Sampailah El Vidriero di Guadalajara, disambut Tarabana dan orang-orangnya, dipakaikan jubah. Rupanya tempat itu sudah puluhan tahun kekeringan, tapi mulai datang hujan lebat seakan-akan pertanda akan kehadiran sang juru selamat yang disangkakan kepada si tukang kaca itu sebagai orangnya. Walau demikian, di antara tukang kaca dan Tarabana tampak ada pengertian bahwa ini sandiwara belaka, untuk memberikan pengharapan kepada rakyat. El Vidriero ditampung Escuatla, Indian tua kaya. Ia berpikiran untuk lari tapi terlalu lelah.

III
Tarabana menginisiasi gerakan rakyat. Walikota mau meminta Gomez si agen kaum revolusioner mengatasi itu, tapi bayarannya kurang.

IV
Tampak penyerbuan sudah terjadi, dipimpin oleh Tarabana. Escuatla yang mengumpulkan tentara, sedang si tukang kaca bicara seperlunya saja.

V
Tarabana dan gerombolannya menyambangi rumah gubernur yang sedang merayakan pesta ulang tahun dengan keluarganya. Mereka mau melarikan gubernur itu, sepertinya untuk mengambil alih pemerintahan.

Uskup Valdes menyerang Tarabana karena pemberontakannya. Sedangkan Tarabana sendiri menganggap bahwa selama ini ia disalahgunakan.

VI
Pemberontakan mengalami kebuntuan. Akibatnya mereka berseteru. Ada tujuan pribadi di baliknya; mereka tidak benar-benar memikirkan kepentingan rakyat Indian. Memang si tukang kaca yang serupa mesias itu hanya dimanfaatkan untuk menarik simpati rakyat Indian yang telah terkristenisasi.

VII
El Vidriero pergi bersama kuda ke bukit dan merenungkan perubahan dalam hidupnya beserta perannya yang sekarang. Perginya tidak sampai jauh sehingga orang masih bisa melihatnya dari jauh, mengetahui keberadaannya. Bahkan mereka membangun atap, berkumpul, dan mengadu ayam di dekatnya. El Vidriero tiba-tiba bangkit dari meditasi. Kehadirannya membubarkan persabungan itu, Tarabana melampiaskan frustrasi kepadanya dan membuat seekor ayam jago terbunuh.

VIII
Walikota hendak melakukan perjanjian dengan Gomez melalui pesta. Gomez dituduh bersekongkol dengan kaum federal tapi dapat mengelak. Gerakan rakyat yang dipimpin Escuatla, Tarabana, dan El Vidriero disepelekan. Gomez akhirnya ditembak pemuda Indian yang gadisnya ia hinakan.

IX
Tarabana mengirim perempuan-perempuan jalang untuk menggoda El Vidriero dalam renungannya. Namun pasukan datang. Tarabana marah pada si tukang kaca. El Vidriero sendiri mau kabur bersama pengikut-pengikutnya tapi dikhianati bagal-bagal.

X
Dengan demikian keinginannya terkabul lagi, yakni mempunyai pekerjaan yang bukan pekerjaan, pekerjaan yang dapat dilakukan sambil merenung dengan bebas. (halaman 96)


Tarabana dan kawanannya memutuskan untuk menyalib El Vidriero. Baru memaku satu tangan, mereka tidak meneruskan dan pergi. El Vidriero diselamatkan dan dirawat Escuatla, diberi pekerjaan menggiling tebu. Masih ada orang-orang Indian yang percaya akan berkatnya, atau menanti ada lagi juru selamat yang lebih kuat.

KESAN

Di antara beberapa alasan untuk memilih-baca buku ini adalah karena tipisnya, kurang dari 100 halaman. Walaupun buku ini tipis, ternyata agak sulit membacanya. Masalahnya sepertinya karena:

(1) Novel(et) ini rupanya fiksi sejarah mengenai suatu negeri pada suatu masa yang bagi saya antah berantah. Akibatnya, sambil memulai-baca buku ini, membaca pula halaman-halaman Wikipedia mengenai J. Slauerhoff (salah seorang pengarang Belanda paling ternama), Guadalajara, Benito Juarez (presiden Meksiko ke-26, yang pertama dan satu-satunya dari penduduk asli), dst. Di samping kurang memahami konteks, masalah klasik yaitu kurang konsentrasi. Kadang saya membaca ulang bagian tertentu untuk menangkap poin agar dapat menghubung-hubungkannya jadi jalan cerita.

(2) Terjemahan yag terasa kagok, mengambang, terpatah-patah.

(3) Mungkin itu dikarenakan teks aslinya memang banyak telling, kurang menjabarkan kejadian-kejadian tertentu agar lebih mengenai emosi dan mudah diikuti, alih-alih pembaca harus mencerna sendiri dari detail-detail yang terserak. Selain itu, novel ini sesungguhnya belum sepenuhnya selesai karena pengarangnya keburu meninggal. Bukan berarti novel ini sama sekali tidak mengandung penggambaran-penggambaran yang bagus, buat saya adalah yang mengenai latar negeri Guadalajara dan sekitarnya, kondisi rakyat Indian di bawah penindasan bangsa kulit putih, serta kejiwaan El Vidriero. Adegan-adegan sadisnya juga berhasil bikin bergidik. Cuma di bagian-bagian lain seperti aksi-aksi pemberontakan Tarabana saya rasakan kabur. Ini dugaan pribadi saja: dari sudut pandang penulis sendiri, karakter El Vidriero yang bermata biru lebih dekat dengan dirinya sedang Tarabana atau orang Indian secara khusus masih merupakan suatu objek asing betapapun perhatiannya terhadap mereka.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Marco.
131 reviews3 followers
October 24, 2024
Geen flauw idee of ik het ooit heb gelezen. Waarschijnlijk wel maar het boek, de naam en de titel stralen zoveel romantiek uit. 5 sterren
Profile Image for Noah.
560 reviews76 followers
August 22, 2016
Slauerhoff parodiert einen Aufstand im Mexico des frühen 20. Jahrhunderts. Unter dem Einfluss zweier örtlicher Großgrundbesitzer und eines ehrgeizigen Kirchenmannes wird ein gutwilliger aber fauler Landstreicher zum Messias auserkoren und man versucht die Indios mit sich widersprechenden Argumenten und mäßigem Erfolg aufzuwiegeln. Nach ersten Überraschungserfolgen, die eher der Tatsache geschuldet sind, dass die Regierenden die Bewegung nicht ernst nehmen und unvorbereitet agieren, zerstreiten sich die Revolutionsfiguren hoffnungslos untereinander, so dass die Bewegung beim Anrücken der ersten Soldaten kampflos in sich zusammenfällt. Die Anführer sind nicht enttäuscht über das Unterliegen - das hatten sie erwartet - sondern einzig darüber, dass man sie nicht ernst genug nimmt, um sie mit Feuer und Schwert zu verfolgen.

Eine nette kleine Novelle aber - im Gegensatz zu Slauerhoffs Verbotenem Reich - auch weder inhaltlich, noch stilistisch etwas Besonderes.
Profile Image for janine.
87 reviews13 followers
February 28, 2011
years ago this was my first slauerhoff. the filthy second-hand copy i have might have cost it a star in my rating.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.