Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Blues untuk Bonnie” as Want to Read:
Blues untuk Bonnie
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Blues untuk Bonnie

3.9  ·  Rating details ·  140 Ratings  ·  10 Reviews
Angin bertalu-talu di alun-alun Boston.
Bersuit-suit di menara gereja-gereja.
Sehingga malam koyak moyak.
Si Negro menghentakkan kakinya
Menyanyikan kutuk dan serapah.
Giginya putih berkilatan
meringis dalam dendam.
Bagai batu lumutan
wajahnya kotor, basah dan tua

Berisi 13 puisi karya Si Burung Merak.
Kupanggil Namamu
Kepada MG
Nyanyian Duniawi
Nyanyian Suto untuk Fatima
Nyanyian F
...more
Paperback, 52 pages
Published 1993 by Pustaka Jaya (first published 1971)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Blues untuk Bonnie, please sign up.

Be the first to ask a question about Blues untuk Bonnie

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Aprijanti
Nov 11, 2013 rated it liked it
Shelves: kumpulan-puisi
Kelamin, Politik dan Agama. Tiga hal yang sangat kental dari kumpulan buku puisi ini. Dialognya kaum marginal yang tidak mau didengar oleh kaum borjuis. Dari masa ke masa, 1970 tahun di mana kumpulan puisi ini dibukukan pertama kali sampai dengan tahun 2013, sekarang ini, permasalahan negri tetaplah sama. Kaum yang ditindas oleh kaumnya sendiri, si tukang politik yang senang merayu dan berwatak licik.

Sedikit bait dari judul puisi: Pesan Pencopet Kepada Pacarnya

Usahakan selalu menanjak kedudukanm
...more
Nazmi Yaakub
Membaca sajak WS Rendra tidak lagi seperti dulu. Pandangan alam berbeza dan cara berfikir tidak lagi selalu emosional seperti dulu, maka sebahagian sajak beliau aku hanya lihat dari kaca mata kritikan sosial dan politik pada zamannya.
Widhyanto Muttaqien
Nov 16, 2011 rated it really liked it
Shelves: lawas-indonesia
mengenal Rendra, sekaligus dengan dua budaya yang ia alami. Amerika dengan marginalitas urbannya dan Indonesia dengan segala tradisinya, juga dengan kaum marginalnya.
Bimana Novantara
Dec 31, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: punya, puisi
Menarik sekali. Ada musisi blues sengsara. Ada pemberontakan pelacur. Ada pelacur sipilis. Ada pendeta dibantai jamaahnya. Ra-ra-ra. Hum-pa-pa.
Mark
Dec 10, 2016 rated it liked it
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta


Pelacur-pelacur Kota Jakarta
dari kelas tinggi dari kelas rendah
telah diganyang
telah diharu-biru.
Mereka kecut
keder
terhina dan tersipu-sipu.

Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan.
Tapi jangan kau kelewat putus asa.
Dan kau relakan dirimu dibikin korban.

Wahai, pelacur-pelacur Kota Jakarta
Sekarang bangkitlah.
Sanggul kembali rambutmu.
Kerna setelah menyesalk
datanglah kini giliranmu
bukan untuk membela diri melulu
tapi untuk lancarkan serangan.
Kerna:
Sesalkan mana yang
...more
Wawan Kurn
Jan 06, 2016 rated it really liked it
Revolusi para pemimpin adalah revolusi dewa-dewa. Mereka berjuang untuk surga dan tidak untuk Bumi.
Mochammad Taufik
Jan 05, 2016 rated it liked it
Di buku ini terlihat Rendra lebih matang menuliskan puisinya. Lebih tenang dan mengalir.
heri
Nov 19, 2014 rated it really liked it
mistis.
Ireine Roosdy
rated it really liked it
Sep 11, 2012
Nanang Suryadi
rated it really liked it
Apr 06, 2011
Hioaryanto
rated it it was amazing
Jun 10, 2010
Achmad
rated it it was amazing
Apr 21, 2014
Rizki Fadhilla
rated it really liked it
Aug 24, 2017
Leonardi
rated it it was amazing
Aug 04, 2011
Chaniago
rated it liked it
Dec 28, 2009
Helvy
rated it really liked it
May 18, 2008
Aliya
rated it it was ok
Sep 24, 2015
David
rated it really liked it
Aug 05, 2011
Ananda
rated it really liked it
Oct 22, 2008
Andika  Abdul Basith
rated it it was amazing
Sep 22, 2013
gieb
rated it really liked it
Apr 16, 2009
Rahmadiyanti
rated it really liked it
Nov 22, 2009
Rika Adinda
rated it really liked it
Aug 05, 2011
Yuni Ananindra
rated it liked it
May 02, 2014
Nurul Azhar
rated it really liked it
May 19, 2008
Hana Ahmad
rated it really liked it
Oct 22, 2012
-bjo-
rated it liked it
Aug 08, 2008
Sobron
rated it really liked it
May 23, 2010
Rizky Triputra
rated it liked it
Apr 06, 2014
Lucas
rated it it was ok
Aug 27, 2008
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • O Amuk Kapak
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • Untuk Bunda dan Dunia
  • Tirani dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi
  • Arsitektur Hujan
  • Sembilan Mata Hati
  • Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001
  • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
  • tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita
670033
Willibrordus Surendra Broto Rendra (b. November 7 1935) is a famous Indonesian poet who often called by his friends and fans as "The Peacock".

He established the Teater Workshop in Yogyakarta during 1967 but also the Teater Rendra Workshop in Depok.

His photo here shown Rendra in his room at 1969.


Theatres:
* Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
* SEKDA (1977)
* Mastodon dan Burung Kondor (1972)
* Ha
...more
More about W.S. Rendra...

Share This Book

“Cintamu padaku tak pernah kusangsikan,
Tapi cinta cuma nomor dua.
Nomor satu carilah keselamatan.”
7 likes
More quotes…