Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Para Bajingan yang Menyenangkan” as Want to Read:
Para Bajingan yang Menyenangkan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Para Bajingan yang Menyenangkan

3.86  ·  Rating details ·  275 ratings  ·  83 reviews
Novel: Sekelompok anak muda yang merasa hampir tidak punya masa depan karena nyaris gagal dalam studi tiba-tiba seperti menemukan sesuatu yang dianggap bisa menyelamatkan kehidupan mereka: bermain judi.
Paperback, 1st, 178 pages
Published December 1st 2016 by Buku Mojok
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Para Bajingan yang Menyenangkan, please sign up.

Be the first to ask a question about Para Bajingan yang Menyenangkan

Community Reviews

Showing 1-30
3.86  · 
Rating details
 ·  275 ratings  ·  83 reviews


More filters
 | 
Sort order
Lila Cyclist
May 04, 2017 rated it really liked it
Piye ya meh nulis review nggo boso Jowo? Soale nang buku iki wakeeehhh boso Jowo ne. Dadine yo aku meh nulis2 nulis bab buku iki nggo bosoku sing tak nggo mben dino. Nek do gak dong moco reviewku, yo mungkin awakmu yo rak cocok karo bukune. Gampang to? #mlipir sik sakdurunge dibalang karo sing nulis...

Dadi inti ceritane ki jane mung nguri2 jaman e mas Puthut rodo edan, edan ngombe karo edan judi bareng kanca-kancane. Kanca ne ono sing jenenge Bagor, Kapsul, Kunthet karo sijine ora disebut jenen
...more
Sulis Peri Hutan
Sep 08, 2017 rated it really liked it
Shelves: koleksiku
Sukaaaaa! Eneng bagian seng marai kemekel, hahahaha

review lengkap http://www.kubikelromance.com/2017/09...
Wardah
Sep 18, 2017 rated it liked it
Shelves: pinjam
Bercerita tentang masa muda penulis bersama sahabat-sahabatnya, almarhum Jadek, Bagor, Kunthet, Proton, dan Babe. Gerombolan bernama Jackpot Society ini menemukan kebahagiaan di tengah kehidupan mahasiswa yg menyedihkan dan mengenaskan lewat satu hal, bermain judi.

Hal-hal yg saya suka

1. Nuansa yg beda dg karya-karya Puthut EA lain. Oke, saya memang baru baca kumcer Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali, tapi jelas sekali novel ini terasa beda. Terasa sangat personal sehingga membuat saya, mudah
...more
ifan
Feb 07, 2017 rated it really liked it
Suka! Rasanya seperti seorang teman yg lagi ngobrol dan ngopi bareng di kantin Bonbin, lalu ia bercerita banyak hal ttg kekonyolan dirinya dan teman-temannya, ditambah guyonan khas jogja bertebaran setiap lembarnya! Sebagai mahasiswa yg masih aktif di kampus yg sama dengan penulis, ketika dihadirkan setting di kantin bonbin rasanya seperti dibawa setahun sebelum kantin tersebut direlokasi :"
Litsa Khaya
Dec 16, 2017 rated it really liked it
Bacaan yg menghibur xD
Arif Abdurahman
Jun 02, 2017 rated it liked it
Lebih merupakan memoar ketimbang novel. Otobiografis pisan. Penggunaan Basa Jawa tanpa ada artinya saya pikir bagus, lebih baik dibiarkan begini saja tanpa perlu ditambahin terjemahan. Tapi soal gojek kere, bagi saya yang orang Sunda enggak kena dan terkesan garing.
A.A. Muizz
May 20, 2018 rated it liked it

Ini merupakan kali kedua saya membaca buku karya Puthut EA. Sebelumnya saya membaca kumcer "Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali" yang diterbitkan Insist Press (kini diterbitkan ulang oleh @bukumojok ). Berbeda dengan kumcer bebek yang serius dan kelam, buku bajingan ini ditulis dengan gaya slenge'an, ringan, dan 'kasar'. Di sampul belakang sih tertulis "Novel", tapi saya rasa ini adalah pengalaman pribadi penulis beserta kawan-kawannya yang mungkin saja dibumbui dengan hal-hal yang bersifat f
...more
Aksa
Jul 01, 2018 rated it it was amazing
Shelves: 2018
Para Bajingan yang Menyenangkan karangan @puthutea terbitan @bukumojok

Saya bisa mengatakan ini seperti buku biografi. Menceritakan tentang kehidupan penulis bersama kedua temannya. Membaca buku ini saya seperti terbawa pada kehidupan saya pribadi. Kehidupan bersama teman-teman saya.

Sebuah kisah kehidupan yang menarik di mana ada beberapa di antara kita yang dinilai tidak punya masa depan, akhirnya mencari jalannya sendiri menghadapi masa depan. Menjalan hari demi hari untuk kesenangan sendiri.

A
...more
Utami Pratiwi
May 21, 2017 rated it liked it
sewaktu kuliah, saya tidak punya "geng" atau semacamnya. awal-awal kuliah ada sih, barengan sama temen. bertiga lalu berempat. tapi karena tugas kelompok biasanya tiga orang, maka saya yang sering menyingkir. mereka tidak membuang saya, tidak. wkwkwk #maksa. lalu satu di antaranya terlewat egois menurut saya. akhirnya saya memilih mlipir dari mereka. ya, ini entah saya yang susah dipahami atau memang saya sudah terlalu lelah memahami orang lain. #eah...
pertengahan semester, saya gabung sama gero
...more
Marsha Zakia
Aug 03, 2018 rated it really liked it
Shelves: tbr
4 STARS

So, I challenge myself to read only Indonesian writers for a month, because 17 August is Indonesia independence day, and I want to support more local writers.

So, this is the first book of August reading challenge!

So the review will be in Bahasa.

Para Bajingan Yang Menyenangkan adalah sebuah Kisah nyata pengalaman Penulis saat menjadi mahasiswa dengan keadaan studi yang suram dan teman-temannya yang doyan berjudi.

Bacaan super ringan dan menyenangkan. Saya dibuat tertawa karena guyonan Jawa
...more
Pauline Destinugrainy
Bukunya baru datang kemarin, menang pinjam dari Ina di Jogja. Dan baca buku ini sukses bikin saya kangen sama Jogja. Isinya bukan tentang Jogja sih...tapi tentang persahabatan beberapa penjudi di Jogja. Yang bikin kangen adalah penggunaan bahasa Jawa sehari-hari, yang membacanya bikin saya senyum2 sampai ketawa ngakak (sampai anak saya yang umurnya 3 thn bilang, "mama ketawa sendiri"). Dan suami saya pun jadi pengen baca (FYI, suami saya paling malas kalau disuruh baca buku).

Isinya apalagi ya? O
...more
Jonas Vysma
Jul 10, 2018 rated it really liked it
Ceritanya ringan. Awalnya saya memang tidak berekspetasi lebih, karena ada satu karya Puthut yg njlimet bagi saya. Dan ternyata benar saja, ceritanya tidak jauh dari keseharian saya & imajinasinya juga cepat tergambarkan. Hahaha. Bahasa yg ringan & asyik, walaupun kalau saya menilai buku ini hanya sekedar bercerita, hanya memberi cerita, tidak lebih. Bintang 4 karena saya suka, bukan karena yang lain.
Nurina Widiani
Mar 29, 2017 rated it really liked it
Novel ambyar. Wkwkwk~ Sebagai orang yg lahir, besar dan tinggal di Jogja, bergaul dgn orang-orang yg hobi gojek kere, saya merasa novel ini bikin gobyos ngakak-ngakak. Jingan nan og. :)))
Tapi ya, saya menemukan bukan hanya perjudian tapi juga persahabatan yang abadi dalam buku ini. Been there done that... mengenang seorang sahabat yang pernah ambyar-ambyaran, bukan dengan kesedihan tapi dengan tawa dan kenangan indah.
cindy
Apr 14, 2017 rated it really liked it
Buku iki kenthir tenan og, isi ceritane kenthir, wong2e yo kenthir, sing moco yo dho melu edan kabeh. Lha mosok ngekek kepingkel-pingkel dhewe. Doohh.... betul-betul... :)

Bacaan yang menyenangkan. Jaaan, b*jingan tenan!!

#numpangbacasebelumdiserahterimakankepadayangberhak

Don't look Back in Anger
Mar 12, 2017 rated it it was amazing
Buku ini bagus, bagus banget, mengingatkan saya kalau punya sahabat beberapa itu menyehatkan akal budi dan jasmani ..
Andry Yosep
Oct 27, 2018 rated it it was ok
Niat saya membeli buku ini adalah berharap menjadi bacaan ringan yang menyenangkan--saya mendapatkan tawa dan terhibur. Ternyata saya dikecewakan ekspektasi. Saya hanya baca sampai halaman 112 lalu skip dan baca bab terakhir yang menyisakan 3 lembar saja. Terlalu berat bagi saya untuk membaca keseluruhan.

Saya sempat baca kumcer mas Puthut dan suka, juga sedikit tahu mengenai karir beliau di dunia tulis menulis yang cukup tersohor, khususnya di Yogya. Karena itu, tidak membuat saya merasa buku yg
...more
Tristanti Tri Wahyuni

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat penasaran sekali dengan buku ini gara-gara banyak diomongin sama teman-teman. Waktu saya tanya ke seorang teman, “Bagus ya bukunya, Mas?” Sesemasnya bilang, “Yang ini, kalau nggak biasa baca, takutnya malah nggak cocok.” Barangkali beliau melihat saya terlalu polos sehingga tidak cocok membaca buku yang katanya memuat banyak pisuhan ini. :)) Akhirnya, saya redam rasa penasaran saya.

Belakangan, saya berjodoh dengan buku ini ketika membeli paket valentine di B

...more
Teuku Alfian Pase
Apr 04, 2017 rated it really liked it
Buku ini adalah salah satu dari sedikit buku yang berhasil saya makan habis sebelum berganti tanggal. Catatan kisah kisah kelam -tapi menyenangkan seorang Puthut EA bersama teman-teman masa mudanya. Bagi saya pribadi, kisah-kisah di dalamnya layaknya fiksi, saya hanya bisa berimajinasi karena hampir tak pernah melakukan hal yang serupa, tapi pada waktu yang sama juga sebuah realita sosial yang umum terjadi. Seumur hidup saya tidak pernah menyentu minuman keras. Meski tidak sedikit teman saya yan ...more
Melati Tegugur
Aug 08, 2017 rated it really liked it
Ini kali pertama saya membaca karya Puthut. Sebelumnya saya "sempat tertarik" untuk membeli buku Puthut waktu saya tengah patah hati (saya lupa judulnya yang mana) kala itu berderet buku Puthut ada sekitar 3 atau 4 judul. Saya memasukkan salah satunya di dalam wishlist saya namun hingga hari ini (terhitung dari Desember) saya belum membeli satu pun dari deretan buku itu.

Kemudian, saya melihat teman saya di Novel Addict membagikan pengalamannya membaca buku ini, dan kemudian saya tambah ingin mem
...more
Natasha
Jul 09, 2018 rated it really liked it
Pertama saya melihat buku ini di rak Fiksi Gram*edia berjejer dengan karya beliau yang lain, buku ini sukses menarik perhatian saya. Dari judulnya yang nyentrik saya sudah penasaran tentang apa isinya; ternyata buku ini adalah kisah pengalaman sang penulis, Mas Puthut EA, ketika beliau duduk di bangku perkuliahan, tepatnya di Fakultas Filsafat UGM. Mengambil latar kehidupan mahasiswa Yogyakarta tahun 90an pertengahan, saya merasa buku ini berhasil membawa pembaca dalam realm berbagai peristiwa ( ...more
A N P
May 08, 2017 rated it liked it
Baca buku ini sekaligus menyelami gimana kehidupan anak-anak bandel taun 90an, saat mereka kuliah di kampus ternama tapi kelakuannya "ambyar" semua. Di sisi lain, walaupun mereka penggila judi, mabuk, dugem, dan hal buruk lainnya, mereka selalu tolong menolong satu sama lain, atau muncul ide untuk beliin rumah untuk bapak-bapak yang suka tidur di stasiun Tugu kalau mereka menang judi. Hahaha ya salah juga sih. Tapi keinginan polos nan naif itu ternyata malah bikin geng ini jadi favorit orang-ora ...more
Deta Ariesandy
Dec 10, 2018 rated it liked it
Bagi pembaca karya Puthut EA yang ingin mendapatkan suasana baru, ini bisa menjadi alternatif bacaan. Berbeda dengan tulisannya yang biasa romantis, novel ini penuh dengan guyonan dan bahasa sehari-hari yang membuat novel ini terkesan berantakan. Isi ceritanya cukup mengocok perut. Puthut EA menceritakan penggalan hidupnya (kurasa ini kisah nyata) bersama dengan teman-temannya yang 'ajaib'. Penuh dengan dagelan, Puthut EA menggambarkan bagaimana ia dan kawan-kawannya bisa menghadapi hidup penuh ...more
Andar Hermawan
Sep 22, 2017 rated it liked it
Cerita kocak/konyol yang mengalir tentang sekelompok mahasiswa tanpa harapan mencari kebahagiaan versi mahasiswa Jogja. Bila anda mahasiswa jebolan Fak. Ekonomi/Sospol/Filsafat/Ilmu Budaya UGM, beberapa bab awal akan menyuguhkan nostalgia khas ala "Bonbin" saat itu. Lengkap dengan pengap lantai tanahnya, rombong ketoprak Mas Heru, nasi pecel Mbak Ning hingga deretan mahasiswa yang angkat kartu plus botol di Bonbin saat malam tiba.

Sayangnya (mungkin) buku ini baru separuh jalan, selain Almarhum d
...more
Ikrima Nathisa
Sep 10, 2018 rated it really liked it
Sesuai judulnya, buku ini memang sangat menyenangkan. Isinya kekonyolan antara sahabat. Beberapa cerita berhasil membuat saya tertawa, sampai suami saya beberapa kali bertanya, "Kamu kenapa?"

Banyak kalimat yang ditulis dalam bahasa Jawa, tapi itu yang membuat buku ini lebih hidup. Itu membuat kalimat-kalimat candaan antar tokoh lebih terasa. Jangan khawatir, penulis memberikan kamus singkat di bagian belakang buku. Saya lumayan sering bolak-balik ke halaman belakang. Tapi bukan masalah untuk say
...more
Haris Quds
Jan 31, 2018 rated it really liked it
ini buku beneran bajingan! hahahaha
Saya suka cara penarasian nya yang membuat saya seolah olah lagi berhadapan dengan mas puthut di warkop dan dia cerita panjang lebar!
Cerita cerita di buku ini juga sifatnya slice of life yang gak nyambung2 banget, jadi cuma potongan2 kenangan mereka aja.
Disitu enaknya, saya bisa ngikuti ceritanya dengan mengalir.
Sayangnya buku ini banyak memuat dialog berbahasa jawa yang saya sebagai orang padang sangat susah mengartikan nya (walaupun ada kamus singkat di belak
...more
Rose Gold Unicorn
Sep 17, 2017 rated it really liked it
Jujur ya, saya selalu suka cara puthut memberikan judul untuk setiap bukunya. Bikin pembaca tergugah pengin baca kayak apa isi bukunya.

Meskipun ya meskipun buku ini nggak ada "isinya", saya sangat menghargai usaha penulis untuk mengabadikan teman-temannya ke dalam buku ini. Bahasanya ngalir kayak lagi denger sekumpulan mas mas nongkrong di warkop.

Terus saran saya kalo sampeyan nggak bisa bahasa jawa, mendingan nggak usah baca buku ini. Karena meskipun ya meskipun ada kamus jawa di belakang buku
...more
Ainun Mutmainnah
Jul 17, 2018 rated it really liked it
puthut seolah mengajak pembacanya ke sebuah acara minum kopi. ia membuka percakapan dengan menceritakan kisah konyolnya sewaktu masih di kampus bersama sahabat-sahabatnya. kami semua pasang telinga. kami tertawa dan tidak ada yang memotong cerita puthut. kurang bodoh apalagi orang yang menyerahkan kartu tesnya sewaktu kena tilang polisi padahal ia sedang buru-buru ke kampus untuk ikut ujian? begitulah puthut. jujur dan lugas. tidak pernah mencoba jadi orang lain. dan pesta selesai. puthut pulang ...more
Al Szi Febianszini
Mar 27, 2019 rated it liked it
Andai saja bahasa jawanya lgs terjemahin pake footnote atau apa gtu di halaman yg sama, bintangnya bakalan jadi 4. Bukannya gimana sih, krna lgi asyik baca trus tiba2 obrolan full bahasa jawa jd kuharus bolakbalik liat kamus belakang. Sampai akhirnya aku udh gak bolakbalik liat kamus belakang lagi dan hanya menebak kira2 obrolan apa yg terjadi. Ahahaha
Tapi aku suka sama cerita kekonyolan mereka. Apalagi kasus “tempe” itu ampe ngakak. Dan pada akhirnya, sebejad-bejadnya orangtua gak ada yg mau an
...more
Muhammad Hafid Ridho
Nov 23, 2018 rated it it was amazing
Mas Puthut berdosa akibat menulis buku ini. Gara-garanya, saya memandang perbuatan Jackpot Society sangat asik dan bukan sebuah dosa yang perlu dikhawatirkan. Padahal kurang dosa apa lagi dari judi dan mabuk-mabukan? Para bajingan ini seakan menyuruh saya untuk menikmati hidup yang cuma sekali.

Tapi buku ini tidak sepenuhnya bercerita soal kenakalan masa muda mereka. Saya belajar pola pikir yang sederhana dan nggak njelimet. Hidup cukup dijalani saja. Tak perlu dibikin ribet.
Jessica Huwae
Apr 11, 2018 rated it really liked it
Walau beli buku ini secara nggak sengaja, ya ampun ternyata buku ini benar-benar menyenangkan! Kisahnya juga akrab buat saya yang pernah jadi mahasiswa di penghujung orde baru; rasanya familiar sekali dan memancing tawa di setiap bagiannya. Zaman hanya memikirkan kuliah tanpa tahu tentang masa depan. Gaya penulisannya juga lincah dan mengalir, bukan gaya staccato yang lagi gandrung digemari penulis-penulis kekinian. Recommended!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Muslihat Musang Emas
  • Teka-Teki Terakhir
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Kartun Benny & Mice: Jakarta Luar Dalem
  • Married with Brondong
  • Pintu Terlarang
  • Nguping Jakarta
  • O
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif
  • Orang-Orang Tanah
  • Negeri Senja
  • Semua Ikan di Langit
  • Simple Miracles: Doa dan Arwah
  • Chemistry for Beginners
  • 86
See similar books…
163 followers
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.