Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api” as Want to Read:
Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api

(Seri Buku TEMPO)

3.68  ·  Rating details ·  81 ratings  ·  19 reviews
...
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Petilan sajak berjudul “Diponegoro” di atas ditulis Chairil Anwar pada Februari 1943. Dengan mengungkap sosok Diponegoro―putra tertua Sultan Hamengku Buwono III―yang kuat dan liat menghadapi Belanda, Chairil menggelorakan kembali semangat juang. Sikapnya melawan kolonialisme tegas, seperti terungkap dalam puisi itu dan menjadi kutipan populer: seka
...more
Paperback, 168 pages
Published October 5th 2016 by Kepustakaan Populer Gramedia
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Chairil Anwar, please sign up.

Be the first to ask a question about Chairil Anwar

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.68  · 
Rating details
 ·  81 ratings  ·  19 reviews


More filters
 | 
Sort order
ucha
Jun 20, 2018 rated it liked it
Sebenarnya waktu yang tepat untuk membaca Seri TEMPO untuk Chairil Anwar ini saat bulan April yang bertepatan dengan Hari Puisi Nasional yang diambil dari peringatan wafatnya. Seperti seri lainnya, membaca kumpulan tulisan edisi khusus ini jadi cara tepat untuk mengenal satu per satu tokoh Indonesia sebelum berlanjut dengan bacaan karya lainnya. Isi buku ini cukup menggambarkan kehidupan Chairil yang selama ini belum saya ketahui. Saya yang menjalani sekolah dasar di Bekasi sangat familiar denga ...more
Ariel Seraphino
Nov 10, 2016 rated it it was amazing
Begitu tahu bawah Tempo menerbitkan Chairil dalam seri tokohnya, langsung saya ambil buku ini sebagai daftar bacaan berikutnya. Kualitas investigasi dan penelusuran dari tim Tempo sudah tak perlu dipertanyakan lagi dan hal inilah yang menjadi nilai tambah buku biografi ini. Mengangkat kisah sang penyair pelopor angkatan 45 ini tentu saja menarik bagi mereka yang memujanya. Kisah hidupnya yang tragis dan ganjil menjadi bahan perenungan yang dalam bagi pembaca. Bagaimana seorang anak muda dengan b ...more
cindy
Puisi Chairil pasti sdh banyak yg membaca, tapi sosok real Chairil belum banyak yang kutahu. Buku ini mengupas masa kecil, perjuangan dan wafatnya sang penyair flamboyan. Pun kisah cinta, idealisme, jiwa patriotik, kemiskinan dan pandangan sahabat-sahabatnya.

Si "binatang jalang" ini mati muda di usia 27 tahun, sekaligus 'hidup seribu tahun lagi' lewat puisi-puisi dan kutipannya.

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Nana
Oct 16, 2016 rated it really liked it
Sama sih seperti liputan tokoh Tempo lain yang sering gue baca pas masih langganan majalahnya. Kisahnya menyeluruh, gak cuma berdasarkan dokumentasi tapi juga wawancara dengan orang-orang terdekatnya.

Chairil Anwar ini tipe yang kalau seandainya dia hidup di zaman sekarang dan temen gue, bakalan gue jauhin sejauh-jauhnya. Udah kerempeng, mata merah, perokok berat, tukang ngutang, tukang nyolong, tukang nebeng, ga bisa nyari uang, ga tanggung jawab. Apa lagi deh tuh...
Tapi emang ciri orang yang i
...more
Marina
Thanks a lot Gramedia.com for the 70% discount from IDR 50.000 into IDR 12.353! Happy Harbolnas!
---------------------------------------
** Books 126 - 2017 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2017

3,2 dari 5 bintang!


Wah saya tidak menyangka kehidupan penyair Chairil Anwar ternyata cukup tragis meninggal di usia muda yaitu 27 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Karet. :O
Sin Sin
Dec 16, 2016 rated it really liked it
Shelves: non-fiksi
Senang bisa mengenal lebih dekat sosok pujangga pelopor angkatan '45 ini. Sudah jatuh cinta dengan sajak-sajaknya sejak kelas 4 SD ketika seorang teman mendeklamasikan sajak berjudul "Aku" karya Chairil di depan kelas. Dan dengan lancangnya ia mengacungkan jari telunjuk ke guru ketika membacakan bait pertama sajak tersebut (if you know what I mean). Aksi polos yang sontak membuat isi kelas tertawa. Ya, namanya juga anak-anak.

Kisah hidup yang getir tak sekalipun melunturkan semangat Chairil untuk
...more
Bunga Mawar
Niatnya kami mau bikin klub buku, ngobrolin satu buku yang sama-sama kami baca pada satu masa tertentu. Agar gampang, kami cari buku yang tersedia di iPusnas. Akhir April lalu Nura mengusulkan membaca buku ini, mumpung baru lewat peringatan Hari Puisi Nasional yang diambil dari tanggal kematian Chairil Anwar, 28 April 1949. Saya dan Jimmy pun setuju.

Ternyata saya baru mulai baca di hari terakhir Mei lalu, dan baru selesai dini hari ini. Sebagai penggemar puisi-puisi Chairil Anwar sejak SMP (saya
...more
Siti Annisa
May 26, 2017 rated it really liked it
Dengan tulisan yang mudah dipahami, buku ini membuat saya mengenal Chairil Anwar menjadi lebih dekat, setelah saya membaca buku Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup Karya Penyair Chairil Anwar yang ditulis oleh Sjuman Djaya.

Saya menjadi lebih paham dan lebih merasai apa yang diderita Chairil dalam menghadapi kegelisahan hatinya. Cintanya kepada Sumirat yang lebih besar dibanding beberapa perempuan lain yang sempat singgah dalam hidupnya hingga ia bertemu dan kawin dengan Hapsah. Juga sakit yang ia
...more
Rambu Imel
Mar 23, 2019 rated it it was amazing
Buku ini tidak hanya menampilkan kompilasi puisi-puisi bung chairil tapi lebih daripada itu ditampilkan kisah hidup, teladan hidup, serta behind the scene dibalik puisi-puisi yang ditulis.
Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dan membuat pembaca lebih dekat dengan sosok bung chairil ini

Ada salah satu kutipan dari buku ini yang cukup menarik dan bisa menjadi suatu pemantik bagi anak muda saat ini :

Namun di "kampung besar" ini pula Chairil ditempa. Intelektualitasnya berkembang. Bacaannya be
...more
Sri
Mar 07, 2018 rated it really liked it
Secara singkat buku ini mengisahkan kehidupan Chairil Anwar, sejak lahir hingga meninggalnya. Lebih mengulas bagaimana Chairil menjalani hidupnya. Sebagai pembaca aku lebih berharap lebih banyak cerita yang mengulas proses yang dijalani Chairil sampai menghasilkan puisi-puisi cemerlangnya. Misal, seperti yang di buku ini diceritakan untuk puisi Beta Pattirajawane. Bukannya di sini sama sekali tidak diceritakan, tapi lebih baik lagi jika diceritakan secara mendalam.
Evan Dewangga
Oct 24, 2018 rated it really liked it
Shelves: biografi
"Sekali berarti, sudah itu mati"

Meski usianya singkat, hanya 27 tahun, namun gelora semangat Chairil tak pernah habis, bahkan sajak-sajaknya cenderung sangat melampaui zamannya. Sekali lagi, Tim Buku Tempo mampu mengenalkan sosok bohemian Chairil dengan kemasan yang sangat candu untuk dibaca. Jiwa muda, urakan, pemberontak dikupas tuntas tanpa menghilangkan sisi humanis dan sentimental Chairil.
KrisnantyoW
May 27, 2018 rated it really liked it
Kepribadian Chairil dikupas tuntas dalam buku ini. Fakta dan bukti yang ada tertuang jelas dalam buku. Namun saya berharap lebih banyak sajak yang dituang dalam buku.
Jojo
Bravo Chairil, Bravo!!!!!!!!! Mari hidup seribu tahun lagi!!!
Wawan Kurn
Dec 21, 2016 rated it really liked it
Penyair satu ini, punya kisah dan karya yang keren. Ingin hidup 1000 tahun lagi. Dan benar, ia benar-benar akan hidup di para pembaca. Hampir setiap tahun, di perayaan hari kemerdekaan, puisinya akan menjadi puisi wajib pada lomba baca puisi. Kerawang Bekasi - Diponegoro adalah dua karya yang selalu hadir menemani dalam perayaan kemerdekaan.

Puisi "Aku" menyimpan jati diri seorang Chairil yang sesungguhnya, dan pada buku ini ada banyak hal yang akan membawa kita sebagai pembaca melihat dan menge
...more
Ruth Marbun
Jan 12, 2017 rated it liked it
Tempo series is a well written introduction to Indonesian historical icons. It's like knocking on a door but to go further in, if you're interested, you'll need to source deeper to other books.

Like any geniuses, Chairil is a weirdo that a person can only love or hate passionately and nothing between. What I like from reading such books is finding out the real life bits: who they're friends with, where do they hang out, what's their bad habits, and other interesting mundane details that connects
...more
Alin Sihite
Nov 18, 2016 rated it it was amazing
" aku ingin hidup seribu tahun lagi "

ya , sampai hari ini .. Chairil masih tetap 'hidup'
apa saja tentang Chairil pasti menarik untuk dibaca .. kehidupannya , kelebihan dan kekurangannya ..


Arif Abdurahman
rated it liked it
Mar 19, 2018
Debbie Sally
rated it liked it
Jul 04, 2018
Alem Arma
rated it it was amazing
Jan 08, 2017
Ayasy Abdurrahman
rated it it was amazing
Jul 13, 2018
Ananda Sevma
rated it really liked it
Apr 09, 2017
Nia33
rated it it was amazing
Mar 27, 2018
Indras
rated it it was amazing
Nov 04, 2018
Arie Prasetyo
rated it liked it
Aug 18, 2017
Fajar Kurnia
rated it it was amazing
Apr 21, 2019
Boyke Rahardian
rated it liked it
Jul 03, 2017
Bogy Wiworotomo
rated it it was amazing
Feb 20, 2017
Herlinaasp
rated it really liked it
Sep 11, 2017
Galang Tarafannur
rated it it was ok
Jan 13, 2018
Salma Hayuningrat
rated it liked it
Dec 24, 2018
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Other books in the series

Seri Buku TEMPO (5 books)
  • LEKRA dan Geger 1965
  • 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika
  • Antropologi Kuliner Nusantara
  • Jalan Pos Daendels