Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Wisanggeni: Sang Buronan” as Want to Read:
Wisanggeni: Sang Buronan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Wisanggeni: Sang Buronan

by
3.80  ·  Rating details ·  266 ratings  ·  45 reviews
Manusia itu bebas,
atau ditentukan kodrat?
Dari dasar lautan,
Wisanggeni Sang Buronan,
menyerbu kahyangan
mencari jawab.

Seru seperti cerita silat.
Bijak seperti buku filsafat.
Ringan seperti hiburan.
Paperback, 108 pages
Published September 16th 2016 by Laksana (first published July 21st 1984)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Wisanggeni, please sign up.

Be the first to ask a question about Wisanggeni

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.80  · 
Rating details
 ·  266 ratings  ·  45 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Wisanggeni: Sang Buronan
Dion Yulianto
Sep 27, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Luar biasa, tidak sampai satu jam waktu yang dibutuhkan untuk membaca novel tipis ini, tetapi efek yang ditimbulkan menetap selama berjam-jam di kepala saya. Saya memang belum membaca Kitab Omong Kosong yang tebal itu. Tapi, jika buku itu sedahsyat novel Wisanggeni ini, maka saya akan langsung memasukkannya dalam daftar beli *lupakan timbunan*. Membaca novel ini sama sekali tidak terasa seperti membaca cerita pewayangan yang pelan dan serba tinggi. Malahan, membaca buku ini tidak ubahnya membaca ...more
Toffan Ariefiadi
Judul: Wisanggeni, Sang Buronan
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Cetakan:Pertama, Januari 2000
Penerbit: Yayasan Bentang Budaya
Tebal: xii + 92 halaman



Bagi Wisanggeni, hidup menjadi seorang buronan bukanlah hal yang menakutkan apalagi mengkhawatirkan. Ia merupakan tokoh pewayangan yang sangat sakti, bahkan tokoh sekelas batara (dewa) saja tidak sanggup melawan Wisanggeni.

Wisangggeni berarti bisa yang berapi.

Bambang Wisanggeni lahir dari pasangan Arjuna dan Dewi Dresanala. Arjuna yang manusia dinikahkan
...more
Happy Dwi Wardhana
Saya membaca novel ini di pinggir kolam renang sebuah hotel. Gemercik air dan pemandangan alam yang meliputi saya membuat saya betah merenung lebih lama setelah saya menyelesaikannya.

Perjalanan Wisanggeni mencari asal usulnya terjawab dengan kenyataan yang memilukan: ia adalah anak yang tak diinginkan. Sebuah cela bagi jagad raya hasil hubungan bidadari dan manusia.

Pergolakan batin Wisanggeni berujung pada keikhlasan penerimaan takdir. Sekuat-kuatnya manusia berusaha, ia hanyalah wayang yang m
...more
Nike Andaru
Dec 27, 2019 rated it really liked it
224 - 2019

Membaca cerita Wisanggeni kali ini terasa sangat seru terlebih karena ada beberapa lembar ilustrasi yang menarik.
Wisanggeni lahir dari Arjuna si manusia dengan seorang Dewi Darsanala. Kata para dewa, kelahiran Wisanggeni adalah sebuah kesalahan yang harus dilenyapkan. Sejak kecil Wisanggeni diusahakan untuk dilenyapkan hingga akhirnya setelah dewasa ia mencari tahu sendiri tentang asal muasalnya.

Sungguh cerita yang menarik, apalagi buat saya yang tidak banyak tahu soal perwayangan Jawa
...more
Eben Haezar
May 12, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Manusia itu bebas,
atau ditentukan kodrat?
Dari dasar lautan,
Wisanggeni sang Buronan,
menyerbu kahyangan
mencari jawab.


Seumur hidup, ini kali pertamanya saya membaca kisah pewayangan. Juga kali pertama saya membaca karya tulis dari Seno Gumira Ajidarma.

Untuk orang awam sebodoh saya yang tidak mengerti apa-apa, saya sangat terpukau dengan bagaimana Seno menulis sebuah tulisan pada masa itu. Bagaimana dengan segala kerendahan hatinya, Ia bisa menjabarkan dengan ringkas sebuah kisah pewayangan yang
...more
Teguh
Nov 13, 2016 rated it liked it
Tak perlu diragukan lagi, meski sebenarnya kerasa sekali nanggung (karena memang sesuai pengakuan, penulisan cerita bersambung ini berhenti).....

Karena cuma sepotong, jadi saya harus bilang seperti makan onde-onde dan saya cuma kebagian beberapa biji wijennya. Belum puaaaaas, pengen lebih panjang lagi
Nonna
Jan 16, 2017 rated it it was amazing
Buku tipis yang luar biasa. Tulisan yang ajaib. Seno, lagi-lagi berhasil membuat saya geleng-geleng kepala. Membuat saya terbang ke mega-mega.

Lima bintang, Pak. Teruslah menjadi penulis picisan bagai pasir pantai. Teruslah menjadi dalang dalam sastra.
Milka
Oct 26, 2008 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Saya suka sekali dengan cara bercerita SGA di buku ini. Ditambah dengan ilustrasi Danarto. Wuah.. bisa jadi dulu saya membelinya mula-mula karena melihat ilustrasinya terlebih dahulu. ;)
Indah Threez Lestari
Oct 24, 2016 rated it really liked it
Shelves: indonesian, punya
775 - 2016
Ricky Nuriadi
Apr 01, 2008 rated it it was amazing  ·  review of another edition
After a journey of wonderful "dragonball" battles then he gave us an ultra-shocking ending! Simple but Excellent writing by Seno! ...more
Puri Kencana Putri
Wisanggeni Sang Buronan adalah kisah fiksi yang seru. SGA mengisahkan lakon hidup putra dari Dewi Darsanala dan Arjuna yang hendak dilenyapkan, karena kelahirannya mengganggu ketentraman kahyangan. Mulanya adalah kegusaran Hanuman yang merawat proses persalinan Darsanala, tapi bayi yang bidadari ini lahirkan hilang. Hanuman pergi mencari jejak si bayi. Ia bertemu dengan banyak sosok dewa kahyangan dan yang telah diutus di bumi untuk bertanya siapa yang telah mengambil bayi tersebut. Hingga Hanum ...more
S. Shinta
Jul 24, 2020 rated it it was amazing
Wisanggeni seorang anak yang tidak diharapkan.
Dia memiliki kesaktian yang luar biasa, tapi ke mana pun dia berkelana, utusan-utusan dewa mengejarnya, ingin membunuhnya.
Wisanggeni sebenanrya heran kenapa dia diburu, dan akhirnya menemukan jawabannya ketika bertemu dengan Hanuman dan Kresna.
Namun, setelah beroleh jawaban pun, hidupnya tak lantas jadi mudah.
Dia harus memilih, mengalah atau membalas dendam.
*lah kayak blurb malah, ya. Hihihi.

Yang tak kalah menarik dari cerita wayangnya sendiri a
...more
Haghia lubis
Feb 02, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Mungkin karena rindu yang teramat sangat pada Penulis ini,saya berusaha melahap dengan sangat pelan setiap kata di buku ini yang penyajiannya jauh dari kata membosankan,walau saya bukan penggemar wayang namun familiar dgn Barata Yudha. Beliau berhasil menuturkan dan membuat perwayangan yang melibatkan dewa menjadi humanis dan dapat dimengerti.
DIVA Group
Sep 27, 2016 rated it really liked it
Mengapa kamu kudu punya banget buku Wisanggeni; Sang Buronan ini? Pertama, karena ini karya Seno Gumira Ajidarma. Halow, ini SGA loh! INI SGA LOH *CAPSLOCK JEBOL* Jika nama besar SGA belum mampu meyakinkanmu untuk memiliki buku ini, baiklah, Mimin tambahin lagi. Buku ini juga dilengkapi ilustrasi keren. Tidak sembarang ilustrasi, seluruh ilustrasi keren di buku 'Wisanggeni' karya SGA ini dibuat oleh Danarto. Iya, Danarto yang sastrawan itu. INI DANARTO loh, DANARTO, BRUH! *nggak santai" wkwkwkwk ...more
Theo Karaeng
Setidaknya, Wisanggeni ini lebih menarik ketimbang Drupadi.
Dina Layinah Putri
Buku tipis yang dibaca sekali duduk dan selesai. Membacanya membuatmu seperti ikut berada dalam adegannya.
Itus Tacam
Jul 02, 2017 rated it really liked it
Pendeknya,
Wisanggeni ini seorang anak blesteran antara ksatria bumi dengan bidadari kahyangan. Arjuna featuring darsanala. Kalau manut akadnya, darsanala sila diperistri tapi punya keturunan adalah sebuah pantangan. Coba dipikir, kog tega bener dalangnya. Keblinger. Nyeleneh dari sunnatullah. Supaya kisahnya lebih manusiawi, maka ki dalang menyuruh juna agar makar dari akadnya. Lahirlah wisanggeni. Wisa = bisa, geni = api. Semenjak jabang bayi ia digondol kakeknya yang dewa brahma itu terus dicu
...more
Galih Kartika
Aug 27, 2019 rated it really liked it
Dalam politik, tokoh Wisanggeni kerap jadi simbol bagi para rising star yang karir politiknya sengaja dijegal atau dimatikan.

Wisanggeni memang tragis. Wisanggeni anak Arjuna. Kesatria yang sangat sakti. Bisa masuk tanah seperti Antasena, bisa hidup di laut seperti Antareja dan bisa terbang seperti Gathutkaca. Ia diceritakan mengobrak abrik kahyangan dan membuat para dewa kocar-kacir. Tapi, kelahirannya menurut para dewa menyalahi kodrat. Wisanggeni dianggap bisa menganggu stabilitas. Karena itu
...more
Anggi Hafiz Al Hakam
Oct 17, 2016 rated it it was amazing
Wisanggeni Sang Buronan adalah satu dari sekian buku Seno Gumira AJidarma yang sangat saya nantikan untuk dicetak kembali. Saya bersyukur karena semester II 2016 ini Wisanggeni kembali hadir mengisi khazanah ruang sastra Indonesia. Sekaligus menambahi isi rak buku saya.

Entah mengapa, sejak mulai pembacaan pada halaman pembuka, saya tidak merasa cerita Wisanggeni Gugat ini sebagai sebuah cerita. Walaupun buku ini sejatinya memang hadir rentetan cerita bersambung, dikumpulkan, dan diberi ilustrasi
...more
Eko Setyo Wacono
Dec 25, 2016 rated it really liked it
saya selalu suka cerita dari kisah pewayangan, dan novel karya SGA ini membuat saya semakin suka akan cerita-cerita bergenre itu. berisi kisah dari wisanggeni, putra arjuna dari dewi darsanala, seorang bidadari, yang tidak dikehendaki kelahirannya oleh para dewa karena dianggap merendahkan kewibawaan para dewa karena seorang dewi mempunyai anak dari seorang manusia biasa. lika-likunya dalam mencari orang tuanya, kisahnya menghadapi utusan para dewa yang hendak membinasakannya, hingga keikhlasan ...more
Kimi
Feb 23, 2017 rated it it was amazing
Seorang laki-laki berpakaian compang-camping, tampak seperti pengemis, dan berbau badan kurang sedap tampak memasuki sebuah kedai. Dia memesan daging bakar dan sebotol arak. Keluar dari kedai dia dibuntuti seorang pria berpakaian sutra keemasan. Pria yang seperti pengemis ini adalah Wisanggeni, sementara pria berpakaian indah tersebut adalah Utusan Dewa. Utusan Dewa mendapat tugas untuk membunuh Wisanggeni.

Tugas membunuh Wisanggeni bukanlah tugas yang mudah. Sebelumnya sudah sembilan Utusan Dewa
...more
Muhajjah Saratini
Wisanggeni adalah anak Arjuna (yang ganteng itu) dengan Bidadari, Dewi Darsanala.
Tapi, tidak seharusnya manusia punya anak dengan bidadari. Beda level jauh banget.
Dia mau dimasukin golongan mana? Manusia bukan, dewa juga bukan.
Karena nggak ada tempat, Wisanggeni sebaiknya lenyap.
Wisanggeni jadi buronan, dicari-cari, harus mati.
Demi keseimbangan dunia, pikir para dewa.

Tapi, Wisanggeni teramat sakti.

Sampe Hanoman dan Sri Krisna perlu turun tangan.

Nah, nah, gimana nih ending-nya?

***

Ini adalah tuli
...more
Sandra Sopian
Feb 08, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Merupakan cerita bersambung tentang salahsatu sosok di pewayangan yg (menurut saya) kurang joss. hehe. tumben tumbenan SGA menulis cerita dengan minim pemaknaan, tergesa gesa dan cenderung membosankan. jalan ceritanya mudah ditebak dan kadang tidak straight. mungkin efek dari dikejar deadline ketika proses pembuatannya kali ya.
Lisna Atmadiardjo
Dec 24, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
"Tapi, apakah kehidupan itu, kalau semua ini hanya sebuah rencana? Apakah artinya hidup, kalau segenap langkah telah digoreskan takdir?"

Sebuah kisah upaya melawan takdir. Kisah kehidupan pewayangan dan dewa-dewa ini selalu menimbulkan pertanyaan ini. Sampai suatu hari pernah berpikir, apa mungkin kehidupan kita memang sudah ada garis takdirnya tapi garis takdir itu tidak pernah tunggal, makanya ada pilihan-pilihan dalam hidup. Tapi setiap yang kita pilih sudah tergariskan sebelumnya dan para dew
...more
Sri
Oct 21, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Saya suka sekali buku tipis ini. Di luar segi ceritanya (yang mengikuti cerita pewayangan), bahasanya kuat, penceritaannya bagus, ilustrasinya bagussss.
Saya berharap Pak Seno Gumira menulis buku-buku lain yang serupa, dengan ilustrator Pak Danarto juga.
Sejak membaca buku ini saya jadi nge-fans banget sama tokoh Wisanggeni :X.
Sabbath Natalie
Feb 03, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Sepertinya pernah membaca buku ini beberapa tahun silam, tapi lupa sebagian besar isinya. Hanya ingat bagian antara Batara Guru dengan Ki Semar.
Sekali lagi saya terkagum-kagum pada kisah wayang yang dituturkan Seno Gumira Ajidarma. Berharap menemukan cerita-cerita serupa.
Uli loren
its many years ago, yang jelas, gw ga penah tertarik sama dunia perwayangan, tp buku ini memberi pengantar yg baik dalam memberikan gambaran seperti apa sih dunia perwayangan itu...cara yg baik dalam memperkenalkan budaya.
Ika Anggraeni
Oct 05, 2008 rated it it was amazing  ·  review of another edition
i love everything about wayang and i love Seno's. So... :) ...more
Angelina Puspita
Jun 22, 2019 rated it it was amazing
Sebuah narasi lakon kebudayaan dari seorang Seno Gumira Ajidarma. Seperti karyanya yang lain, sebuah kesempurnaan bertutur yang meninggalkan kesan mendalam. Bisa menjadi referensi.
Lina
Oct 03, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: Wayang's lava!
Luv it! One chapter of Wayang story (Mahabharata Epic) is written in modern perspective.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • The Revenant
  • Bomb: The Race to Build—and Steal—the World's Most Dangerous Weapon
  • The Will to Meaning: Foundations and Applications of Logotherapy
  • The Last Window Giraffe - Hari-hari Terakhir Sang Diktator
  • Perjamuan Khong Guan
  • The Things You Can See Only When You Slow Down: Guidance on the Path to Mindfulness from a Spiritual Leader
  • Orang-Orang Oetimu
  • Bukan Pasar Malam
  • Srimenanti
  • 82년생 김지영
  • Marsinah: Campur Tangan Militer dan Politik Perburuhan
  • Chocolats Et Coups Fourrés
  • Dekat dan Nyaring
  • Midah Simanis Bergigi Emas
  • What We Talk About When We Talk About Love
  • Laut Bercerita
  • Anak-Anak Tukang
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
See similar books…
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Benta
...more

Related Articles

Readers have a lot to look forward to this year! Just feast your eyes upon all of these debut books to check out and emerging authors to...
114 likes · 36 comments