Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kota Ini Kembang Api” as Want to Read:
Kota Ini Kembang Api
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kota Ini Kembang Api

by
3.71  ·  Rating details ·  77 ratings  ·  23 reviews
PendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata MengantarCeritaLamaYangTakPernahUsang

KotaIniKembangApi
KembangnyaPecahDiPucukLangit

SekejapSaja

—BegituKatanya
Paperback, 104 pages
Published September 13th 2016 by Gramedia Pustaka Utama (first published October 2008)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kota Ini Kembang Api, please sign up.

Be the first to ask a question about Kota Ini Kembang Api

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.71  · 
Rating details
 ·  77 ratings  ·  23 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Kota Ini Kembang Api
Alvina
Nov 27, 2016 rated it really liked it
Mereview buku puisi itu susah susah gampang. Lebih banyak susah daripada gampangnya. Tapi rasanya sayang banget kalau saya ngga ngereview buku yang satu ini.

Pertama saya tahu buku ini eksis adalah melalui twitter. Kota ini Kembang Api, judulnya sederhana tapi memikat. Saya terus kepikiran, puisi macam apa yang kira kira ada di dalamnya. Mengapa Kembang Api? Ada apa dengan kota tersebut, dan pertanyaan pertanyaan lain makin membuat saya penasaran sampai memutuskan mengunduh buku ini di Scoop.

Ada
...more
Raafi
Sep 18, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: scoop, indonesia, 2016
Ulasan lengkap: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...

Aku membacanya ulang. Aku menilai kembali. Aku bahkan mengubah penilaian itu. Aku semakin merasakan apa yang dibawa oleh setiap kata pada buku ini. Aku hilang akal. Aku merasa tidak cukup hanya dengan membacanya maya. Aku mulai berpikir untuk membeli yang nyata. Aku berpikir kembali. Aku membacanya ulang. Aku berkeputusan. Aku membeli yang nyata. Aku melabelinya sebagai buku yang tidak akan pernah dipinjamkan. Aku hilang akal.
...more
om & nivo
Sep 14, 2016 rated it liked it
malam ini, aku
bisikbisik

dariselageligi
dariselabibir
kukecuptelingamu
kukecuptelingamu


dan kubiarkan kau

tuli
(hlm. 24)


malam ini aku adalah laut

bergulung
gulung

membelah daratan

bergulung
gulung

meluap

bergulung
gulung

mengalir

hingga akhirnya, menggenang

pada lekuk bibirmu (hlm 25)
Teguh Affandi
Sep 20, 2016 rated it liked it
Pagi tadi sambil berdesak-desakan di KRL, saya mendengarkan sambutan GM di acara Chairil Anwar di Tempo bulan Agustus lalu. Dan salah satu yang disitir GM, ialah pendapat Chairil Anwar perihal kata. Bahwa kata ialah mewakili mimpi, keinginan, amarah dan cinta. Pilihan kata bukan sekadar kecocokan diksi dalam sebaris kalimat. Tetapi rasa dan siratan makna yang melekat. Di puisilah keberadaan kata menjadi raja dibandingkan makna.

Di puisi ini, saya baru mengenal nama penulisnya, tapi aku suka keapi
...more
Ayu Yudha
Dec 25, 2016 rated it really liked it
3.5* pembulatan ke atas.

selain suka pada kata-kata yang dipakai, suka juga dengan coretan (gambar atau lukisan atau apa pun yang bisa disebut) yang ada di buku ini. terasa pas dengan puisinya.

kota ini kembang api, entah kota mana yang penulis maksud, tapi saat membaca buku ini, saya pikir judul ini sesuai jakarta. :)
Mikael
Oct 06, 2008 rated it it was amazing
Recommends it for: carol ann duffy swallow some bitter pills saccharine girl !
Recommended to Mikael by: Joko Pinurbo
its like if casper went thru all the houses in this city that is fireworks and all the toll road booths and all the late-night bubur babi eating establishments, ordered two bubur polos with all the trimmings (cakwe, ayam rebus, brokoli) then realised he had nowhere to go home to. pretty and profound.
Op
Jan 14, 2017 rated it liked it
Hujan
Meleleh
Bersama
Kenangan
Yang
Menetes
Dari mataku

---

Jika mengutip komentar salah seorang pembaca ketika menghadiri obrolan buku ini di POST Santa, maka buku ini menusuk tanpa surpresi.
Hana Bilqisthi
Aug 07, 2017 rated it really liked it
Ga ngerti.
HahahHha
Tapi baca ini bikin bahagia.
Suka sama pilihan diksinya dan formatnya
Syafina Widya
Apr 23, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Jujur, saya suka semua puisi dibuku ini.
mei
Jan 31, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
ini buku puisi yang sebenarnya biasa saja tapi tanpa sadar bisa bikin air mata menetes. ada beberapa buku puisi lain yang emang bisa bikin nangis, dan saya harus berhenti dulu sejenak buat mengusap air matanya.

nah kalau ini nggak.
beneran deh buku dan puisinya tuh biasa aja tapi tau2 saya nangis kejer aja gitu wqwq.
mana pas, saya baca ini semalam pas lagi gerimis. jadi suasananya mendukung banget. pas baca ini gatau kenapa inget Bandung.

padahal ya, padahal, saya belum pernah ke bandung sama sekal
...more
Dias Wuri
Jun 23, 2017 rated it liked it
I don't really fancy it as much as I fancy Anya's next book "Non-Spesifik"... feeling a but guilty now.
Heni Mujaa
nothing's personal. the poems simply ain't my cup of tea.
Inasni Dyah R.
May 07, 2018 rated it really liked it
Buku ini sebenernya cukup pendek dan bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Cuman, karena aku riweuh sendiri, jadinya selesai selama ini. Hehehe.

Karena jarang baca buku puisi, aku membaca setiap kata di sini untuk seneng-seneng aja. Jelas, aku belum paham maksudnya apa. Tapi aku suka banget menyelami hal-hal yang dijabarkan di tiap bait. Apalagi, diksinya indah-indah. Rasanya bisa betah mengulang-ulang di kepala apa yang udah dituliskan saking bagusnya.

Aku juga suka cara penulis menggabungkan beb
...more
Ahmad Baihaqi Musyafa
May 07, 2020 rated it really liked it
Shelves: ipusnas, poetry
Menikmati beberapa puisi serta diksi-diksi yang dipakai Gratiagusti Chananya Rompas dalam kumpulan puisi ini. Ia bagi saya merayakan kesedihan dengan berani;tidak cengeng.
Pun yang paling menarik adalah bagaimana tipologi sajak-sajaknya menimbulkan efek yang membuat kita ikut merasakan jatuh, tenggelam bahkan sepi dan menulis dalam gelap.
...more
Shendi C
Feb 19, 2020 rated it liked it
"Aku merindukanmu.rasanya seperti ada Balon Ulangtahun,membengkak perlahan di dalam dada."

Kumpulan puisi dari Gratiagusti ini pernah di luncurkan terbatas pada ajang Ubud Writers & Reader Festival 2008,puisi yang ringan, permainan kata pengulanagan dan rima yang sering di pakai oleh beberapa penulis puisi lainnya, namun entah apa yang ingin Gratiagusti sampaikan terdapat banyak sekali puisi yang tanpa spasi, gimmick atau ada unsur pendekatan serta makna yang ingin di siratkan, entahlah.
...more
Yunita Taman
Aug 28, 2019 rated it really liked it
Saya awam dalam sastra tetapi saya suka membaca puisi-puisi yang indah dan sederhana. Saya melihat dunia dari mata sang penyairnya. Sebagian besar tentang malam, hujan, kerinduan, dan kenangan. Sebuah tema yang pasti menyentuh kalangan mana saja. Bagi saya penikmat puisi awam, puisi-puisi dalam buku ini terasa begitu akrab dan dekat dengan kehidupan, gampang dipahami tanpa meninggalkan keindahan.
Khadijah Aufadina
Jun 12, 2019 rated it really liked it
Kota ini Kembang berisi tentang kumpulan-kumpulan puisi yang menarik untuk dibaca. Yang paling menonjol dalam kumpulan ini adabalah penggunaan diksi dan tipologi penulisan yang variatif sehingga tidak monoton untuk dibaca. Terlebih buku ini juga disertai dengan visualisasi gambar2 yang cukup menarik perhatian
Dion Yulianto
Nov 07, 2019 rated it liked it
Puisi puisi yang indah namun tetap sederhana. Saya suka dengan efek bunyi rimanya, juga dengan cara penulis membelokkan pembaca di ujung ujung barisnya.

Ilustrasinya juga sendu tapi indah gitu. Tiga bintang.
Dila Fauziah
Jan 05, 2018 rated it it was amazing
Ia tak peduli apabila hari ini langit lebih biru dari kemarin.
Rinai cahaya yang menari ramai
Sudah buya dan benar-benar pupus dari matanya;
Tinggalkan gulita
Pada rongga yang kini sepi dari kenangan,
Kosong dari lembar lembar
Harapan -
Nike Andaru
155 - 2019

Entah kenapa ada (beberapa) kalimat yg ditulis tanpa spasi, apa maksudnya? Saya gak ngerti.

Mungkin saya memang yang gak nangkep banyak maksud dalam puisi di buku ini.

Ada satu puisi yang saya suka : Sayang, Aku Ingin Pulang, Tidur dan Mimpi.
Muhammad Rajab
Mar 01, 2019 rated it liked it
Paling suka “kenangan rapi”.
Ader
Feb 17, 2018 rated it it was amazing
menyelam jauh ke dalam gelap
malam berbisik ke dalam telinga

jangan terkecoh, sayang
dunia tak sepenuhnya tidur

dan aku makin dalam tenggelam
ke dalam mimpi mimpi
bersama kerlap kerlip lampu lampu
berlesatan di ujung mata

jangan tertidur, sayang
dunia tak sepenuhnya tulus
Qonita
Apr 14, 2020 rated it liked it
Sejak membaca Non-Spesifik di tahun 2017, Gratiagusti Chananya Rompas menjadi salah satu penulis Indonesia yang aku perhatikan karyanya, sampai dipikir-pikir, ternyata aku sudah membaca 3 dari 3 buku yang penulis sudah terbitkan. Tapi agaknya di buku ini Rompas masih lebih mentah, belum terpoles menjadi sepiawai dirinya di tahun 2017. Cita rasa Rompas yang aku gemari terasa sekuncup-kuncup, tapi di buku ini beliau belum mencuat dibanding rekan-rekannya yang kurang kontemporer. Tidak sabar menung ...more
Rocher
rated it it was amazing
Feb 15, 2017
sasa
rated it liked it
Sep 27, 2016
Btari
rated it really liked it
Sep 17, 2017
Galih Khumaeni
rated it liked it
Dec 07, 2018
Nila Pratiwi
rated it liked it
Mar 28, 2019
putriiokt
rated it liked it
Jan 13, 2019
Fiensh
rated it really liked it
Nov 05, 2017
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Sergius Mencari Bacchus: 33 Puisi
  • Masuk Toko Keluar di Tokyo
  • Ibu Mendulang Anak Berlari
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Celana
  • Babad Batu: Kumpulan Sajak
  • Cinta yang Marah
  • Bibir dalam Pispot
  • Museum Masa Kecil
  • Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan
  • Orang-Orang Oetimu
  • Perjalanan Lain Menuju Bulan
  • Fragmen: Sajak-Sajak Baru
  • Kekasihku
  • Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
  • Sakuntala
  • Syair-Syair Sekedar Mengingatkan
See similar books…
Gratiagusti Chananya Rompas was born in Jakarta, 19 August 1979. She studied English Literature in Universitas Indonesia, Depok (2003) and received her masters in The Gothic Imagination from University of Stirling, Scotland (2005).

She is one of the founders of Komunitas BungaMatahari, a mailing list-based Indonesian poetry community that have embraced many poetry enthusiasts with its catchphrase “
...more

News & Interviews

Need another excuse to treat yourself to a new book this week? We've got you covered with the buzziest new releases of the day. To create our lis...
34 likes · 12 comments