Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Milea: Suara Dari Dilan” as Want to Read:
Milea: Suara Dari Dilan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Milea: Suara Dari Dilan

(Dilan #3)

4.14  ·  Rating details ·  4,456 ratings  ·  412 reviews
“Dilan memberi penggambaran lain dari sebuah penaklukan cinta & bagaimana indahnya cinta sederhana anak zaman dahulu.”
@refaniris

“Cuma satu yang kuinginkan, aku ingin cowok seperti Dilan.”
@_SLovaFC

“Dilan brengsek! Dia selalu tahu caranya menjadi pusat perhatian, bahkan ketika jadi buku, setiap serinya selalu ditunggu.”
@Tedy_Pensil

“Membaca Dilan itu seperti jatuh cint
...more
Paperback, 360 pages
Published August 31st 2016 by Pastel Books
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Milea, please sign up.
Popular Answered Questions
Erista Fajriani Kalau kematian Akew sempet dijelasin dibuku kedua, dia meninggal grgr diserang geng motor gituuu. Dan dari situ Milea makin ngerasa kalau Dilan harus…moreKalau kematian Akew sempet dijelasin dibuku kedua, dia meninggal grgr diserang geng motor gituuu. Dan dari situ Milea makin ngerasa kalau Dilan harus keluar dari geng motor.

Kalau kenapa dilan pindah sekolah? Dilan pindah sekolah karena dia di DO dari sekolahnya.

Kenapa Bu Rini meninggal? Karena memang sudah harusnya. Tapi Bu Rini itu guru yang paling Dilan hormati. Jadi waktu beliau meninggal, Dilan ceritakan, gituuu(less)

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Lelita P.
Aug 10, 2016 rated it it was amazing
............. menghela napas panjang dulu.

Dibandingkan Dilan 1 dan 2, saya jauh jauh jauh jauh lebih menyukai Milea ini. Enak aja membaca dari suara Dilan, POV cowok. Malah emosinya lebih dapet, dan saya mengagumi cara Dilan dewasa menceritakan ini. Di novel ini banyak hal yang terungkap setelah di Dilan 1 dan 2 dibiarkan begitu saja membuat pembaca bertanya-tanya. Di sini kita jadi belajar bahwa... yang namanya jodoh ya Tuhan yang mengatur. Seperti kata teman saya, Tuhan punya cara sendiri untu
...more
Meilany Lim
"Every man has his secret sorrows which the world knows not; and often times we call a man cold when he is only sad" - Henry Wadsworth Longfellow

Jadi Dilan, kalau kamu yang selalu tertawa menjadi dingin ke Milea, tandan nya kamu bener-bener sedih kan?

I'm reviewing this book my so-called-poem.

Mungkin

Mukin kalau kita tak bertemu,
kita tak perlu merasakan sakit.

Mungkin kalau kita tak bersatu,
kita tak perlu merasakan sakit.

Mungkin kalau kita lebih berusaha,
kita tak perlu merasakan sakit.

Mungkin,
...more
Dyah
Sep 02, 2016 rated it liked it
Ini aku baca super cepat, cuma 2,5 jam. Dan selesai baca aku langsung nulis review, tapi entah bagaimana belum tersimpan di Goodreads... jadi sekarang aku tulis ulang.

First of all... HAHAHAHAHAHA
Finally I finish reading Dilan book before my brother, so he cannot fester me with spoilers. But then again, before the book is released, someone from work already told me a minor spoiler. #facepalm

Kenapa aku bisa baca secepat itu?
Alasan utamanya, banyak fakta yang diulang-ulang dan aku sudah hafal gaya
...more
Yunia Damayanti


Terima kasih Ayah Pidi Baiq sudah mau mengangkat cerita ini dari sudut pandang Dilan-nya sendiri. Waktu kemarin, disuguhkan dari sudut pandang Milea yang di dalamnya sungguh emosional, khas perempuan. Tapi, kali ini pembaca (khususnya saya) disuguhkan dengan cerita emosional khas laki-laki. Beda banget rasanya :((

Aku berusaha bersikap netral, tidak memihak Lia maupun Dilan. Mereka berdua sama-sama masih SMA, yang saya alami sendiri adalah masa-masa labil pikiran dan keputusannya. Yang saya sayan
...more
sifa fauziah
Aug 09, 2016 rated it it was amazing
Beruntung, lah, Pidi Baiq menulis buku ini.


Lewat penuturannya yang lugas, saya jadi paham apa yang dipikirkan Dilan pada masa itu. Satu yang pasti, Dilan yang juga hanya manusia biasa, hanya melakukan sebagaimana yang dia pikirkan pada setiap kejadian yang dia alami, menurut saya itu hal yang sah sebagaimana kita manusia memiliki kebebasan untuk bertindak, memutuskan apa yang memang kita rasa perlu untuk dilakukan. Meski kadang apa yang kita terka pada nyatanya tidak sesuai, toh jalan dari Tuhan
...more
Biru Cahya
Sep 18, 2016 rated it really liked it
Melalui buku Dilan pertama, saya dibuat berbunga-bunga banget dengan kehadiran Dilan. Tapi perasaan tersebut berubah kesal setelah baca buku kedua. Separuh karena tingkah Dilan, separuh lagi karena Milea yang menurut saya terlalu dramatis. Makanya begitu ada info kalau Pidi Baiq bakal bikin buku lanjutan tapi dari versi Dilan, saya cukup excited. Saya pengin tahu isi kepala (dan hati) Dilan itu kayak gimana. Kenapa dia melakukan hal-hal yang dia lakukan ke Milea--dan dirinya sendiri. Well, let's ...more
Marina
** Books 30 - 2018 **

3,1 dari 5 bintang!

Sebenarnya tidak ada hal baru yang disuguhkan dibuku ketiga ini. Isinya juga hanya pengulangan buku pertama dan kedua. Buku pertama dan kedua dari sudut pandang Milea kalau yang ini dari Dilannya.

Tetapi saya paling suka dengan buku ketiga ini ya sudah lebih realistis saja dan terjawab sudah beberapa peranyaan yang membuat saya bertanya-tanya di buku kedua

Lebih senang lagi karena kisah cinta tidak harus melulu berakhir dengan happy ending kalau tidak happ
...more
Spring Fall
Aug 08, 2016 rated it liked it
pada awalnya agak kurang sreg kenapa Pidi membuat 'Milea: Suara Dari Dilan'. awalnya juga kurang sreg dengan cara bertuturnya yang tidak selincah dua seri sebelumnya.

tapi akhirnya paham, buku ini diceritakan dari sudut pandang ketika Dilan sudah dewasa dan bisa berpikir secara nalar (bukan anak SMA).

ya, kita tahu endingnya pahit. bedanya Dilan merayakannya tanpa tangis seperti yang dilakukan Milea.

"Terima kasih Lia, terima kasih dulu pernah mau."

Marissa Sony Fajarnur
Oct 09, 2016 rated it it was amazing
Dilan's pov
speechless deh, endingnya ya ampun maaakkk...aduh banjir deh ah...perih euy...pengen deh bikin buku yang keempatnya tapi saya aja yang nulis kisahnya dan harus happy ending, pokoknya maunya Dilan sama Milea bersatu titik!
tapi jangan salah ya yang endingnya sad itu bukan berarti gak memuaskan atau ngeselin tapi malah di novel ini kita jadi lebih tau banyak hal baik itu dari sudut pandang laki2 maupun perempuan semacam versi2an gitu.
Bener kata si Remi Moore "perempuan itu kodratnya nun
...more
Dion Yulianto
Jan 31, 2017 rated it liked it
"Aku belajar untuk tidak menyerah atau berputus asa dan selalu menjadi diriku sendiri. Kukira, aku tidak akan menjadi bagaimana diriku tanpa pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan." (hlm 54)

Kemunculan Dilan di jagat perbukuan anak muda Indonesia benar-benar membawa kesegaran baru. Dilan meneruskan tradisi cowok baik rada badboy yang telah lebih dahulu dimulai oleh Catatan si Boy, Balada si Roy, serta Lupusnya Hilman. Tapi, Dilan bisa menjadi sepopuler seperti saat ini karena dirinya tetap menja
...more
Haniva Az Zahra
Sep 19, 2016 rated it liked it
Saya senang membeli buku di awal-awal buku itu terbit. Jadi, begitu tahu Milea akan keluar, saya bergegas ikut PO di website Mizan. Entah kenapa, membaca buku baru di awal-awal itu ada sensasi tertentu. Dan biasanya saya jadi lebih murah rating dibandingkan ketika saya sudah melihat orang-orang membaca dan jadi terpengaruh oleh penilaian orang lain. Saya lebih senang jadi pihak yang memberikan pengaruh saja :p

Buku ini cukup menyenangkan untuk dibaca. Walaupun demikian, ada beberapa hasil diskus
...more
Shanty Dewi Arifin
Sep 29, 2016 rated it it was ok
Ulasan aslinya saya tulis di sini: http://shantystory.com/2016/09/28/ula...

Jangan pernah baca novel berseri dari seri ketiga! Tidak akan mengerti. Milea Suara dari Dilan (Pastel Books Mizan, 2016) adalah novel ketiga serial Dilan dari Pidi Baiq. Asli tidak akan mengerti kalau langsung baca buku ketiga. Ini novel apaan sih? Cerita seorang anak SMA bernama Dilan. Yang mengaku didatangi Pidi Baiq pada 15 Agustus 2015 karena tertarik menulis novel Suara Dilan. Novel yang akhirnya terbit satu tahun k
...more
nur'aini  tri wahyuni
kok lebih sedih pov Dilan, ya? Dilan ini realistis, sekalipun dia ingin memiliki tapi memikirkan perasaan Milea juga.

sekalipun ini cerita Dilan, kalimatkalimat Dilan, tapi tetap saja terasa 'sangat Pidi Baiq sekali'.
Dita Sarbi
Aug 07, 2016 marked it as to-read
lagi nunggu pre ordernya datang
Nura
Mar 05, 2018 rated it liked it
Jangan. Jangan bayangkan aku akan menulis panjang lebar.
Bukan. Bukan karena aku nggak sabar.
Pikiranku hanya sedang riuh. Sungguh.
Kuyakin benakmu pun begitu. Lelah, membawa beban rindu.
Tapi itu kan maumu, bukan aku.

***

Bahan siaran sabtu besok. Dapat tema yang lumayan jarang gw baca. Young adult: Romance. Kalau novel perang-perangan sih emang pasti ada unsur pacarannya, tapi kan ga pure romance. Dan demi banget dong, gw nonton film dari buku pertama serial ini, Dilan, Dialah Dilanku tahun 1990.
...more
Ginan Aulia Rahman
Oct 31, 2016 rated it liked it
Shelves: novel
Ketika berpisah, hal yang sulit itu dua hal. Pertama, move on. Kedua, mengaku kalau kita susah move on.

Di buku Milea: Suara Dari Dilan Pidi ini, Pidi Baiq ngeles. Pidi bilang buku ini bukan tentang dia. Hahahaha. Saya ga percaya!

Yasudahlah. Ayah Pidi tidak mengakui kisah masa lalunya. Mungkin rasa gengsi masih ada di hatinya. Saya jadi tak heran kenapa kisah Dilan dan Milea berakhir; Gengsi lebih tinggi daripada keinginan memiliki.





Tian Alam
Oct 06, 2016 rated it liked it
Tidak tahu kenapa... seperti tidak ada hal yang di tunggu tunggu ketika sedang membaca novel ini.. Mungkin sebagian besar ada penceritaan ulang dari 1990 dan 1991. Tapi di akhir cukup mengharukan dengan kalimat kalimat lampau dilan.
Asriani
Oct 16, 2016 rated it really liked it
I felt so broken reading this book.
Alien
Dec 29, 2016 rated it liked it
Bahasa Inggris-nya mah "shocking turns of events".
Eka Qadri
Jan 27, 2017 rated it it was amazing
akhirnya dilan bersuara. emosinya dapet
Hanifah Mahdiyanti
Mar 12, 2018 rated it really liked it
Ah, sudahlah. Nggak ada gunanya ngubek-ubek masa lalu yang bikin pedih. Toh, mau diubek-ubek seperti apa pun, masa lalu nggak akan berubah. Dikenang boleh, disesali jangan. Diambil hikmahnya, lebih baik lagi. Karena life must go on, my friend.

Penulisan buku ketiga seri Dilan ini lebih bagus daripada kedua buku sebelumnya. Lebih rapi, dan kaidah berbahasa yang baik juga lebih diperhatikan. Mungkin untuk memberikan pembeda yang lebih nyata, karena dua buku sebelumnya ditulis dari sudut pandang Mil
...more
Kartika Andiani
Aug 06, 2017 rated it really liked it
Intinya isi dari novel ini penuh dengan Pembelaan, Penyangkalan, dan Pembenaran.

Ah iya, Prasangka.

Kalo kalian gak setuju pendapat itu, itu hak kalian. tapi aku berpikir spt itu.

Gimana? Uda mirip cara Dilan membela dan melindungi diri kan? Ya spt itu kurang lebihnya hhahaaa.

Lebih ke gemes sih bacanya dari awal sampek akhir. Masi sama, utk kasus putusnya Dilan sama Lia, posisi pertama yang saya sebelin adl Lia karena membatasi dirinya dengan sengaja utk menerima penjelasan Dilan. Ok, jangan itu du
...more
Nur Fadilla Octavianasari
"All those fairy tales are full of shit" - mungkin satu verse dari lagu Payphone-nya Maroon5 ft Wiz Khalifa ini bisa mewakili perasaan Saya saat baca buku ketiga ini. Why? Yah karena reality's suck, but we still have to deal with it.

Seperti judulnya, buku ini diambil dari POV nya si Dilan Sadam Hussein (LOL). Awal baca agak males gitu karena terkesan kaya baca buku biografi, well Saya lebih prefer ke novel yang lebih banyak dialog ketimbang monolognya. Memang disini Dilan bahkan nggak melulu ce
...more
Ade
Jul 15, 2017 rated it liked it
Bisa dibilang dari ketiga buku di series ini saya paling suka ya Milea ini. Seperti yang sudah dibaca di ending buku kedua kita tau kan kalau ujung ujungnya mereka berdua gak sama sama alias putus.
Menurut saya buku ini oke untuk yang nau nostalgik walaupun ini cerita bukan my cup op tea. Di buku pertama dan kedua saya agak kesel sama karakter Milea walaupun dalem hati sadar kalau kelakuan anak sma dulu dan sekarang kebanyakan emang kayak gitu tapi tetep aja karakter Milea tuh nyebelin menurut s
...more
Risky Bustami
Dec 20, 2018 rated it really liked it
Shelves: novel, romance
Astaga, saat baca beberapa bagian dalem buku ini, aku nangis dong:”
Sepanjang baca buku ini, yg terus kupikirin tuh “sedih banget loh hubungan Dilan-Milea ga berlanjut”.

Mana selama baca, lagu yg kudengerin tuh cuma Samsons - Bukan Diriku & Tulus - Pamit, pas banget deh, kan makin2 tuh ya:”

Berhubung abis ngalamin yg sama, jadi ya bawaannya baper:(

Ngebayangin Dilan sama pacar barunya, Milea pun udah sama pacar barunya, kok jadi aku yg nyesek:(
Berasa ngewakilin perasaan mereka ke satu sama lain
...more
Diah Putri
Sebenarnya telat banget kali ya kalo mau nge-review ni novel padahal udah mau rilis filmnya. Namun sama seperti review saya tentang karya pidibaiq sebelumnya, Dilan selalu membuat saya jatuh cinta. Di dalam Milea yang menggunakan sudut pandang Dilan, sosok keren nan humoris ini benar-benar hidup dalam imajinasi ssaya. Jujur, saya lebih suka membaca bagian Dilan ketimbang dua pendahulunya. bukan karna nggak bagus, tapi yang ketiga ini lebih greget.

Novel ini tetep memakai bahasa sederhana, khas p
...more
K. R.
Jul 24, 2017 rated it really liked it
saya bukan Milea, tapi punya temen yang mirip banget Dilan --yang ngenalin ke Dilan juga, sih.

bacanya di awal-awal bikin males karena rasanya ga ngalir, bikin berhenti-berhenti, tapi pas udah sampai tengah udah ga bisa diletakin lagi, haha. dan, ga nyangka aja endingnya bikin berkaca-kaca. semacam makin berasa kalau kebijaksanaan itu memang bertumbuh sesuai pengalaman (dan usia). ngerasa diaduk-aduk banget pas bagian akhir-akhir tentang tahu kenyataan di masa lalu, mau nyesel tapi ga bisa karen
...more
Gie
Jul 07, 2017 rated it liked it
untuk jokesnya malah lebih lucu kalo lia yang ceritain kekonyolan dilan haha. tapi sudut pandang dilan ini lebih dalem & bikin nyesek (hhkks), walau gak seemosional roller coaster jumpalitan kayak versi lia. banyak yang diungkap dari peristiwa-peristiwa krusial di buku sebelummya, makanya berefek sesak di dada (hayaah). baca buku ini jadi makin sadar betapa prasangka bisa bergulir begitu jauh & berpengaruh besar dalam pikiran.


"...dan kemudian tetap saja semuanya adalah sejarah."
Nike Andaru
Jul 14, 2018 rated it liked it
Dari sisi Dilan.
Ceritanya khas Dilan sekali, tengil nan suka becanda khas cowo zaman dulu kali ya.
Dalam buku ini Dilan cerita tentang apa yang hampir tidak diceritakan Milea dalam buku sebelumnya, ya ceritanya menambahkan begitu dan meluruskan beberapa cerita versi Milea.

Tentang Milea yang mikir Risa pacarnya Dilan. Tentang Dilan yang mikir Gunar pacarnya Milea.
Dan akhirnya terjebak nostalgia tapi gak bisa ngapa-ngapain.
Bukan jodoh sih ya. Gitu aja 😁
Andi Lintang
Apr 05, 2017 rated it it was amazing
Shelves: indonesia, borrow, 2017
Dilan cowok tulen! Haha nahloh
Dibanding 2 buku sebelumnya, yaitu pov nya milea yang excited dan atraktif.. pov dilan ini lebih kalem dan detail.
Dalam buku ini, saya serasa menjadi seorang lelaki, dengan semua misterinya. Semua orang tau kalau perempuan yang patah hati tuh tidak jauh-jauh dari nangis dan galau. Tetapi ternyata lain dengan apa yang dirasakan lelaki, khususnya Dilan.
Huf. Semoga masih ada sisa lelaki seperti Dilan di dunia ini. He he.

Thanks to my classmate Nur Rahmi Syahab to borrow
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
1,258 followers
Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus.
Pidi Baiq mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh ayahnya di Kamar Pengantin dan tegang.

Other books in the series

Dilan (3 books)
  • Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
  • Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
“Biar bagaimanapun tidak ada yang akan baik-baik saja tentang sebuah perpisahan, dan itu adalah perasaan sedihnya, bagaimana kita memulai dari awal, dan kemudian mengakhirinya di tempat yang sama.” 24 likes
“Aku ingat, aku pernah bilang kepadanya jika ada yang menyakitinya, maka orang itu akan hilang. Jika orang itu adalah aku, maka aku pun harus hilang.” 12 likes
More quotes…