Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan” as Want to Read:
Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan

3.80  ·  Rating details ·  187 ratings  ·  27 reviews
Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan. Malam ini aku akan tidur di matamu.

*
Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran.

*
Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing bajumu.

*
Aduh sayang, jarak itu
...more
Paperback, 136 pages
Published August 15th 2016 by Gramedia Widiasarana Indonesia
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu, please sign up.

Be the first to ask a question about Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.80  · 
Rating details
 ·  187 ratings  ·  27 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan
Teguh Affandi
Aug 13, 2016 rated it liked it
Selalu terpukau dengan komedi-komedi, sajak jenaka, puisi mbeling, milik Jokpin. Tapi kalau diperbolehkan jujur, Jokpin lebih mbeling kalau menulis puisi pendek. Kalau puisi yang panjang dan berhalaman-halaman Jokpin kurang nakal.

Saya boleh mengatakan kalau buku ini adalah saduara kandung dari Selamat Menunaikan Ibadah Puisi , yang diterbitkan GPU. Maka tidak ayal bila puisi-puisi dalam buku ini terasa baru, tidak ada puisi Celana Ibu atau Baju Bulan. Dan meski terkesan serpihan puisi sisa
...more
Nike Andaru
20 -2019

Ini buku kumpulan puisi Joko Pinurbo entah yang keberapa yang saya baca, beberapa diantaranya sudah pernah saya baca di buku-buku sebelumnya. Tapi tetap saja, penyair satu ini punya banyak lagi puisi yang bagus dan mudah dinikmati.

Dalam buku ini banyak judul yang menarik seperti Perjalanan Pulang, Tiada, Surat Dari Yogya dan Kepada Mata.

Kaulah matahari malam
yang betah berjaga menemani saya,
menemani kata, sehingga saya
dan kata tetap bisa menyala
di remang redup cahaya.
Jonas Vysma
Jul 14, 2018 rated it really liked it
Kumpulan puisinya kali ini seperti belajar karakter. Pembaca akan dibuat tersenyum, mengerutkan alis, terkejut, dan ekspresi emosi lainnya.
Joko selalu menyegarkan dalam mengutak-atik tatanan kata dan bahasa. Membaca buku puisinya ini seperti diajak bertamasya ke hal-hal yang begitu detil. Sudut pandang Joko dalam membaca situasi sepertinya memang tidak diragukan lagi jam terbangnya.
Joko, malam ini aku akan tidur dimatamu.
Yuli Hasmaliah
Feb 17, 2017 rated it really liked it
Buku kumpulan puisi Jokpin yang pertama kali saya baca. Seorang perasa, pemerhati-peduli dengan baik. Banyak tema dari puisi yang ada di buku ini, cinta, kasih sayang seorang anak terhadap ibunya pun juga sebaliknya, keluarga, kritik terhadap pemerintahan, tentang sahabat, masa lalu, perjuangan, kemiskinan, dan hal-hal umum yang sering kita alami dalam hidup. Kamu tidak akan pernah tahu puisinya bercerita tentang apa jika kamu tidak menyelesaikan semua bait puisi yang disajikannya. Gayanya yang ...more
Moby
Jan 30, 2017 rated it liked it
Shelves: favorites
Jokpin seringkali menulis puisi sambil bercerita-- sentiasa buat saya tersenyum-senyum berfikir-fikir sendiri. Bait-bait puisinya ada yang seakan sepi dan tersimpan bahasa sarat metaphor yang kadang sedikit misterius dan agak horor.

Kegemaran saya-- Ronda, Koma dan Dokter Mata. Cerita di dalam puisi namun ending-nya dalam definisi panik dan kejutan. Ada beberapa puisi pendek yang saya suka juga namun saya lebih gemar dengan puisi-puisi panjang Jokpin. Lebih puas membaca.

Suka sampul bukunya!
Mark
Dec 30, 2017 rated it liked it
Shelves: non-fictions
Durrahman


Mengenakan kemeja
dan celana pendek putih,
Durrahman berdiri sendirian
di beranda istana. Dua ekor burung gereja
hinggap di atas bahunya, bercericit
dan menari riang. Senja melangkah tegap,
memberinya salam hormat, kemudian berderap
ke dalam matanya yang hangat dan terang.

Di depan mikrofon
Durrahman mengucapkan
pidato singkatnya: "Hai umatku tercinta,
dalam diriku ada seorang presiden
yang telah kuperintahkan untuk turun tahta
sebab tubuhku terlalu lapang baginya.
Hal-hal yang menyangkut
...more
A N P
Feb 03, 2018 rated it liked it
"Aduh sayang, jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan."
--Perjalanan Pulang (1991)


Aduh sayang sayang, buku puisi ini tampilannya tipis. Tapi ternyata, isinya dalam. Beberapa puisi yang ditulis JokPin adalah sebagai bentuk persembahan kepada orang-orang tertentu--dan biasanya menyentuh. Sisanya? Masih khas beliau, sindir menyindir dibalut komedi tentang keadaan negara dan moralitas kebanyakan orang.
Ariel Seraphino
Dec 31, 2018 rated it it was amazing
Kumpulan puisi ini lumayan laris sih. Makanya jd agak penasaran juga. Dan rasanya jd lebih serius dibanding puisi-puisi jokpin lainnya yg cenderung jenaka. Periode tahun 90an puisi Jokpin bisa dibilang cukup serius meski masih tetap bermain dengan kata-kata sederhana. Ah indahnya jika jadi penyair tanpa perlu celana. Hahahaa.
Zulfasari
Aug 28, 2017 rated it really liked it
Dibanding Buku Latihan Tidur yang banyak memainkan kata dan puisi-puisinya tergolong pendek, di Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu ada lebih banyak puisi panjang. Saya merasa puisi-puisi Jokpin di kumpulan ini seperti cerita pendek. Kali ini bukan hanya soal permainan kata, tapi seperti ada kisah yang ingin dituturkan di baliknya.
Ratih Latifah
Oct 28, 2019 rated it really liked it
Shelves: read-on-ipusnas
Puisi yang dirangkai dengan metafora-metafora tingkat tinggi !! Not my style of poetry but still enlarge my vocab of bahasa for making poems. Got mind-twisted after reading and trying to feel his words, his vast imaginations are so extraordinary, my brain just can't reach this, HAHHAHAHA.
Irli
Oct 13, 2017 rated it really liked it
Nakal ya.

Saya lebih suka puisi pendek si abah ini daripada yang panjangnya. lebih berani seperti sedang mendegarkan cerita seorang ayah pada masa muda dan membara juga jenaka.
Intan Adelia M
Jan 02, 2017 rated it really liked it
"Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan "

sepenggal puisi Joko Pinurbo yang pertama kali saya kutip 5 tahun lalu..
Risma
Oct 28, 2018 rated it liked it
Ekspresif. Lantang. Menantang.
Menyenangkan.
Agung Tj
Nov 07, 2018 rated it it was amazing
Jokpin berhasil memadupadankan kata hingga menciptakan puisi yang indah dan penuh makna
Nindya Chitra
Jul 19, 2019 rated it really liked it
3.7
Dinendra Karani
Mar 15, 2017 rated it it was amazing
Puisi yang nakal.
Nopitri Wahyuni
Aug 23, 2018 rated it really liked it
Duel

Ayo, buku, baca mataku!
Boyke Rahardian
Jan 07, 2018 rated it liked it
Shelves: poetry
“Jarak itu sebenarnya tidak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”
Dion Yulianto
Mar 12, 2017 rated it really liked it
Shelves: e-book
Selalu menyenangkan membaca puisi-puisi Joko Pinurbo yang khas. Untungnya, di buku ini ada banyak puisi-puisi baru yang saya temukan, tidak seperti di buku 'Selamat Menunaikan Ibadah Puisi' yang beberapa sudah dimuat di bukunya yang lain.

Ia melewati jalan yang sudah bosan
menghitung langkahnya.
Rambutnya menyimpan kunang-kunang.
Matanya ingin menggapai bintang-bintang.
Tak ada yang benar-benar mengenalinya
selain angin yang masih menyebutnya perempuan.
(hlm. 10)

Aplikasi bunyi konsonan dan bunyi 'u'
...more
Tenni Purwanti
Oct 22, 2016 rated it liked it
Terasa sekali perjalanan Mas Jokpin mencari bentuk selama bertahun-tahun. Tapi sayang saya tidak bisa menikmati puisi-puisi panjang dalam buku ini. Kelihatan meraba-raba, kurang nakal, tidak menohok. Banyak juga puisi yang kelewat manis sampai saya mikir: ini mas Jokpin yang nulis?

Namun ada baiknya juga buku ini diterbitkan. Agar penggemar mas Jokpin tahu perjalanan berkarya penyair kurus penggemar celana ini :D

Saya lebih menikmati saudaranya buku ini: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, yang
...more
Rose Gold Unicorn
Jan 28, 2017 rated it really liked it
Shelves: indonesia, e-book
Nggak pernah nggak terkekeh-kekeh baca puisi-puisinya Jokpin. Kampret kabeh!

Buku ini masih khasnya Jokpin lah, agak nakal, vulgar, gemblung, lalu saya teringat betapa kampretnya Jokpin waktu menggoda seorang gadis cantik yang mau minta tanda tangan padanya pada sebuah festival literasi, bikin saya berpikir "Oh".

Ok, terlepas dari itu, saya masih sudi kok baca puisi-puisinya. Lucu. Puisi begini ini yang cocok buat saya, bukan puisi susah dicerna macam karyanya Aan M.
Puri Kencana Putri
Oct 08, 2016 rated it it was amazing
Buku ini memiliki sampul melankolis dengan isi sedalam samudera. Ada perasaan akrab ketika menemukan kembali sekumpulan sajak bertajuk celana. Selainnya adalah memori memori manis yang berhasil dirangkum oleh Pinurbo di dalam buku kumpulan puisi pilihan ini.
Gloria Fransisca Katharina
Oct 11, 2016 rated it it was amazing
Kepada Mata

Kaulah matahari malam
yang betah berjaga menemani saya,
menemani kata, sehingga saya
dan kata tetap bisa menyala
di remang redup cahaya

(2006)
Joko Pinurbo
Indah Threez Lestari
Oct 14, 2016 rated it liked it
Shelves: indonesian, punya
743 - 2016
Adek
Dec 09, 2016 rated it liked it
Shelves: sajak
Gw lebih suka Celana, sih.
Dina Layinah Putri
rated it really liked it
Dec 14, 2017
Vida Damayana
rated it liked it
Dec 26, 2016
Tifa Novianty
rated it really liked it
Nov 20, 2016
Nurina Widiani
rated it liked it
Sep 15, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Kolam: Buku Puisi
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Laut Bercerita
  • Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita: Buku Puisi
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Pingkan Melipat Jarak
  • Sepotong Senja untuk Pacarku
  • Perihal Gendis
  • Hujan Bulan Juni
  • Hujan Bulan Juni
  • Perjalanan Lain Menuju Bulan
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Quarter Life Crisis
  • Talijiwo
  • Orang-orang Biasa
See similar books…
251 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa ...more