Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Surat untuk Ruth” as Want to Read:
Surat untuk Ruth
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Surat untuk Ruth

by
3.47  ·  Rating details ·  619 ratings  ·  124 reviews
Ubud, 6 Oktober 2012

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama,
bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?

Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.
Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?

Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?

J
...more
Paperback, Cetak Ulang, 168 pages
Published August 15th 2016 by Gramedia Pustaka Utama (first published April 15th 2014)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Surat untuk Ruth, please sign up.

Be the first to ask a question about Surat untuk Ruth

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.47  · 
Rating details
 ·  619 ratings  ·  124 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Surat untuk Ruth
Sari Hananta
Apr 10, 2014 rated it did not like it  ·  review of another edition
Mengharapkan tulisan yang "move on" dari Bara. Mungkin Bara memanfaatkan tren galau yang lagi mewabah sekarang ini, move on dalam artian segi cerita yang baru, pengolahan karakter yang matang karena kalau nggak Bara akan terjebak dalam tema dan gaya yang itu-itu saja. Terus terang saya ngantuk di tengah-tengah, tapi sisi baiknya, saya kagum dengan semangat Bara untuk memaksa diri untuk produktif berkarya semoga ke depannya lebih baik.
Dodi Prananda
May 31, 2014 rated it did not like it  ·  review of another edition
Aku memutuskan memberi satu bintang saja untuk buku ini. Katanya, buku ini bagian dari buku Bara sebelumnya, Milana. Entah, apakah kesan menariknya menjadi berkurang karena aku belum membaca Milana. Tapi yang jelas, buku ini tak meninggalkan kesan apa-apa. Tidak ada gregetnya, bahkan dengan gaya bertutur surat (atau solilokui) semacam itu, membuat penuturannya menjadi seperti seorang penulis pemula yang terbata-bata, membosankan.

Yang membuat aku heran, buku ini begitu digadang-gadang GPU, ada t
...more
Sahidzan Salleh
Bukan untuk aku. Buku ni untuk Ruthefia Milana. But for the sake of menambahkan nahu kata, aku layankan je lah si Areno Adamar ni punya surat-surat - cinta yang terputus di tengah jalan.
Frida
Apr 27, 2016 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: pinjaman
Awalnya, saya tertarik oleh konsep surat-suratan yang diusung Bara. Gaya bahasanya yang ringan, sendu, dan mendayu-dayu bikin nggak kerasa ternyata udah baca sampai berpuluh-puluh halaman. Awalnya, ada setitik rasa penasaran yang membuat saya terus melanjutkan baca. Rasa penasaran berkat karakter Ruth yang misterius membuat saya menduga-duga. Ada bercak bekas darah di buku sketsanya. Sebenarnya dia kenapa?
Oke. Sejak bagian pertengahan, saya jadi bosan. Konsep surat-suratan yang awalnya bikin te
...more
Wilma Monica
Feb 11, 2017 rated it it was ok
Shelves: 2017
Kenapa cuma 2 bintang :
Saya mau agak kritis buat buku ini
Seperti biasa saya tidak menyukai cerita romance yang terlalu menye-mnenye... HMM.. sebenarnya ceritanya bagus sih, tapi kurang dalem. Konfliknya baru keluar setelah hampir 3/4 buku. Makanya sempet lama banget baca buku ini.. 3 hari buat buku setipis ini (selain karena job banyak banget). Satu-satunya yang menolong dari buku ini cuma endingnya. Tetapi masih belum bisa membuat saya menangis karena mungkin 3/4 buku ini gak ada isinya. LOL..
M
...more
Dewi Fitriyani
Mar 22, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
kehilangan? aku pernah merasakannya, menjalin cinta dengan seorang laki laki selama 4 tahun lalu aku ditinggalkan dan dia sekarang telah menikah dengan perempuan lain, ya Bara telah menceritakan bagaimana seorang Are ditinggalkan oleh Ruth yang benar-benar dicintainya. di buku ini Bara dengan jelas bagaimana rasanya terluka dan kehilangan, good book:)
Rifani Magrissa
[REVIEW]

Review lengkap di sini : https://rissamagrib.blogspot.com/2018...

...more
Ni Putu Candra Dewi
Judul Buku: Surat Untuk Ruth
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 168 halaman; 20 cm
Tahun Terbit: April 2014
Genre: Fiksi Dewasa
ISBN: 978-602-03-0413-7
Harga: 45.000,00

Surat Untuk Ruth adalah karya ketiga dari Bernard Batubara yang saya baca, setelah Milana dan CINTA. (baca: cinta dengan titik). Dengan tebal 168 halaman, novel ini terhitung cukup tipis, sehingga hanya membutuhkan beberapa jam bagi saya untuk menyelesaikannya.

Surat Untuk Ruth adalah prekuel dari Milana, s
...more
Imroatul Azizah
Novel romance (terkadang) memang menjadi pilihan yang paling banyak dimintai oleh pembaca, terutama anak muda seperti saya *oke ini abaikan*. Dan siapa sih yang gak tau Bernard Batubara? He's also a talented writer! Dia juga salah satu penulis favorit saya setelah dia berhasil membuat saya jatuh cinta dengan novel-novelnya terdahulu; Cinta. (baca:cinta dengan titik), Kata Hati, dan lainnya. Sebelum Surat Untuk Ruth ini launching, timeline saya sudah ribut bahas novel ini. Duh, katanya sih kalau ...more
Ria Destriana
Apr 09, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: sad-story
Selesai dalam beberapa jam aja dan sesak dada saya. Hiks...
Ini buku kedua dari Bara yang aku baca. Dan dibanding Cinta., aku lebih suka Surat untuk Ruth ini.
Masih dengan gaya Bara yang agak puitis mendayu-dayu (halah), membaca surat/memoar untuk Ruth ini jauh lebih mudah dicerna dan nggak bikin aku merasa lebay pas bacanya. Hihi...
Gaya ceritanya mengalir, rasa sakitnya juga dapet banget. Terutama endingnya. Hiks.
Benar kata Bara, kalau baca buku ini kamu harus siap patah hati. T_T
Well sebenarnya
...more
Abdul Azis
3,5. hmmm... selain dari idea yang unik which is novel ini dikemas jadi semacam surat atau diary dengan kadar taraf kegalauan internasional tokoh utama cowoknya, puitisasi dari Bernard yang emang udah gak usah ditanyain lagi pasti nampol, jalan ceritanya juga gue suka. tapi seperempat akhir cerita buat gue berasa diburu-buru karena tokoh utama cew udah memilih jalannya sendiri, ditambah pencampuran bahasa inggris yang kurang pas. kekurangan dari cerita itu ruth sama area ini baru tiga bulan ya? ...more
Tiara D. A. Purnomo
Sudah beberapa bulan buku ini nangkring di rak buku, di deretan buku-buku pinjaman. Sudah dua minggu terlewat pula buku ini aku pindahkan dari rak jadi ke atas kasur. Biar kalau mau baca-baca tengah malem nggak perlu turun-turun. Alhasil masih saja terbengkalai karena Proposal Skripsi harus didahulukan daripada baca novel yang bisa dilakukan nanti pas libur.

Dan, pagi ini hatiku tergerak.

Cara bertutur Bara-san tergolong puitis, jika dilihat referensi buku-buku yang aku baca, jarang banget mendapa
...more
Pringadi Abdi
Positifnya, Bernard punya tone yang baik. Buku ini sukses kubaca dalam waktu sebentar saat menunggu keberangkatan sebuah pesawat. Gaya tutur Bernard yang santai, lembut, dan penuh perasaan itu memang bisa melenakan.

Hanya saja Ben, aku pikir menulis novel bukan sekadar olah bahasa. Memang pilihan yang tepat, karena judulnya pun surat, maka isinya pun adalah sebuah tuturan/tell. Tetap saja, aku merasa kurang dari sisi adegan demi adegan yang kamu tampilkan untuk membuatku percaya pada pernyataan-p
...more
amanda s.
Apr 21, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian, new-adult
3.5 stars. Bagus, tapi bukan favorit saya.

Mungkin karena cara Are bercerita kali, ya. Membuat saya jadi sedikit banyak kurang simpati sama dia. Are mencintai Ruth, tapi Ruth tidak bisa bersama Are karena ibu Ruth ingin Ruth menikah dengan pacarnya. Dengan ending yang personally buat saya, sangat menyebalkan, akhirnya buku ini berhasil saya selesaikan.

Are romantis, bahkan keromantisannya terhadap Ruth bikin saya merinding dan tentu saja, iri. Tapi dalam setiap perkataan Are saya menangkap kesan
...more
Ryan
Apr 25, 2014 rated it liked it  ·  review of another edition
Awalnya saya punya ekspektasi bahwa buku ini bakal seperti Milana yang syahdu. Namun ternyata saya salah. Memang tema romance dan kasih tak sampai sudah menjadi tren di Indonesia. Buku ini ternyata kurang syahdu, mungkin karena sekadar mengikuti tren tema novel saat ini.
Meskipun demikian, dua jempol untuk penceritaan Bara yang selalu menarik: tak terburu-buru dan mampu mengantarkan pembaca untuk masuk ke dalam jagad cerita. Yang pasti sih, dilihat dari beberapa komen tentang buku ini di halaman
...more
Anisa
May 04, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Baru pertama kalinya baca novel karya Bernard. Kesan awal sih biasa aja samo novel ini. Tapi semakin dalem masuk ke cerita, beberapa potongan pertanyaan semakin terungkap dan alhasil aku sangat menyukai novel ini.

Ide cerita yang mudah ditebak namun malah menjebak dan tata bahasanya yang mengalir dengan indah.

4 bintang deh untuk novel ini karena aku sangat menyukainya.

For more review by me check this out :

http://anisaoktariani.blogspot.com/20...
...more
Syahadat Muhammad Fakhry
Buku ini berbahaya. Beneran.

165 halaman isinya full galau semua :)) Secara tema dan konsep, sebenarnya tidak jelek. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang kosong/kurang begitu selesai baca. Mungkin ending-nya yang menurut saya terasa dipaksakan.

Satu-satunya yang bikin buku ini menarik, karena somehow, gue pun kadang berpikiran sama seperti yang diceritakan di buku ini.
Elisa
Apr 26, 2014 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Ceritanya sebenarnya biasa, tetapi gaya penuturannya yang bikin beda, karena ditulis seperti surat,bahkan mirip diary, sehingga bisa benar-benar merasakan perasaan hati si "aku". Mengingat bahwa si "aku" nya ini adalah seorang cowok, mungkin ini cowok sifatnya sedikit melankolis. Buat yang sering galau, novel ini cocok dijadikan bacaan
hihi
Nana Astryana
Apr 19, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Novel yang sangat keren. Are yang tidak percaya akan cinta lagi namun setelah bertemu dengan Ruth, Are telah jatuh cinta yang sangat dalam kepada Ruth. Namun, kebahagiaan yang singkat yang di rasakan Are hanya sementara. karena takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersatu...
rasa sakit kehilangan benar-benar digamparkan dengan baik oleh penulis Bernard Batubara. Noveil Yang Indah... :)
Riesna Zasly
karya berlatarbelakangkan pulau bali yang diolah dalam bahasa romantis yang tersendiri.. susunannya agak kreatif.. namun beberapa plot berulang dan isi yang meleret-leret serba sedikit melelahkan pembacaan
Vanda Kemala
May 24, 2014 rated it did not like it  ·  review of another edition
Yang lagi galau, mending nggak baca ini biar nggak makin galau.

I'm afraid that I can't give more comments about it. Sorry.
Denna
Apr 18, 2014 rated it liked it  ·  review of another edition
Wah, peningkatan yang bisa dibilang signifikan sekali jika dibandingkan dengan novel sebelumnya. Semoga di novel-novel selanjutnya kemampuan menulis Bara juga terus meningkat. :)
Octadianti Kusumaputri
"Sakit hati itu sakit ya, Ruth?" Ceritanya: Sedih. Nyesek. Sakit.
Andrea Puspa Melinda
Bang Bara sukses bikin penasaran untuk lanjutin baca. Di kasih kejutan juga dari bang Bara di dalam buku itu, sesuatu yang berbeda.
KEREN BANGET!
RECOMMENDED!
Rose Gold Unicorn
Still menye-menye. Tapi tulisannya rapi dan enak dibaca. Ini Bara curhat apa gimana sih? Hahahaha...

Btw, bagian "daftar-daftar" sukses menginspirasi saya.

Nice book.
Eka S. Indriani
Feb 23, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
“Tahukah kamu, Ruth, cahaya yang dipancarkan bintang-bintang adalah cahaya yang berasal dari masa lalu? Artinya, pada saat aku atau kamu melihatnya, bintang-bintang itu sudah lama tidak ada di sana. Mereka sudah mati. Mereka adalah masa lalu.
.
.
Seperti kamu dan aku.”—hal. 56
.
.
Sama seperti judulnya “Surat Untuk Ruth” ini mengambil konsep surat-menyurat melalui sudut pandang Areno Adamar—yang lebih akrab dipanggil Are yang menceritakan kisah cintanya dalam bentuk surat untuk Ruthefia Milana. Bisa d
...more
Indri Octa Safitry
"Dua orang yang memiliki hubungan selama bertahun-tahun bisa dengan mudah melupakan kenangan hanya dalam waktu satu-dua minggu. Sebaliknya, sepasang manusia yang baru menjalani hubungan selama dua-tiga bulan, bisa saja memiliki kenangan dan perasaan yang begitu damam, sehingga melupakan hubungan tersebut adalah mustahil." (Hal. 139)

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama. Jadi lebih tersentuh aku. Alurnya juga maju dan sedikit mundur untuk mengenang kenangan bersama Ruth.
...more
Andria Septy
Nov 24, 2018 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: romance
Novel ini ada sangkut pautnya dengan cerpen Milana (Senja Di Jembrana) jadi sebenarnya sudah bisa ke tebak arah ceritanya. Ajaibnya, meskipun demikian, saya enjoy sekali membaca novel ini. Saya lebih menyukai cerpen ketimbang novel-novel Bara. Entah mengapa, bila dirinya menulis cerpen lebih nyastra dan membuatku sedikit banyaknya tergugah. Saya suka cerpen Bara yang berjudul Metafora Padma dan Senja Di Jembrana tentu saja. Dengar-dengar Bara akan memberikan gebrakan baru akhir tahun atau awal t ...more
Erin  F
Apr 08, 2019 rated it really liked it
Walau endingnya tidak sesuai harapan, namun aku suka dengan kisah cinta Reno dan Ruth. Tentang cinta yang tidak memerlukan waktu panjang untuk mengenalnya. Sayangnya kehidupan cinta mereka tidak begitu mulus. Dan selama membaca buku ini aku selalu berdoa agar mereka dipersatukan. Haha... Walau begitu penulis punya pesan tersendiri dengan akhir cerita ini yang bikin baper.

Bagaiman seharusnya menerima cinta itu? Memperjuangkan atau mengikhlaskan pergi tanpa berujung penyesalan. Silahkan pilih!

Nov
...more
Zakia Fajriani
Di hari terakhir masa peminjaman buku ini di iPusnas, aku sudah kehilangan vibesnya. Makin kubaca sampai akhir, aku merasa ini bukan bukuku, bukan tipe yang aku suka. Entah mengapa malah jadi membandingkan dengan tulisan Boy Chandra yang bahkan aku tak mampu menyelesaikannya. Dan aku menganggap keduanya sama. Padahal, ini buku pertama Bernard Batubara yang aku baca.

Entah ini book shaming atau bukan, yang jelas buku ini bukan tipe yang aku suka, terutama soal ceritanya.

Aku menghabiskan buku ini h
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Resign!
  • Hujan Bulan Juni
  • Hujan
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Laut Bercerita
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Rectoverso
  • Semua Ikan di Langit
  • The Question of Red
  • Cinta Tak Ada Mati
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Tentang Kamu
  • Ayahku (Bukan) Pembohong
  • Finn
  • Jakarta Sebelum Pagi
  • Winter in Tokyo
  • Sunset Bersama Rosie
  • Komet
See similar books…
819 followers
I am a bilingual Indonesian novelist, short story writer, editor, translator, and influencer.

Until recently, I've wrote 18 books, mostly fiction. They are "Angsa-Angsa Ketapang" (2010), "Radio Galau FM" (2011), "Kata Hati" (2012), "Milana" (2013), "Cinta." (2013), "Surat untuk Ruth" (2014), "Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri" (2014), "Jika Aku Milikmu" (2016), "Metafora Padma" (2016
...more

News & Interviews

“Let us remember: One book, one pen, one child, and one teacher can change the world.” That’s Malala Yousafzai, Pakistani human rights...
21 likes · 6 comments
“Bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?” 20 likes
“Mengapa Tuhan menakdirkan si A dan si B tidak bersama, tetapi memberi mereka kesempatan dan kemungkinan untuk saling jatuh cintah?” 6 likes
More quotes…