What do you think?


Dilemmas of Third World Communism: The Destruction of the PKI in Indonesia
English, Swedish (translation)
307 pages, Hardcover
Published January 1, 1984
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
September 26, 2018
Reading this book makes me sad, although written in 1982, it is still relevant until now. It seems that history always repeats himself, the same actor, the same conflict, the same decision that made. The key message that I read from this book is any Indonesia need to read more, study more. The political and economic instability during the 1950s and 1960s can be summarized that we did not use the proper theory to solve the problem. Let say there is not enough scientific proper measurable method in making the decision, everything seems like in hurry. It is a tragic story that Olle Törnquist mention three mistakes which are 1) Anti imperialism against the wrong kind of capitalism 2) Peasants struggle against the wrong monopoly of land 3) Mass struggle bypassed elite conflict and massacre
Five star for many reasons: 1) this book is free, can be read online 2) its written in 1982 for his thesis and still writing until now, I will continue read another book of him 3) clear and beautifully written 4) help many Indonesian to learn about their self and the history.
Five star for many reasons: 1) this book is free, can be read online 2) its written in 1982 for his thesis and still writing until now, I will continue read another book of him 3) clear and beautifully written 4) help many Indonesian to learn about their self and the history.
July 16, 2026
Aku ngerasa buku ini bukan buku yang berusaha menjawab siapa yang benar atau salah dalam peristiwa 1965. Yang lebih menarik justru cara Olle Törnquist ngajak pembaca melihat kalau penghancuran PKI adalah proses politik yang panjang dan melibatkan banyak kepentingan. Jadi, ini bukan sekadar cerita tentang G30S, tapi tentang bagaimana sebuah kekuatan politik bisa dihilangkan dan apa akibatnya buat Indonesia setelahnya.
Yang paling kerasa waktu baca adalah betapa besar pengaruh peristiwa 1965 terhadap kehidupan politik kita sampai sekarang. Banyak hal yang selama ini dianggap "normal" ternyata punya akar dari masa itu—cara negara mengelola oposisi, ketakutan terhadap komunisme, sampai siapa yang akhirnya memegang kekuasaan.
Aku juga suka karena buku ini nggak terlalu sibuk membangun drama. Bahasanya cenderung analitis. Memang jadi agak berat, tapi justru bikin aku pelan-pelan mikir tentang hubungan antara kekuasaan, militer, masyarakat, dan ideologi.
Yang aku garis bawahi, Sejarah bukan cuma soal apa yang terjadi, tapi juga soal siapa yang punya kuasa untuk menceritakannya.
Buku ini bikin aku sadar kalau memahami sejarah Indonesia nggak cukup dari satu versi. Peristiwa 1965 terlalu kompleks untuk dipahami dengan narasi hitam-putih. Justru yang menarik adalah mencoba melihat berbagai perspektif, termasuk perspektif yang selama ini jarang dibahas.
Yang paling kerasa waktu baca adalah betapa besar pengaruh peristiwa 1965 terhadap kehidupan politik kita sampai sekarang. Banyak hal yang selama ini dianggap "normal" ternyata punya akar dari masa itu—cara negara mengelola oposisi, ketakutan terhadap komunisme, sampai siapa yang akhirnya memegang kekuasaan.
Aku juga suka karena buku ini nggak terlalu sibuk membangun drama. Bahasanya cenderung analitis. Memang jadi agak berat, tapi justru bikin aku pelan-pelan mikir tentang hubungan antara kekuasaan, militer, masyarakat, dan ideologi.
Yang aku garis bawahi, Sejarah bukan cuma soal apa yang terjadi, tapi juga soal siapa yang punya kuasa untuk menceritakannya.
Buku ini bikin aku sadar kalau memahami sejarah Indonesia nggak cukup dari satu versi. Peristiwa 1965 terlalu kompleks untuk dipahami dengan narasi hitam-putih. Justru yang menarik adalah mencoba melihat berbagai perspektif, termasuk perspektif yang selama ini jarang dibahas.
October 7, 2017
Poses a lot of good questions about the problematique of anti-imperialism (the viability of Comintern formulations on national liberation struggles, etc.). But much of its prognosis are dated or plain trash (ex., the fact of its stability and survival makes peripheral state domestic capitalist rather than foreign-backed comprador; divorcing of anti-fascist struggles from anti-imperialist and anti-feudal struggles; etc.).
October 11, 2020
Mengapa Aidit harus memberontak??
1. Kapitalisme Indonesia tidak bergerak seperti kapitalisme di tempat doktrin komunis dikembangkan.
2. Kemacetan upaya aksi massa sehingga revolusi harus digeser ke level elite.
3. Kegagalan Buruh dan Tani sebagai massa utama komunis untuk menjadi proletariat alat revolusi akibat gagalnya pengambilalihan perusahaan dan faktor struktur masyarakat feodal Indonesia yg terbentuk secara vertikal.
4...........
1. Kapitalisme Indonesia tidak bergerak seperti kapitalisme di tempat doktrin komunis dikembangkan.
2. Kemacetan upaya aksi massa sehingga revolusi harus digeser ke level elite.
3. Kegagalan Buruh dan Tani sebagai massa utama komunis untuk menjadi proletariat alat revolusi akibat gagalnya pengambilalihan perusahaan dan faktor struktur masyarakat feodal Indonesia yg terbentuk secara vertikal.
4...........
March 19, 2026
"PKI tidak terlibat dalam perjuangan senjata, melainkan berjuang dgn cara damai dan demokratis."
Tapi sayangnya, strategi dan analisis PKI begitu lemah. Apalagi ada campur tangan aksi dan fitnah-fitnah yg dibuat Suharto org si paling Baper.
Tapi sayangnya, strategi dan analisis PKI begitu lemah. Apalagi ada campur tangan aksi dan fitnah-fitnah yg dibuat Suharto org si paling Baper.
May 2, 2024
a book which is the result of 10 years of research which describes the ghosts that most Indonesians fear until their destruction
October 16, 2012
kesalahan PKI dalam menerapkan strategi politiknya mengakibatkan mereka harus menghadapi kekuatan yang sangat luar biasa dari Angkatan Darat
kesalahan dalam mengdidentifikasi kelas serta permasalahan kaum buruh dan tani juga andil konflik elite partai mengakibatkan PKI yangg memiliki jutaan anggota di berangus dalam waktu singkat
kesalahan dalam mengdidentifikasi kelas serta permasalahan kaum buruh dan tani juga andil konflik elite partai mengakibatkan PKI yangg memiliki jutaan anggota di berangus dalam waktu singkat
Displaying 1 - 7 of 7 reviews






