Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Rara Mendut: Sebuah Trilogi” as Want to Read:
Rara Mendut: Sebuah Trilogi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Rara Mendut: Sebuah Trilogi

(Trilogi Roro Mendut #1-3)

4.18  ·  Rating details ·  680 ratings  ·  41 reviews
Rara Mendut, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ...more
Hardcover, 806 pages
Published April 1st 2008 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2008)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Pera
Oct 15, 2011 rated it liked it
Perempuan ibarat Keris.

Inilah analogi yang paling tersirat dalam kisah ini. Keris bagi orang Jawa adalah simbol kehormatan dan kesaktian. Dirawat khusus, dibelai khusus, denganpenuh penghormatan, dan sekaligus diperalat. Begitu pulalah kondisi perempuan yang dianggap cantik di masa menjelang redupnya kekuasaan Mataram. Perempuan adalah simbol kehormatan. Karenanya, ketika perempuan milik seorang penguasa diganggu, maka sama saja dengan menghancurkan kehormatan si penguasa. Seperti keris, yang di
...more
Sally Siawidjaja
Jul 31, 2008 rated it it was amazing
Shelves: indonesia-fiksi
Akhirnya selesai juga baca buku ini. Gara-gara ketebelan dan males dibawa2, akhirnya susah nyari waktu buat bacanya.

Ini buku keren banget. Kalau aja gue udah baca buku ini waktu sekolah dulu, mungkin gue bakal lebih semangat belajar sejarah atau antropologi.

Ga ada yang gue ga suka dari buku ini, menurut gue:
1. cara nulisnya unik, jawa banget (untung ada translation nya)
2. Semua karakter punya pribadi kuat bukan cuma peran utamanya (misalnya si peparing, slamet, wiraguna, putri arumardi, mangk
...more
Alexa Ayana
Oct 06, 2016 rated it liked it
Ini adalah buku pertama dari Y.B Mangunwijaya yang kubaca. Buku sastra bukan genre utamaku, jadi di sini aku tidak akan mengulas dari sisi sastranya tapi dari mata seorang pembaca awam yang menyukai genre historical fiction terutama yang asli Indonesia. Buku tebal epic ini adalah sebuah trilogi dan review terpisah dari masing-masing buku kulampirkan di bawah ini ya..

Buku 1 : Rara Mendut
https://www.goodreads.com/review/show...

Buku 2 : Genduk Dukuh
https://www.goodreads.com/review/show...

Buku 3 : L
...more
Des
Jan 07, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebenarnya saya membaca buku karangan Romo Mangun ini sudah beberapa tahun yang lalu. Namun sayang, pada saat itu, saya masih belum terlalu akrab dengan Goodreads. Oleh karenanya, saya putuskan untuk membaca ulang buku ini sekedar me"refresh" memori saya.

Buku ini sebenarnya terbagi dalam tiga bagian. Bagian pertama menceritakan tentang Rara Mendut. Bagian kedua menceritakan tentang Genduk Duku, dan yang terakhir menceritakan tentang Lusi Lindri. Ketiganya bagi saya merupakan gambaran perempuan
...more
nanto
Aug 20, 2008 rated it it was amazing
gimana mindahin Mendut saya ke sini? secara saya salah naro review dari awal. He he he ra popo wis kadung.

Sampul edisi trilogi ini keren. Gambar wanita duduk mengulum rokok lintingan dilatari dengan prajurit berkuda. Ilustrasi pasukan berkuda itu merupakan gambaran prajurit berkuda Mataram yang dikagumi oleh Kapiten Jambi ketika mengunjungi istana Amangkurat I.
Nadya
Apr 20, 2008 rated it it was amazing
Sudah baca Rara Mendut-nya (bintang 4,5). Tapi udah kehilangan semangat pas baca Genduk Duku, apalagi Lusi Lindri.

Larasestu Hadisumarinda
Sep 05, 2015 rated it really liked it
Shelves: 2015, pinjaman
ANJRIT, kesel gak sih lo, lagi asyik-asyik nulis review hape pakai mati segala padahal udah masuk paragraf keempat. Padahal buat nyelesain buku ini butuh perjuangan karena tebelnya 806 halaman dengan tema cerita klasik abad 17 yang harus dihayati kalimat perkalimat sementara besok buku udah harus saya balikin supaya bisa minjem yang lain, padahal kesempatan baca buku saya makin dikit karena kesibukan, kebetulan aja ini lagi sakit, diare, karena makan pedes & gak teratur, jadilah gak bisa kem ...more
Venytha
Oct 10, 2018 rated it it was amazing
aku ingin membuat tugas tentang ini .. biarkan aku membacanya
Theo Karaeng
May 05, 2017 rated it it was amazing
Seandainya oh seandainya saya punya edisi hardcover-nya, itu akan sangat menyenangkan. Tapi sudah dicari ke mana-mana, tetap tidak ketemu, jadi ya sudahlah. Karena buku ini pantas dikoleksi.
res
Jul 26, 2010 rated it really liked it
Masih adakah kini ksatria ningrat bertutur kata laksana syair nan indah bermakna dalam. Dimana kata adalah realisasi diri , pancaran murni dari kesucian hati , kebesaran jiwa dan kepedulian sosial yang teramat tinggi....

'Dan apabila keindahan selalu bersinar dalam matahari dan bulan, pantulan kecantikan gadis kan selalu diwartakan oleh angin dan awan'

Sementara ia si jejaka kan terus resah bermimpi dalam ayunan angan berfantasi soal kepemilikan gadis sekedar untuk melipur hati sembari menunggu ge
...more
Putri Prihatini
Nov 12, 2016 rated it it was amazing
Trilogi ini mungkin setebal bantal, tetapi ini "bantal" yang sulit ditutup lagi jika kita sudah membukanya. Trilogi Rara Mendut membawa kita menjelajahi kehidupan tiga generasi perempuan Jawa: Rara Mendut, Genduk Duku dan Lusi Lindri. Ketiganya digambarkan sebagai perempuan Jawa yang "nyebal tatanan," yaitu para perempuan yang tidak berlaku layaknya gambaran perempuan ideal. Rara Mendut, Genduk Duku dan Lusi Lindri adalah contoh feminis sejati. Mereka kuat, tangguh, cerdik, tak segan berontak te ...more
Bambang Yuno
Jul 11, 2011 rated it really liked it
Akhirnya ... setelah terpendam 3 tahun di lemari bukuku, terbacalah sudah Novel ini ...

Tertarik membaca buku ini karena genre "Sejarah"nya, yang berlatarbelakang akhir kekuasaan Sultan Agung hingga akhir kekuasaan Amangkurat I ..

Menarik dicermati adalah keteguhan dan kebesaran hati tokoh2 di dalam novel ini, keteguhan Mendut, Genduk Duku dan Lusi Lindri dalam menghadapi penguasa2 jaman itu, inilah cermin orang2 kecil yang tak bisa berbuat banyak terhadap tingkah polah penguasa di jaman sekarang,
...more
mina
Jun 23, 2008 rated it really liked it
Trilogi ini mengagumkan juga. Aku membacanya hanya beberapa hari loh, sodara-sodara, gak sampe seminggu!
Terdiri dari 3 bagian:
Rara Mendut. Begitu lamban dan membosankan sehingga aku hampir-hampir memasukkan buku ini ke buku-mogok. Mungkin juga itu karena aku belum terbiasa dengan gaya menulisnya. Atau karena memang jalan ceritanya lamban. Mau kawin dengan Pranacitra saja susaaaaah...
Genduk Duku. Ow, cewek keren dan gagah perkasa ini ada di ketiga bagian buku, dan sangat sangat mengagumkan. Bagi
...more
Fatma
Nov 23, 2008 rated it it was amazing
It's such a thrilling, amazing book. I just can't stop reading it from the moment I open the first page.

Romo Mangun adalah pencerita yang sangat pandai. Beliau mampu mendeskripsikan peristiwa hingga ke titik yang paling detail, perasaan-perasaan manusia yang terlibat dalam ceritanya, bahkan setting tempat yang melatarbelakanginya. Semua membuat kita merasa masuk dalam lorong waktu sejarah klasik Jawa dan ikut menyaksikan peristiwa- peristiwa sejarah langsung dari tempat terjadinya.

It is such a
...more
Dhini
Feb 02, 2009 rated it it was ok
Shelves: once-upon-a-time
trilogi ini terdiri dari : Kisah Rara Mendut, Genduk Duku & Lusi Lindri

gaya bahasa yang dipakai Romo Mangun, ga ruwet njelimet, biarpun seringkali ada tuturan dalam bhsa Jawa halus.. malah hampir seperti gaya bicara masa kini.. dan ada selipan2 humor-nya... seperti tayangan Ketoprak Humor di salah satu tv swasta kita beberapa tahun lalu.

tentang feminisme...
ada banyak karakter feminisme yang ditampilkan dalam cerita ini... terutama mengingat bahwa cerita ini berlatar belakang kerajaan Mataram
...more
Tukang Kueh Keren
Aug 07, 2008 rated it really liked it
Shelves: indonesia
Secara keseluruhan, ceritanya kereeen banget. Girls Power. Ya….kisah Rara Mendut bercerita tentang perjalanan hidup 3 perempuan hebat di masa itu, di masa ketika perempuan tidak ubahnya hanya dianggap sebagai barang yang hanya bisa dimiliki, dipajang, dipakai bahkan dibagikan. Rara Mendut, Genduk Duku, Lusi Lindri, berani mempertahankan prinsip mereka, biarpun harus merelakan kehilangan kesenangan , kenyaman bahkan orang yang sangat mereka cintai. Mereka juga cerdas dan penuh perhitungan dalam m ...more
Tantri Setyorini
May 24, 2012 rated it really liked it
Lebih ke topik emansipasi wanita daripada romannya. Peran Pranacitra di sini dikit bgt kok. Intinya memang tiga perempuan ini melawan dunia yang saat itu didominasi laki-laki, Wiraguna dan yang paling menyebalkan Amangkurat I. Banyak intrik politik: sudah pasti. Banyak pembunuhan: jelas (khas fiksi sejarah banget kalau banyak orang tewas di mana-mana). Miris banget bacanya, orang jaman dulu gampang banget cabut nyawa orang. Misalnya ini, ketika Amangkurat I lagi sensi sama ulama dia memerintahka ...more
Aan Yudhi
Nov 07, 2008 rated it it was amazing
Recommends it for: alll
novel trilogi sejarah yang hebat.
romo mangun menuturkan dengan sederhana detail dan lucuuuu. ;->
bagaimana sebuah sejarah menjadi mudah kita pahami, sosialita yang tidak mbulet.
dalam proses membacanya kita akan cungar cungir :) kadang ndomblong. malah kadang ikut koco koco (mata sembab) terikut merintih hati ini.
dan harusnya sebelum membaca roro mendut di wajibkan atas kalian semua membaca dulu arok dedes nya pram.
sejarah raja raja jawa yang mudah sekali memuntahkan anak panah, dan mengobarkan
...more
nugroho muji
Dec 16, 2008 rated it really liked it
aku sampai sekarang belum pernah selesai baca buku ini. tahun 2001 atau 2002 dapet genduk duku di pasar palasari bandung, bagus sekali dan langsung berambisi melengkapi jadi trilogi- sampai detik ini. dan hasilnya... tetap belum lengkap. dan tetap belum baca semua. tapi buku ini luar biasa, masterpiece romo mangun, sama deh kayak burung2 manyar. moga moga masih ada edisi lamanya... belum lengkap euyyy... rara mendut dan lusi lindri.
Windhu
Oct 06, 2013 rated it really liked it
Romo Mangun mengajarkan kita memahami dunia dengan syukur, di posisi manapun kita. Menjadi Mendut, Duku, Lindri ataupun Selarong sekalipun. Cerita emansipatoris ini masih relevan dengan kehidupan nusantara saat ini, selama kekuasaan dan kekayaan menjadi tujuan, maka perjuangan menciptakan gemah ripah dan loh jinawi belumlah selesai.
Anti Wibawa
Aug 07, 2008 rated it it was amazing
Shelves: novel-all
Cerita tentang perempuan-perempuan tangguh berkepribadian kuat yang pada masanya dinilai tidak lazim dan pembangkang. Bagi yang senang dengan cerita perjuangan perempuan terhadap penjajahan dan superior penguasa lelaki, baca deh buku ini. Menurut saya, walaupun banyak selipan bahasa jawa (dgn terjemahan) dan gaya bahasa indonesia formal, tetap bisa terasa lucu dan elegan in the same time.
cindy
Jan 09, 2012 rated it liked it
Akhirnya.... selesai juga... *kmgkinan bsr krn udah ditungguin yang punya* Meskipun di tengah jalan Genduk Duku sudah kehabisan energi, tapi Lusi Lindri menawarkan dahaga baru. Tiga wanita, tiga jenis perjuangan yang berbeda pula. Suka akhirnya (Lusi Lindri) juga. Meski sedih.

*thx pra yg udah minjemin, sori agak2 kusut, berniat disampulin sbl dikembaliken, tp lupa* :)
Rika
Jun 17, 2013 rated it really liked it
Baguuuus... !!! andai buku pelajaran sejarah ditulis seperti ini, pasti lebih mudah menghapal silsilah raja jawa dan masa berkuasanya *terkenang mata pelajaran sejarah yang membosankan semasa sekolah*
Ilma Dityaningrum
May 02, 2011 rated it really liked it
Romo Mangun selalu menulis dengan jujur dan menurut saya, Romo adalah seorang sosok Realis sosial kultural! Dan di buku ini, Romo menulis mengenai 'sejarah', 'mitos' yang hidup di tengah-tengah masyarakat Jawa.
Rowland Pasaribu
Apr 09, 2010 rated it it was amazing
Opa Mangun men-translate sosok "wanita independen" melalui padanan historikal-realist yang populer dan sangat mudah untuk dicerna, dan tentu saja dengan gaya penulisannya yang khas menohok tanpa harus memojokkan pihak2 yang dikritisi-nya.

"...Gue ngga pernah bosan ngebaca buku ini..."
Depoy
Apr 08, 2010 rated it really liked it
rate 3.5 aja buat buku ini
Yohan dhiwa
Feb 25, 2011 rated it really liked it
historical novel which tells the rebellion of a woman because of her soul.
Mel
Dec 23, 2008 marked it as to-read
my christmas gift.
terimakasih, anda baik sekali.
covernya suka sekali. kerun kalo kata si smurf. mantrebs. saya banget.
gereget lahir batin? lol
Ayu Febrianita
Jan 22, 2013 rated it liked it
saya sebenarnya menuykai novel ini...tetapi bagian endingnya begitu tidak indah...padahal bagian awalnya menarik sekali..dari sisi cerita sungguh menarik dan alurnya membuat terhanyut pada abad 17..
Ika Anggraeni
Oct 05, 2008 rated it it was amazing
my favorite books. delicious mix between romance, history and culture
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Arus Balik
  • Pengakuan Pariyem
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Harimau! Harimau!
  • Merahnya Merah
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Namaku Hiroko
  • Olenka
  • Senopati Pamungkas (Senopati Pamungkas #1)
  • Gadis Kretek
  • Kitab Omong Kosong
  • Atheis
  • Tanah Tabu
193 followers
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya was an architect, writer, Catholic priest, and activist. Romo Mangun (Father Mangun) was publicly known by his novel "Burung-Burung Manyar" which was awarded Ramon Magsaysay Award for South-East Asia Writings on 1996.

Not only active in the fiction genre, Romo Mangun also wrote many non-fiction and architectural works such as "Sastra dan Religiositas" [tr.: Literature a
...more

Other books in the series

Trilogi Roro Mendut (3 books)
  • Roro Mendut
  • Genduk Duku
  • Lusi Lindri