Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya” as Want to Read:
Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya

3.89  ·  Rating details ·  110 ratings  ·  35 reviews
Humor dalam kisah Gunawan, dengan demikian, adalah nama lain bagi obat. Ia menyembuhkan kita dari penyakit dengki, iri hati, sok kuasa, dan menganggap orang lain sebagai biang kesalahan.
–Triyanto Triwikromo, sastrawan

“Jadi slimicinguk ini adalah umpatan karangan Anda sendiri?”
“Betul Pak. Seratus persen karangan saya sendiri.”
“Pantas saya cari artinya di internet tak
...more
Paperback, 244 pages
Published May 1st 2016 by DIVA Press
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya, please sign up.

Be the first to ask a question about Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.89  · 
Rating details
 ·  110 ratings  ·  35 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya
Raafi
Mar 12, 2017 rated it really liked it
Shelves: 2017, indonesia
Ulasan lengkap: http://bit.ly/BibliTuhanIkan

Pengalaman membaca cerpen yang baru, menyenangkan, dan bikin tergelak, namun juga penuh pesan tersirat. Apakah ini yang disebut dengan sastra humor?

"Kalender, Undangan Nikah, dan Puisi": Hal menarik terjadi menjelang akhir ketika sang pengusaha mendapati puisinya yang tertempel pada undangan pernikahan buatannya diminati oleh seseorang bernama Sapardi. Sampai di situ aku begitu semringah; berharap nasib sang pengusaha menjadi lebih baik karena dilirik
...more
Sulhan Habibi
Sep 25, 2016 rated it really liked it
Woow...
Aku gak menyangka buku ini begitu menyenangkan dibaca.
Kumpulan cerpen tentang kehidupan disajikan dengan humor satir yang bikin ketawa ngakak dan miris.
Betul. Aku serius.
Beberapa cerita membuatku spontan tertawa. Beberapa cerita malah terasa miris dan terasa suram.

Sungguh buku ini menawarkan pengalaman membaca yang menyenangkan.
Saking menyenangkannya, niat awal membaca tiga cerpen awal malah keterusan hingga 2/3 jumlah cerita pendek buku ini.

Oh iya, sekali lagi aku ingatkan untuk membaca
...more
Dion Yulianto
Apr 21, 2016 rated it really liked it
Sebuah pengalaman membaca buku yang luar biasa, tidak tahu apakah harus tertawa atau mangkel ketika tahu-tahu semua cerita di buku ini habis terbaca.

"Yu Kariyem mengeluhkan mata kanannya yang terasa mengganjal dan agak perih. Kuminta ia tenang. Aku membuka mata kanannya perlahan-lahan dengan kemampuan terhalus yang dimiliki jari-jariku. Dan, betapa kagetnya aku ketika melihat ada benda hitam sebesar biji semangka menempel di bola mata kanannya. Ya Tuhan, ternyata Yu Kariyem kelilipan tahi
...more
Septian Hung
Aug 03, 2016 rated it really liked it
Shelves: fiksi
Tidaklah berlebihan bila buku kumpulan cerita ini saya beri empat bintang karena saya suka dengan mayoritas ceritanya. Pak Gunawan memiliki pembendaharaan kata yang berlimpah sehingga beberapa kali saya mesti menengok KBBI untuk mengetahui secara akurat makna dari suatu kata yang dipilih.

Selain itu, kalimat yang beliau susun juga terasa indah dan menggelitik. Metafora yang beliau kenakan begitu mengena dan tepat sasaran. Nyaris tak ada cela dalam pemakaian bahasa.

Kemudian mengenai konten, saya
...more
Sadam Faisal
Sep 15, 2017 rated it really liked it
Ketawa-ketawa baca kumcer ini dan juga merinding pas baca cerpen terakhir. Mungkin kata pengantar dari Pak Triyanto Triwikromo harusnya di baca terakhir ya biar ga kena spoiler. Jadi pas jokes nya keluar ada unsur terkejut dan ketawa lebih kenceng.
Nurina Widiani
Jun 01, 2017 rated it really liked it
Cerpen-cerpennya menggelitik sekaligus mengusik.. Unik. Sukak.
Steven S
Jul 30, 2016 rated it really liked it
"Kumcer yang menghibur di akhir pekan."

Sesaat setelah mendengar kabar penyair asal Solo, Gunawan Tri Atmodjo akan merilis buku terbarunya saya seolah tidak ingin ketinggalan untuk segera membaca. Namun selang beberapa bulan setelah terbit, kumcer dengan sampul yang menggugah iman dan penasaran ini baru meluncur ke Ambon dengan ditemani Cinta Semanis Racun (calon penghuni rubrik buku di media nasional, ramal saya) & sebuah kumcer milik Hamsad Rangkuti (sampulnya juga agak nyentrik elektrik).
...more
Eva
May 28, 2016 rated it really liked it
Shelves: inspiratif
3,5 Bintang saya bulatkan ke atas.

Membaca kumcer ini, berkali-kali saya dibuat senang karena menemukan diksi-diksi bagus atau kalimat menggelitik seperti dalam cerpen Istri Pengarang: Terkadang aku menduga bahwa dia hanya menyalin mimpinya semalam ke dalam tulisan.

Atau di cerpen Slimincinguk: Dirinya merasa lumayan lega setelah memaki sebuah umpatan.

Saya sepakat dengan pengantar buku ini bahwa Gunawan Tri Atmodjo memiliki selera humor yang bagus. Di awal hingga ke dua pertiga buku saya merasa
...more
Diana
Jun 01, 2016 rated it really liked it
Selama membaca kumpulan cerita ini, saya sering cengar-cengir sendiri. Benar kata penulisnya, cerita di dalamnya lucu-lucu. Seperti yang ditulis dalam coret-coretannya untuk saya, cerita-cerita ini adalah upayanya menjadi manusia modern yang melawan kesedihannya sendiri.
Saya suka diksi-diksi yang digunakan Mas Gun. Remaja celaka, kekasih ganas, dan lainnya. Juga tokoh-tokoh dengan nama-nama yang unik dan menggelitik. Misal di cerita pertama, saya kok ya iseng membalik huruf-huruf si tokoh dan
...more
Frida
Jan 21, 2017 rated it really liked it
Berhasil bikin saya ngakak berkali-kali, tapi juga ngilu plus gemas saat baca cerpen Tuhan Tidak Makan Ikan. Gaya menulisnya memikat hati saya. Aww.
Resensi selengkapnya bisa dibaca di
https://kimfricung.blogspot.co.id/201...
A N P
Jun 01, 2018 rated it really liked it
Judul: Tuhan Tidak Makan Ikan.
Penulis: Gunawan Tri Atmodjo.
Penerbit: Diva Press.
**
Salah satu hal yang menarik dari membaca sastra adalah kemampuan para penulis menyampaikan sebuah humor jenaka yang membungkus ironi kenyataan hidup. Singkatnya, terkadang cerita yang disampaikan bertujuan untuk menertawakan kesedihan atau tragedi hidup sendiri. Salah satu yang sukses memperlihatkan cerita humor satir adalah Gunawan Tri Atmodjo. Penulis asli Solo ini, yang baru saya kenal, ternyata punya 21 cerita
...more
Lila Cyclist
Apr 12, 2019 rated it liked it
Cukup lama untuk menyelesaikan baca kumcer yang ini, berbeda dari kumcer Gunawan Tri Atmodjo sebelumnya, Dongeng dari Sebelah Telinga. Maklum saja, buku sebelumnya saya diminta mereview sekaligus menjadi blog host giveaway hehehe... Tapi memang sih, yang ketika membaca buku satu ini, saya sedang sibuk ini dan itu. Jadi, yah butuh berminggu-minggu untuk menyelesaikan kumcer ini. Ahzeeekkk...

Buku ini dibuka dengan kata pengantar dari sastrawan Triyanto Triwikromo, tapi karena saya sudah punya
...more
Aisyah Hudabiyah
Dec 14, 2017 rated it it was amazing
Awalnya tidak ada niatan untuk baca ataupun memiliki buku ini. Namun, karena waktu itu ketemu penulisnya langsung dan ingin minta tandatangan, akhirnya saya beli buku kumcer ini. Kumcer yg termurah dibanding kumcer Gunawan yang lain. Hehe.

Karena sudah dibeli, akan sangat sayang bilang tak dibaca. Saya pun membacanya sampai habis dengan waktu yang tidak terlalu lama. Padahal, saat itu mood baca saya sedang tidak baik dan sedang mengalami fase malas-malasan.

Rupanya cerpen-cerpen di dalam sini
...more
Marsha Zakia
Feb 03, 2018 rated it really liked it
3,5 BINTANG
Salah satu resolusi membaca ku tahun ini adalah lebih banyak membaca buku dari pengarang lokal.
Tuhan Tidak Makan Ikan adalah buku dengan pengarang Indonesia pertama yang aku baca tahun ini. Rasanya cukup menyenangkan membaca buku yang kental dengan budaya dan Adat orang Indonesia setelah sebulan penuh dijejali buku berbahasa Inggris.

Kembali ke review :
Tuhan tidak makan Ikan merupakan kumpulan cerita pendek yang segar, menggelitik, mengkeritik, dan sarat akan pesan. Aku pribadi, lebih
...more
Trian Lesmana
Jan 28, 2019 rated it liked it
Saya mengagumi kosakata-kosakata yang Gunawan pilih. Beberapa di antaranya sungguh di luar dugaan, dan berani. Yang paling menarik adalah kata sempak dalam cerita berjudul “Riwayat Sempak”. Siapa sangka Gunawan bisa meracik kisah tentang sepasang sejoli yang bertukar sempak?

“Kebahagiaan itu seperti sempak yang kamu pakai. Orang lain hanya bisa menebak-nebak model dan warnanya. Tetapi hanya kamu, Tuhan, dan kekasih ganasmu yang mengetahui wujud aslinya.” tulis Gunawan.

Orang lain akan
...more
Hanat Futuh Nihayah
Nov 13, 2018 rated it really liked it
Saya jatuh cinta banget sama buku ini. Meskipun sudah diterbitkan 2 tahun yang lalu, tapi menurut saya novel ini masih sesuai untuk dibaca saat ini. Buat kamu yang suntuk, bosan dengan kefanaan hidup ini, high recommended buku ini.

Penulis menulis buku ini dengan gayanya yang khas. Apalagi cerita-cerita di dalamnya bikin kamu terhibur, ngakak, nyebelin bahkan pingin banting hape
...more
Deta NF
Dec 27, 2017 rated it really liked it
Satire terbalut humor. Realistis dengan analogi modern. Judul-judul jenaka yang menyajikan ironi: Slimicinguk; Imam Ketiga; Cabe-cabean Berkalung Tasbih; Anak Jaranan; Riwayat Sempak berhasil menghadirkan gelak tawa juga perenungan. Satu lagi kumpulan cerita pendek yang saya suka. ...more
Christan Reksa
Dec 10, 2019 rated it really liked it
Kumpulan cerpen yang ringan namun menimbulkan berbagai kekagetan, entah karena kemampuan penulisnya menggiring pembaca ke plot twist di akhir cerita maupun caranya menyentil isu sosial dengan cara jenaka. Senang membaca kisah-kisah di sini, semacam penyegaran mental tanpa membodohi pembacanya.
Fajar At-Tuhry
Jul 03, 2018 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Yuni Ananindra
Jun 20, 2017 rated it really liked it
Shelves: novel-cerpen
Jarang-jarang saya bisa puas dengan kumpulan cerpen.
Shendi C
Jan 03, 2020 rated it really liked it
Kumpulan cerpen yang lucu, mudah di pahami, di bagian akhir setiap cerita selalu di suguhkan dengan hal yang unik dan tidak tertebak. Dibagian mana yang paling favorit? semua !!
Dodsoph
Apr 10, 2019 rated it really liked it
Peduli Setan Dengan Hujan favorit saya.
Bimana Novantara
Oct 07, 2017 rated it liked it
Lebih suka kumcer Gunawan yang Sundari Keranjingan Puisi dibanding yang ini, walaupun yang ini tidak jelek juga. Masih dengan gaya yang senafas dengan Sundari Keranjingan Puisi, tapi entah kenapa seingat saya cerpen-cerpen yang ada di Sundari Keranjingan Puisi lebih panjang dan runut penceritaannya, ditambah tema-tema ceritanya juga yang lebih asyik. Cerpen-cerpen di Tuhan Tidak Makan Ikan rasa-rasanya terlalu singkat dan kurang menohok, walaupun tetap seru juga cerita dan temanya. Tapi ya ini ...more
Yayang
Jan 04, 2017 rated it liked it
this book really mind blowing for me..
Rafi'ulfath
Jun 05, 2016 rated it it was ok
"cerpen-cerpen Gunawan menyentil dengan jenaka fenomena yang terjadi di sekitar kita. ketika tertawa setelah membaca tulisannya, mungkin kita sedang menertawakan diri sendiri. demikian pula jika yang hadir adalah anwka perasaan marah atau sedih. dan jika pembaca sekalian bahagia setelah menikmati suguhannya, disimpan sendiri. karena..."

itu adalah paragraf terakhir resensi di sampul belakang buku ini. terlihat menjanjikan, buku dengan konten yang mengharuskan pembaca merenungi maknanya. tipikal
...more
DIVA Press
Apr 26, 2016 rated it really liked it
"Hujan yang ini terasa melankonis sekali."
"Hujan yang ini?"
"Ya, karena bagiku hujan tak pernah sama."
"Hujannya sama, masih air juga, tapi mungkin perasaanmu yang berbeda ketika menerimanya."
"Kamu masih logis dan itu tidak puitis."
"Biarin."
(Peduli Setan dengan Hujan, hlm 182)

"Yu Kariyem mengeluhkan mata kanannya yang terasa mengganjal dan agak perih. Kuminta ia tenang. Aku membuka mata kanannya perlahan-lahan dengan kemampuan terhalus yang dimiliki jari-jariku. Dan, betapa kagetnya aku ketika
...more
Endah
Jan 16, 2017 rated it really liked it
Awalnya saya iseng mau membuat coretan-coretan pagar, tentang berapa kali saya berhasil tertawa saat membaca buku ini. Sebab, konon di balik penampakannya yang terkesan agak serius, ini buku yang menghibur. Eh, ternyata berulang kali saya tertawa--baik tawa ngakak maupun tawa getir--sejak halaman-halaman pendahuluan. Jadi, niatan menghitung pun diurungkan.

Cerita-ceritanya cerdas, diksinya kaya, namun tidak sulit dicerna. Gunawan Tri Atmodjo pencerita yang baik, dan hebat dalam memilih nama-nama
...more
Utami Pratiwi
Jun 01, 2016 rated it really liked it
Cerpen-cerpen yang kekinian, lucu, tapi juga ada miris-mirisnya gitu. Paling suka cerpen "Peduli Setan dengan Hujan". Judul yang menggelitik jelas "Cabe-cabean Berkalung Tasbih". Mulai dari nyinyir bunga yang diinjak-injak embak-embak instagram hingga sinetron striping Anak Jalanan juga dibahas.

Agak menyesal membaca kata pengantar di awal, seharusnya setelah kelar baca aja. Karena kejutan-kejutannya sudah dibongkar. Tapi di sisi lain juga membantu kebingungan mengungkap nama-nama yang
...more
rivanlee
Oct 09, 2016 rated it really liked it
buku kesekian yang saya selesaikan di kereta. sekaligus menjadi buku pertama yang buat saya senyam senyum sendiri bersama kumpulan pekerja dalam gerbong.

Gunawan begitu pandai merangkai bahasa lokal dan memasukkannya ke dalam cerpen tanpa menghilangkan maknanya. humor-humor renyah selalu pas dengan topik masalah yang diceritakan. seperti dalam cerpen Anak Jaranan.

kisah cinta Sundari dan Trijoko selayaknya fenomena yang kita temui sehari-hari. tapi alur cerita yang tidak biasa serta humor yang
...more
Sin Sin
Jan 16, 2017 rated it liked it
"Dari tampang mereka aku tahu bahwa mereka sebangsa cabe-cabean, kasta terendah dari semesta gaya hidup remaja yang lekat dengan kenorakan." -Hal.148

Ketika sarkasme, ironi, dan satir disajikan dengan penuturan yang mengundang gelak, itulah yang akan dijumpai dalam hampir semua cerita di buku ini. Menyadari begitu cerdik penulis meramu diksi, alur, dan ide cerita hingga tak jarang membuat saya tertawa, tertegun, mengernyitkan dahi, meski pada satu-dua kesempatan ada pula cerita yang mengundang
...more
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura
  • Corat Coret di Toilet
  • Belajar Mencintai Kambing: Kumpulan Cerpen
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
  • Hear the Wind Sing (The Rat, #1)
  • Cinta Tak Ada Mati
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif
  • Laut Bercerita
  • Karena Cinta Kuat Seperti Maut
  • Dua Alasan untuk Tidak Jatuh Cinta
  • Seseorang di Kaca
  • Menjala Kunang-Kunang
  • Pencurian Terbesar Abad Ini
  • Susah Payah Mati di Malam Hari Susah Payah Hidup di Siang Hari
  • Kacapiring
  • Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
See similar books…
Cerpen dan puisi jebolan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta ini sudah dipublikasikan di berbagai media massa baik lokal maupun nasional.

Memenangkan beberapa kali lomba penulisan sastra diantaranya Pemenang II Pena Islami 2004, Pemenang II Bulan Bahasa FKIP UNS 2004 dan cerpen Terbaik Majalah Horison 2004 untuk cerpen berjudul Gerimis Bermata Batu.

Karya-karyanya juga
...more