Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Insta” as Want to Read:
Insta
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Insta

by
3.77  ·  Rating details ·  22 ratings  ·  10 reviews
“Saya harapkan adegan seni tak serius bergaduh dengan seni mahaserius. Darah perang mereka adalah hujan rahmat untuk suburkan tanah besok.”

INSTA sebuah melankolia kabur, bergetar & bergranul tinggi: kisah Solus, seorang lelaki yang cintakan semangat-semangat asing.

INSTA merupakan novela pertama Syahmi Fadzil.
Paperback, 150 pages
Published April 2016 by Moka Mocha Ink
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Insta, please sign up.

Be the first to ask a question about Insta

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-46
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Azrin Fauzi
Apr 15, 2016 rated it really liked it
Bila tatap foto-foto Solus, rasa lapang. Tapi bila teliti teks naratifnya, rasa sempit. Insta rasanya ialah novel(a) pertama yang aku baca, berjaya menghidupkan keberadaan ruang dalam prosa. Apa-apapun, lapangnya sunyi. Sempitnya sepi.

Insta membawa aku melompat-lompat di atas serpihan memori protagonisnya. Foto-fotonya begitu jelas memaparkan usaha Solus untuk berjalan di atas realiti. Dan bahagian teks pula menceritakan bagaimana protagonisnya (Solus?) di awang-awangan berjalan bersama dengan A
...more
Ira Nadhirah
May 14, 2016 rated it really liked it
Dejavu sangat sampai penghujungnya aku akhiri dengan what was that? Pengaruh Bissme dalam Doubt kuat sangat sehingga aku ter imagine adegan last di rel kereta api tu Solus berbogel dan dilanggar keretapi. Sebenarnya majoriti perempuan akan berangan untuk menjadi Ayumu selepas membaca buku ini. Realitinya, takkan ada lelaki yang sanggup bersama dengan perempuan depresi, dik. Kita ada masalah hormonal pun depa dah complain. Well, that is another story.
Khairul Kamarul
May 05, 2016 rated it really liked it
Saya melihat ianya tentang sebuah fiksyen yang bermain dengan suara dalaman diri dan diserikan dengan elemen spiritual yang jelas tetapi sedikit hindar dari manusia. Vibe Jepun mungkin bermain dalam kepala apabila mencapai separuh dari bacaan novela, ditambah dengan nuansa semangat keretapi. Mengingatkan saya kepada Colourless oleh Murakami. Watak Ayumu seakan realis walau kita tahu akhirnya ianya hanyalah ciptaan Solus sendiri. Kita tidak mampu untuk tahu dari mana kita mula bermimpi, sepertima ...more
Lokman Hakim
Apr 14, 2016 rated it really liked it
Ayumu adalah watak yang kuat pengaruhnya dalam naskhah ini.
Dia mengheret setiap watak-watak yang lain ke dalam kancah suicidal yang tiada jalan keluar.
Teringat watak Naoko dalam Norwegian Wood. Namun Ayumu ini lebih 'teruk' perangainya.
Ada sekuen babak yang aku rasa sedikit off, tetapi apabila aku membaca fragmen demi fragmen selaku gambar-gambar tempelan (teks & gambar sekali harung)- ia okay.
Satu ekspresi yang best jugaklah bila baca.



Dayah-sama
May 04, 2016 rated it really liked it
Mengenali tulisan penulis, kali ini ceritanya baik sekali. tak terlalu mengejar atau lambat, seolah berjalan diantara orang sibuk, takde orang peduli. Sunyi. Tak salah membaca cerita sunyi, santai dan tak memaksa. macam Ayumu.
Keon Safaai
Mar 06, 2017 rated it really liked it
Tona gelap dalam plot, mengingatkan aku pada penulisan Murakami. Gambar-gambar walau tiada kaitan dengan keseluruhan cerita, menambah aura dan perisa pada tulisan ini. Watak lelaki bujang yang tiada arah hidup, terasa sangat biasa tapi memukau. Left me in awe.
Projek Frekuensi
Sejujurnya, saya belum menyemak komentar lain sekalipun di Goodreads kerana ingin jujur dengan pembacaan tentang novella ini.

Insta, sebuah novella dari publisher @MokaMochaInk yang taka sing lagi membikin kelainan dalam dunia sastera kita. Judul buku yang minimal sudah jadi kegemaran para penggila buku yang mahu membaca. Mereka bukan setakat membaca, mencari kelainan yang luar dari kelaziman.

Tentang Insta, saya silap pada awalnya. Saya fikirkan ia berkaitan fotografi & teks seakan jurnal. Ru
...more
Muhammad Fakhruddin
Insta mungkin satu refleks pada perca-perca hidup yang biasa kita muat naik ke Instagram. Begitulah pula susunan ceritanya, perca-perca seorang yang tidak dinamakan secara jelas (atau dialah Solus?) digambarkan dalam teks, diselangi dengan keping-keping foto yang punyai caption ditulis oleh Solus.

Ternyata watak yang tak jelas namanya itu seorang penulis di masa lapang dan senangnya, selalu diakrabi oleh Ayumu dan seekor kucing boleh bercakap. Sesekali F datang menyapa.
Khalisha Mthasnan
Oct 19, 2016 rated it really liked it
There is something intense going on during the entire plot, while at the same time surrounding readers with a sense of this beautiful ignorance towards whats going on about the rest of the world - it is as if the characters have their own dimension of space and moments. Nothing seems real, nor does it feel fictional too. The ending though felt like an abrupt turn of story, like a rush that shouldn't exist. But overall, kudos to the writer's first book.
Mardia Awang
May 26, 2016 rated it it was amazing
a type of book you can re-read and when you do, it's like the first time you read.
Rahim Ramli
rated it really liked it
May 07, 2017
Nazrul Noorzan
rated it really liked it
Aug 13, 2017
Greatroublesomegirl
rated it it was ok
Jul 24, 2016
Syafiq Ghazali
rated it liked it
May 23, 2016
Johan Radzi
rated it liked it
Sep 24, 2017
Khaiqif
rated it liked it
Aug 21, 2016
Ariza
rated it really liked it
Jun 01, 2017
Ridhwan
rated it really liked it
Jun 12, 2018
Kandar Razak
rated it really liked it
Sep 06, 2016
Insyrh.Z
rated it really liked it
Dec 12, 2017
Asmar Shah
rated it really liked it
Apr 15, 2016
Apai
rated it really liked it
Aug 22, 2017
Noraliff Awan
rated it really liked it
May 30, 2018
heril azwan
marked it as to-read
Apr 15, 2016
Syahmi Fadzil
Apr 16, 2016 added it  ·  (Review from the author)
محمد نور عزمي
marked it as to-read
Apr 16, 2016
Hackeleh
marked it as to-read
Apr 18, 2016
Mohammad Nadzri
marked it as to-read
Apr 19, 2016
Felly Sophia
marked it as to-read
May 03, 2016
Sabrina Hasuna
marked it as to-read
May 03, 2016
Pie Mesnan
marked it as to-read
May 04, 2016
Muhamad Fahmi
marked it as to-read
May 04, 2016
Kamalia Ramlan
marked it as to-read
May 14, 2016
Adilla Alias
marked it as to-read
May 18, 2016
Nik Adill Mehamad
marked it as to-read
May 21, 2016
Karl Agan
marked it as to-read
May 21, 2016
nazhsahaja
marked it as to-read
May 31, 2016
Hana Ahmad
is currently reading it
Jun 12, 2016
Zulzafry Zulkifly
marked it as to-read
Dec 14, 2016
Saya
marked it as to-read
Mar 09, 2017
Hairie R
marked it as to-read
Mar 12, 2017
Nirullissa
marked it as to-read
Aug 28, 2017
Say Rosli
marked it as to-read
Jan 06, 2018
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Jujurnya saya tak ambil port pada idea untuk bercinta atau mempunyai pasangan istimewa. Bagi saya ia sesuatu yang tidak perlu. Kawan saya balas, cinta adalah suatu pengalaman seawal remaja maka ia berharga. Saya ambil masa dua hari untuk rasionalkan soal pengalaman tersebut. Saya kira jika untuk terlibat adalah berharga, maka untuk tidak terlibat juga berharga – menjadi seawal remaja juga adalah untuk mengalami ketiadaan.” 6 likes
More quotes…