What do you think?


Untuk Matamu
382 pages, Paperback
First published March 1, 2016
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
May 25, 2021
Sejujurnya aku tidak gemar membaca buku puisi yang mengandungi puisi yang sangat pendek. Kerana bagiku, ia bagaikan satu pembaziran kertas. Namun, aku tidak merasakan begitu untuk buku puisi ini.
Sungguh aku menyukai hampir semua puisi dalam buku ini. Kata-kata penulis walaupun ringkas, tetapi cukup indah lantas membuatku terbuai membaca setiap aksara. Penulis pantas sekali menzahirkan setiap rasa dan perasaan melalui puisi. Tidak keterlaluan jika aku mengatakan bahawa penulis ini adalah Lang Leav versi Indonesia.
Terdapat dua bagian dalam buku. Bagian satu bertajuk "Bunga Di Matamu" yang mengandungi banyak puisi menyuarakan isi hati berisi cinta yang cukup romantis. Bagian dua pula bertajuk "Selalu ada satu yang kau rindukan, namun kau tak ingin ia kembali" berisi puisi mengenai kekecewaan namun penulis sudah pasrah dan menerima segalanya. Banyak puisi yang aku tandakan dalam dua bagian ini 💛
Secara keseluruhan, buku puisi ini dinikmati olehku dengan baik sekali. Halaman berisi puisi pendek nan sederhana namun penyampaiannnya begitu bermakna bersama kata-kata yang mudah difahami. Buku ini sesuai dibaca oleh kamu yang suka akan buku puisi bergenre romantik 💛
Boleh dapatkan buku ini daripada @nukilan.biruni , 🇲🇾
instagram.com/siriusiqa
Sungguh aku menyukai hampir semua puisi dalam buku ini. Kata-kata penulis walaupun ringkas, tetapi cukup indah lantas membuatku terbuai membaca setiap aksara. Penulis pantas sekali menzahirkan setiap rasa dan perasaan melalui puisi. Tidak keterlaluan jika aku mengatakan bahawa penulis ini adalah Lang Leav versi Indonesia.
Terdapat dua bagian dalam buku. Bagian satu bertajuk "Bunga Di Matamu" yang mengandungi banyak puisi menyuarakan isi hati berisi cinta yang cukup romantis. Bagian dua pula bertajuk "Selalu ada satu yang kau rindukan, namun kau tak ingin ia kembali" berisi puisi mengenai kekecewaan namun penulis sudah pasrah dan menerima segalanya. Banyak puisi yang aku tandakan dalam dua bagian ini 💛
Secara keseluruhan, buku puisi ini dinikmati olehku dengan baik sekali. Halaman berisi puisi pendek nan sederhana namun penyampaiannnya begitu bermakna bersama kata-kata yang mudah difahami. Buku ini sesuai dibaca oleh kamu yang suka akan buku puisi bergenre romantik 💛
Boleh dapatkan buku ini daripada @nukilan.biruni , 🇲🇾
instagram.com/siriusiqa
May 26, 2019
Karya puitis macam Lang Levs dan ada kata-kata nya boleh menjerat rasa dan hanyut untuk seketika.
Tapi kebanyakkan puisi nya seakan-akan berulang banyak kali. Aku suka dengan coretan yang ada di dalam karya ini.
Terima kasih Kharisma P. Lanang untuk karya yang indah ini.
Tapi kebanyakkan puisi nya seakan-akan berulang banyak kali. Aku suka dengan coretan yang ada di dalam karya ini.
Terima kasih Kharisma P. Lanang untuk karya yang indah ini.
February 24, 2017
An outstanding Indonesian Lang Leav-esque book that blows my mind! It speaks and hits me right in the feels.
August 20, 2021
Tertarik nak membeli buku ini setelah membaca blurb dan boleh dikatakan buku ini tidaklah mengecewakan sangat. Most of the poem sangat relate dengan kisah sendiri. Ceewah. Cuma sesetengah puisi bahasa inggeris yang tidak berkenan. Entahla kenapa. Baca macam tak kena. Overall okay. Boleh buat simpanan.
May 30, 2022
Memang ya, setiap bait dari seseorang yang sudah mahir dalam memainkan kata serta rasa, sungguh menusuk relung jiwa dan merambat naik ke kepala.
Alunan rima yang seakan bernada indah menggema menambah mesranya sebuah romansa🥰 meskipun setiap puisi hanya berisi dua sampai tiga bait, tapi pesan yang dibawakannya 'mak nyes' sampai ke hati..
Dibaca pelan dan diresapi perlahan, makin menambah syahdunya setiap diksi yang tersaji
Alunan rima yang seakan bernada indah menggema menambah mesranya sebuah romansa🥰 meskipun setiap puisi hanya berisi dua sampai tiga bait, tapi pesan yang dibawakannya 'mak nyes' sampai ke hati..
Dibaca pelan dan diresapi perlahan, makin menambah syahdunya setiap diksi yang tersaji
March 13, 2020
Sampai sekarang saya belum tahu cara menyelesaikan sebuah buku puisi yang paling baik. Haruskah selesai dalam sekali duduk atau diresapi setiap hari sambil menikmati senja dan minum secangkir teh (karena saya tidak suka kopi)?
Buku ini tentu saja cukup tebal, tetapi cukup ok dinikmati sehabis bangun tidur dan bisa selesai sebelum waktunya sarapan.
Pilihan diksinya tidak sampai membuat saya harus membuka kamus untuk mencari maknanya seperti ketika saya membaca Jokpin atau Aan Mansyur. Cukup jelas, tetapi juga punya makna lebih dari yang tertera di kamus.
Buku ini tentu saja cukup tebal, tetapi cukup ok dinikmati sehabis bangun tidur dan bisa selesai sebelum waktunya sarapan.
Pilihan diksinya tidak sampai membuat saya harus membuka kamus untuk mencari maknanya seperti ketika saya membaca Jokpin atau Aan Mansyur. Cukup jelas, tetapi juga punya makna lebih dari yang tertera di kamus.
April 8, 2017
1.5
Puisi di buku ini banyak... Banget. Jadi, walaupun cuma ngasih 1.5 bintang, bukan berarti saya tidak menyukai beberapa puisi yang ada.
Dari sekian banyaknya, ini salah satu favorit saya:
Aku mencintaimu
Lebih dari
Bayanganmu sendiri,
Karena di dalam
Gelapmu pun,
Aku ada.
(k.p)
Jujur, saya sama sekali tidak keberatan dengan format penulisannya. Justru saya suka, model puisi yang hanya pake spasi-spasi seperti ini. Walau banyak juga yang beranggapan bahwa model seperti ini bukanlah puisi.
Saya memang bukan ahli, dan masih sering tidak mengerti puisi. Tapi saya suka kata-kata indah dan bermakna. Saya rasa itu definisi pusisi bagi saya.
Dalam buku ini, saya temukan beberapa yang cukup pas buat saya; yang sederhana, manis, dan berarti mendalam. Tapi tak bisa dipungkiri juga bahwa banyak diantaranya yang terlalu dipaksakan. Terlalu sederhana dan seperti pernyataan biasa yang tidak memiliki arti atau makna tertentu, contohnya seperti ini:
Perempuan
Dengan karakter
Yang baik,
Cepat atau lambat
Akan sanggup
Mengubah karakter
Buruk seorang
Laki-laki
Saya juga merasa bahwa puisi-puisi di buku ini terlalu repetitif. Seakan-akan penulis menuliskan selusin puisi dari satu perasaan atau peristiwa yang ia alami. Jadi seakan-akan sebagian besar dari puisi di buku ini memiliki makna yang serupa.
Hal lain yang membuat saya agak tergaggu adalah bagaimana beberapa tulisan terasa tidak asing... Seperti sudah pernah saya baca sebelumnya.
Puisi di buku ini banyak... Banget. Jadi, walaupun cuma ngasih 1.5 bintang, bukan berarti saya tidak menyukai beberapa puisi yang ada.
Dari sekian banyaknya, ini salah satu favorit saya:
Aku mencintaimu
Lebih dari
Bayanganmu sendiri,
Karena di dalam
Gelapmu pun,
Aku ada.
(k.p)
Jujur, saya sama sekali tidak keberatan dengan format penulisannya. Justru saya suka, model puisi yang hanya pake spasi-spasi seperti ini. Walau banyak juga yang beranggapan bahwa model seperti ini bukanlah puisi.
Saya memang bukan ahli, dan masih sering tidak mengerti puisi. Tapi saya suka kata-kata indah dan bermakna. Saya rasa itu definisi pusisi bagi saya.
Dalam buku ini, saya temukan beberapa yang cukup pas buat saya; yang sederhana, manis, dan berarti mendalam. Tapi tak bisa dipungkiri juga bahwa banyak diantaranya yang terlalu dipaksakan. Terlalu sederhana dan seperti pernyataan biasa yang tidak memiliki arti atau makna tertentu, contohnya seperti ini:
Perempuan
Dengan karakter
Yang baik,
Cepat atau lambat
Akan sanggup
Mengubah karakter
Buruk seorang
Laki-laki
Saya juga merasa bahwa puisi-puisi di buku ini terlalu repetitif. Seakan-akan penulis menuliskan selusin puisi dari satu perasaan atau peristiwa yang ia alami. Jadi seakan-akan sebagian besar dari puisi di buku ini memiliki makna yang serupa.
Hal lain yang membuat saya agak tergaggu adalah bagaimana beberapa tulisan terasa tidak asing... Seperti sudah pernah saya baca sebelumnya.
July 24, 2021
Untuk Matamu
“Kau membuat kopi di sana,
Aku mendoakanmu di sini,
Kopimu menjaga matamu,
Doaku menjaga seluruhmu.”
Kumpulan puisi ini terbahagi kepada dua bahagian. Bahagian pertama, Bunga Di Matamu, mengumpulkan puisi-puisi tentang cinta. Sesuatu yang membahagiakan. Kala aku sendiri baca, aku jadi tersenyum sendiri walaupun aku tidak punya pasangan😂
Bahagian kedua pula, mengumpulkan puisi-puisi lebih kepada patah hati, mencintai dalam diam dan seumpamanya. Aku baca masih dengan senyuman. Mengerti tak semua yang kita inginkan akan jadi milik kita. Ada kala, melepaskan itu juga yang terbaik.
Kalian akan dapati kumpulan puisi ini pendek-pendek. Tidak panjang seperti kebanyakn puisi yang ditulis oleh pemuisi yang lain. Jadinya, sesuai untuk bacaan santai, saat tidak mahu membaca bacaan berat seperti aku kala ini.
“Kau membuat kopi di sana,
Aku mendoakanmu di sini,
Kopimu menjaga matamu,
Doaku menjaga seluruhmu.”
Kumpulan puisi ini terbahagi kepada dua bahagian. Bahagian pertama, Bunga Di Matamu, mengumpulkan puisi-puisi tentang cinta. Sesuatu yang membahagiakan. Kala aku sendiri baca, aku jadi tersenyum sendiri walaupun aku tidak punya pasangan😂
Bahagian kedua pula, mengumpulkan puisi-puisi lebih kepada patah hati, mencintai dalam diam dan seumpamanya. Aku baca masih dengan senyuman. Mengerti tak semua yang kita inginkan akan jadi milik kita. Ada kala, melepaskan itu juga yang terbaik.
Kalian akan dapati kumpulan puisi ini pendek-pendek. Tidak panjang seperti kebanyakn puisi yang ditulis oleh pemuisi yang lain. Jadinya, sesuai untuk bacaan santai, saat tidak mahu membaca bacaan berat seperti aku kala ini.
April 6, 2018
Well, mungkin ketika saya pribadi membaca nya terkesan cringy, ya cringy tersebut didapat karena makna dari puisi nya terlalu alay atau hiperbolis. Tapi disitulah menurut saya puisi tersebut juga mudah dinikmati oleh para pembaca (entah itu untuk yang awam atau sudah expert di kalangan pembaca). Singkat serta minimalis yang dapat saya gambarkan dari buku ini, cukup cover depan yang berwarna putih dapat menggambarkan apa isi dalam buku ini. Overall recommended buat semua orang
April 17, 2022
Ini selera saja sih, saya lebih suka menyebut kumpulan kata di buku ini lebih mirip quote daripada puisi. Quote soal cinta, relationship; dan barangkali model-model tulisan seperti ini yang digemari anak muda sekarang. Dan quote yang paling berkesan: "Jatuh cintalah dengan caranya berpikir. Sebab di pikirannya nantilah, kamu akan tinggal."
February 12, 2023
Rangkaian kata, kiasan, ekspresi sarat makna...
Tentang pendambaan
Tentang upaya
Tentang luapan
Campur aduk
Hati-hati ikut jadi tercampur aduk~
Kumpulan puisi
Yang dibuat (sepertinya) dari hati
Karena cukup sampai ke hati~
Dibaca saat patah hati, sangat relate sekali dulu hahahahaha
Tentang pendambaan
Tentang upaya
Tentang luapan
Campur aduk
Hati-hati ikut jadi tercampur aduk~
Kumpulan puisi
Yang dibuat (sepertinya) dari hati
Karena cukup sampai ke hati~
Dibaca saat patah hati, sangat relate sekali dulu hahahahaha
June 12, 2017
i like this book. because, in the good books i like it
July 17, 2018
masih dengan senja
March 18, 2019
no
This entire review has been hidden because of spoilers.
May 5, 2019
Baca reviewnya di https://www.rizkyayunabila.com/2019/0...
Beberapa puisi sudah familiar dibaca. But, tetep suka. ;)
Beberapa puisi sudah familiar dibaca. But, tetep suka. ;)
March 18, 2020
At first, it was cringey a lot. But for the second part, I found more tolerable pieces. It's not the poems, it's just my personal taste.
Read
April 2, 2020Kata-katanya mudah dipahami. Tidak terlalu bucin. Recomended banget untuk yang suka genre puisi.
Read
March 19, 2021Masih dengan ktinggian untuk mlihat merah senjah di cakrawala
This entire review has been hidden because of spoilers.
April 15, 2021
diksi-diksinya mudah untuk dipahami. cocok untuk pembaca puisi pemula. sederhana tapi menyentuh dan memikat
August 11, 2021
Came across this awesome book after TLYB. Superb! 🙂
June 30, 2022
Puisi-puisi dalam buku ini menunjukkan bahwa keberhasilan merangkai kata bukanlah saat menggunakan kata-kata yang jarang didengar telinga, sebaliknya kata-kata sehari-hari bisa bermakna sedemikian indah, tinggal bagaimana cara memadupadankan diksi dengan unsur-unsur keseharian itu.
August 18, 2021
Agak kaget sebenarnya pas baca puisinya puisi cinta semua😅sedangkan saya sedang tidak galau, jadi kalau baca berasa cringe nya.
Ini cocok untuk orang yang sedang kehilangan 'dia' sih.
Sebenarnya agak kecewa dengan ekspektasi sendiri, karena saya kira isinya bukan puisi cinta😁
Tapi puisi di dalamnya bagus banget, berumutu.
Ini cocok untuk orang yang sedang kehilangan 'dia' sih.
Sebenarnya agak kecewa dengan ekspektasi sendiri, karena saya kira isinya bukan puisi cinta😁
Tapi puisi di dalamnya bagus banget, berumutu.
May 26, 2017
Perempuan ialah kota,
yang cuacanya
cepat sekali berubah-ubah.
(Tentang Perempuan, hal 85)
.
Memilih untuk tetap dian
ketika ingin mengatakan segalanya,
perempuan.
(Perempuan, hal 363)
.
Di antara yang pergi dan kembali,
hilang dan datang, aku ingin kau dan aku ialah saling menemukan,
yang kemudian berhenti mencari.
(Berhenti Mencari, hal 134)
.
Ia memelukmu
lebih lama dari biasanya.
Seakan ia memahami
bahwa kau ialah rumah.
Dan bersamamu ia selalu
merasa seperti pulang.
(Seperti Pulang, hal 135)
yang cuacanya
cepat sekali berubah-ubah.
(Tentang Perempuan, hal 85)
.
Memilih untuk tetap dian
ketika ingin mengatakan segalanya,
perempuan.
(Perempuan, hal 363)
.
Di antara yang pergi dan kembali,
hilang dan datang, aku ingin kau dan aku ialah saling menemukan,
yang kemudian berhenti mencari.
(Berhenti Mencari, hal 134)
.
Ia memelukmu
lebih lama dari biasanya.
Seakan ia memahami
bahwa kau ialah rumah.
Dan bersamamu ia selalu
merasa seperti pulang.
(Seperti Pulang, hal 135)
January 2, 2017
Bukunya cukup tebal (382 halaman), yang tiap halamannya diisi dengan sebuah puisi. Beberapa puisinya cukup bagus dan saya sampai bookmark, tapi ada juga beberapa yang terasa kurang mengena. Mungkin perasaan saja, kualitas puisinya agak naik-turun (ada yang ekspresi cinta dewasa, tapi ada yang alay banget) dan malah ada yang berulang.
Secara keseluruhan ini buku yang cukup bagus, saya cukup puas membacanya.
Secara keseluruhan ini buku yang cukup bagus, saya cukup puas membacanya.
April 24, 2019
Sejujurnya, kalau aku kepingin baca suat puisi ala ala twitter atau instagram, I would go to those site in stead of buying this book.
The style, the choice of words, and somehow meaning dr kumpulan puisinya cukup mainstream.
Sudah pernah saya baca, dan saya rasakan artinya. Dari puisi kebanyakan.
Tapi yah, 2.5 star for some of the poem yang saya suka.
The style, the choice of words, and somehow meaning dr kumpulan puisinya cukup mainstream.
Sudah pernah saya baca, dan saya rasakan artinya. Dari puisi kebanyakan.
Tapi yah, 2.5 star for some of the poem yang saya suka.
November 11, 2016
Personally, aku suka cara Mas Kharis menuliskan kegelisahan-kegelisahan ke dalam bentuk puisi. Sederhana dan tetap sarat makna. Tapi sangat disayangkan, sepertinya buku ini perlu disunting ulang. Karena masih banyak penulisan yang tidak sesuai EYD. :))
November 22, 2022
Ini adalah antologi puisi pertama yang saya baca, indah dan nikmat. Buku ini saya peroleh secara cuma-cuma dari Solusi Buku. Terdapat beberapa ilustrasi yang menghiasi sisi lain puisi-puisi di dalamnya. Sedrhana tapi mengena.
April 7, 2019
Sebaik-baiknya membaca buku ini
adalah dengan perlahan
Dan jika perlu kau bacakan untuk pasangan
adalah dengan perlahan
Dan jika perlu kau bacakan untuk pasangan
Displaying 1 - 30 of 33 reviews


























