Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat Emak” as Want to Read:
Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat Emak
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat Emak

(Dukuh Paruk #1)

4.10  ·  Rating details ·  505 ratings  ·  37 reviews
Sudah sebelas tahun Dukuh Paruk tidak memiliki ronggeng. Padahal tanpa ronggeng dukuh itu serasa lesu. Malapetaka keracunan tempe bongkrek sebelas tahun yang lalu menjadi penyebab mendegnya pertunjukkan ronggeng tersebut. Dalam suasana seperti itu, Srintil gadis sebelas tahun tampil sebagai ronggeng baru. Indang ronggeng telah merasuki tubuh Srintil dan membuat Srintil men ...more
Paperback, 174 pages
Published 1984 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1982)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Ronggeng Dukuh Paruk, please sign up.
Popular Answered Questions
Missy J The English translation of this book is called "The Dancer" by Ahmad Tohari and translated by Rene T. A. Lysloff.
"The Dancer" contains all 3 parts of…more
The English translation of this book is called "The Dancer" by Ahmad Tohari and translated by Rene T. A. Lysloff.
"The Dancer" contains all 3 parts of the series.

https://www.goodreads.com/book/show/3...(less)
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
4.10  · 
Rating details
 ·  505 ratings  ·  37 reviews


More filters
 | 
Sort order
Missy J
Finally managed to read this Indonesian classic in its original language! Last year, I watched the movie adaptation of this book because the cinematography of the film won a lot of awards. Several people have told me that I should read the book version too and I can now say, that the book has elicited more feelings out of me than the movie.

"Ronggeng Dukuh Paruk" can be translated as "the ronggeng dancer from Dukuh Paruk (name of the village)". Ronggeng is a specific kind of Javanese dance that
...more
Najibah Bakar
Konflik dalam diri apabila perlu memberi rating kepada buku sebegini. Rating atas makna tinggi atau rating atas cerita? Rating atas nilai moral, atau rating atas kecemerlangan pengungkapan karya? Sama seperti isu Salina, bolehkah memuji novel yang mengangkat kebobrokan/kebejatan sebagai jalan cerita?

Dari segi kejayaan pengarang menghidupkan karya, cukup saya katakan, saya sempat berasa loya (secara literal, bukan metafor) ketika tahu apa yang perlu dilalui Srintil sebagai anak ronggeng di Dukuh
...more
cindy
Susah memang menilai suatu tradisi. Atas nama kebiasaan, nilai2 moral yg kita pegang bisa jauh berlawanan dgn budaya tempat lain. Adilkah mencap srintil sebagai tak lebih dari 'sundal' sedangkan dirinya sendiri bangga menjadi seorang ronggeng yg menitis dalam tradisi berpuluh generasi?

Berbagai bagian dr perubahan Srintil mjd ronggeng mengingatkanku pada pengalaman Nitta Sayuri mjd Geisha di Memoirs of a Geisha.

Lalu ada pula Rasus. Pemuda desa miskin, yatim piatu, tak berpendidikan, dan jatuh ci
...more
Faye
Oct 12, 2011 rated it it was amazing
A good friend of mine lent me this book a while ago. At first I doubted that I would enjoy it, I had never heard of the author before, but then again, I don't read much of Indonesian literature. From the very first page, I could tell that this wasn't just a book. It's a piece of art and whoever wrote it is definitely an artist. The more I read it the more I enjoyed it. It was really hard to put it down. The story, the plot, the characters... everything about it is captivating.

I believe a good b
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Rasus..

Aku anak Dukuh Paruk.. sebuah gerumbul kecil ditengah padang yang amat luas kecil dan menyendiri, sebuah dukuh yang menciptakan kehidupannya sendiri. Penghuninya adalah orang-orang seketurunan, yang konon nenek moyangnya adalah Ki Secamenggala Seorang brocomorah insyaf yang sengaja mencari daerah paling sunyi untuk menghabiskan sisa umurnya. Aku yatim piatu sama seperti Srintil, setelah petaka tempe bongkrek. Hidup hanya bersama Nenek, tidak pernah ingat bagaimana rupa keduaorangtuaku.

S
...more
Lona Yulianni
Apr 20, 2013 rated it really liked it
Dukuh Paruk, terpuruk dalam kemiskinan dan kemelaratan. Tanah retak pecah-pecah, air layaknya barang mewah, ditambah tidak ada tumbuhan yang sanggup hidup semelarat itu. Namun, Dukuh Paruk masih punya kebanggaan: ronggeng. Tapi, sang ronggeng terpilih tak kunjung hadir.

Konon katanya menjadi seorang ronggeng adalah sebuah takdir. Seorang ronggeng tidak pernah dilatih, ia secara alami bisa menari ronggeng. Rasus, seorang anak lelaki berumur 14 tahun menemukan sosok seorang ronggeng dalam diri Srin
...more
Ulin Nuha
Jan 01, 2011 rated it really liked it
Aku baca buku ini pas SMA, gara2 pernah disebut-sebut (dan dijadikan soal) di mata pelajaran Bahasa Indonesia, jadinya penasaran :p

Dulu cuma baca ebooknya, itupun cuma bagian pertama, yang Lintang Kemukus Dinihari dan Jantera Bianglala belum baca.

Sekarang udah lupa ceritanya gimana, jadi kayaknya aku bakalan nonton adaptasi filmnya aja biar tahu kelanjutan kisah si ronggeng :D (alasan!)
Lucky Elfanno
Oct 13, 2016 rated it really liked it
sebenarnya novel bukanlah tipe bacaan favorit. Lebih memilih membaca biografi atau bacaan lain mengenai sejarah.
Tertarik membaca novel ini karena sebelumnya pernah membaca 1 review yang mengatakan bahwa novel ini mengambil setting di tahun 1960 - 1970 an yang bisa dibilang sebagai masa tergelap dalam sejarah Bangsa Indonesia.
Ingin menghilangkan rasa penasaran akan bagaimana sejarah tersebut mempengaruhi Dukuh Paruk dan penduduknya.
Jadi intinya, membaca novel tetap karena ada hubungan dengan seja
...more
Risanita Diah Fatmala
Plot-plotnya disajikan dengan sangat manis, itu yang sangat aku sukai dari buku ini. Ketika seorang penulis mengangkat kemelaratan dan keterpurukan kedalam tulisan yang begitu indah, menjadi terbelakang bukan lagi terdengar seperti sesuatu yang buruk. Mereka selalu mempunyai cerita sendiri, rahasia sendiri, budaya sendiri, dan hiburan sendiri.
Theo Karaeng
Sep 08, 2017 rated it really liked it
Plotnya menarik.. Dan harus saya akui bahwa konten buku ini tak seringan penampakannya :-)
Meika Hanisa
Nov 18, 2018 rated it it was amazing
Good
Muspitta
Aug 29, 2013 rated it liked it
Shelves: 1-kali-baca
(view spoiler) ...more
Des
Jan 05, 2017 rated it really liked it
review-in-process
Nadira Aliya
Jul 14, 2015 rated it really liked it
Ronggeng Dukuh Paruk. Ronggeng, dalam buku ini merupakan sebutan bagi sebuah penari wanita yang diiringi dengan alat musik gong, calung, dan gendang, khas sekali budaya Jawa.

Dalam buku ini secara detail diceritakan tentang Srintil, seorang anak perempuan dari desa Dukuh Paruk di tahun 1960-an. Srintil ditinggal oleh kedua orang tuanya semenjak masih bayi. Kemampuannya melentikkan jemari, melenggokkan leher, melirikkan mata, dan menggoyangkan pundak saat menari dipercayai sebagai masuknya roh in
...more
Andhika Padmawan
May 12, 2012 rated it it was amazing
Shelves: literature
This novel is the first installment of the Dukuh Paruk trilogy, which consist of Ronggeng Dukuh Paruk Dukuh Paruk 1, Lintang Kemukus Dini Hari Dukuh Paruk 2, and Jantera Bianglala Dukuh Paruk 3. For me, the trilogy was part of a reconcilation mission between New Order and Old Order. Ahmad Tohari succesfully accomplished that tough mission without prejudice to either side.

In this book, he introduced a small fictitious village named Dukuh Paruk where the villagers try to revive an old traditional
...more
Irrestry Naritasari
Nov 05, 2015 rated it really liked it
Sangat terasa sekali kalau ini adalah buku pertama dari trilogi. Akhir cerita yang tadinya saya kira adalah awal mula konflik,ternyata adalah sebuat akhir cerita buku trilogi. Agak terkejut,karena saya mengharapkan lebih. Gaya bahasa Ahmat Tohari sangatlah indah. Penulis menghadirkan visualisasi tentang dusun dukuh paruk dan tingkah laku karakternya dengan sangat detil hingga terasa nyata. Alurnya pun halus. Kegamangan Rasus ketika dirinya menerima suatu nilai budaya baru cukup terasa, namun bag ...more
Adhit Sulistianto
Apr 22, 2016 rated it really liked it
Menceritakan sebuah sebuah dukuh kecil bernama Dukuh Paruk yang terpencil dengan segala keterbelakangannya dan masih dalam jaman jahiliyah.
Adalah Srintil seorang remaja yang diketahui bakat menjadi seorang Ronggeng oleh kakeknya sendiri. Dan Rasus, seorang remaja kampung yang jatuh cinta kepada Srintil. Ia rela menyerahkan keris peninggalan sang ayah demi mendapatkan hati Srintil. Tapi hancurlah hati Rasus mengetahui bahwa syarat menjadi seorang Ronggeng adalah bahwa Srintil harus mau ditiduri o
...more
Primadonna
Jun 07, 2013 rated it it was amazing
Aku bingung menilai buku ini. Aku anggap amazing, karena membekas sekali. Waktu SD/awal SMP, aku pernah baca, dan merasa terusik. Sekarang pun bacanya masih terusik. Namun, sekarang aku lebih bisa menghargai diksi dan riset dan keluwesan penulis.

Betapa menyeramkannya budaya ronggeng di Dukuh Paruk. Betapa seramnya saat miskin dan bodoh dan terjebak dalam satu tempat yang membuatmu berpikir, berbuat ini-itu, wajar saja. Buku seperti ini mengusik nurani dan bercokol lama di ingatan.

Dari segi cerit
...more
Sutresna
Oct 02, 2015 rated it really liked it
Saya baca ebooknya dan berasa nyaman bacanya.

Ini novel Tohari pertama yang saya baca dan dia rupanya master kata-kata indah dalam tiap kalimatnya. Amat menyenangkan membaca walaupun pernah saya tonton sebelumnya film adaptasi dari cerita ini.

Yg saya salut banget, penulis mampu menceritakan kejadian "jorok" tanpa menggunakan kalimat yang jorok-jorok. Pengendalian diri yang apik. Lanjut ke seri berikutnya!
Willy Akhdes
Jun 08, 2016 rated it really liked it
Ahmad Tohari selalu menghadirkan cerita kehidupan pedesaan dengan perspektif yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, mengangkat kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan rakyat jelata dengan segala nilai-nilai yang dianut. Ini adalah buku pertama dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, menyuguhkan cerita awal bagaimana Srintil, seorang bocah perempuan yang didaulat menjadi ronggeng setelah Dukuh Paruk cukup lama tanpa memiliki seorang roggeng pun.
Ardi
Dec 18, 2015 rated it really liked it
Srinthil, yang mewarisi ruh ronggeng dalam dirinya, lambat laun menjadi idola ronggeng di Dukuh Paruk.

Rasus, teman main Srinthil, merasa teman mainnya "direnggut" oleh pusaran ronggeng dan dimotori oleh Nyai Kartareja

Deskripsi penulis tentang alam Dukuh Paruk cukup terasa; becek dan hujan bisa termaknai dengan tepat

Selebihnya, bagian paling "joss" dari buku ini adalah umpatan-umpatan para tokohnya ketika terjadi prahara bongkrek beracun.

Budi Kurniawan
Apr 11, 2012 rated it liked it
Tahu buku ini setelah membaca Bekisar Merah, karya Ahmad Tohari juga. Ronggeng Dukuh Paruk merupakan buku pertama dari sebuah trilogi. Ciri khas Ahmad Tohari yang dengan jeli membidik suasana alam pedesaan mewarnai cerita novel ini. Dibandingkan dengan Bekisar Merah, Ronggeng Dukuh Paruk memiliki lebih banyak dinamika.
Fairlita
Baca ini pas masih SD, sekitar kelas 4-5 kalau tidak salah. Jelas saja aku tidak suka! Nggak ngerti sama sekali, tapi ngotot ingin baca karena sudah bosan liburan sekolah nggak ngapa-ngapain... :-p

Udah nggak ngerti, eh masih keukeuh baca lanjutannya pula... Ya tambah nggak mudeng, lah ya! :-D

Sekarang, jadi salah satu wishlist-ku untuk dibaca ulang, nih... :-)
Lee
Oct 21, 2009 rated it liked it
Shelves: classics
Ahmad Tohari is, indeed, one of Indonesian Literature great author.

I mentally winced in the irony that practically became the base of this story.

The irony of poverty, of culture and ethics (and love?), and the everyday irony of living a life in Indonesia at 1960s.

Even though this really is still not my kind of book, but I'm really looking forward to read the next part.
Rafika ws
Jun 05, 2015 rated it it was amazing
Shelves: kelas-9
Meski terasa sedikit vulgar, tapi makna yang terkandung dalam cerita yang dituturkan luas sekali. Bahwa dunia ini lebih lebar dan luas dari yang kau kira, dan tidak berarti apa yang menjadi budayamu itu juga merupakan budaya orang lain, karena pada dasarnya manusia diciptakan berbeda-beda, karena itu pula budayanya juga berbeda.
Ria
Jun 06, 2012 rated it it was amazing
Ronggeng, bagaimanapun adalah seorang perempuan biasa yang memiliki naluri untuk memenuhi kebutuhan dan impiannya. Sederhana, sebuah keluarga dan anak. Tidak berlebihan.

#lanjut ke Lintang Kemukus Dini hari#
Alexa Ayana
Jan 05, 2017 rated it really liked it
Salah satu buku dari penulis Indo yang paling sering di baca ulang sejak SMP ha ha ha..
Gara-gara tugas sekolah jadi bonding deh dengan tulisan Ahmad Tohari.
Marissa Sony Fajarnur
Nov 07, 2015 rated it it was amazing
Wohooo...kelar sekali baca. Ah novel lawas ini punya power kuat sekali.
Indah Threez Lestari
Feb 04, 2011 rated it it was amazing
Shelves: indonesian
147th - 2011
Nurhayati Pujiastuti
Jul 10, 2013 rated it really liked it
Kisah ronggeng bernama Srintil yang membuat ingin cepat menuntaskan buku ini.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Tales from Djakarta
  • Mantra Pejinak Ular
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Manjali dan Cakrabirawa
  • Padang Ilalang di Belakang Rumah
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Burung-Burung Manyar
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Tarian Bumi
  • Harimau! Harimau!
  • Negeri Para Peri
  • Trilogi Insiden
  • Atheis
See similar books…
332 followers
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more

Other books in the series

Dukuh Paruk (3 books)
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Jantera Bianglala