Bagaimana jika game yang kamu mainkan menjauhkanmu dari orang yang menyayangimu? Bagaimana perasaanmu jika saat memeluk ibu, sosoknya menjadi angin yang tidak dapat disentuh? Itulah yang dialami Qasidah. Dia terhisap ke dimensi lain dan terancam tidak akan lagi bertemu ibunya. Qasidah pun berjuang kembali ke dunia nyata. Diamond Kingdom adalah dimensi game yang didiami makhluk-makhluk fantastis: Ibu Merak, Putri Pelangi, hingga Monster Parasit yang mengancam keselamatan Qasidah. Meskipun ibu jauh, doa beliau mewujud menjadi kakak yang senantiasa melindunginya. Namun, jalan pulang hanya bisa ditapaki Qasidah sendiri.
Apa yang kamu lakukan saat berputus asa? Saat tidak ada satupun upayamu yang membuahkan arti? Saat itu usahamu mungkin gagal, tapi berusaha tidak akan membuatmu menyesal.
Mari sebut buku ini sebagai novel anak-anak fantasi karya penulis lokal. Diterbitkan oleh penerbit yang juga menerbitkan serial "Dilan" karya Pidi Baiq, dan ditulis oleh produser dan pembuat film yang menjadi rekan pembicara acara beberapa hari lalu, aku antusias mencoba membaca ini.
Awalnya, aku hanya ingin tahu isi buku yang katanya buku fantasi anak-anak ini. Dan, memang untuk anak-anak! Dan, lagi, memang bernuansa fantasi! Tentu aku salut dengan Kang Harry yang menggaet penulis belia untuk merampungkan buku ini. Sempat-sempatnya berpikir untuk berduet menulis buku yang tidak sampai 200 halaman ini.
Hanya saja, aku terlalu "tua" untuk membaca ini. Plot yang kadang tidak nyambung, penggambaran dimensi lainnya yang masih ngambang, dan konflik yang begitu sederhana--yang mungkin memang "disepertiitukan" karena menjurus pembaca anak-anak--membuatku butuh waktu lama menyelesaikannya.
Seperti judulnya, buku ini adalah buku anak-anak dengan tema agama, dan bisa dikatakan ditargetkan untuk pembaca anak-anak juga.
Dua penulis yang melakukan kolaborasi, berhasil merampungkan Qasidah Berjanji dengan tata bahasa yang tidak saling semrawut. Dalam artian, rangkaian kata-katanya bisa menyatu dan saling terhubung.
Karena ini buku anak-anak, mungkin sedikit tidak sesuai untuk aku yang sudah bukan anak-anak lagi. Jadi, ada sedikit pergolakan ketidaknyamanan untuk alur cerita dan penokohan.
Genre fantasi dan petualangan yang ditawarkan di dalamnya, bisa sedikit membuat imajinasi anak-anak berkembang.
Sedikit saran, mungkin akan lebih menarik jika ditambah 1 atau 2 ilustrasi sebagai pendukung.
Novel fantasi lokal yang patut diperhitungkan. Mengambil pangsa pasar anak-anak, novel ini cocok dibaca siapa saja sebenarnya. Untuk lebih jelas review mengenai buku ini, silahkan berkunjung ke blog saya http://bit.ly/2yVyWav