Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan” as Want to Read:
Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan

by
2.98  ·  Rating details ·  126 ratings  ·  20 reviews
Arimbi Pramudhita, feature editor Destination: Masyarakat belum bisa terima perbedaan nilai. Berhubung yang umum dalam masyarakat adalah menikah, maka buat orang yang belum menikah, atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah, akan dianggap aneh. Maka beramai-ramailah mereka memercayai bahwa mereka normal jika menikah.

Enrico Stephanus, tattoo artist: Kenyamanan ini membuat
...more
Paperback, 218 pages
Published 2007 by gagasmedia
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Istoria da Paz, please sign up.

Be the first to ask a question about Istoria da Paz

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
2.98  · 
Rating details
 ·  126 ratings  ·  20 reviews


More filters
 | 
Sort order
Connie Wong
Buku ini saya beli tahun lalu, dan baru saya baca hari ini. Dan selesai dalam beberapa jam saja! Okke bercerita dengan sederhana, tapi dalam. Tidak macam-macam, tapi mengena.

"Istoria da Paz" bercerita bahwa di balik sebuah peristiwa yang menyakitkan, Semesta sebenarnya sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik - asal kita mau membuka hati dan pikiran. Orang ketiga bisa jadi orang yang membawa malapetaka, tapi bisa jadi dia adalah jembatan yang menuntun kita menuju bahagia yang sejati. Sayangn
...more
Yuli
Sep 05, 2018 rated it liked it
Istoria da Paz adalah salah satu buku yang menemani kekosongan saya selama bulan Agustus, dipinjam dari Pondok Baca Cibodas.
*
Istoria da Paz memiliki cerita sederhana, bisa dibilang cukup mainstream. Babak pertama memunculkan tokoh Damai seorang editor dan Jambrong seorang tatto artist, sepasang kekasih. Ada juga Arimbi, clien Damai, Arimbi memiliki pandangan hidup yang berseberangan dengan dengan pandangan Damai. Dan Jambrong mengamini pandangan Arimbi. Damai merasa terusik oleh interaksi Arimbi
...more
Anggi Hafiz Al Hakam
Memang tidak mudah bagi Damai Priscillia untuk meninggalkan Jakarta. Segala kenangan bersama kekasihnya kian menggebu dan semakin tidak bersahabat dengan hatinya yang dirundung kegalauan. Perjalanan menuju Sekolah Damai di Nusa Tenggara Timurpun dilakukannya demi tugas. Barangkali disana Damai akan menemukan kedamaian bagi hatinya.

*

Semua berawal ketika Damai mengerjakan editing buku untuk Arimbi. Penulis muda yang memiliki pandangan berbeda dengan sudut pandang Damai. Damai harus meyakinkan Arim
...more
Ayu Welirang
Buku ini selesai dibaca dalam sehari. Sebenarnya dua hari, tapi beberapa jam dalam sehari saja waktu yang saya butuhkan untuk menghabiskan buku ini. Kalau dihitung-hitung, mungkin saya membaca cuma 4 jam, lebih sedikit.

Buku ini sederhana, sesederhana kisah yang dituliskan penulis dalam buku. Kisah seorang perempuan patah hati yang mencoba untuk 'move on' dan melupakan semua perasaan sakit yang dia alami, karena sang lelaki tertangkap berselingkuh di depan mata dengan klien sendiri. Oke, ini adal
...more
Diego Christian
"Jambrong! Kemarin, kamu bilang kamu cinta aku. Sekarang, kamu masih cinta aku, kan?"

"Aku nggak tau, Mai. Aku nggak tau apakah ini cinta atau hanya perasaan terbiasa karena telah sekian lama berada dalam kenyamanan."

Damai mencari arti kehilangan lewat perjalanannya ke Kupang. Ia baru putus dari kekasihnya yang sangat eksistensialis bernama Enrico Stephanus atau yang biasa dipanggil Jambrong. Di Kupang yang bertemu seorang lelaki yang memiliki jiwa seperti Bunda Teresa yang bernama Dionysius Alex
...more
Mila Miladia
Mar 23, 2008 rated it really liked it
Recommends it for: everyone
"putus adalah hal yang menyakitkan bagi setiap otrang, termasuk Damai Priscilla, seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Dalam keadaan sangat hancur ia mendapat tugas untuk membukukan kisah seorang guru 'Sekolah Damai', sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak pengungsi Timor Leste yang berada di camp pengungsian Timor Barat....."

Well sebenernya alasan gw beli buku ini karena tertarik dengan penulisnya dan judulnya... setahu gw penulis yang satu ini tulisannya selalu menarik untuk diba
...more
ice
Aug 10, 2008 rated it liked it
Recommends it for: siapapun yang sedang merasa kehilangan
Istoria da Paz mengingatkan kembali pembacanya bahwa hidup adalah seutas benang yang panjang. Kadang bersentuhan dengan benang-benang lainnya, entah untuk berapa lama. Yang jelas, hidup terus berjalan. Yang datang pasti akan pergi, dan kehilangan ... akan digantikan dengan sesuatu yang baru. Jadi apa gunanya putus asa?
Buku ini juga mengingatkan, jika kehilangan menghampiri hidupmu, maka waktu pasti akan mengobati hatimu. Begitupun kehilangan yang dialami orang-orang lainnya. Andai kita mau membu
...more
Bubbleteagirls
Mar 11, 2008 rated it liked it
baru baca buku ini setelah hampir tiga minggu saya beli dan tergeletak di rak buku saja..saya pikir akan membosankan baca buku ini tetapi tetap saya beli juga.
ternyata buku ini memuat
cerita yang menarik untuk sebuah perjalanan tugas sekaligus proses melupakan seseorang...sayangnya okke menuliskan kehidupan damai yang sebenarnya tidak sesuai dengan norma masyarakat walaupun pada kenyataannya banyak terjadi di sekitar kita. yang didapat dari buku ini adalah ketika kita berusaha melupakan seseorang
...more
Suzan Oktaria
Mar 03, 2010 rated it liked it
kecil, ringan, tapi 'padat' ... judulnya yang tidak biasa membuat aku tertarik mengambil dan menelurusi kalimat demi kalimat di sampul belakang.

kisah perempuan yang mengalami perjalanan mengubah sudut pandangnya tentang kehidupan.

jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing
bahwa mengasihi bukan berarti melakukan apa yang dipikir baik oleh diri sendiri, tetapi melakukan apa
...more
Reza Sanusi
Sep 08, 2014 rated it it was ok
Tipis, buku yang cuma setebal 260 halaman ini saya habiskan dalam 2 jam perjalanan saya ke kantor, dan 1 jam istirahat makan siang saya hari ini.

Buku ini bercerita tentang susahnya move on.. Itu saja mungkin, cerita yang lainnya biasa saja, bukannya tidak bagus, cuma isi buku tidak membuat saya tercengang, terpesona, berpikir keras dan lain-lain.

Singkat cerita, kalau mau move on coba temukan kesibukan baru kali aja dari kesibukan itu muncul cinta baru. Atau butuh cinta baru untuk melupakan cinta
...more
Ila Rizky Nidiana
Mar 04, 2014 rated it really liked it
Bagi kamu yang susah move on karena kehilangan seseorang, bacalah buku ini dan akan kamu temukan jawaban dari masalahmu. ;) Empat bintang untuk kisahnya yang menarik, apalagi bersetting Timor Leste dan sarat manfaat.

more review : http://resensi.ilarizky.com/2014/02/r...
Nike Andaru
Jan 12, 2010 rated it liked it
Tentang pilihan, pencarian kunci kebahagiaan. Hidup digambarkan seperti garis, yg mungkin saja terjadi persilangan. Beberapa kalimat Dion saya quote. Hanya dengan mengubah sudut pandang tentang kehidupan, ternyata bahagia yang tadinya tidak kelihatan jadi terlihat jelas.
Eka
Mar 20, 2008 rated it liked it
I like this book. Great story that is told in simple way. Inspire me, more, to do the life-changing journey. Ada kutipan yang sangat klasik, tapi sangat benar: "Kalau kamu bisa bersyukur dengan apa yang kamu punya, bahagia itu akan menyusul."
Nice book Mbak Okke =)
Wuwun Wiati
Aug 15, 2010 rated it liked it
true rating from me: 2,5. rasanya ringan banget.
Dewi
cerita yg padat. not bad though not my cup of tea
Dini Novita  Sari
Jun 14, 2013 rated it liked it
Shelves: drama
novel ini sebenarnya bagus, tp menurutku penuturannya kurang smooth.

resensi lengkap:

https://dinoybooksreview.wordpress.co...
Dayang Pilangka
Feb 01, 2013 rated it really liked it
suka banget sama gaya penulisan nya Okke. Selalu suka semua novel nya :)
Achiet
Jul 19, 2008 rated it it was amazing
kereenn!!!!!
Ciyaaa
May 03, 2008 rated it it was amazing
Shelves: girl-stuff
Lepas dari comfort zone itu suLiiiiittttt...
Indah Threez Lestari
Jul 07, 2012 rated it it was ok
Shelves: indonesian, weeded
634 - 2012
Siti Awaliyah
rated it liked it
May 28, 2012
Theresia  Okta
rated it liked it
Mar 02, 2011
Sefryana
rated it liked it
Dec 05, 2012
Tessa Intanya
rated it really liked it
Sep 11, 2009
Nurilla Iryani
rated it liked it
Oct 16, 2009
Gabriella
rated it liked it
Dec 08, 2013
Rhein Fathia
rated it liked it
Jul 22, 2012
Adriana
rated it it was ok
Oct 26, 2011
Neripha
rated it liked it
Jan 16, 2009
Nina kalsum
rated it liked it
Jun 30, 2012
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
44 followers
Okke 'Sepatumerah', perempuan yang (berusaha selalu) pro perempuan, seorang pengajar yang terus belajar, penggemar sneakers, passionate blogger, leisure time face painter and crafter. Suka ngaku-ngaku beauty blogger, padahal kesukaan dandannya musiman. :)