Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Inteligensi Embun Pagi (Supernova, #6)” as Want to Read:
Inteligensi Embun Pagi (Supernova, #6)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Inteligensi Embun Pagi

(Supernova #6)

by
4.03  ·  Rating details ·  2,580 ratings  ·  471 reviews
Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah
...more
Paperback, 724 pages
Published February 26th 2016 by Bentang Pustaka
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Inteligensi Embun Pagi, please sign up.
Popular Answered Questions
Iqbal Firmansyah jaring laba-laba bukan simbol milik kesatria atau bintang jatuh. jaring laba-laba adalah simbol supernova yang mengungkapkan menjaring setiap gugus…morejaring laba-laba bukan simbol milik kesatria atau bintang jatuh. jaring laba-laba adalah simbol supernova yang mengungkapkan menjaring setiap gugus yang ada dan setiap manusia, ilmu dan lainnya.
maksud bong menemui ferre mungkin untuk menanyakan etail pertemuan ferre dengan mpret atau masalah TNT, cyber avatar supernova yang dioperasikan oleh ferre. selebihnya lihat saja apakah ada lanjutannya atau tidak. ibu suri kan sudah mengungkapkan kalau 'mungkin' ceritanya ada lanjutannya, yang jelas nggak lagi dalam payung supernova(less)

Community Reviews

Showing 1-30
4.03  · 
Rating details
 ·  2,580 ratings  ·  471 reviews


Filter
 | 
Sort order
Calvin
Feb 27, 2016 rated it did not like it
Shelves: fikfan
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
 Δx Δp ≥ ½ ħ
Novel ini mengingatkan saya pada banyak elemen di novel War and Peace-nya Leo Tolstoy. Sayangnya, Inteligensi Embun Pagi tidak berhasil membuat saya terpikat seperti halnya karya Leo Tolstoy tersebut.

Ketebalan. Ketika saya membaca buku IEP di stasiun, seorang teman saya berkomentar, ‘bukunya tebal banget, berapa halaman?’, ‘ya sekitar 700-an’, ‘serius kamu baca buku setebal itu?’, harap maklum dia jarang membaca buku fiksi yang tebal-tebal, Harry Potter saja mentok di buku ketiga. Well… Saya sud
...more
Adham Fusama
Feb 08, 2016 rated it it was amazing
Oke, begini deh, ketimbang saya spoiler isi ceritanya, saya mau curcol sedikit nih tentang Supernova. Hahaha.

Jadi, bisa dibilang seri Supernova adalah salah satu seri yang berpengaruh bahkan berkesan bagi saya (selain Harry Potter dan Lupus). Saya masih ingat, pertama kali saya membaca Supernova KPBJ itu waktu saya masih kelas 2 SMA, dipinjami teman saya, Ridho, yang merekomendasikan buku itu untuk saya baca. Dia bilang, saya pasti suka. And, o boy, he's right. Saya langsung terpesona oleh buku
...more
Gide
Feb 28, 2016 rated it it was ok
Seri Supernova pungkas. Klimaks? Antiklimaks? Mungkin ekspektasi adalah kunciku untuk menilai, dan aku harus minta maaf sekaligus bersyukur untuk itu.

Seri itu berawal dengan KPBJ yang begitu analitis, puitis, bahkan menuju filosofis. Tidak ada yang berbohong, bahwa sejak saat itu Dee diperhitungkan. KPBJ adalah kunci baginya untuk masuk pada sebuah medan yang sama sekali tidak disangkakan orang, Dee menulis! Dan dia tidak main-main. Dia adalah cerita baru bagi dunja menulis Indonesia. Sang posmo
...more
Arief Bakhtiar D.
Mar 09, 2016 rated it did not like it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Nikotopia Nikotopia
Pertama saya ingin mengucapkan Proficiat bagi Mbak Dewi ‘Dee’ Lestari.
Akhirnya berhasil menyelesaikan proyek Novel Supernova. 15 tahun bukan waktu yang sekerdipan mata bagi kita yang fana. 15 tahun adalah waktu dimana, jatuh-bangun-bangkit dan bersinar, bagi seorang Dewi Lestari dalam membangun sebuah novel berseri.

Bagi Pembaca-Penulis macam saya, membuat novel trilogi yang bagian keduanya dibelah 4 novel, hal itu merupakan pencapaian luar biasa. Saya setuju dengan Calvin Michel Sidjaja: Tidak
...more
Evi Rezeki
Mar 04, 2016 rated it it was ok
Sejujurnya, saya telah selesai membaca ini cukup lama. Saya baru tulis review sederhana nan pendek hari ini. Kenapa? Karena saya sedang patah hati sepatah-patahnya. Saya sulit menulis catatan ini.

Pertama, saya ucapkan selamat pada Dewi Lestari karena telah selesai melahirkan novel seri Supernova ini.

Kedua, saya merasa buku IEP ini masih mentah sekali. Saya bisa memaklumi kalau Dewi mungkin dikejar-kejar fans-nya sehingga buru-buru menerbitkan buku ini. Mungkin juga dikejar-kejar penerbitan. Dan
...more
Satanis
Mar 07, 2016 rated it it was ok
Kenapa novel semacam KPBJ bisa langsung menarik perhatian para pembaca?. Apakah konsep yang menarik antara kisah Gay, Pelacur, diramu dengan bumbu Fisika. Atau justru nama Dee yang dikenal sebelumnya sebagai seorang penyanyi yang kemudian mendapat tempat yang mudah di pangsa pasar. Jika novel Supernova di tulis bukan oleh seorang Dee (mantan penyanyi RSD, kontroversi cover Akar Om), apakah serial Supernova bakal memiliki banyak penikmat?

Berikut adalah Latar belakang penulisan serial Supernova :

K
...more
惡
Mar 01, 2016 rated it did not like it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ditta
Feb 06, 2016 rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
gabriellalodia
Mar 10, 2016 rated it it was ok
Shelves: have-it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Septyo Uji Pratomo
Mar 13, 2016 rated it it was ok
Kritik Buku : Intelegensi Embun Pagi – Dee Lestari

Mungkin sudah banyak review baik di blog pribadi maupun situs dunia perbukuan seperti goodreads yang membahas tentang Intelegensi Embun Pagi nya Dee Lestari. Yang menilai karya ini bagus sama banyaknya dengan yang menilai karya ini parah. Saya termasuk yang kedua, karya ini parah. Maaf kalau tulisan di bawah ini ujung-ujungnya ndak jadi review, malah jadi curhat.

Pertama, kualitas cover buku.
Cover IEP berwarna putih berlapis hologram ini sepintas
...more
Jessica Huwae
Mar 09, 2016 rated it it was ok
Cuma perkara beda minat, jadi bintang dua. Buat saya, karya pertama Dee tetap yang terbaik; mungkin ditulis waktu itu belum ada beban selain cita-cita sederhana untuk terbit.; walau ada juga seri setelah itu yang lumayan menghibur: Petir. Membaca IEP, Supernova sebagai avatar misteri malah jadi kehilangan magis-nya, jadi kayak "Oh, gitu doang asalnya?", lantas saya berpikir; well, seharusnya buku ini memang berhenti di episode pertama saja. Dee sendiri punya prospek jadi penulis komedi ulung; di ...more
Crowdstroia Crowdstroia
Jul 11, 2016 rated it really liked it
Shelves: diksi-digdaya
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Alien
Feb 27, 2016 rated it it was ok
Lebih seru daripada buku sebelumnya. Sangat gampang untuk dibaca, jadi enak - kalimat-kalimatnya langsung jadi gambaran di pikiran pembaca yang membuat imajinasi pembaca berjalan sendiri-sendiri. Selain itu 'kegampangan' buku ini untuk dibaca juga terbukti dengan cepatnya saya membaca buku ini. Saya baca buku ini hanya selama 7-8 jam yang kira-kira dibagi 1 jam dalam seharinya (karena saya gak punya bukunya, jadi harus numpang baca di berbagai tempat dengan berbagai cara, misalnya dengan duduk d ...more
Anastasia Cynthia
Mar 11, 2016 rated it really liked it
“Kejahatan yang paling mengerikan tidak akan muncul dengan api dan tanduk, tetapi jubah malaikat. Ia membius dengan kebajikan. Mereka yang terbius akan rela mempertaruhkan nyawa untuk membela apa yang mereka kira kebajikan.” –Inteligensi Embun Pagi, hlm. 459



Setelah mendapatkan klu terakhir dari sebuah upcara di Lembah Suci Urubamba, Gio memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Pertemuannya dengan Dimas dan Reuben bukan semata-mata sebuah pergerakan acak. Bersama keduanya, Gio berusaha mengungkap i
...more
Ursula Florene
Feb 28, 2016 rated it it was ok
Satu-satunya buku yang saya baca cepat karena, cukup dengan membaca bagian akhirnya saja saya tahu gak bakal baca lagi. Belum seperempat buku habis, saya sudah langsung nawarin Intelegensi Embun Pagi ke orang-orang, setengah harga. Karena kalau saya minta harga full, terlalu mahal. Kemahalan banget untuk karya ini.

Intelegensi Embun Pagi mungkin adalah penutup kekecewaan saya atas karya Dee (atau Dewi Lestari) yang bermula sejak kemunculan Perahu Kertas. Entah mengapa, saya melihat ada tendensi D
...more
Nabila Budayana
Feb 28, 2016 rated it liked it
"Mungkin akan jadi Power Rangers?"
Itu ucapan seorang teman beberapa tahun lalu ketika kami mengobrol tentang Supernova.

***

Saya terpikat Rectoverso. Meski bukan penikmat fanatik seri Supernova, namun saya sempat membaca keseluruhan serinya. Saya tak merasa dikejar momen untuk membaca cepat, atau dikejar kebutuhan untuk menuntaskan rasa penasaran episode terakhir dari kisah belasan tahun ini. Namun nyatanya, sedikit-banyak saya terseret euforia cover putih IEP yang terpajang di mana-mana.

Di antar
...more
Lona Yulianni
Feb 05, 2016 rated it liked it
Tbh saya juga gak nyangka kalau ternyata saya "cuma" kasih 3 bintang untuk buku yang saya sudah lama-lama tungguin ini dan jujur saja, dengan ekspektasi yang cukup tinggi.
Saya hanya merasa banyak yang "hilang" dari akhir kisah Supernova ini. tapi gak dipungkiri juga banyak kejutan yang dihadirkan juga dalam kisah final ini.
Banyak yang hilang, karena menurut saya beberapa tokoh sentral yang membuat pondasi Supernova ini, kasarnya tidak terurus dengan baik. Dimas dan Reuben, Ferre, Diva Anastasi
...more
Andriana Ari
Feb 07, 2016 rated it it was amazing
Sempat ragu kalau2 IEP akan lahir prematur ternyata tidak sama sekali,plot yang rapi,pemiihan kata2 yang enak serta keluesan dee membangun semua karakter bisa dibilang luar biasa,semua amunisi yang di persiapkan dari serial pertama seakan meledak semua di buku ini.dari semua karakter sentral sampai figuran yang muncul dari KPBJ sampai Gelombang bahu membahu membangun jejaring supernova sampai jadi satu kesatuan cerita yang utuh.
Alvin Zirtaf
Feb 25, 2016 rated it it was amazing
15 tahun, dan berakhir sempurna.
ABO
Feb 04, 2016 rated it it was amazing
I wrote a so-called-review about this book here: http://ariansyahabo.blogspot.co.id/20...
Nisa Rahmah
Feb 04, 2016 rated it liked it
Shelves: adventure, fantasy
Dewi Lestari adalah satu dari sekian penulis yang saya kagumi. Saya mengikuti semua cerita Dee, mulai dari serial Supernova, lalu Perahu Kertas, kumpulan cerita di Filosofi Kopi, Madre, dan Rectoverso. Memang tajuk tulisan ini adalah tentang Inteligensi Embun Pagi, si bungsu Supernova yang lagi hits karena penjualannya via pre-order yang super fantastis. Tapi, berbicara tentang IEP, tentu tidak bisa tidak menceritakan serial yang lain dan bahkan menyandingkannya dengan karya Dee lainnya.

Sepertin
...more
cindy
Oke, sebenarnya lebih ke 2*, cerita seru sepanjang jalan tapi tidak menggigit. Sementara ekspektasi saya berharap ke arah lain, seri pamungkas supernova ini malah berpaling ke arah lain, mendaratkannya di ranah cerita fantasi biasa. Asal muasal eksistensi manusia, superior beings as aliens yg kmd mewujud sebagai sarvara, infiltran dan peretas, samsara dan reinkarnasi, serta karma. Menarik, tapi seperti yg tertulis di atas, punya dinamika alur yang seru tapi tidak meninggalkan apa-apa. *mungkin s ...more
Retno Wicaksono
Mar 09, 2016 rated it liked it
Intelegensi Embun Pagi (IEP), series Supernova yang keenam (entah yang terakhir atau bukan, kalau dari intuisi saya sih bakal ada kelanjutannya) berhasil menghipnotis seluruh pemerhati karya mbak Dee Lestari dengan "iming-iming" "Seri Terakhir Supernova" dan menjadi novel yang paling ditunggu perilisannya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menanti lahirnya IEP, penasaran seperti apa ending Supernova dan berharap beragam pertanyaan yang muncul di benak saya akan terjawab di epi ...more
Happy Dwi Wardhana
Feb 16, 2016 rated it it was ok
Buku paling random yang pernah saya baca!

Dari lima puluh halaman pertama membaca, saya sudah tak tahan untuk memberikan komentar dan segera menamatkannya agar review saya obyektif.

Pertama, sebagai orang yang membaca Supernova sejak kelas 1 SMA bertahun-tahun silam, membangkitkan memori akan tokoh2 dan cerita dari masa lalu sungguh sulit, terlebih, cerita2 Supernova bukanlah cerita2 yang melekat di ingatan seperti Harry Potter, jadi saya membutuhkan waktu mengingat dan tidak jarang membuat saya m
...more
Askell
Jun 05, 2016 rated it it was ok
Fyi, you'll hardly enjoy reading this book if you haven't read the previous books.

Terlepas dari berapa bintang yang saya beri, mau bilang dulu congratulation buat Dee, akhirnya setelah 15 tahun rampung juga seri Supernova ini. Sebagai pembaca saja, saya serasa diikutkan dalam proses berpikir Dee yang panjang tentang kehidupan, dan berbagai concern-nya. Panjang, ribet, luas, dalam. Begitu kira-kira ungkapan kata yang pas buat seri Supernova ini, dari pertama hingga yang terakhir. Dan di Intelegen
...more
Najla Putri17
Feb 06, 2016 rated it it was amazing
Seperti biasa, Dee, tetap mengakhiri dengan memberi misteri. Meskipun ini buku terakhir. Taik kucing.
Lila Cyclist
Feb 27, 2018 rated it liked it
Shelves: digital-library
Terus terang saya bingung kenapa buku terakhir dari seri Supernova ini jadi fantasy begini. Jika endingnya berbau klenik, saya malah lebih siap kayaknya 😀. Seperti ketika saya membaca Petir, seorang teman saya yang waktu itu merekomendasikan buku itu ke saya, gara-gara waktu itu saya sedang mempelajari alternative healing. Kerjaan saya meditasi melulu, menerima healing jarak jauh, dan anehnya, teman saya ini merasa sembuh. Karena satu dan lain hal, saya memilih tidak lagi melanjutkan kegiatan sa ...more
macrogasm
Mar 25, 2016 rated it it was ok
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Pasung Jiwa
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
  • Lalita
  • Kambing dan Hujan: Sebuah Roman
  • Rafilus
  • Notasi
  • The Architecture of Love
  • Pulang
  • Pintu Terlarang
  • Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
  • Semua Ikan di Langit
  • The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 1 (1 Year Round The World Trip, #1)
  • Senja dan Cinta yang Berdarah
  • Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Orang-orang Proyek
  • Pintu Harmonika
  • Dunia Di Dalam Mata
4,571 followers
Dee Lestari, is one of the bestselling and critically acclaimed writers in Indonesia.
Born in January 20, 1976, she began her debut with a serial novel: Supernova in 2001. Supernova’s first episode, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (The Knight, The Princess, and The Falling Star), was sold phenomenally, achieving a cult status among Indonesian young readers. She has published four other episodes:
...more

Other books in the series

Supernova (6 books)
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Supernova: Akar
  • Supernova: Petir
  • Partikel
  • Gelombang
“Manusia menuntut manusia lain untuk punya drama. Itu syaratnya supaya kita kelihatan normal” 8 likes
“Drama adalah komplikasi. Drama membuat kalian egois, berpikir kepentingan pribadi kalianlah yang paling penting” 6 likes
More quotes…