Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “The Atheist” as Want to Read:
The Atheist
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

The Atheist

by
3.87  ·  Rating details ·  1,812 ratings  ·  175 reviews
Atheis (The Atheist), first published in 1949, portrays the spiritual and intellectual crisis of Hasan, a young Muslim who was raised to be devout but comes to doubt his faith after becoming involved with a group of modern young people. Upon publication, the novel was praised by literary figures and the general public. Considered a masterpiece of modern Indonesian literatu ...more
Paperback, 216 pages
Published January 1st 2016 by Lontar (first published 1949)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about The Atheist, please sign up.

Be the first to ask a question about The Atheist

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.87  · 
Rating details
 ·  1,812 ratings  ·  175 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of The Atheist
Mei Hidaningrum
Nov 30, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
baca buku ini sewaktu kelas 2 SMA dulu. gara2 suka sama salah seorang teman cowok saya pun kepo kekelasnya mencari tahu dia meresensi apa. dan ternyata sungguh anti-mainstream. dia meresensi sebuah novel dengan settingan tahun 40-an dan cover buku yang terhitung tidak menarik di tahun-tahun ini. terlepas resensiannya itu entah copas ataupun hasil pemikirannya sendiri. saya pun mencari buku ini di perpustakaan SMA. ternyata ada banyak buku ini disana terjejer rapi. dan kelihatan sekali sangat jar ...more
Muhammad
Sep 23, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.

Kubaca hasil karangannya itu....

Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli—kawan masa kecilnya—dan
...more
Missy J
I'm still trying to make sense of what I just read.

"Atheis" (obviously means "atheist" in English) by Achdiat K. Mihardja is considered an Indonesian classic from 1949, the year when Indonesia was officially recognized as an independent nation.

Hasan, the protagonist of the story is born into a devout Muslim family. He grows up respecting his parents and following strict Islamic rituals, which gives him peace of mind. One day, he encounters a childhood friend Rusli and his female friend Kartini.
...more
Henny Sari
percakapan (diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya) yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak. Tapi.... sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan. seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis! Ugh! (*marah!). Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membua ...more
Arif Abdurahman
Oct 26, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Seperti baca Dichtung und Wahrheit dan novel otobiografis diri sendiri. Saya jadi kebayang buat memordenisasinya: Hasan yg Islamis jadi suka baca Indoprogress dan Jacobin meski belum nyentuh teks-teks Marxis betulan, Rusli seorang pos-marxis sejati dari garis Baidou dan Zizek yg sering nulis kritik pop culture, Kartini seorang feminis radikal kiri baru, dan Anwar sang anarko-brocialist.
bakanekonomama
Kabarnya ada orang-orang yang mengira bahwa "Atheis" adalah karya yang mempromosikan cara pikir untuk tidak mempercayai Tuhan dan menyarankan orang-orang untuk menghindari membacanya. Padahal, justru sebaliknya, "Atheis"menyampaikan kebingungan pemuda Muslim di awal abad 20 yang harus berhadapan dengan gelombang pemikiran Barat.

"Atheis" menampilkan kehidupan Hasan, seorang pemuda yang dibesarkan dalam lingkungan keislaman yang sangat taat dan ayahnya adalah seorang pengikut tarekat. Mungkin ban
...more
Ageng Indra
Ia novelis yang baik, tapi penulis yang buruk.

Saya membaca klaim itu pada suatu resensi yang tak bisa saya ingat ditulis siapa dan membahas buku apa. Saya hanya ingat, kalimat itu merujuk penulis yang dianggap cukup cakap dalam merancang struktur novel, tapi juga cukup payah untuk tidak peduli komposisi dan logika penulisan.

Selama membaca Atheis, kalimat itu mondar-mandir di benak saya. Agaknya Achdiat K. Mihardja bersinonim juga dengan klaim itu.

Novel ini adalah rekaman perubahan cara pandang
...more
Agoes
Feb 19, 2011 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: fiksi-indo
Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah. Isi pikirannya sederhana dan polos. Namun, dia perlahan-lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak-kanaknya, Rusli. Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap ...more
Hardini
Jul 16, 2009 rated it it was amazing  ·  review of another edition
aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini. bahkan berbekas sekali isinya. "atheis" jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis (walaupun secra ktp beragama) susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan. ibarat gelas kosong,(masyarakat kt jaman dulu)jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu. beda dengan hasan (tokoh dalam cerita in ...more
Irwan Sukma
Dec 11, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Novel Atheis: Potret Kegelisahan Sosial dan Intelektual "Pemuda Zaman Old"


Sebenarnya saya agak risih tiap melihat judul artikel atau postingan seseorang yang menggunakan istilah "kids jaman now" atau sejenisnya. Gelisah juga jika bahasa dicampur-campur itu menjadi trend diantara para penulis berita maupun netizen. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya ikut-ikutan juga pakai istilah itu didalam tulisan. Termakan propaganda..hehe

Kegelisanan yang sama juga dirasakan juga oleh Hasan, tokoh u
...more
Willy Akhdes
Berkisah mengenai kehidupan kejiwaan dan ideologi seorang pemuda bernama Hasan. Bandung pada zaman pendudukan Belanda dan Jepang menjadi setting novel ini. Hasan adalah seorang pemuda yang berasal dari sebuah kampung bernama Panyeredan di kaki Gunung Talaga Bodas. Garut. Ia dibesarkan dalam lingkungan pendidikan Islam dan tarekat yang kuat dan kental oleh orangtuanya. Menginjak remaja Hasan bersekolah MULO (setingkat Sekolah Menengah) di Bandung dan bekerja sebagai pegawai pemerintahan di Bandun ...more
Yazlina Saduri
Pesan saya untuk diri sendiri, pertamanya, buku ini mesti dibaca sampai tamat, jika berhenti dipertengahan, bimbang terpesong. Sebabnya, hujah-hujah Rusli dan Anwar, sepertinya boleh meyakinkan ramai orang, terutamanya golongan bijak pandai yang fikirnya semua perkara perlu dijelaskan dengan kata-kata, perlu dibuktikan dengan sains, tidak cenderung mahu percaya kepada cerita yang asasnya ghaib, tidak boleh dilihat dengan mata kasar. Cinta itu kan buta dan sering membutakan. Cinta kepada seseoran ...more
Hanifati
Kasihan sekali rasanya mengikuti perjalanan sesosok Hasan ini, meski terlalu banyak hal yang saya kira mirip dengan apa yang pernah saya pikirkan dan rasakan. Sebagai seorang pencari Hasan selalu terombang-ambing dalam kebimbagan dan kesangsian, sialnya lagi Ia bukanlah seorang pencari yang baik. Hanya mengambil informasi setengah-setengah dari orang-orang yang Ia rasa lebih tahu darinya dan bukan pula seorang ahli pikir atau penyelidik yang bisa memeriksa permasalahan ke akar-akarnya. Alih-alih ...more
Shafiq Razak Rajan
Antara novel yang aku mahu baca dari dulu, dan hanya sekarang baru berpeluang dengan memohon perpustakaan uniku meminjam dari pihak luar.

Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda bernama Hasan, dari seorang yang beragama, menjadi seorang ateis atas pengaruh rakan-rakan komunisnya (dan juga seorang anarkis).

Hasan bukanlah seseorang yang pandai berhujah, mahupun cukup faham tentang agamanya. Maka, dia mudah termakan hujah-hujah kawan-kawannya yang lebih pandai berbicara. Lama-kelam
...more
Trisha
Nov 16, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Tahun kemaren ngeliat buku ini di perpustakaan sekolah, ngeliat judulnya rasanya "ganjil" "creepy".

Tapi setahun kemudian, malah tertarik karena penasaran bagaimana fenomena Atheis jikalau ditumpahkan dalam sebuah novel, dan membuka mata betapa memukaunya novel Atheis ini.

Novel Atheis ini menjadi sentilan sendiri bagi saya, betapa jika kita tidak memahami agama kita dengan sungguh-sugguh pertanggung jawabannya, mau sealim apapun kaya Hasan sebelum dia jadi atheis, maka dengan mudahnya kita bisa
...more
Lucky
Roman ini memuat kisah seorang lelaki yang lahir dan tumbuh di lingkungan yang agamis, sebelum akhirnya memilih menjadi atheis karena 'salah gaul'. Mengapa saya bilang bahwa ia salah pergaulan? Karena dari awal memang tokoh Hasan ini mengalami kebimbangan, bahkan sampai akhir hayatnya, kembalinya kepercayaannya pada Tuhan semata-mata karena ketakutan, bukan suatu yang telah (atau kembali) ia yakini dan terima dengan lapang.
Dilatarbelakangi Indonesia pada masa kolonial, faktor sosial, pergeseran
...more
Anastasia Ervina
Novel ini saya baca pas jaman SMP :D

Bayangkan, saya yang masih bocah SMP saat pertama kali membaca novel ini, dengan ajaran agama yang selalu ditanamkan orang tua saya mulai membuka pikiran dan pandangan bahwa wajar saja jika seseorang yang beragama beralih menjadi atheis atau bahkan sejak ia bisa berpikir ia menjadi atheis. Hal ini dikarenakan orang tua pada dasarnya hanya mengajarkan bagaimana anaknya agar selalu 'patuh' dengan ajaran agamanya, menciptakan cerita-cerita mengerikan tentang siks
...more
Arief Rahman
Dengan membaca judulnya saja "Atheis" jelas novel ini sudah memberikan kesan yang dalam. Terutama dengan istilah "orang tak bertuhan" yang masih terdengar aneh, untuk sebagian besar masyarakat, bahkan sampai saat ini. Achdiat K.Mihardja, sang penulis, seakan tak merasa takut untuk menulis roman yang sarat dengan tema marxisme, nihilisme, komunisme dan atheisme. Boleh dibilang karya sastra ini sangat "merah".

Membaca Atheis akan sangat mudah membawa pembaca kembali ke tahun 1940-an saat Jepang men
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
The Big Eight-nya Balai Pustaka, buku ini masuk dalam paket Indonesian Cultural Heritage.. Sastrawan Terbaik Indonesia.. terlepas dari kontroversi judul dan pengarangnya..

Hasan..Hasan..malang benar nasibmu..sudah jatuh tertimpa tangga, habis tertimpa tangga ditabrak bis pula dia..kira-kira semacam itu perumpamaan nasib Hasan..lahir dari keluarga bangsawan dan religius, pemuda yang baik-baik dan rajin beribadah pada awalnya, ia dihadapkan dengan kisah cintanya yang gagal dengan Rukmini, dan gaya
...more
Tenink EndangMart
Dec 16, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Baca buku ini pas SD klo nggak salah, nemu diantara tumpukan buku2 bapak.
Sempet dilarang baca awalnya, karena bukan bacaan anak2. tapi makin dilarang makin penasaran kan hehehe...:-)
Jadilah akhirnya baca sambil sembunyi2, dan selalu merasa bersalah kalo ketemu bapak.

Awalnya cukup mumet buat anak umur SD, tapi masih inget banget bagaimana konflik bathin yang dialami Hasan ketika dia melihat kenyataan disekelilingnya sangat bertentangan dengan nilai2 yang diajarkan selama ini.
Antara " eh itu kan s
...more
Marina
** Books 192 - 2014 **

Kasian nasib si Hasan seorang yang pandai dan berbudi serta taat agama islamnnya berubah seketika kembali bertemu dengan rekan lamanya Rusli dan bertemu dengan wanita cantik bernama Kartini.. Tapi apa daya hatinya selalu teringat Rukmini dan dia mulai terpengaruh dengan ajaran-ajaran Atheis.

Sudah jatuh tertimpa tangga itu kata-kata yang tepat menggambarkan hidup Hasan. Ayahnya meninggal, dia meninggalkan ajaran agamanya, bercerai dengan istrinya, terserang TBC dan dikejar-
...more
Toby
Nov 07, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
A great knowledge opened a new for me to another culture. The author lets the reader explore Hasans's aspects of moslem culture, as attaching as the one of Siddartha by Hesse I read over half decade ago. Great!! ...more
Rima
Mar 04, 2020 rated it it was amazing  ·  review of another edition
keren banget
Henry Wijaya
Jan 12, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: Dian Widi Sasanti
Recommended to Henry by: Suci
This book is an ambitious project, which tries to discuss multiple ideologies/life perspectives/points of view, but in the end fails to reach its potential premise, leaving some ideas hanging unsatisfactorily and having its most important message obscured by the tragedy of its "unfinished" protagonist.

The book writer excels at offering the readers with different perspectives on how people should value life through different characters in the story. Through the main protagonist, Hasan, and his pa
...more
Reza Pratama Nugraha
Lucu bahwa persoalan agama vs logika (atau Theisme vs Atheisme) dari novel yang diterbitkan tahun 1949 masih relevan dan belum juga berubah sampai sekarang, seakan negeri kita ini ngestuck dalam persoalan yang sama.

Atheis membawa suatu pemikiran juga pertanyaan kritis mengenai keadaan manusia indonesia dengan agamanya yang dogmatis juga apatis dan datangnya paham modern yang kritis terhadap dogma-dogma, namun tidak mengindahi nilai-nilai tradisi yang ada. Demikian, sepanjang cerita penulis seak
...more
Aisy
Dec 18, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebelum membaca buku ini, aku bertanya-tanya pada sisi manakah penulis akan menaruh keberpihakannya, pada atheis atau theis? Setelah membaca buku ini, aku menemukan bahwa penulis tidak menaruh keberpihakannya pada sisi manapun. Sekilas dari kisah Hasan, akan gampang bagi pembaca untuk menyimpulkan “atheisme adalah jalan yang salah, lihat saja nasib Hasan setelah jadi atheis hidupnya hancur berantakan, terkena TBC dan akhirnya mati tanpa diketahui kuburannya dimana”. Namun itu merupakan kesimpula ...more
Anisa Matsumoto
Nov 28, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
ndoro.ndoni
Novel ini bercerita mengenai perjalanan iman Hasan, pengikut tarekat yang kemudian bergaul dengan teman lama yang atheis beserta geng-nya. Pengetahuan Hasan tentang agama yang. menurut saya, cenderung identitical, bertarung dengan ide-ide pemikiran komunis dari Rusli. oh iya, setting waktu novel ini yaitu sekitar tahun 1941 masa penjajahan Jepang hingga 1945 menjelang kemerdekaan. Pada saat itu, secara garis besar, citizen Indonesia terdiri dari: kaum pejabat pemerintah, kaum pemilik modal, kaum ...more
Mohammed
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Jordinna Joaquin
Nov 25, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: pretty-good
(Sorry I've been writing paragraphs on paragraphs these past two weeks, so my English isn't the best right now) I enjoyed this book.

Widely regarded as one of the most innovative novels in Indonesian literature as the first book to use three points of view, it's a refreshing and a much easier read as Mihardja wrote this in an instructional manner. It guides the reader toward one specific interpretation of the novel, the main idea that pieces everything together. I feel like that's saying somethin
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Harimau! Harimau!
  • Bumi Manusia
  • Child of All Nations (Buru Quartet, #2)
  • Summer in Seoul
  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
  • Corat Coret di Toilet
  • Beauty Is a Wound
  • Salah Asuhan
  • Man Tiger
  • Gadis Pantai
  • Burung-Burung Manyar
  • Laut Bercerita
  • Pulang
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Jejak Langkah
  • Negeri 5 Menara
  • Hujan
See similar books…
ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan
...more

News & Interviews

Need another excuse to treat yourself to a new book this week? We've got you covered with the buzziest new releases of the day. To create our...
45 likes · 12 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Ya, Tin, umur manusia singkat, tapi kemanusiaan lama. Lupakanlah kesedihanmu itu dengan lebih giat lagi bekerja. Bekerja untuk kemanusiaan.” 1 likes
“Kebenaran bukan untuk dipaksakan, melainkan untuk diyakinkan” 0 likes
More quotes…