Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “O” as Want to Read:
O
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

O

4.12  ·  Rating details ·  1,143 ratings  ·  269 reviews
Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.
Paperback, 470 pages
Published February 22nd 2016 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.12  · 
Rating details
 ·  1,143 ratings  ·  269 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of O
Doni Tonga
Nov 07, 2018 rated it really liked it
Seharusnya, saat pembaca berhadapan dengan karya terkini Eka Kurniawan ini memang tidak mesti mengaitkannya dengan pamor Animal Farm, Orwell. Eka sebagai sastrawan garda terdepan pasti sudah terbiasa dengan nyinyiran pembaca yang acap mengaitkannya pada Pram, Orwell dan Kafka. Menurut saya Eka ya Eka. Dia adalah salah satu dan mungkin satu yg saat ini paling terdepan dalam karya, dan konsistensinya.

Tidak semua karya harus dikait-kaitkan dengan karya-karya monumental, meski terkesan selaras dan
...more
Teguh Affandi
Jan 22, 2016 rated it really liked it
Akhirnya bisa menamatkan buku O yang sejak dipublish akan terbit menjadi perbincangan di sosial media, di berbagai kelompok pecinta sastra. Eka Kurniawan memang sedang nge'hits' tahun ini. Dan saya termasuk menyukainya. Apalagi kalau dikasih gretongan kayak buku O ini.

Seperti dalam sinopsis bukunya, bahwa ini berkisah tentang monyet betina O yang jatuh cinta dan ingin mengawini seorang kaisar dangdut bernama Entang Kosasih. Dikisahkan monyet O dan Entang Kosasih adalah sepasang monyet di Rawa
...more
Bernard Batubara
Mar 25, 2016 rated it really liked it
this semi-fabel, through the life and death from the point of view of several animals (there are monkeys, birds, dogs, rats, and even pigs) offers one fundamental question: what does it mean to be a human being? it is not just a philosophical novel, it is an adventure and also a love story. it has 470 pages, finished reading it in three days and half, because it is indeed a page turner. another great work by eka kurniawan, i should say. happy thursday, folks!
Biondy
Jul 18, 2017 rated it really liked it
Shelves: secret-cupid
O bercerita tentang seekor monyet bernama O yang yakin bahwa sang Kaisar Dangdut adalah pacarnya, Entang Kosasih, sesama monyet yang telah berhasil menjadi manusia. Demi kembali bersatu dengan pacarnya, O rela hidup sebagai topeng monyet yang merupakan salah satu jalan bagi kaum monyet untuk menjadi manusia.

This book is just wonderful.

Cara berceritanya adalah poin yang paling menonjol dari buku ini. Eka Kurniawan menggunakan cara bercerita non-linear yang berpindah dari satu karakter ke
...more
om & nivo
Jan 13, 2016 rated it really liked it
Eka Kurniawan emang 'keblinger'. Duh, O.

Dan nggak sanggup buat resensi buat novel ini kayaknya! xp
Dedi Setiadi
Jan 13, 2016 rated it really liked it
Another bikin-sumpah-serapah novel from Eka Kurniawan.
Di 'Seperti Dendam...", Eka Kurniawan berhasil 'bermain-main' dengan stensil, nah, di O ini, doi memasukkan elemen fabel. Iya, hewan yang bisa berbicara! Liar dalam arti yang sesungguhnya. Eits, tapi tunggu dulu, tidak cuma hewan yang bisa berbicara, tapi benda mati seperti pistol revolver pun bisa berbicara!.
Masih dengan plot yang acak-adul-suka-suka-terserah-eka-kurniawan tapi masih amat sangat enak untuk diikuti.
Satu lagi yang unik di
...more
Pauline Destinugrainy
Akhirnya selesai juga...cukup lama membaca buku ini, bukan karena ga bagus. Tapi rasanya kok sayang untuk segera menamatkannya.
Buku ini bukan bacaan sekali duduk. Buku ini berasa fabel yang bacanya harus mikir, ini yang dimaksud EK siapa ya... itu kok begitu ya.. Pikiran saya ga bisa berhenti menduga, menebak, menganalisis saar membaca.
Belum lagi diksinya yang tajam, dan banyak menggunakan gaya bahasa hiperbola. Quoteable-lah pokoknya.
Alur yg maju mundur dan melompat-lompat membuat saya harus
...more
Arif Abdurahman
Feb 29, 2016 rated it liked it
Saya menyukai novel ini, tapi saya punya harapan lebih pada seorang Eka Kurniawan.
Mencontek komentarnya Mang Eka buat novel 1Q84-nya Murakami, saya menganggap novel alusi dari Animal Farm-nya Orwell (yg sama-sama bikin 1984) ini bisa dibilang: "Seperti mie rebus yang kelewat lama dimasak. Percintaan yang kelewat lama, keburu lelah sebelum orgasme."
Ini nasihat bagi saya: sehebat apa pun kau menulis, jangan mengalusikan karya Orwell. hehe
ABO
Nov 12, 2015 rated it it was amazing
Selesai dari minggu lalu, baru bikin reviewnya sekarang x))
Review lengkap di sini: http://ariansyahabo.blogspot.co.id/20...
Alvina
Apr 28, 2016 rated it really liked it

Ini buku Eka keempat yang saya baca. Dulu sewaktu awal awal buku ini terbit, saya dibikin penasaran dengan judul dan covernya. Kenapa monyet? Kenapa O? Tapi berhubung harganya mahal dan bukan prioritas, jadi hanya masuk wishlist, belum jadi dibeli sampai beberapa hari lalu saya mendapatkan novel ini secara gratis. Terima kasih untuk SCOOP, Gramedia.com dan Gramedia Pustaka Utama o/

Novel O bercerita tentang kehidupan para binatang di belantara Jakarta. Tersebutlah O, monyet betina yang
...more
Askell
Apr 07, 2016 rated it it was amazing
People have stories, and these stories cross one another.

Saya senang bagaimana Eka bercerita tentang karakter tokoh-tokonya secara mendalam. Sekalipun dari sudut pandang orang ketiga, tapi narasinya serasa diceritakan dari sudut pandang masing-masing tokohnya. Hal begini memberi kesan kalau setiap karakter yang bercerita itu adalah manusia yang rapuh, begitu juga kehidupannya dijalani dengan struggling dan suffering.

Bukan justifikasi juga atas motif atau tindakan karakternya, hanya memberi
...more
febriani
Apr 17, 2016 rated it it was ok
ada terlalu banyak subcerita yang mendistraksi dalam novel ini. dari yang masih bisa disambung-sambungin sampai yang nggak nyambung seperti kisah si kiai buta atau nasib si Betalumur setelah putus kontak dengan O. seperti ada setidaknya satu cerpen dan satu novelet yang bisa dicabut dari novel ini untuk membuatnya lebih terpadu, koheren, rapi. kalau mau disambungkan dengan kontrasnya fenomena binatang mau jadi manusia dengan fenomena manusia mau jadi binatang, rasanya lebih tepat judul novel ini ...more
Alvin Zirtaf
Sep 14, 2016 rated it really liked it
Memang hanya Eka Kurniawan yang bisa menulis seberantakan sekaligus serapi ini.
Akmal A.
Dec 01, 2016 rated it really liked it
Penulisan Eka Kurniawan tak dapat nak pertikaikan betapa hebatnya. Dari Cantik itu Luka, kepada Lelaki Harimau sampai ke O novel2nya tak pernah mengecewakan. Seperti yang tertulis di bahagian blurb, O sebuah novel berkisahkan tentang seekor monyet bercita-cita menikah dengan Kaisar Dangdut. Tema tentang reincarnation berputar-putar dalam novel ini. Gaya plot yang melompat-lompat menambahkan lagi betapa membaca buku yang setebal 470 halaman bukanlah perkara yang membosankan. Bacalah sendiri, ...more
Nana
Mar 04, 2016 rated it it was amazing
Gue bukan tipe pembaca romantis, lebih realistis. Ga gitu suka mikir juga. Hahaha.
Jadi, ketika gue baca buku O yang sekaligus jadi perkenalan pertama gue dengan karya Eka Kurniawan, gue murni menikmatinya sebagai kumpulan kisah kehidupan bermacam-macam makhluk yang mungkin aja terjadi di dunia ini, nggak pake mikir susah-susah nyari makna tersirat whatsoever yang coba disampaikan penulis.

Tapi gue ulang ya: Gue menikmati.

Bener kata Eka Kurniawan kalau buku ini semacam kisah 1001 Malam, yang
...more
Willy Akhdes
Oct 14, 2016 rated it it was amazing
"Bukan cinta yang membuat kita buta, tapi keyakinan." O

Penulis, sebagaimana juga pekerja kreatif lainnya, tidak hanya dituntut untuk melahirkan karya-karya bagus yang menghibur pembaca, namun juga dituntut menghadirkan karya-karya yang selalu menghadirkan karya yang berbeda dari karya sebelumnya. Penulis harus berani melakukan eksplorasi gaya kepenulisannya, teknik penceritaan dan lainnya demi menyuguhkan karya menarik yang berbeda dari sebelumnya. Adalah suatu kemandegan dalam proses kreatif
...more
Marissa Sony Fajarnur
Jul 02, 2019 rated it really liked it
Sebentar biar saya sebutin tokohnya mulai dari makhluk hidup sampai benda mati
1. Entang Kosasih(monyet)
2. O(monyet)
3. Armo Gundul(monyet)
4. Sobar
5. Joni Simbolon
6. Revolver
7. Dara
8. Toni Bagong
9. Betalumur
10. Kirik(anjing)
11. Mat Angin
12. Ma Kukung (agak lupa)
13. Siti(kakaktua)
14. Syekh... (lupa)
15. Manikmaya(tikus)
16. Todak Merah(tikus)
17. Jarwo Edan
18. Wulandari (anjing)
19. Rudi Gudel
20. Rini Juwita
21. Mimi Jamilah
22. Marko
23. Uyung
24. Kaisar dangdut (Entang Kosasih/manusia)
25. Kamelia
...more
Marina
** Books 41 - 2018 **

Buku ini untuk menyelesaikan tantangan Tsundoku Books Challenge 2018

3,4 dari 5 bintang!


Ide ceritanya sebenarnya menarik berkisah tentang dua monyet yang bercita-cita ingin menjadi manusia sehingga melakukan tingkah laku yang menyerupai manusia

Disisi lainnya banyak sekali kisah sampingan yang nantinya nyambung sama kisah si monyet. Mulai kisah pak Polisi, Penjaga Surau, Tukang topeng monyet, penyiksa anjing dan yang mau gak mau saya simpulkan bahwa dibuku ini Eka Kurniawan
...more
widyarini u
Dec 02, 2016 rated it really liked it
O, entang kosasih, rini juwita, betalumur, marko, sobar, dara, banyak tokoh yg diceritakan disini, manusia dan binatang.
Penghubungnya: O dan Entang Kosasih, monyet! Selain monyet, ada juga anjing: kirik, leo, wulandari. Selain itu: ada babi, burung beo, tikus, ular sanca. Semua binatang dan tokoh ada ceritanya masing-masing. Jalan ceritanya maju mundur, berpindah-pindah dari satu tokoh ke tokoh lain. Tapi masih mudah diikuti ko, jalan cerita mengalir dan enak dibaca.
Takjub :)
Andi Purwanto
Mar 01, 2016 rated it really liked it
Tidak seperti bukunya yang hanya terdiri satu huruf, O, ceritanya justru terdiri dari puluhan karakter yang nasibnya saling beririsan. Dari kaleng sarden, anjing, monyet hingga manusia. Bukan karya terbaik Eka tapi karyanya yang paling enak. Dah itu aja, saya mau dangdutan.
Ayu Lestari Gusman
Jun 17, 2016 rated it really liked it
Buku pertama Eka Kurniawan yang saya baca. Mungkin nanti saya akan mencoba mencari buku karya Eka lainnya.
Hafizz Nasri
Oct 10, 2018 rated it really liked it
Point ceritanya biasa saja-- agak fantasi dan dramatik, tentang hal seharian dan kisah masyarakat setempat merangkumi manusia dan haiwan. Naratornya silih ganti, bertukar kasus plot dan isi cerita namun dalam babak yang sama. Imaginasi aku diubah pada setiap bab-bab pendek walau ia kadang agak mengganggu dan confusing bila penceritaan diselang-seli antara realitas dan imbas semula. Idea bagus, variasi cerita dari sudut pandangan berbeza dengan bahasa dan susun ayat yang descriptive--permainan ...more
Vita Muflihah
Sep 07, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Tanpa maksud untuk menurunkan nilai buku ini, saya memberi bintang empat. O adalah Karya Eka Kurniawan pertama yang saya baca. Ekspektasi awal membuka buku ini adalah, saya akan dihadapkan pada cerita sarkasme mengenai pandangan manusia terhadap binatang, dan sebaliknya. Hingga di halaman akhir, ekspektasi saya tidaklah keliru, namun dengan porsi yang sedikit. Ini bisa jadi pemahaman saya yang kurang atau memang sengaja disajikan Eka Kurniawan.

Bagi saya, plot cerita ini terlalu kompleks,
...more
Qunny
Dec 18, 2018 rated it really liked it
Speechless. xD
Karakternya benar-benar banyak, begitu juga dengan semua karakterisasi dan ciri khas masing-masing kisah. Memang Eka Kurniawan ini belum puas kalau belum membuat banyak jalinan cerita jadi satu. Tapi saya, puas, sih. (Dan sebenarnya bakal agak bingung kalau gak konsen baca ceritanya, soalnya agak lompat-lompat)

Salah satu buku yang sangat saya suka untuk mengakhiri tahun 2018.
(Dan, ya, ini challenge saya jadi berkurang bukunya karena hectic dan mood yang ke mana-mana).
Galih Khumaeni
Aug 06, 2018 rated it really liked it
Shelves: novel
Baca O bikin saya inget satu panel dari Hellboy



Dari cerita, O adalah cerita Eka Kurniawan paling luas. Karakternya banyak banget, dan sering gonta-ganti sudut pandang juga. Lumayan merepotkan memang, apalagi yang belum terbiasa. Ceritanya tetap menarik kok, Premis "Monyet yang ingin menikahi Kaisar dangdut" itu enggak bohong. Bahkan ceritanya sebenarnya bukan tentang itu saja.

Novel ini asik, lucu, rumit, dan rada edan. Standar Eka Kurniawab lah. Banyak Hal yang gak bisa kalian duga.
Humaidah
Oct 19, 2019 rated it it was ok
Buku Eka Kurniawan ketiga yg gw baca, setelah Cantik itu Luka dan Lelaki Harimau. Ga tahan gw baca buku ini. Jijik. Bukan genre gw lah. Tapi gw penasaran dan gw selesein dalam sehari, ya ga gw baca plek2 semua sih, ada bagian yang skimming juga.
Pringadi Abdi
Mar 10, 2016 rated it it was amazing
Salah satu hal yang menakjubkan dari Eka adalah kemampuannya membuat dan mengendalikan banyak karakter, dan karakter tersebut punya motif, dan motif antarkarakter dapat saling berkait. Memandang karya-karya Eka, seperti melihat hasil seni kirigami dimensi 3, kita akan mengerti kalau melihat polanya, rumit dan indah.

Mendoakan karya ini laris agar membuka cakrawala baru ke pembaca, oh, ternyata cara bercerita ga selalu yang begitu-begitu saja. Jadinya Eka akan membuka jalan bagi banyak penulis
...more
Merahnaga
Nov 24, 2017 rated it did not like it
mengecewakan. baca buku ini, seolah melihat EKA yang tak berkembang. dari gaya ucap dan bahasa, tema, fokus, tokoh dll nyaris tak berubah banyak dari buku-buku yang lalu. penurunan yang sangat besar di saat dia sudah dianggap penulis besar. tak ada kebaruan yang menonjol, terlihat cari aman, dan yah, setelah baca O apa yang kamu dapat sih? :3
Fatoni M
Dec 26, 2015 rated it really liked it
Saya setuju dengan Mas Eka mengutip Animal Farm di menjelang penghujung novel. Manusia sulit dibedakan dari binatang. Novel yang super padet dengan kisah2 tokohnya, yang semuanya menarik. Tapi masih lebih bagus Lelaki Harimau.
Elsita F.
Mar 31, 2018 rated it really liked it
"Huh, manusia. Dari sampah kembali ke sampah." - hlmn 470

Review nyusul :))
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Pulang
  • Laut Bercerita
  • Aroma Karsa
  • Bumi Manusia
  • Entrok
  • Burung-Burung Manyar
  • Child of All Nations (Buru Quartet, #2)
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
  • Rectoverso
  • Muslihat Musang Emas
  • 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Gadis Pantai
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • Harimau! Harimau!
  • Saman
  • Tiba Sebelum Berangkat
See similar books…
1,062 followers
Eka Kurniawan was born in Tasikmalaya in 1975 and completed his studies in the Faculty of Philosophy at Gadjah Mada University. He has been described as the brightest meteorite in Indonesias new literary firmament, the author of two remarkable novels which have brought comparisons to Salman Rushdie, Gabriel García Márquez and Mark Twain; the English translations of these novels were both published ...more

News & Interviews

Need another excuse to treat yourself to new book this week? We've got you covered with the buzziest new releases of the day. To create our lis...
2 likes · 0 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Apakah ia memiliki cinta? Tidak. Ia tak pernah mencintai siapa pun. Tak ada burung pelatuk lain yang menarik perhatiannya. Ia burung tanpa cinta. Jika ada cinta, itu hanya cinta kepada pekerjaannya mematuki batang pohon. Tak lebih. Bagi makhluk lain, apa yang dilakukannya terlihat menyedihkan. Tapi siapa kita sehingga berhak menghakimi perasaan makhluk lain?” 5 likes
More quotes…