Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Hujan Bulan Juni” as Want to Read:
Hujan Bulan Juni
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Hujan Bulan Juni

(Trilogi Hujan Bulan Juni #1)

3.61  ·  Rating details ·  2,147 ratings  ·  363 reviews
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri.

Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan
...more
Paperback, 144 pages
Published June 18th 2015 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
3.61  · 
Rating details
 ·  2,147 ratings  ·  363 reviews


Filter
 | 
Sort order
Alvin Zirtaf
Jul 03, 2015 rated it it was ok
Tidak ada yang lebih tabah dari pembaca novel ini.
Teguh Affandi
Jul 01, 2015 rated it liked it
Hanya Sapardi yang diizinkan nulis novel seperti ini. Heeehee, jujur aku berekpektasi terlalu tinggi untuk novel tipis ini. Memang novel ini berisi konflik sederhana, antara Sarwono dan Pingkan, sama-sama dosen yang saling mencintai. Namun ada banyak kendala yang merintangi terutama perbedaan agama dan suku bangsa keduanya.

Namun kesederhanaan itu menjadi rumit sekali dengan cara bercerita yang ribet. Entahlah! Aku sendiri kurang sreg (selera ya). Ya, Sapardi masih menggunakan cara bercerita mir
...more
Arief Bakhtiar D.
Jun 25, 2015 rated it really liked it
KASIH SAYANG DAN SEDIKIT TENTANG IMAN

“Bahwa kasih sayang beriman pada senyap.”—hal. 45


KETIKA teknologi informasi dan media sosial mulai marak dipakai oleh hampir setiap orang yang berusia produktif, barangkali sekitar tahun 2011, saya pernah menduga bahwa di masa depan isi novel-novel dan cerita pendek Indonesia tidak akan terlalu jauh dari komunikasi semacam situ. Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin mulai mencuri kesadaran awal saya ketika Tereliye memberi tempat yang kentara bagi e
...more
cindy
Nov 12, 2015 rated it liked it
"...bahwa kasih sayang ternyata sebuah ruang kedap suara yang merayakan senyap sebagai satu-satunya harap..."

novel tentang penantian, harapan dan kerinduan antara dua insan yang berbeda latar belakang dan keyakinan.

suka dengan bbrp bagian penulisannya *hal 44-45 yang tanpa titik koma itu indah sekali*, suka juga dengan cara penulisannya yg meski beralur maju tapi penuh dengan semburan stream of conciusnesss yang mengawang kemana-mana, juga dengan ide besar ceritanya, tapi kok terasa "zadul yang
...more
Haniva Az Zahra
Jul 04, 2015 rated it really liked it
Secara umum, saya suka buku ini. Secara lebih mendetail, saya suka halaman muka buku ini. Saya suka gaya Sarwono yang mencintai Pingkan, gaya Pingkan terhadap Sarwono. Lucu ya nama tokohnya, kalau buat saya sih ya, terasa Indonesianya. Orang Jawa dan keturunan Menado. Latar cerita dekat dengan saya, lingkungan kampus UI. Pingkan adalah asisten dosen prodi Jepang dan Sarwono di prodi Antropologi. Banyak orang di sekitar mereka yang perlu melihat Pingkan bersama Sarwono, atau sebaliknya. Kalau han ...more
Hidayu Hatta
Apr 20, 2017 rated it liked it
Mengapa langit menawarkan ruang yang mahaluas agar orang bisa menatap ke Yang Tak Terbatas. Mengapa ada pepatah untuk kota itu; Langitlah batasnya.

Tapi aku tak pernah membayangkan betah tinggal di sini selama-lamanya. Aku hanya sebentar. Untuk belajar.

Seperti sebentarnya Hujan Bulan Juni yang hari ini selesai.
Mahir
Jul 14, 2015 rated it it was ok
Tak ada yang lebih tabah dari pembaca novel Hujan Bulan Juni...
Biondy
Jun 16, 2015 rated it it was ok
"Hujan Bulan Juni" bercerita tentang Sarwono, seorang dosen muda UI, serta Pingkan, seorang gadis yang akan melanjutkan S2-nya di Jepang. Walau saling mencintai, masih ada masalah perbedaan suku dan agama di antara mereka.

"Hujan Bulan Juni" ini adalah salah satu novel yang ingin saya baca sejak pertama kali rilis. Sebelumnya saya sudah pernah baca kumpulan puisi berjudul sama (review di sini) dan saya juga memilih kumpulan puisi itu sebagai buku terfavorit 2013. Sayangnya, saya kurang suka deng
...more
Theresia
Jun 21, 2015 rated it did not like it
Shelves: f-indonesian
This book is a hot mess.

First, "zadul" is annoying, and its unnecessary repeat appearance is enough to make me want to lob this book at someone else's head, preferably a grammar nazi. Hell to old men's proper and correct Indonesian spelling's need to correct things that don't need correction. (If I have to write 'correct' one more time, I'll eat my shoes.) Second, all the Japanese stuff. So much, and yet so wrong. Third, SDD and Shrek and WA and Javanism and other yadda yadda bs form the unholy
...more
Mobyskine
Jun 03, 2017 rated it liked it
Kisah cinta si lelaki dan si gadis berlainan suku/adat dan agama, saling suka namun kisahnya tidaklah seromantis yang selalu-selalu. Masalah-masalah sendiri-- kurang yakin, mungkin. Diceritakan seakan ia satu halangan yang besar terutama bagi si lelaki yang seringkali berfikir-fikir sendiri, risau, dan cemburu. Ada kisah-kisah keluarga dan hal-hal sahabat juga. Agak menarik bila ada satu bahagian yang ditulis tanpa titik atau koma sebanyak dua muka. Juga bahagian balas-membalas mesej antara kedu ...more
Tutut Laraswati
Feb 06, 2017 rated it liked it
Sebagai seorang penyair yang cukup senior dan sekaligus akademisi sastra, saya punya ekspetasi cukup tinggi ketika menemukan novel ini di toko buku. Seorang Sapardi menulis novel? Ini buat saya adalah kejutan. Kejutan saya selanjutnya adalah, Sapardi menovelkan puisi Hujan Bulan Juni yang cukup terkenal itu. Dan konon katanya, puisi ini sudah bertransformasi menjadi bentuk lain; dari puisi kemudian menjadi lagu, komik, film dan yang terakhir novel ini.

Kelebihan dari novel ini buat saya adalah pe
...more
Arista Devi
Jun 29, 2015 rated it really liked it
Puisi adalah Puisi, memiliki bentuk dan makna keindahannya sendiri. Tak bisa dibandingkan dengan novel atau karya jenis lainnya meski dituliskan dengan judul yang sama oleh penulisnya sendiri. Itu yang saya pahami dari membaca novel ini dan semestinya dipahami oleh pembaca lainnya agar 'tak kecewa berlebihan' karena ternyata tak bisa menemukan sosok puisi Hujan Bulan Juni yang dicarinya dari buku ini.

Untuk sementara mari tempatkan Puisi Hujan Bulan Juni pada tempatnya dan menikmati novel ini se
...more
Ari
Aug 30, 2016 rated it it was ok
Buku tantangan #6 reading challenge August; Novel Lokal.

Kalau ada yang bilang baca novel ini perlu ketabahan, memang ada benarnya.
Gimana gak harus tabah kalau dari 144 halaman, dari halaman 10-117 isinya flashback semua dengan time frame yang loncat-loncat sesukanya seperti vampir China?!! Belum lagi perpindahan POV yang juga suka-suka!

So basically nothing happened sepanajang 144 halaman itu kecuali dua orang dewasa, academically smart tapi insecure dengan relationship-nya, sehingga horny dan ha
...more
Aditya Agni
Jul 10, 2018 rated it really liked it
Sapardi Djoko Damono adalah Puisi, Puisi adalah Sapardi Djoko Damono.
Yap, hal itu serasa diperkuat setelah saya membaca karya Beliau dalam bentuk bukan puisi, namun sebuah novel.

Rasanya seperti membaca puisi, pemilihan diksi, pemenggalan kalimat, dsb. Prof. Sapardi tidak bisa dilepaskan begitu saja dari puisi.

Temanya sangat umum, cerita mengalir begitu saja, tanpa banyak kejutan. Yang membuat novel ini istimewa justru detail-detail pada ceritanya, yang sepertinya hanya Sapardi yang bisa melakuka
...more
Opat
Jun 16, 2015 rated it really liked it
Sejak baca beberapa review yang bilang Pak Prof SDD "mendingan nulis puisi daripada novel", saya jadi nggak berekspektasi macam-macam. Tapi ini Pak SDD, dan mungkin saya tetap bias walaupun ini novelnya pertama buat saya. Dan saya nggak paham, nggak rela, kenapa beberapa (banyak?) bacaan butut dibintangin banyak tapi buku ini nggak.

Berarti cuma sekadar bias, Pat?

Ya terserah mau bilang apa.

Inti ceritanya buat saya sebenarnya cukup yaelah apaan deh. Buat saya nih yaaa, itu kegalauan Sarwono nggak
...more
Pauline Destinugrainy
Jun 19, 2015 rated it liked it
Shelves: fiction, novel
Satu bintang saya berikan karena di buku yg saya pegang ini ada tanda tangan pak SDD disertai tulisan "Untuk Desty" (thanks untuk Lulu).

Memahami novel ini hampir sama sulitnya memahami puisi Hujan Bulan Juni. Kita semua tahu bahwa puisi itu berkisah tentang sebuah penantian. Penantian itu dijabarkan dengan cara berbeda di novel ini.

Di dalam novel ini dikisahkanlah penantian Sarwono akan cinta Pingkan. Sarwono, seorang dosen muda UI jatuh cinta pada Pingkan, juga dosen muda UI yang akan melanjutk
...more
Manik Sukoco
Dec 28, 2015 rated it it was amazing
Here's my favorite part on this novel:

"QUATRAINS"
/1/
I sent you a few words
ones that are now rare –
if they reach you one day,
hide them, there’s no way to understand me
/2/
the space that exists within a word
is like our home:
there are pictures, sounds, and gestures in it –
and yet we are forbidden to decipher it
/3/
for those who still believe in words:
silent is their surging core, pitch-dark is their heart of fire –
but when will we ever understand the sea?
and the eternal fire?
/4/
what do
...more
Chaniago
Jul 23, 2015 rated it liked it
Recommends it for: Penggemar hujan
Recommended to Chaniago by: Kakak saya
Pertama, novel ini tidak terlepas dari pengarangnya, Eyang Sapardi Djoko Damono. Seorang sastrawan kalau tidak boleh dibilang zadul, ya cukup berumur lah, sehingga banyak kebingungan dalam menandai alur cerita ini, sebenarnya cerita ini di masa sekarang atau di era 70-an?

Kedua, jika dilihat dengan teknologi yang ada, seperti WA, photo crop, atau Shrek, cerita ini jelas mengambil setting di tahun-tahun saat ini.

Ketiga, bahasa yang digunakan agak aneh untuk percakapan dosen di lingkungan UI yang m
...more
Awal Hidayat
Jun 19, 2015 rated it liked it
Shelves: borrowed, novel, romance
Butuh waktu yang agak lama supaya bisa benar-benar mengkhatamkan buku ini. Bahasanya masih lebih puisi ketimbang dibilang ini adalah versi novelnya. Saya merasa sulit saja memahami apa sebenarnya maksud dari novel ini. Tapi, Sapardi memang punya racikan katanya sendiri untuk menyamankan saya dengan buku ini-terutama di bagian akhir.

Ceritanya berkisah tentang penantian Sarwono pada Pingkan. Hampir mirip dengan beberapa cerita yang sudah ada, dalam kisah mereka, yang menghalangi bisa jadi keluarga
...more
B-zee
Jun 18, 2016 rated it it was amazing
Sedikit kurang dari lima, 4.5 kali ya, tapi layak dapat pembulatan ke atas dari saya yang lemah terhadap novella yang kuat.

Ya, novel singkat kalau isinya kuat bagi saya jauh lebih mengena dari novel panjang yang penuh detail. Di novel ini, saya merasa pak SDD sedang 'memamerkan' kekayaan bentuk narasinya. Mulai dari bahasa puitis sampai dialog 'ala kadarnya'. Duh, saya tidak tahu ya istilah-istilah begitu, saya cuma bisa membandingkan bentuk-bentuknya.

Pada akhirnya saya bahkan tidak peduli pada
...more
Boyke Rahardian
Jun 20, 2015 rated it it was ok
Shelves: general-fiction
Ya memang, novel ini adalah karya Sapardi dan siapa dari kita yang tidak pernah termehek-mehek oleh puisinya? Tapi Sapardi dalam novel ini rasanya tidak selincah dirinya saat menulis puisi. Plot ceritanya sederhana saja, tidak ada yang salah dengan itu. Yang bikin lelah sebenarnya adalah gaya bercerita yang agak terlalu dipanjang-panjangkan. Mungkin lebih sesuai untuk cerita pendek. Seluruh cerita seperi kata pengantar yang kepanjangan untuk "Tiga Sajak Kecil" di akhir buku.


***
Rayya Tasanee
Jun 25, 2015 rated it liked it
Tulisan Pak Sapardi memang tak perlu diragukan.
Tetapi saya lebih suka membaca tulisan-tulisan beliau dalam bentuk puisi dibandingkan novel.
Steven S
Apr 28, 2018 rated it really liked it
Butuh tujuh belas cetakan hingga kutamatkan novel karangan Prof Sapardi itu. Sungguh kelamaan menurutku!

Semenjak punya terus kujual segelan ke seseorang di tempatku tinggal, novel ini kembali masuk radar pembacaanku setelah keluar versi ketiga-buku ketiga-dari trilogi percintaan Sarwono ini. Apalagi sehabis membaca ulasan pertemuan mbak Ratih dengan SDD di Solo. Tampaknya waktunya pas untuk mencoba membaca novel itu.

Sekali duduk-jangan bayangkan cepat saja-yang kurasa berlalu sembilan puluh meni
...more
Nisa Rahmah
Oct 29, 2017 rated it liked it
Shelves: romance
Di antara kerumitan dan keindahan bahasa puisi Sapardi Djoko Damono, saya terkejut mendapati buku ini memiliki bahasa yang bahasan yang sederhana: tentang Sarwono si dosen muda Jawa yang jatuh hati pada Pingkan, sesama dosen muda yang lahir dari percampuran darah Menado dan Solo. Kisah cintanya bisa dibilang sederhana pula, tidak muluk-muluk, seperti sedang menaiki gondola pada sungai yang tenang; bukan tipikal kisah cinta menggebu dan harus menaklukkan tantangan seperti ketika menaiki perahu ka ...more
Shabrina Anggraini
Feb 11, 2017 rated it liked it
Ekspektasi saya pada novel ini sepertinya terlalu tinggi. Saya pikir novelnya akan menggugah hati saya saat membaca, tapi ternyata tidak. Saya tidak punya feeling apa pun sama tokoh-tokohnya. Alurnya juga tidak bisa membuat saya hanyut dalam cerita.

Akhir novel ini menggantung. Akhir yang membuat saya jadi berkata keras-keras, "Udah selesai nih? Udah sampai sini doang? Udah, gini aja?"

Tapi, puisi yang ada di akhir bagus sih. Satu-satunya alasan yang membuat saya memberikan tiga bintang yang tadi
...more
Iis Afriyanti
Jan 18, 2018 rated it really liked it
Ceritanya sungguh sangat sederhana, tetapi Sapardi menggambarkannya dengan begitu detil seolah semua yang nyata digambarkan dengan gambaran yang begitu jelas dengan gaya yang nyastra tanpa membuat bosan. Karena kadang saya sering melewati deskripsi-deskripsi di dalam novel karena bahasanya yang membosankan. Tapi untuk yang satu ini tidak..

Meski di bagian terakhir, pembaca diminta menentukan takdir dari sosok pinkan dan sarwono
Fatimah Ghanim
May 07, 2018 rated it it was amazing
Topik paling greget dari novel ini, tentunya tentang sosok Pingkan dengan keliyanannya serta kebimbangan identitas dirinya yang dikotak-kotakkan adat, disajikan dengan bahasa yang ruwet tapi terasa manis dan hangat, terasa begitu dekat.
Zulzafry Zulkifly
Apr 09, 2018 rated it liked it
cerita cinta tak kesampaian seorang pensyarah (penyair) kepada mahasiswa dari fakulti lain. sweet pada beberapa bahagian dan sedih di bahagian lain.
Shiva Devy
Dec 27, 2018 rated it really liked it
Cara bertuturnya para tokoh dan pencerita sungguh hidup. Ah, tidak tenang rasanya dengan akhir kisah Sarwoni dan Pingkan yang begitu. Saya ingin sekuelnya Pak.
Sulis Peri Hutan
Jun 20, 2015 rated it liked it
Shelves: buntelan, koleksiku
Saya bukan penikmat sastra, namun sesekali mencoba membacanya. Saya bukan pecinta puisi, sangat jarang melirik karena saya tidak mempunyai bakat dalam hal membuat atau mencernanya. Ketika selesai membaca buku inilah saya mencoba memahami puisi Hujan Bulan Juni, yang bagi saya sulit dimengerti. Namun, buku ini adalah rasa lain dari puisi yang cukup fenomenal tersebut, mungkin tercipta bagi orang seperti saya yang sulit memahami sebuah puisi, karena menjadi lebih mudah saya terima.

Banyak yang bila
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
refleksi hujan bulan juni 1 2 Dec 09, 2018 07:00AM  
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Maya
  • Tabula Rasa
  • Dua Ibu
  • Saia
  • Kedai 1002 Mimpi
  • Klub Solidaritas Suami Hilang: Cerpen Pilihan KOMPAS 2013
  • Semua Untuk Hindia
  • Panggilan Rasul: Kumpulan Cerpen
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • The Journeys 3: Yang Melangkah dan Menemukan
  • Muhammad: Sang Pewaris Hujan
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Entrok
  • Tiada Ojek di Paris: Obrolan Urban
1,239 followers
Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menj
...more

Other books in the series

Trilogi Hujan Bulan Juni (3 books)
  • Pingkan Melipat Jarak
  • Yang Fana Adalah Waktu
“Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk.” 27 likes
“Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar saputangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin. (66)” 19 likes
More quotes…