Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi” as Want to Read:
Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi

by
3.76  ·  Rating details ·  399 ratings  ·  61 reviews
“Kau percaya masa depan masih memiliki kita?”
“Akan selalu ada kita. Aku percaya.”


NANTI tidak bisa begitu saja menoleh dan pergi dari masa lalu meskipun ia sudah berkali-kali melakukannya. Terakhir, ia mengucapkan selamat tinggal dan menikah dengan lelaki yang kini berbaring di makamnya itu.

Aku tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal.
Aku tidak pernah mau beranjak dar
...more
Paperback, 276 pages
Published May 27th 2015 by GagasMedia
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi, please sign up.

Be the first to ask a question about Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.76  · 
Rating details
 ·  399 ratings  ·  61 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi
Ramdan Ujang
Aug 11, 2015 rated it it was ok
Sebagai seorang yang puitis, Aan Mansyur membanjiri novel ini dengan kata-kata yang indah di setiap baris. Bagus? Bagi penggemarnya mungkin iya. Tetapi bagi saya, yang berusaha seobjektif mungkin (karena ketika membaca novel ini dibayang-bayangi kata "selebtwit", alih-alih "penyair"), terasa begitu membosankan. Tidak ada letupan-letupan atau kekaguman yang saya rasakan terhadap kata-katanya, pun ceritanya yang klise. Alurnya yang dibuat maju mundur menjadikan akhir cerita mudah ditebak bahkan di ...more
ABO
Jun 30, 2015 rated it liked it
Shelves: 2015-books
Tidak mudah untuk membahas buku ini tanpa membeberkan sedikit ceritanya. Jadi, maafkan saya sebelumnya kalau di ulasan ini saya secara tidak sengaja menyebutkan hal yang bersifat spoiler. Tapi sebenarnya tidak ada juga hal yang cukup mengejutkan di buku ini karena bagian blurb-nya yang nggak nyambung itu (atau bisa dibilang saya yang nggak nangkep maksud blurb-nya) sudah mengungkapkan inti cerita buku ini.

Ketika awal membaca, saya cukup terkejut setelah mengetahui kalau buku ini adalah sebuah no
...more
Mandewi
Dec 09, 2015 rated it really liked it
Kalau kamu mati, kamu akan meninggalkan apa? Atau, apa yang sudah kamu persiapkan seandainya kamu mati nanti?

Jiwa Matajang (mak, nama tokohnya keren!) meninggalkan manuskrip yang bisa saya sebut semi-biografi Jiwa yg ia tulis sendiri. Di dalam cerita, Jiwa memang seorang penulis. Isi naskah novelnya? Tentang (sebagian kecil atau besar?) perjalanan hidupnya. Dari masa kecil, hingga saat-saat sebelum kematian menjemputnya. Tapi intinya, ia bercerita tentang rasa cintanya kepada Nanti, kekasihnya y
...more
Yunia Damayanti
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Wawan Kurn
Jun 09, 2015 rated it really liked it
Nanti dan Jiwa semoga hidup dalam kehidupan yang lebih baik di ruang kehidupan yang jauh lebih baik, dari kehidupan yang telah ada atau yang ditiadakan.
Catur Indrawan
Jun 13, 2015 rated it it was amazing
Saya ingin berterima kasih pada Aan Mansyur yang telah menuliskan novel yang; saya ingin mengatakan novel ini indah. Tetapi, hidup selalu punya tetapi. #eh
Rangga Mahaswa
Jan 10, 2019 rated it really liked it
Shelves: novel
What is love or desire? I don't believe it. But, In the end, Mansyur has an unique style to make fiction, story, and poem alive together in the piece of sentences.

live always has coma or something...

and
don't forget to love yourself and other before death comes.
...more
Shuhada Ramli
Oct 16, 2016 rated it it was amazing
Ini kali pertama saya membaca tulisan Aan dan saya akui bahawa saya sudah mulai jatuh hati terhadap bahasanya yang indah dan mudah difahami. Saya dibawa jauh ke dasar hidup Jiwa dengan merenangi rentetan hidup Jiwa dari kecil. Buku ini benar-benar memberi erti sepi. Kedua-dua POV menjadikan cerita ini seperti sebuah cerita nyata, walaupun Aan ada menyatakan ini adalah rekaan semata-maya dan boleh jadi ianya cerita yang benar.

Pergaulan perasaan cinta dan kesepian menambahkan lagi emosi kepada sa
...more
Awal Hidayat
Jun 19, 2015 rated it really liked it
Saya menyesal tidak mengetuk pintu saat book launch, meski saat itu saya hanya perlu menggamit gagang pintu Museum La Galigo. Banyak sekali tanya yang hendak saya sampaikan. Termasuk untuk buku ini, saya heran sendiri, mungkinkah Jiwa dalam buku ini adalah "jiwa" Aan Mansyur sendiri. Penasaran saya terjawab di "Lampiran atau Beberapa Perihal Kecil yang Ditulis oleh M Aan Mansyur Khusus untuk Anda". Buku ini, novel puitis. Hampir di tiap halaman, seperti sedang membaca sepilihan sajak romantis na ...more
Nenden Arum
Aug 27, 2015 rated it it was amazing
Sepertinya sebuah kesalahan besar bagi saya karena membaca novel Aan Mansyur ini, di tengah upaya untuk menghindar dari masa lalu, Aan malah menyarankan untuk hidup dan berdamai dengan masa lalu.
Sudah tidak perlu diragukan, bahasa-bahasa puitis membanjiri sekujur novel ini, banyak kalimat-kalimat yang quotable dan akan tampak keren jika diposting di media sosial sebagai status.
Tapi, saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Aan yang sudah menulis ulang novel ini, dengan konsep yang tidak jauh
...more
Zalila Isa
Sep 06, 2015 rated it really liked it
Shelves: sastera
Ini adalah antara buku yang sukar untuk saya habiskan. Bukan kerana ia sukar difahami atau membosankan. Buku ini antara buku yang tidak mahu saya habiskan segera.

Setiap bab, setiap perenggan membuatkan otak berkecamuk ingin menulis juga perkara yang sama dalam konteks yang berbeza. Setiap ayat membawa kita untuk berfikir sama dan kadangkala menyanggah atau geram dengan tindakan watak.

Jika diikutkan buku ini mengangkat kisah cinta yang biasa. Namun garapan dan olahan serta stail persembahannya u
...more
Muhammad Hasandinur
Sep 19, 2015 rated it it was amazing
i don't do twitter anymore nor i got the promotion from somewhere else.

For those who doesn't know the way his poem works, you should read Chairil Anwar's works. you don't expect a book from a poet, you expect a poem.

really love the footnote. it's like i'm reading this book with Nanti besides me and she always blabbing about every detail :)

and i can relate with this toooo much, and it kinda hurts hhaha
...more
Luthfi Amri
Jul 24, 2016 rated it liked it
Kehidupan selalu memiliki tetapi, sama halnya dengan buku ini. Kegetiran hidup didamaikan oleh sepi dan kesendirian tetapi pembohong ulung sekalipun selalu gagal membohongi dirinya sendiri.

ps. nama-nama tokohnya bagus; Mimpi, Hujan, dan Nanti.
Nopitri Wahyuni
Feb 05, 2018 rated it it was ok
Jujur, saya bingung harus memberi tanggapan apa. Namun, saya tergelitik untuk menjadi bagian yang membuat bintang yang tidak terlalu banyak bagi buku ini. Saya selalu menyukai karya- karya puisi Aan Mansyur dengan karakter emosi yang tersampaikan melalui diksi- diksi yang indah; dan "nature" Aan itulah yang banyak menyelamatkan buku ini. Walaupun, saya terkadang agak risih dengan bahasanya yang puitis dan "berlebih-lebih" seperti kutipan- kutipan cinta di media sosial. Apalagi, catatan kaki di s ...more
Aksa
Feb 28, 2018 rated it really liked it
Shelves: 2018
Menjadi lelaki terakhir yang menangis di bumi, aku melihat seorang lelaki yang begitu pesimis akan dirinya sendiri. Ia jatuh cinta, begitu gila pada satu sosok wanita.

Baginya, sebagai lelaki ia berusaha memperbaiki nama laki-laki ketika ayah dan kakeknya menjadi bajingan di mata wanita. Ia hidup bersama wanita yang bertahan pada kesetiaannya. Ibu dan neneknya.

Tapi ia juga hidup dan mengenal seorang lelaki yang memilih setiap pada cintanya. Seorang pria yang jatuh cinta pada ibunya. Kehidupan yan
...more
tokkiri
Jan 18, 2020 rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Dewi Hambali
Jul 10, 2017 rated it really liked it
Setelah Kukila, ini jadi bacaan kedua dari Aan Mansyur yang genrenya bukan puisi. Tepatnya ini novel yang menceritakan tentang Jiwa yang patah hati karena ditinggal oleh Nanti, mantan kekasihnya, untuk menikah dengan lelaki lain. Setelah itu, Jiwa berusaha untuk jatuh cinta pada perempuan-perempuan lain, namun ternyata tak semudah itu.

Novel ini unik, karena meski Jiwa yang bercerita, namun kita dapat melihat dari sudut pandang Nanti juga. Nah, caranya ini yang unik, sudut pandang Nanti dihadirka
...more
Erika Indriyani
Jan 03, 2021 rated it really liked it
Shelves: book-2021
Novel Aan Mansyur yang baru pertama kali aku baca, seringnya baca buku puisinya. Terlalu puitis jika disebut novel sih, banyak kata-kata pemanis cerita yang bikin salfok daripada isi ceritanya gitu. Untuk ukuran lelaki menurutku Jiwa terlalu melankolis tapi bukan tanpa alasan sih sifatnya seperti itu. Kepribadian Jiwa dibentuk dari lingkungannya yang sebagian besar perempuan. Lalu masalah percintaannya dengan Nanti yang bucin abis, first sign lagi. duh gak ngerti lagi ini sama sosok Jiwa.
Naufal Muflihudzaky
Jun 15, 2018 rated it really liked it
saya suka penempatan aan mansyur dalam menempatkan sosok nanti sebagai cacatan kaki yang memiliki sifat tersendiri.. membuat ceritanya semakin hidup.. jenius!!
bercerita tentang sosok pemuda bernama jiwa dengan cerita penderitaannya tentang kenangan kekasihnya yang memilih untuk mempersuntung pria lain..
tapi dalam buku ini lebih di ceritakan tentang bagaimana cara jiwa menghadapi pedih dalam hari-harinya terhadap keadaannya tanpa nanti..
Ajeng Veran
Feb 27, 2019 rated it really liked it
Jika mencari sebuah buku yang mengandung banyak kata-kata filosofis dan indah namun juga tidak cengeng, ini buku bisa jadi pilihan. Seakan banyak yang ingin saya tandai di halaman-halamannya demi membaca kembali kalimat-kalimat puitis nan penuh makna.

Sebagai sebuah novel, saya merasa ini seperti potongan-potongan cerita dari kisah satu ke kisah lainnya, dan tidak terlalu kuat konfliknya. Entahlah.
Fitri Wahyuningsih
Oct 06, 2017 rated it liked it
Ceritanya biasa saja, sebenarnya. Tidak Ada sesuatu yg 'wah' dlm bku ini. Hanya saja, karena yang menuliskan adlh seorang Aan Mansyur yg selama ini dikenal sbg seorang penulis puisi, jadi yah, saya akui bangunan kata yg digunakan untuk penceritaan dlm novel ini memang indah. :') ...more
Ahmad Rofai
Aug 30, 2017 rated it really liked it
silakan klik link berikut :
https://ahmadrofai.wordpress.com/2017...
...more
Muhammad Ikbal
Jan 08, 2021 rated it really liked it
saya suka sekali dengan diksi yang dipilih penulis dalam menggambarkan sesuatu.
Ryan Alam
Sep 07, 2018 rated it really liked it
selain buku Puisi Kak Aan, bacalah buku cerita ini
Adek
Mar 03, 2017 rated it it was ok
Novel kedua Aan Mansyur setelah Kukila yang saya baca. Kesimpulan saya tetap, once a poet is a poet. Saya suka sekali membaca puisi-puisi Aan, tapi tidak novelnya.
Belindanyaan
Jul 25, 2018 rated it really liked it
Suprisingly i loved this book, but feel uncomfy with too much footnote. Its like norwegian wood plot but not too angsty.
Viona
Jun 24, 2015 rated it liked it
Buku ini sangat unik, setidaknya begitu menurutku. Mungkin karena aku belum pernah membaca buku yang seperti ini. Sebenarnya, dimana letak keunikannya? Mari kita bahas!

Pertama, tentu saja, judulnya sangat unik! Bagaimana bisa Lelaki Terakhir Yang Menangis di Bumi dijadikan sebuah judul dari novel? Pada awalnya, aku sangat penasaran dengan isi dalam buku ini. Mungkin karena aku melihat judulnya (biasanya, sebuah buku dapat menentukan ‘tema’ , ‘ciri khas’, atau bahkan ‘konflik’ dari ceritanya), la
...more
Rahardian Shandy
Jul 05, 2015 rated it really liked it
Shelves: favorites
Ini novel pertama, tepatnya, karya pertama Aan Mansyur yang saya baca. Novel, yang menurut saya, bergenre romance ini menyuguhkan cerita yang sederhana, namun mengalir. Kata-kata yang puitis namun tidak terlalu berlebihan mendayu-dayu. Saya cukup terbawa ke dalam alur ceritanya. Namun, di luar itu semua, saya sangat suka dengan model penyampaian kisah yang, entah benar atau tidak, dibuat sendiri oleh Aan Mansyur ini. Jiwa, tokoh utama yang dikatakan Aan Mansyur sebagai kerabatnya yang telah mati ...more
Asty Intan
Nov 27, 2015 rated it liked it
Pada awalnya, saya tertarik ketika novel ini diberitahukan merupakan sebuah catatan perjalanan cinta yang belum sempat diterbitkan oleh penulisnya sebelum ia pergi. Saya menganggap bahwa catatan ini merupakan hasil tulisan dari dua orang yang terlibat di dalamnya.

Tetapi, hidup selalu punya tetapi...

Kemudian, di separuh jalan, saya menutup buku ini dan tidak menemukan kapan waktu yang tepat bagi saya untuk melanjutkan membaca novel ini hingga selesai, karena ceritanya begitu digambarkan dengan sa
...more
Sigit Revolusioner
Aug 22, 2015 rated it it was amazing
Saya belajar banyak hal dari novel ini. Novel yang bagus, terlebih banyak kata puitis dalam buku ini.. Ini novel atau autobiography saya. Entahlah! Saya seperti membaca kisah saya sendiri. Saya punya banyak kesamaan dengan Jiwa, si pemeran utama dlm novel ini. Kita sama sama suka nulis, kopi, buku, dan begadang. Saya juga mudah jatuh cinta pada seseorang, seperti Jiwa. Dan anehnya kita sama sama terbelunggu dalam jeruji gigi seorang wanita. Namun, ada hal yg membedakan saya dengan jiwa, tentang ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Corat Coret di Toilet
  • Love & Misadventure
  • The Hollow (Hercule Poirot, #26)
  • Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub
  • Muslihat Musang Emas
  • Memories
  • Tales of Italy
  • Hujan Menulis Ayam
  • Seribu Kunang-kunang di Manhattan
  • Bising
  • Melawan Setan Bermata Runcing: Pengalaman Gerakan Pendidikan Sokola
  • Infinity in the Palm of Her Hand: A Novel of Adam and Eve
  • Sekolah Apa Ini?
  • Menenangkan Diri
  • Menentukan Arah
  • Arah Musim
  • Penuh
  • Wanita Berkarir Surga
See similar books…
967 followers
Hujan Rintih-rintih (2005) | Perempuan, Rumah Kenangan (2007) | Aku Hendak Pindah Rumah (2008) | Cinta yang Marah (2009) | Tokoh-tokoh yang Melawan Kita Dalam Satu Cerita (2012) | Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? (2012) | Kukila (2012) | Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia (2014) | Melihat Api Bekerja (2015)

News & Interviews

Happy Women's History Month! One of the undisputedly good things about modern scholarship is that women’s history is finally getting its due....
95 likes · 16 comments
“Mantan kekasih persis seperti utang, kita tidak pernah betul-betul melupakannya. Kita hanya selalu pura-pura melupakannya.” 21 likes
More quotes…