Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi” as Want to Read:
Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

by
4.01  ·  Rating details ·  1,518 ratings  ·  230 reviews
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.

Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan ber
...more
Paperback, 155 pages
Published April 2015 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.01  · 
Rating details
 ·  1,518 ratings  ·  230 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
Arief Bakhtiar D.
May 28, 2015 rated it it was amazing
SAJAK-SAJAK TENTANG ORANG KOTA YANG TAK PUNYA WAKTU MEMBACA SAJAK

“The book to read is not the one that thinks for you but the one which makes you think.”─Harper Lee


DALAM menciptakan puisi, kata penyair Abdul Hadi, seorang pengarang yang lihai menggantungkan diri pada tiga hal dasar: “intelektualitasnya”, “pengetahuannya yang luas”, dan “ketrampilannya dalam bahasa”. Ada dua lagi yang penting setelah itu, yaitu “kontemplasi” dan “aksi”. Saat mengingat kembali soal itu, pada waktu yang hampir bers
...more
Awal Hidayat
May 23, 2015 rated it really liked it
"Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu." - Menenangkan Rindu.

"Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal, lakukan seperti matahari tenggelam," kataku kepada diri sendiri.

Sampai ketemu besok pagi. Lagi.
" - Kepada Kesedihan.

"Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri
...more
Hafizz Nasri
Apr 18, 2015 rated it really liked it
Shelves: favorites
Barangkali hal patah hati, sepi dan rindu itu agak indah di mata penulis-- orang yang patah hati itu jujur (dan berbahaya), katanya. Kisah-kisah dongeng dalam nada bermetafora, seakan menonton drama di hujung minggu.

Banyak sekali kata-kata penulis yang saya gemar--

"Cintaku kepadanya melampaui jangkauan kata. Aku cuma mampu mengecupkannya dengan mata."

"Aku ingin diam-diam mencintainya seperti benda kecil yang sengaja menjatuhkan diri dan berharap tidak pernah ditemukan."

"Jika mimpi datang, aku in
...more
Aso
Feb 19, 2016 rated it really liked it
Masih ingat kan sama konsep tekanan yang kita pelajari di fisika waktu SMP?. Tekana berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas bidang permukaan yang dikenai gaya tersebut. Nah, makin sempit luas bidang permukaan yang menderita gaya, maka semakin besar tekanannya.

Entah mengapa teori tentang tekanan itu melintas di fikiran saya saat membaca puisi-puisi dalam buku ini. Saya merasakan 'gaya' yang kuat ketika membaca puisi-puisi yang pendek, yang hanya terdiri dua tiga bait. Ba
...more
Regina Ibrahim
May 23, 2016 rated it really liked it
sempat ketemu Aan sewaktu minum pagi...aku harus masuk ke ruang merokok. nah itu dia Aan yang santai bersahaja. Orang kuat MIWF 2016 anak lokal yang aku kagum. Aku jadi terfikir gimana sih dia bisa ketemu ayat ayat kayak gitu...it's a poem but it's not, it;s a prose yet it's sounds poetic.
jelasnya aku kagum banget!!!
foreword dari penyajak veteran itu juga sangt mengagumkan. Ianya seolah olah kelas mini 'bagaimanana menulis sajak telus".
All the best Aan Masyur...more to come from you setelah Tida
...more
Hestia Istiviani
Jan 01, 2016 rated it really liked it
Aku bukanlah tipikal orang yang bisa membaca dan memaknai puisi. Aku percaya kalau indahnya puisi terletak pada apa yang tersirat, bukan yang tersurat. Namun, yang namanya rasa penasaran ternyata tidak bisa dibendung juga. Nama Aan Mansyur belakangan menjadi ramai diperbincangkan karena didapuk menjadi penulis puisi untuk sekuel Ada Apa Dengan Cinta.

resensi lengkap

Aku tidak bisa memberi saran kali ini. Harga bukunya memang tidak mahal. Nama Aan pun aku rasa sudah bisa menjadi jaminan akan kuali
...more
Nur Aimuni
Jan 02, 2017 rated it liked it
Puisi-puisi yang baik dan indah. Prosa kegemaranku - "Aku tidak percaya kepada orang-orang yang senang memamerkan kebahagiaan keluarga mereka. Hiburan dan liburan. Pakaian dan kota-kota asing. Senyuman, pelukan dan berlembar-lembar foto keluarga. Mereka kaca buram yang mudah pecah. Buah-buahan yang tidak dikupas. Barang-barang mewah yang takut ketinggian. Ketika kesedihan menyentuh hidup mereka, semesta adalah kesalahan"
Utami Pratiwi
Oct 11, 2016 rated it really liked it
aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. mereka tahu apa yang mereka cari. mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri. (menikmati akhir pekan, hlm. 125)

suka sama kata-kata dan (yang jelas) gambar di dalamnya.

perlu waktu lama untuk "menemukan" lagi buku ini, dengan dalih "pernah dipinjam seseorang yang belum sempat saya tanyakan cintakah aku padamu".
Jenny Faurine
Feb 11, 2016 rated it really liked it
Yang paling kusuka: Menenangkan Rindu, Sejam Sebelum Matahari Tidak Jadi Tenggelam, Menikmati Akhir Pekan, Menyimak Musik di Kafe, dan Melihat Api Bekerja. :D

Terima kasih untuk untaian katanya yang indah.
Hm, dan terima kasih juga untuk kamu.
Iya, kamu.
Aini Ainayya
Dec 31, 2018 rated it really liked it
Shelves: lokal
Terjemahan Love & Misadventure yang cantik membawa saya untuk mencari tahu karya Aan Mansyur. Saya tidak menyesal, juga tidak sabar menikmati puisi-puisi beliau yang lain. ...more
Raf
Jun 01, 2020 rated it really liked it
Shelves: poetry, great-artwork
8/10

Bahasanya cantik, namun memang sepertinya mengandung unsur-unsur sentimental dari penulisnya sendiri, yang mungkin agak sulit dimengerti oleh kepala orang lain. Formatnya sedikit panjang dibanding kumpulan puisi biasanya. Yang paling kusuka adalah artworknya, sangat cantik... Mesmerizing artworks
Alvina
Dec 23, 2015 rated it really liked it
Puisi ibarat kumpulan udara yang menyesakkan paru-parumu hingga meluap. Meledak dan memenuhimu dengan euforia dan ketenangan yang maha hebat. Sama seperti membaca tulisan-tulisan Aan di sini, membuat saya merindu sekaligus takut kehabisan waktu menikmati tiap kalimatnya.
Pauline Destinugrainy
What should I say? I am melted by these poems.
Dan ilustrasinya membuat saya terpana.
Editanainggolan
Jan 28, 2019 rated it liked it
Shelves: poem
Melihat Api Bekerja, kumpulan puisi karya Aan Mansyur / 2015
Terbitan @bukugpu , cetakan keenam: Oktober 2017, 160 halaman.
ISBN : 978-602-03-1557-7
Rate dariku : 3.7⭐

Puisi ini termasuk puisi modern, dimana sajak-sajaknya tidak terikat lagi dengan aturan puisi yang selama ini kita kenal dalam puisi, pemilihan kata yang indah, terikat dengan unsur irama, ritma, diksi dan gaya bahasa.

Karya Aan Mansyur ini lebih bebas.
Mengutip kata Eyang Sapardi Djoko Damono dalam Kata Pengantar: Mendengar Larik-lar
...more
Asmar Shah
Aug 19, 2017 rated it really liked it
Aku lebih suka dengan buku puisi M. Aan Mansyur ini berbanding buku yang sebelum.

Puisi-puisi yang ditulis terasa senang duduk di celah hati. Ada beberapa puisi yang buat hati terjentik. Tambahan lagi dengan lukisan-lukisan yang diletak-sama di dalam naskah ini, menambahkan lagi mood untuk mendalami perasaan buku ini.

Owhh ya, aku juga ada ketemu dengan M. Aan Mansyur sewaktu PBAKL yang lalu. *sila cemburu!*

Pendek kata, aku suka dengan buku ni.

Titik!
Birsilah Bakar
May 04, 2017 rated it it was amazing
I feel like a plankton next to the immensity and depth of this book *sighs*
Ikhsan Saputra
Feb 06, 2018 rated it really liked it
Sialan kau Aan Mansyur ! Sialan !

Membaca puisi-puisinya membuat saya merasa begitu pedih. Pedih ! Tapi pedih ini membahagiakan. Entahlah. Tapi memang begitu.
Setiap kali hendak membaca satu bait, saya menarik nafas dalam-dalam. Siap-siap ditikam. Siap-siap dikoyak sajak-sajaknya. Dan meski sudah bersiap-siap, tetap saja saya harus berkali-kali memegangi dada lagi dan lagi.

Membuat diri sendiri sedih ternyata sangat menyenangkan. Kurang ajar kau Aan Mansyur. Kurang Ajar !

Sebetulnya bukunya tipis. H
...more
Johan Radzi
Jan 05, 2017 rated it liked it
Buku Aan yang kedua saya baca selepas Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia. Kali ini, puisi-puisi Aan tampil berbeza daripada yang lepas, berbentuk seakan-akan prosa (atau mungkin prosa-puisi?) selain daripada susunan yang kemas dan grafik, saya menyukai judul-judul puisi yang disertakan. Namanya cukup romantis: Langit dan Laut di Timor, Sejam sebelum matahari tidak jadi tenggelam, Jalan yang berkali-kali kau tempuh, Kau membakarku berkali-kali, dll.

Saya bukanlah peminat puisi, jadi saya agak
...more
Muhammad Rajab
Apr 30, 2015 rated it really liked it
bila aku bisa terlahir kembali, aku ingin terlahir sebagai puisi di halaman-halaman buku ini. barangkali sebagian diriku menjadi ilustrasi-ilustrasi indah yang mendampingi puisi-puisi itu.

Aan Mansyur menyihir dengan puisi yang bukan seperti Sapardi, bukan pula seperti penyair angkatan 45, tetapi ia penyair yang lahir di era kebahagian adalah kebohongan, kebohongan adalah kebodohan membunuh anak kecil dalam dirimu sendiri, sendiri adalah lagu paling sedih, sedih adalah guratan takdirmu dan ibumu,
...more
Nisrina
May 01, 2015 rated it liked it
Beberapa orang bilang: "Buku yang bagus adalah buku yang bisa membuatmu berpikir dan ingin menulis." Dalam syarat semacam itu, buku ini benar-benar bagus menurut saya.
Barangkali karena sudah terlampau lama tidak membaca kata-kata berima, saya kesulitan mencerna isi buku ini. Atau juga karena saya terlalu banyak berpikir (tentang maksud buku ini) hingga lupa menikmati puisinya. Yang jelas, ini adalah buku Aan Mansyur pertama yang saya baca dan saya menikmati tiap cerita dalam puisi-puisinya. Ilu
...more
ABO
Feb 27, 2016 rated it really liked it
Bacanya udah lama banget, lupa di-rate di sini :D

Saya bukan penikmat puisi, bacanya pun kadang cuma buat gaya-gayaan :p malah saya pernah diledek temen saya yang penggila puisi & sastra, pas tau saya beli Hujan Bulan Juni cuma buat pamer di socmed x))
Tapi saya akui kalau puisi-puisi di dalam buku ini feels-nya nyampe ke saya, meski banyak juga yang bikin dahi saya berkerut.
Yang terfavorit, puisi yang berjudul Menikmati Akhir Pekan.
...more
Dion Yulianto
Jun 30, 2015 rated it really liked it
Melihat Api Bekerja adalah melihat bagaimana puisi bekerja dan memesona pembacanya. Ulasan singkat di http://dionyulianto.blogspot.co.id/20... ...more
Nadia Fadhillah
Mar 10, 2016 rated it it was amazing
Shelves: owned, favorites
indah sekali buku puisi ini.
puisinya, hurufnya, gambarnya, tata letaknya, warnanya.
mengingatkanku pada semua-semuanya.
membuatku resah entah pada lelaki yang mana. hahaha.

Fadilla Sukraina
May 20, 2016 rated it really liked it
ga terlalu suka puisi sih. jadi cuma mau kasih 3,5 bintang. tapii sekalian 4 aja deh buat ilustrasinya yg kece badai :))
Athaya Irfan
Jul 31, 2016 rated it really liked it
Much better than Tidak Ada New York hari ini.
Melda
Mar 11, 2018 rated it it was amazing
Lagu itu belum berhenti.
Rasa sakit tumbuh seperti kalimat-kalimat indah Sylvia Plath.
Aku mencintaimu dan
mencintai kehilanganku atasmu.

Di kafe itu,
orang-orang berbahagia
demi menghibur kesedihan mereka.
Aku berbahagia karena
selalu bisa sedih pernah memiliki.

Menyimak Musik di Kafe.
126

===

Setiap bagian Puisi punya getarannya masing-masing.
dan saya, selalu menikmati semua bagian dibuku ini.
Ratih
Apr 25, 2016 rated it really liked it
Membaca Melihat Api Bekerja karya M. Aan Mansyur serasa membaca kumpulan cerita yang dipuisikan, dengan kalimat-kalimat serta kata-kata sambung yang sering kali dipecah-pecah secara sembarangan demi memunculkan rima yang teratur. Dalam setiap puisinya, Aan menarasikan bukan hanya perenungan dan perasaan, tetapi juga kritik dan sindiran terhadap hal-hal yang bisa jadi kita anggap “biasa saja” dan tidak perlu dipermasalahkan. Layaknya buah karya seniman pada umumnya, Melihat Api Bekerja, jika bole ...more
Gianty Rusita
May 26, 2020 rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Daniel
Apr 09, 2020 rated it really liked it
Shelves: 8, poetry
M. Aan Mansyur
Melihat Api Bekerja
Gramedia Pustaka Utama
155 halaman
8.1
Norliyana
Dec 31, 2019 rated it really liked it
Pertama kali membaca buku puisi daripada negara seberang. Walaupun banyak perkataan/ayat yang tidak difahami, keseluruhannya puisi di dalam buku ini amat menarik. Sangat berbeza.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Hujan Bulan Juni
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Melipat Jarak: Sepilihan Sajak
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Hujan Bulan Juni
  • Laut Bercerita
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi: Sehimpun Puisi Pilihan
  • Perjamuan Khong Guan
  • Pulang
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Bumi Manusia
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Entrok
  • Filosofi Teras
  • Corat Coret di Toilet
See similar books…
930 followers
Hujan Rintih-rintih (2005) | Perempuan, Rumah Kenangan (2007) | Aku Hendak Pindah Rumah (2008) | Cinta yang Marah (2009) | Tokoh-tokoh yang Melawan Kita Dalam Satu Cerita (2012) | Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? (2012) | Kukila (2012) | Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia (2014) | Melihat Api Bekerja (2015)

News & Interviews

Rumaan Alam began writing Leave the World Behind with a series of tweets on a secret Twitter account he started two years ago.   The book that...
10 likes · 2 comments
“Tidak ada yang indah dalam hal-hal mudah.” 1 likes
“Tidak ada yang lebih pandai mengelak dari diri sendiri melebihi kita.” 0 likes
More quotes…