Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” as Want to Read:
Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

3.86  ·  Rating details ·  1,317 ratings  ·  235 reviews
"Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat
...more
Paperback, 170 pages
Published March 2015 by Bentang Pustaka
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

Be the first to ask a question about Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.86  · 
Rating details
 ·  1,317 ratings  ·  235 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Truly
Feb 10, 2016 rated it really liked it
Tidak perlu mereview buku yang bukan genrenya, apa lagi jika hanya bertujuan untuk bully. Ditambah buku itu bukan buku sendiri alias meminjam.

Kurang lebih kalimat seperti itu disampaikan oleh salah seorang sahabat saya di alam buku ^_^. Konon kata tersebut juga ia dapat dari salah seorang penulis buku. Ceritanya ia tertarik membaca sebuah buku setelah membaca sinopsis yang ada di GRI. Kebetulan kenal dengan salah seorang anggota yang juga memiliki buku tersebut, maka dicobalah membaca sebuah bu
...more
Teguh Affandi
Mar 10, 2015 rated it it was amazing
Kuakui Eka Kurniawan bukan penulis cerpen biasa-biasa saja. Tema-tema yang diambil, pilihan sikap, dan ideologi yang hendak disampaikan (mungkin krn dia alumni filsafat) kepada pembaca. Dan yang paling menonjol adalah selera humor Eka Kurniawan yang tidak bisa disepelekan. Sepertinya kita diajak untuk menertawakan kehidupan yang sudah semrwawut dengan adegan-adegan konyol tokoh rekaan Eka. Kemudian dalam humor itu ada satire untuk mengkritik politik atau sebagainya....

Saya benar-benar puas memba
...more
Najibah Bakar
May 02, 2016 rated it really liked it
1. Dari segi estetika, ya, pengarangnya sangat berbakat. Patut saja buku2nya sangat laris. Sudah dengar lama tentang Cantik Itu Luka, tetapi belum cukup selesa mahu membaca tema dan kisah watak sedemikian. Jadi saya pilih yang ini.

2. Kali pertama membaca buah tangan pengarang fiksyen yang ada latarbelakang falsafah. Banyak mempertanyakan mengenai kewajaran sikap dan tindakan manusia.

3. Ada beberapa cerpen yang sangat mengesankan, terutama mengenai batu yang terlibat dalam pembunuhan, dan ayah y
...more
Dion Yulianto
Jan 04, 2016 rated it really liked it
Membaca karya sastra sering kali membingungkan, memang. Sastra menjadikan pandangan pembacanya ke ranah abu-abu, tidak sekadar hitam-putih saklek karena selalu ada sisi lain yang luput kita rengkuh. Membaca karya sastra yang baik ibarat mengamplas halus pinggiran-pinggiran tajam dari kedirian kita yang mungkin keterlaluan kakunya. Membaca cerpen-cerpen seperti ini akan membuat keakuan dalam diri sedikit melengkung dan luwes sehingga jiwa dan akal tidak mudah patah ketika kita sontak dihadapkan ...more
Hafizz Nasri
May 25, 2018 rated it really liked it
Kumpulan cerpen yang menarik. Satu hal paling saya suka dengan tulisan Eka Kurniawan adalah sisipan humor pada naratifnya. Ia selalu buat saya terhibur walaupun kisah-kisahnya bertema serius. Ada hal sosial, moraliti, perhubungan dan keluarga-- kesemuanya dikisahkan dalam cara bersahaja, dengan point yang biasa-biasa tapi penceritaannya masih mampu memberi saya satu kepuasan waktu membaca. Ada konflik dan memori lepas yang kadang buat saya sendiri teringat kisah di masa lalu. Imajinasi fiksinya ...more
Ikra Amesta
Dunia yang dibangun Eka Kurniawan tampak sederhana, dengan setting yang cenderung ‘dekat’, namun konfliknya tak terduga. Ia pakar dalam membuat ‘ayunan’, gerakan maju-mundur diatur dalam percepatan tertentu, yang terkadang ritmenya melonjak dengan sensasi-sensasi kejutan. Jika boleh menerka, cerita-cerita di sini seperti dikembangkan dari berita-berita di koran sehingga terkesan sangat realistis. Namun yang jadi daya tarik adalah imajinasi Eka dalam menyusun alur dan narasi yang membuat kisah-ki ...more
Hani
Jun 30, 2015 rated it really liked it
Shelves: read-2016
Secara umumnya, saya suka kepada cara penulisan buku ini. Eka menyusun cerita-ceritanya begitu bersahaja tetapi sebenarnya menyentuh dengan cara tersendiri. Baik persoalan sosial, perhubungan dua manusia malah urusan siasah.
Chuddchutney Buana
Nov 10, 2015 rated it really liked it
I am gonna be honest here: There'a sense of guilt and shame knowing that I began to became curious with Eka Kurniawan's work only after Beauty is Wound were being acknowledged in the International scene. But let's not focus on that and just help me get on the boat please?

Now, the logical thing to do is perhaps for me to read the critically acclaimed, worldwide phenomenon Beauty is Wound. But after seeing the awfully bad Indonesian cover for the book, I decided to pick this book first.

I was compl
...more
Dedul Faithful
Jul 27, 2019 rated it really liked it
Menurutku cerita-ceritanya keren terutama cerita-cerita yang mind-blowing-nya. Cerita yang membuatku terkesan adalah Cerita Batu, Jangan Kencing di Sini, Kapten Bebek Hijau, Teka-Teki Silang, Pengantar Tidur Panjang, plus cerita yang jadi judul buku kumpulan cerpen ini. Dua yang kusebut terakhir tema ceritanya umum sih alias udah familiar sama cerita kayak gituan, tapi tetep aja nampar. Honorable mention untuk cerpen La Cage aux Folles.
Anastasia Cynthia
“Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi.” –Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, hlm. 34


Bukan saja kehilangan kekasih, tapi Sayuri pun kehilangan muka. Maya enggan berkata kalau kekasihnya pergi meninggalkannya semalam sebelum hari pernikahan mereka. Para tamu telah berdatangan tanpa bisa dicegah. Maya lagi-lagi mencari alasan, ibunya pasti akan menganggapnya sinting jika ia menceritakan mimpi itu. Mimpi terindah kala ia bertemu dengan seorang laki-laki yang
...more
Ariel Seraphino
Mar 02, 2015 rated it really liked it
Membaca karya Eka Kurniawan yang sudah ditunggu-tunggu ini memang mengasyikkan. Dari judulnya saja sudah bikin penasaran apa sih yang kali ini penulis ini berusaha suguhkan untuk para die hard fansnya di luar sana? Tetapi setelah sekian lama menunggu dan sembari menunggu saya mencari beberapa karya cerita pendek Eka, saya kemudian benar-benar menyukai apa yang beliau suguhkan dalam setiap karya cerita pendeknya. Berbeda dengan novelnya yang meskipun berbeda secara bentuk tetapi begitu memikat da ...more
Yunia Damayanti


Tipikal cerita dan gaya penulisan Eka Kurniawan, selalu mind blowing.
Aku suka banget buku ini karena cerita-cerita pendek di dalamnya selalu out of the box dan surealistis.

Cerita favoritku adalah:
1. "Gincu Ini Merah, Sayang"
2. "Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi"
3. "Cerita Batu" dan
4. "Setiap Anjing Boleh Berbahagia."

Cerita-cerita pendek di buku Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi tidak terlepas dari tema kounisme, surealis nan kadang men
...more
Fahri Hasymi
May 12, 2018 rated it liked it
Antologi cerpen yang berisikan pelbagai kisah-kisah menarik. Berisikan roman hingga fabel. Penulisnya menuturkan kisah-kisah dalam cerpen ini sangat apik hingga saya sebagai pembaca terbuai. Ini buku kedua dari Eka Kurniawan yang saya baca setelah Lelaki Harimau. Dan semoga karya lain dari Eka Kurniawan bisa saya lahap juga. Jika boleh menggambarkan dalam satu kata untuk kumcer ini saya akan bilang: Yahud!
Sulhan Habibi
Apr 14, 2019 rated it liked it
Aku suka beberapa cerpen di buku ini.
Membaca beberapa kisah bikin senyum, sedih, meringis, juga kasihan.

Membaca ini menjadi penyegaran bacaan. Nggak nyangka sih bacanya cepat dan keterusan saat lagi nggak mood banget buat baca buku.
Jefri S
Nov 29, 2017 rated it really liked it
Buku yang berisi kumpulan cerpen. Ada yang jenaka, ada juga yang memiliki plot twist mencengangkan. Yang paling saya suka adalah cerpen "Gincu Ini Merah, Sayang"
Lisna Atmadiardjo
Jun 01, 2018 rated it liked it
Khas Eka, cerita dengan twist twist yang aduhai tapi karena sudah lebih dulu membaca judul-judul lainnya dari buku Eka, cerita pendek dalam kumpulan cerpen ini terasa terlalu bersahaja. Sementara aku mendamba yang sedikit liar.
Rajib
Jan 04, 2017 rated it really liked it
Saya akan mencoba mengomentari saja lima cerpen favorit saya di buku ini.

1. Penafsir Kebahagiaan
Dengan gamblangnya, Eka bercerita tentang seorang pelacur yang dibawa seorang mahasiswa Indonesia ke Amerika untuk "menemani" studinya di kala senggang. Sebuah cerita yang membuat kita berpikir, "Apa istimewanya cerita ini?" Hingga bagian akhir yang seakan-akan menampar para pembacanya (dengan sangat kurang ajar) bahwa hidup sejatinya memang sebuah tragedi yang harus ditertawakan agar tidak terlalu me
...more
Biondy
Dec 02, 2015 rated it liked it
"Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi" adalah sebuah kumpulan cerpen dari Eka Kurniawan. Di dalamnya terdapat 15 cerita dengan beragam tema. Mulai dari kisah sehari-hari, surealis, hingga fabel.

Beberapa cerita favorit saya:

1. Cerita Batu
Kisah tentang sebuah batu yang ingin membalas dendam pada seorang pria yang menjadikannya pemberat mayat. Cerita surealis dengan akhir yang bikin gemas.

Seperti semua batu di dunia, ia pendendam yang tabah. (hal. 87)


2. Setiap Anjing Bole
...more
Aqmarina Andira
Jul 03, 2016 rated it it was amazing
Ironi. Saya merasa ironi adalah sebuah kata yang tepat untuk menjadi benang merah dan mewakili cerita-cerita pendek di buku ini. Ada ekspektasi dan harapan yang dibangun, kemudian datang kejutan dan ketidaksesuaian, selanjutnya (dan yang paling saya sukai), muncul humor kelam dibalik penerimaan dari kekecewaan. Rasanya formula semacam ini sangat mirip dengan hidup.

Eka Kurniawan selalu kaya akan ide. Karena ia adalah seorang monster buku yang bacaannya luar biasa, inspirasi ceritanya bisa datang
...more
Op
Nov 05, 2015 rated it really liked it
Soal GR challenge yg cuma 24 itu perkara saya pengen lebih santai saat baca. Buku Eka yg pertama buat saya ini sebenarnya bisa banget diselesaikan cepat tp saya memilih utk melamat-lamatkan dan menikmati hal lain.

Pendapat seorang awam utk kumpulan cerpen ini mungkin: Yah, kalo anak filsafat beda ya tulisannya. Itu saya setuju, lha wong saya juga awam. Dengan meriahnya Eka akhir2 ini, pengen bgt sebenarnya kasih 3 bintang saja. Tapi cerita "dalem" dgn diksi sederhana dan familier adalah teh cang
...more
Naufal RM
Feb 19, 2020 rated it really liked it
Siap-siap, Gan! Aku akan mengulas kelima belas cerpen yang ada di buku ini alias ngapain juga dah pake siap-siap segala wk~

1. Gerimis yang Sederhana
Gue pikir bakal jadi cerita yang agak berat dan dark karena di awal menyinggung kejadian Mei '98. Namun, berakhir dengan kejutan yang cukup komedi alias cerpen pembuka yang bagus kusuka!

2. Gincu Ini Merah, Sayang
Cerita yang sederhana. Intinya sih tentang kesalahpahaman dan prasangka antara sepasang suami istri yang berujung kesedihan huhuhu...

3. Per
...more
Muhajjah Saratini
Sep 01, 2017 rated it liked it
Jadi, "Jangan Kencing di Sini" adalah juara--bagi saya. Sebenernya, penegas apa yang terjadi pada tokoh di bagian akhir malah bikin jadi g greget. Tapi, mungkin memang kalau laki2 yang baca bisa2 g ngerti, sih. "La Cage aux Folles" menurut saya sedikit tidak adil karena memilih nama Kemala untuk tokoh laki2.
"Cerita Batu" memang memiliki akhir menarik.
"Kapten Bebek Hijau" seperti cerita anak. Cerita ini seperti "nyasar" ada di buku ini.
Yang mengecewakan, seperti saya bahas sebelumnya, "Membuat S
...more
Chyntia Darongke
Jun 08, 2017 rated it liked it
Eka Kurniawan selalu bisa dengan ajaib mengolah objek sederhana menjadi sebuah cerita bermakna dalam. Hal itu dibuktikan dengan 15 cerita pendek dari buku ini. Mulai dari lipstik, batu, gajah, sampai anjing, menjadi objek menarik yang memiliki sejuta makna begitu berada di tangan Eka Kurniawan.
3.5 ⭐️ karena jujur format cerita pendek bukanlah hal kesukaan saya. Banyak cerita yang menurut saya memiliki akhiran yang menggantung, atau memiliki awal cerita yang tidak kuat. Mungkin karena saya terlal
...more
Muhammad Bahrul Abid
Beberapa cerpen pernah saya baca di buku lain, seperti Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Mealui Mimpi dan La Cage Aux Folles.

Beberapa cerpen yang jadi favorit saya:
1. Jangan Kencing di Sini
2. La Cage Aux Folles
3. Kapten Bebek Hijau
4. Teka-Teki Silang
5. PengantarTidur Panjang
Wardah
Aug 19, 2017 rated it really liked it
Beberapa cerita oke saja. Favorit Gincu ini Merah, Sayang, Membuat Senang Seekor Gajah, dan Teka-Teki Silang. Yang pertama karena ironinya, yang kedua karena kisahnya yang biasa saja tapi ternyata tidak biasa, yang ketiga karena idenya.

Ulasan lengkap segera!
Agoes
Dec 11, 2018 rated it really liked it
Shelves: fiksi-indo, kumcer
Ini satu-satunya buku Eka Kurniawan yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Kontennya tidak terlalu "dewasa"dibandingkan dengan buku yang lain, tapi beberapa ceritanya tetap menarik.
Molek Kasa
Oct 14, 2019 rated it really liked it
Shelves: read-2019
Second book from Eka but first time reading in it's mother language.

This is a compilation of short stories which has a variety of themes, but one thing remains throughout the whole book - fantasy realism. Eka reminds me a lot of Murakami, an author that always baffle and make me ponder after every story, which I love.

One of the things that I love after I'm done with a book is how the stories still linger even after days. Eka definitely did that with this. There are a few stories that I still re
...more
Pauline Destinugrainy
Jika disuruh memilih antara membaca novel atau kumpulan cerpen, jelas saya akan memilih novel. Entah mengapa kumpulan cerpen bagi saya selalu terasa tanggung. Tetapi saat mengetahui ada kumpulan cerpen terbaru dari Eka Kurniawan, saya jadi penasaran. Selama ini saya hanya membaca novelnya saja. Sebagai salah satu penggemar tulisan Eka Kurniawan, kumpulan cerpen ini sayang untuk dilewatkan.
Kumpulan cerpen ini berisi 15 cerita pendek dengan berbagai tema. Tapi bisa saya katakan semuanya masih khas
...more
Tristanti Tri Wahyuni
Feb 13, 2017 rated it really liked it
Shelves: favorites

Sekarang saya mengerti kenapa kawan-kawan saya begitu menggemari karya-karya Eka Kurniawan. Iya, ini keren dan membuat saya penasaran untuk membaca buku-buku beliau yang lainnya.

Ide-idenya tak terlalu mengawang-awang tetapi nendang. Plot dan penokohannya juga tak biasa. Tak berlebihan bila saya katakan bahwa dari 15 cerpen yang terangkum dalam buku ini, saya suka semuanya.

Namun demikian, jika boleh memilih yang paling berkesan dari kesemuanya, maka pilihan saya ada pada tiga judul berikut ini.

1.

...more
Awal Hidayat
Mar 02, 2015 rated it really liked it
Tentang Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi , selain karena Eka Kurniawan, saya suka sekali dengan pemilihan judul cerpen yang dijadikan sentral. Patah hati punya daya magis tersendiri. hahaha

Lalu, sampul yang cantik, jadi alasan selanjutnya kenapa menyisihkan uang yang mestinya dibelikan baju lebaran untuk menarik dari rak buku. Ada juga beberapa gambar yang kebanyakan abstrak hingga benar-benar absurd yang menawan. Kau mau tahu, bagaimana cerita-ceritanya? Bagus sek
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Laut Bercerita
  • Gadis Kretek
  • Pulang
  • Di Tanah Lada
  • Entrok
  • Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Hujan Bulan Juni
  • Kukila
  • Rectoverso
  • Orang-Orang Bloomington
  • Harimau! Harimau!
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Bumi Manusia
  • Ayah
  • Madre: Kumpulan Cerita
  • Burung-Burung Manyar
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
See similar books…
1,122 followers
Eka Kurniawan was born in Tasikmalaya in 1975 and completed his studies in the Faculty of Philosophy at Gadjah Mada University. He has been described as the “brightest meteorite” in Indonesia’s new literary firmament, the author of two remarkable novels which have brought comparisons to Salman Rushdie, Gabriel García Márquez and Mark Twain; the English translations of these novels were both publis ...more

Related Articles

Need another excuse to treat yourself to a new book this week? We've got you covered with the buzziest new releases of the day. To create our lis...
4 likes · 0 comments