Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Walking After You” as Want to Read:
Walking After You
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Walking After You

by
really liked it 4.00  ·  Rating details ·  862 ratings  ·  208 reviews
Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.

Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya i
...more
Paperback, 328 pages
Published December 13th 2014 by GagasMedia (first published January 1st 2014)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
really liked it 4.00  · 
Rating details
 ·  862 ratings  ·  208 reviews


More filters
 | 
Sort order
Nilam Suri
Feb 05, 2015 rated it really liked it
Shelves: lifesoothing, romance
Sebenarnya aku segan memberi 4 bintang untuk buku ini. Sungguh, kalau bisa rasanya hanya ingin memberi 1 bintang. Bukan apa-apa, aku cuma kesal. Kisah dalam buku ini sukses membuatku mataku basah, dan aku harus mendongak berkali-kali agar air mataku tidak tumpah. Seperti orang sakit leher saja. Dan, aku benci menangis.

Oh, selain itu, ada kalanya aku kesal setengah mati pada Julian. Hufft. Ada apa sih dengan laki-laki itu, memangnya dia tidak bisa sedikit lebih manis, ya?

Tapi, buku ini membuatku
...more
Caca Venthine
Dec 27, 2014 rated it it was amazing
Manis. Semua yang ada di dalam ini manis. Ya ampuunnnn bisa dibilang cerita ini paling favorite di antara novel mak Windry yang udah gue baca.

Walau memang, konfliknya disini agak klise. Tapi tetep aja gk bisa bohong kalau cerita ini bagus banget. Baca ditemenin sama hujan, jadi berasa kya si Ayu ya. Inget Ayu? Si Goldilocks di novel London nya kak Windry. Wanita misterius penggila warna merah, dan selalu muncul di saat hujan. Iya, dia ada dalam cerita ini. Dan jadi gk sabar untuk baca kisah sela
...more
Rendi Febrian
Dec 08, 2014 rated it really liked it
WARNING!!! INI MUNGKIN ADALAH CURHATAN, BUKAN REVIEW!!! JANGAN DIBACA DARIPADA NYESAL KARENA BUANG-BUANG WAKTU. SEKALI LAGI, INI CURHATAN BUKAN REVIEW



This book make my heart melt and warm like a candle--alay!

But, that's true. Heartwarrming, loveable, and memorable too. Gue suka banget sama karakter Arlet. Nggak tau kenapa. Mungkin, sedikit banyak ngingetin gue sama diri gue sendiri.

Cerita ini pun mengingatkan ikatan gue sama kembaran gue--Renni. Yes, An itu mirip Renni dan gue ngerasa gue miri
...more
Esa Khairina
Jan 03, 2015 rated it liked it
Sebenarnya buku ini sudah tertumpuk di rak sejak 2014, saya nggak tahu kenapa harus menunggu tahun berganti untuk membacanya. It was a short read. Saya langsung hafal urutan plot dan kejadiannya, yang sebenarnya cuma berputar di sekeliling An flashback dan menyesalkan kepergian Arlet, An dimarahi Julian, An mengobservasi Ayu, An dikejar Jinendra. Repetitif.

Saya suka sama kata-katanya sih. Semanis kue-kue yang ada di menu Afternoon Tea. Saya juga dapet feel melankolis setiap ada setting hujan: hu
...more
Sulis Peri Hutan
Dec 06, 2014 rated it really liked it
Shelves: koleksiku
Bisa juga dibaca di http://www.kubikelromance.com/2015/02...

Mereka berbagi impian yang sama, ingin membuka sebuah restoran. Mereka juga belajar memasak dan bekerja di dapur yang sama. Arlet menyukai kue Prancis sedangkan Anise atau biasa dipanggil An, jatuh hati pada masakan Italia. Tapi, impian mereka sedikit berubah, An meninggalkan keahliannya, dia lebih memilih dapur yang salah, di mana An selalu membuat kekacauan. An meninggalkan impiannya sendiri menjadi koki masakan Italian dan memilih me
...more
Abdul Azis
Dec 16, 2014 rated it really liked it
Setaunya mba windry ngeluarin novel lagi gue gak sabar buat baca, dan pengharapan gue gak sia-sia. gue gak nangis cuman terhipnotis seharian baca novel ini aja ngasih gue kehangatan dan kesepian bersamaan. kehangatan dari cara sosok An mendeskripsikan Arlet dan kedekatannya tapi disisi lain dia menggambarkan gimana perasaannya terhadap kehilangan. ditengah halaman gue semakin suka campur kaget sama novel ini terlebih ada sosok - sosok lain yang sebelumnya ada di novel mba windry which is London. ...more
Ramadhania
Dec 21, 2014 rated it it was amazing
Senang banget saat bisa merasakan hangat lagi: perasaan yang muncul tiap selesai membaca karya Kak Windry.

Hujan, kue-kue, masa lalu. Tanpa mengetahui unsur-unsur itu pun, sebelum membaca saya sudah menyiapkan diri untuk kembali jatuh cinta pada tulisan Kak Windry. Dan begitu dibawa tenggelam oleh hal-hal tersebut, persiapan saya tidak sia-sia. Malah, saya jatuh teramat dalam dibuatnya.

Ada Ayu dan Gilang di sini. Yang sudah baca London: Angel, pasti mengenal mereka. *ada sedikit spoiler setelah i
...more
Yonea Bakla
Jan 05, 2015 rated it liked it
Lagi-lagi Mbak Windry menghadirkan kisah trauma masa lalu dan persahabatan. Tentang An dan Arlet. Antara Julian dan Jinendra. Kue Prancis dan Masakan Italia. Aku suka cerita dengan setting tempat serupa Cafe, dan novel ini membuatku merasa berada di dalamnya dan melihat konflik antar karakter.

Ada tokoh Ayu. Yang sudah baca London; Angel, pasti tau! Aku berharap Gilang muncul di akhir cerita. Haha. Ngaco. Ini kan bukan sekuelnya.

Sudut pandang orang pertama membuatku bisa mengikuti alur maju-mund
...more
owleeya
Dec 05, 2014 rated it really liked it
edit: review di sini http://hitamdidalambuku.tumblr.com/po...

saya pengen tahu gimana jadinya kalo julian, simon, dan kai berada di satu ruangan yang sama.
Nora Apriyani
Apr 08, 2017 rated it really liked it
Shelves: buku-pinjeman
Berkisah tentang An, seorang gadis yang pandai memasak pasta, memiliki impian membangun sebuah Trattoria bersama saudara kembarnya - bernama Arlet - yang jago membuat aneka dessert.

Namun impian itu harus kandas ketika sebuah kecelakaan merenggut nyawa Arlet. Kecelakaan yang menurut An merupakan kesalahannya, hingga ia merasa harus menebus rasa bersalahnya itu dengan melupakan impiannya dan menggantinya dengan mewujudkan impian Arlet.

Salah satu caranya adalah dengan berhenti bekerja di La Spazia
...more
Hanifah Mahdiyanti
Dec 10, 2016 rated it liked it
Ini memang bukan tipe novel yang sering Hani baca. Tapi Hani sedang ingin menjelajahi macam-macam genre, jadi Hani ingin mencobanya. Sebetulnya novel ini langsung selesai dibaca dalam sehari, tapi baru kali ini Hani sempat me-review.

Awal membacanya Hani sudah menganggap novel ini menarik. Bahasanya baku, tapi kalimat-kalimat dan pilihan katanya bagus dan deskripsinya jelas, jadi enak dibaca. Tapi ketika tiba pada deskripsi Julian, Hani jadi ragu. Cowok cantik pemarah dan perfeksionis? Ih, mendin
...more
Alexia Chen
Aug 12, 2017 rated it really liked it
Hanya satu kata yang mampu mewakili buku ini. Indah. Buku ini sangat indah. Tulisan dan kisah di dalamnya begitu indah. Aku suka semuanya, terutama bagian 'pelangi di dalam botol kaca', aku sangat menyukainya. Membaca buku ini membuat perasaan menjadi hangat. Beruntung sekali aku masih bisa menemukan buku ini :)
Ernoz Seyipz
May 04, 2017 rated it really liked it
Julian nggemesin tapi Anise saya engga suka sifatnya😀. Review paling absurd😂
Stefanie Sugia
"Barangkali, kenyataan tersebut—bahwa aku belajar membuat masakan Italia sejak kecil, tetapi kini justru menjadi asisten koki kue—terdengar tidak masuk akal bagi Om Gondo dan Julian. Namun, aku punya alasan untuk bekerja di Afternoon Tea. Ada yang harus kuwujudkan. Sesuatu yang sangat penting.
Sesuatu yang... menghantuiku selama dua tahun."

Sewaktu menyelesaikan buku ini, aku bingung antara memberikan rating 4.5 atau 5 untuk buku ini; tetapi pada akhirnya buku yang manis ini berhasil memperoleh ni
...more
Hestia Istiviani
Jan 12, 2015 rated it really liked it
Korban buaian permainan diksi Windry yang asik dan akhirnya membaca sebuah karya terbarunya. Selain karena resensi mengatakan bahwa buku ini juga tidak kalah bagusnya dengan judul sebelumnya.

Gaya Bahasa dan Kosa Kata
Siapapun yang sudah pernah membaca karyanya Windry Ramadhina pasti paham betul bagaimana cara dia meramu kata-kata sehingga menjadi nyaman untuk dibaca. Ringan. Namun tentu saja, ukan Windry namanya kalau tidak bermain dengan istilah baru dalam bukunya. Kali ini dengan tema mengenai
...more
Inazhni Risti
Jan 02, 2015 rated it really liked it
Satu hari menjelang pergantian tahun, saya terdampar di toko buku dengan satu daftar yang teronggok di note ponsel; isinya judul-judul buku rekomendasi dari teman-teman yang saya tanyakan satu malam sebelumnya. Apesnya, buku-buku rekomen mereka nggak satu pun nongol di komputer pencarian saat saya ketikkan. Tapi saya ogah pulang dengan tangan hampa, saya tetap harus beli buku.

Buku apa? Nggak tahu.

Kaki saya berkeliling dan terdampar di rak buku yang penuh sama buku terbitan Gagas Media. Lalu saya
...more
Yuli Pritania
Jan 08, 2015 rated it really liked it
Buku pertama yang saya baca tahun ini. Sengaja, tempat istimewa ini memang harus diberikan pada karya Mbak Windry, penulis Indonesia yang paling saya favoritkan.

Tidak ada satu pun karya Penulis yang mengecewakan bagi saya. Kenapa begitu? Karena saya paling mencintai para penulis yang berhasil menuliskan novel sesuai dengan cara bercerita yang saya inginkan. Seperti impian, "Ah, kalau saya nulis, saya ingin gaya berceritanya begini. Setelah konflik ini akan seperti ini." Saya menemukannya pada ka
...more
Dhyn Hanarun
Dec 05, 2014 rated it really liked it
Shelves: recommended
"Kalau dipikir-pikir, ini ironis. Setiap kali suasana hatiku berubah buruk karena Julian, aku memakan kue buatan lelaki itu untuk menghibur diri." – halaman 28

Anise, yang biasa dipanggil An, mulai bekerja di Afternoon Tea, toko kue milik sepupunya, Galuh. Dia mendapat posisi sebagai asisten koki untuk membantu Julian, koki utama dan Gen, penghias kue. Berbeda dengan Gen, Julian tidak menunjukan sikap ramah sama sekali. Dia berkali-kali memarahi An karena sering mengacaukan dapur dan kue-kuenya.
...more
Deta NF
Dec 30, 2014 rated it really liked it
I don't give the review for this book yet, forget. Hihi. The fourth novel of Windry I've read after Memori, London and Montase. Frankly, as far as I read her books, Montase still become my most favorite and this is the second one. Hihi.

Tentang An dan Arlet, perempuan kembar yang memiliki impian masing-masing. Arlet dengan kue-kue Prancisnya dan An dengan masakan Italinya. Namun mereka memiliki tujuan yang sama yakni mendirikan trattoria. Arlet mencintai Jinendra, laki-laki penyuka saus salsa ve
...more
Pattrycia
Feb 04, 2015 rated it liked it
Novel ini berkisah ttg sepasang anak kembar dengan mimpi yang berbeda. Sedari kecil An dan Arlet sudah jatuh cinta pada dunia kuliner. An dengan pasta2 Italianya dan Arlet dengan kue2 Prancisnya. Mereka selalu bersama2 dari kecil hingga beranjak dewasa. Arlet bahkan ikut sekolah masak di Australia bersama An, padahal lebih baik jika ia belajar ttg kue2 di Prancis. Kehidupan mereka bisa dibilang blissful, sampai suatu hari mereka jatuh cinta pada seorang koki terkenal bernama Jinendra. Pada malam ...more
Amanda Bahraini
Dec 13, 2014 rated it really liked it
Novel karangan Windry Ramadhina favorit saya #2 setelah Memori :) Sekali mulai baca gak bisa berhenti sebelum tamat. Itupun baca endingnya pake berkaca-kaca, mungkin karena bisa relate dengan apa yang diceritakan di dalamnya *padahal emang cengeng*.

Untuk yang suka dengan novel2 kuliner, terutama yang berhubungan dengan pasta Italia dan pastry Perancis, novel ini recommended banget :)

Terus untuk bahasanya, seperti yang selalu saya bilang, Windry Ramadhina adalah satu2nya penulis yang saya tahu me
...more
Oktabri
Dec 05, 2014 rated it it was amazing
keseluruhan cerita tergambar dari covernya, kurang lebih. latar permukaan kayu usang, menggambarkan nuansa shabby chic yang kental di sepanjang cerita, macaron yang manis seperti arlet, ju, dan hubungan an dengan keduanya, serta secangkir kopi (espresso, barangkali) yang mewakili pekatnya an dan jinendra, dan hubungan keduanya dengan arlet yang berada di antara mereka. paket lengkap yang... hem, diracik dengan sangat matang. dua tahun masa penulisan, meski diselingi dengan kesibukan penulis yang ...more
Gistii Adistie
Mar 10, 2015 rated it really liked it
Walking After You.

Pertama yang membuat saya tertarik pada buku ini adalah covernya, baru saya ingin membaca sinopsisnya. Tanpa pikir panjang saya langsung menggenggam buku ini dan membawanya ke kasir. Begitu saya membaca prolog dan kalimat pembukanya, membuat saya tidak bisa berhenti membaca.

Dalam buku ini saya menyukai sosok An. Meskipun An dan Arlet adalah anak kembar. Alur ceritanya klise sebenarnya, tapi cukup menarik. Dan aku suka penggambaran tentang "Afternoon Tea", 'cause I love cupcakes
...more
Tias
Apr 30, 2015 rated it liked it
Awalnya bingung, kenapa sosok Arlet terkesan disamarkan. Setelah mencapai halaman ke sekian, sudah mulai ada gambaran konfliknya gimana.

Di Walking After You ini, lebih menekankan tentang bagaimana kita menghadapi masa lalu, entah itu mengelak atau menerimanya. An harus memilih di antara keduanya. Baik masalah Arlet-kembarannya, ataupun Julian.

Lucu rasanya membayangkan ekspresi Julian saat digoda An. Pada akhirnya an tetap harus memilih. #review-macam-apa-ini? review-paling-berantakan #yang-penti
...more
sifa fauziah
Jun 02, 2015 rated it really liked it
Aku suka sosok Ayu di sini, aku suka caranya menatap hujan, menikmatinya, juga melebur bersamanya. Aku suka dengan gerak-gerik tingkahnya yang misterius namun terselip suatu alasan yang kuat. Aku suka cara Ayu mencintai Gilang, lebih tepatnya mengenang Gilang. Meskipin ini hanya cerita, aku berharap Ayu memiliki akhir yang bahagia.

"Sudah saatnya kau melepaskan masa lalu. Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja. Hujan pasti berhenti. Setelahnya, kau akan melihat pelangi.
Pelangi yang muncul set
...more
Kartika Andiani
Dec 25, 2014 rated it it was amazing
alurnya menarik. ya, lagi2 atau mungkin selalu saya jatuh dan terpana pada karya2 mbak windry. makasi, mbak windry telah menambah kotak2 inspirasi menulis saya.
komentar sedikit mengenai goldilocks, si ayu. baik di london maupun di walking after you, kemunculannya yang sempet saya anggap antara ada dan tiada ternyata dengan caranya sendiri ia berpengaruh pada jalannya cerita dan ending. selalu membuat penasaran pada bukan tokoh utama.
Siti Robiah A'dawiyah
Dec 11, 2014 rated it really liked it
"kata Arlet, pelangi adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja". Kekhasan penulis yang menuturkan kisah dengan detail dan manis. Heartwarming ^^ Review in Blog
April Silalahi
Aug 20, 2015 rated it liked it
Julian menjadi sosok baru yang pantas dikagumi oleh pembaca Windry xD

Review lengkap: http://duniakecilprili.blogspot.com/2...
Anggi Tya
Feb 01, 2015 rated it really liked it
cerita yang manis...
Najla Putri17
Apr 27, 2015 rated it liked it
Hmm, suka kesel sendiri sama An. So far, favoriteku masih London.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »

Readers also enjoyed

  • Priceless Moment
  • Happily Ever After
  • Bangkok: The Journal
  • Mahogany Hills
  • Rhapsody
  • Beauty Sleep
  • Notasi
  • Sweet Nothings
  • Fly to the Sky
  • Holland: One Fine Day in Leiden
  • Kāla Kālī
  • Apa Pun selain Hujan
  • Versus: Selalu Ada Harapan di Antara Perbedaan
  • Unfriend You: Masihkah Kau Temanku?
  • With You (Sehari Bersamamu)
See similar books…
767 followers
young woman with lots of interests, ambitions and dreams, which shattered into pieces, each surfaced as different face and waiting for itself to become whole once more time. her world came to architecture, illustration, photography, literature, business, and japan. used to known as miss worm in cyber world. shattering her pieces at kemudian.com and deviantart.com
“Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.” 31 likes
More quotes…