Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “People Like Us” as Want to Read:
People Like Us
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

People Like Us

by
3.86  ·  Rating details ·  173 ratings  ·  45 reviews
Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang... kehilangan.

Mereka akan melalui petualanga
...more
Paperback, 330 pages
Published June 2014 by Penerbit Haru
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about People Like Us, please sign up.

Be the first to ask a question about People Like Us

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.86  · 
Rating details
 ·  173 ratings  ·  45 reviews


Filter
 | 
Sort order
Zelie
Mana yang lebih menyakitkan, dilupakan atau diabaikan?

Tentu saja kalian akan menggelengkan kepala kuat-kuat sambil mengeryitkan kening. ‘Mana ada yang lebih enak di antara kedua pilihan tersebut?’

Benar. Maka silahkan bayangkan bagaimana perasaan Amy saat dia bertemu lagi dengan Ben yang ternyata tidak mengingatnya. Bahkan menganggap dia sebagai pengganggu!

Amy pertama kali bertemu dengan Ben saat sedang mengikuti kursus musik. Mereka memang tidak saling mengenal. Amy tahu siapa Ben, sedangkan Ben
...more
Yovano N.

Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2014/...

Amelia Collins (Amy) adalah gadis 15 tahun yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, dia cukup terkenal di antara teman-temannya karena dua hal. Pertama, ia dikenal karena gemar menulis cerita fiksi yang ia posting di blog pribadinya. Cerita karangannya bagus, namun semuanya tak memiliki ending sehingga membuat orang-orang penasaran. Kedua, karena ia menyukai Benjamin Miller. Berawal dari pengakuan Amy kepada teman-teman dekatnya bahwa
...more
Daniel
Saya percaya bahwa umur belia bukanlah salah satu hal yang bisa digunakan untuk menjadi pertahanan seseorang apabila buku yang diterbitkannya sudah terbit. Begitu satu buku sudah terbit, buku tersebut sudah menjadi milik publik. "Tapi, kan, yang nulis umurnya masih insert young age here!" bukanlah sebuah alasan yang dapat diterima.

People Like Us ini membuat saya terkejut. Bukan karena penulisnya yang masih berusia tujuh belas tahun, melainkan karena buku ini melampaui harapan saya. Ceritanya, s
...more
Pricillia A.W.
Jul 20, 2014 rated it it was amazing
Well, karena aku tipikal orang yang suka dengan plot lambat dalam sebuah novel, makanya aku menjadikan PLU ini sebagai "novel of the year" versi Pricil. Alur ceritanya manis dan menyentuh. Kisah remaja yang sangat khas (cinta sebelah pihak), yang rasanya membuat efek kedekatan tersendiri saat membacanya. Yosephine sangat piawai menggiring pembaca dalam novel debutnya ini. Menyaksikan perubahan karakter secara perlahan. Menambahkan bumbu sick-lit sebagai sentuhan akhir yang bikin perasaan melambu ...more
Cut Lilis
Jun 19, 2014 rated it liked it
Shelves: yes-i-own-a-copy
3,5 bintang karena bab2 terakhirnya yang mengingatkan aku pada seseorang. Aku suka endingnya.
---
Amelia Collins menyukai Benjamin Miller. Amy menyukai Ben sejak middle school tapi tidak pernah benar-benar berbicara dengan Ben. Satu-satunya pembicaraan yang pernah mereka lakukan adalah saat perayaan natal di kursus musik mereka, setelah itu Ben pindah dan mereka tak pernah bertemu lagi.

Lebih dari setengah tahun setelah Amy kehilangan Jejak Ben, secara tak sengaja anak lelaki itu mendaftar di high
...more
Ratri Anugrah
Jun 02, 2014 rated it really liked it
Sudah pernah baca buku The Fault in Our Stars karya John Green? Yap, cerita yang diusung oleh Yosephine Monica tidak berbeda jauh. Genre-nya sama. Tapi menurutku, buku ini jauh lebih baik (sorry to say) karena feeling yang aku rasain setelah membaca buku ini lebih dapet, daripada TFiOS yang terasa flat-flat aja. Menitikkan setetes air mata pun enggak. Next time aku bakal bikin review buku biru itu deh. But don't get your hope high soalnya buat nulis review aja aku males banget he he he.

So let's
...more
Stefanie Sugia
"Di tahun pertama Amy di high school, Amy bukan lagi gadis kecil yang selalu memimpikan anak lelaki yang telah pergi. Kini, anak lelaki itu datang kembali tepat di hadapannya... Namun, cerita ini masih sama. Pemuda itu masih sulit diraih oleh Amy, dan Amy masih seorang gadis yang tak bisa melakukan apa-apa untuk memperjuangkan keinginannnya - perasaannya."

Siswa-siswi di sekolah mengenal seorang gadis bernama Amelia Collins, atau lebih sering disebut Amy, karena dua hal: pertama karena karya tuli
...more
Ruru
Jun 17, 2014 rated it really liked it
Novel yang 'ringan', tapi juga berisi. Klise, tapi tetap menarik.

Endingnya mungkin ketebak. Temanya banyak yang tulis. Tapi penggambarannya oke. Lambat, tapi juga lompat-lompat, nggak bikin saya bosan.

Kalau harus menggambarkan novel ini dengan satu kata, rasanya saya akan pilih kata "manis". Bukan sedih. Ada sih sedihnya, tapi ini bukan novel yang bikin nangis sepanjang cerita--seperti dugaan saya sebelumnya.

Baca novel ini bikin saya senyum terus. Senyum geli, senyum getir, senyum lembut. Kayakn
...more
Naomi Chen
The author, Yosephine Monica is freshgrad's highschool student, but she's quite incredible author. I admit this novel has own favorable site, even the theme is quite common such as sicklit. She can tell the reader about both side of main characters in third PoV, and even there's no "whoa" secret revealed, she can make simple meaning conversation that understandable. Well, I recommend this novel especially for teenagers who love melancholic type story.
Niratisaya Niratisaya
4.5 stars
Penerbit Haru, tolong ya, saya minta satu porsi karya Yosephine Monica yg lainnya *kecanduan*

For further review please check http://www.artebia.com/review-buku/de... :)
Thank you!
Riri Hanafi
Jun 06, 2014 rated it liked it
nice... well, even though the story is just typical... it's nice... more on my blog for my review ;-)
Winda
Jun 02, 2014 rated it really liked it
Shelves: owned
roempibuku.blogspot.com
Felicia Putri Halim
Jul 01, 2014 rated it liked it
Yg bkin aku suka sama novel ini bukan karena alur ceritanya. Tapi cara penulisan kak Yosephine. Bener2 menghanyutkan. Good job, kak^^
Dini Novita  Sari
Sebuah kisah manis tentang Amy dan Ben yang dirajut dengan sangat sabar oleh sang penulis. Banyak moral baik yang disampaikan dengan cara apik. Resensi lengkap di sini:

http://t.co/iSGrVrSFDb
Aaf Afnifay
Jun 03, 2017 rated it really liked it
Covernya cantik, aku suka covernya. Nggak bosen ngelihatnya.
Ceritanya ringan dan alurnya cukup lambat. Cocok dibaca buat yang suka dengan alur lambat.
Saya kira (iya, hanya pemikiran saya saja :D) cover sama isi ceritanya cocok, maksud saya kalau dilihat dari alur dan banyaknya halaman. Nggak perlu terburu-buru untuk membaca ceritanya sampai selesai, karena memang dari awal endingnya udah bisa ketebak. Yeah, just enjoy the story!

Tentang Amy dan Ben yang punya banyak kesamaan.
Salah satunya, tent
...more
Ade Putri
Jan 18, 2015 rated it liked it
Tidak ada yang spesial dari Amelia Collins atau biasa dipanggil Amy. Gadis lima belas tahun yang serba standar. Jaringan pertemanannyapun tidak luas. Hanya ada dua yang selalu bisa diingat darinya, kesukaannya menulis yang ia tuangkan lewat blog pribadinya, meski aneh karena ceritanya tidak pernah diselesaikan.

Benjamin Miller adalah pria pertama yang Amy sukai sejak ia berumur dua belas tahun. Tidak mengerti apa yang Amy sukai dari Ben, seorang pria jangkung yang amat pendiam. Itu sebabnya merek
...more
Dhea Safira
Aug 12, 2017 rated it it was ok
Emm... Alurnya terlalu lambat. Somehow bikin bosan. Tapi sebenarnya ceritanya bagus, gaya tulisannya luwes dan manis.

Just not my cup of tea, but well written actually ^^
Fitra Aulianty
Nov 21, 2018 rated it really liked it
Paling suka deskripsinya, detail tapi enak aja dibaca, ringan juga sih. Terus juga kayak baca buku terjemahan.
ima Andina
Jun 15, 2015 rated it liked it
Review :
Amelia Collins. Terkenal karena dua hal: 1) suka menuliskan fiksi tanpa akhir; dan 2) jatuh cinta pada Benjamin Miller, teman seangkatan.
Amy mengenal Ben ketika berumur duabelas tahun. Percakapan pertamanya dengan laki-laki itu terjadi ketika malam Natal. Tapi sejak saat itu, Ben menghilang. Benar-benar menghilang. Bahkan teman satu kursus musiknya pun tak ada yang tahu.

Lalu, saat masuk sekolah menengah, Amy bertemu kembali dengan Ben. Tak dinyana, Ben sama sekali lupa pada Amy. Tak inga
...more
Rizcha Mawadah
Mar 03, 2016 rated it it was amazing
Shelves: finished-reading
Judul: People Like Us
Penulis: Yosephine Monica
Penyunting: Tia Widianan
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Angelina Setiani
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-35-2
Tahun terbit: Juni 2014 – Cetakan Pertama
Jumlah halaman: 330 halaman
Harga: Rp. 54.000,- (Tapi aku dapet buku ini dengan potongan Rp. 16.200,- ^^)

Merupakan Pemenang 100 Days of Romance Penerbit Haru’s Writing Competition.

Sinopsis:
Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hid
...more
Biondy
Judul: People Like Us
Penulis: Yosephine Monica
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 330 halaman
Terbitan: Juni 2014

Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang... kehilangan.

Mereka akan melalui petualangan-petualangan kec
...more
Mysbech Saktmm
Mar 01, 2017 rated it it was ok
si Abang angkat tangan, cerita ini sudah terlalu Mainstrem. Tokoh pria dalam novel ini masih dalam pertanyaan besar di kepala Abang(hal yg jrg terjadi dlm dunia nyata_sebegitu mudahnya kah anda membuat keputusan_kecuali jika Anda LA B I L). So apakah pertanyaan besar itu? hmmm.......pikirkan sendiri. Salam hangat
Rany Dwi
Oct 03, 2015 rated it really liked it
“Kuberitahu padamu, mudah dan sulit
itu relatif. Hidup takkan sesulit itu jika
kau melakukannya dengan sepenuh
hati. Dan mati itu tidak akan gampang
jika kau tahu kau punya sesuatu yang
layak dipertahankan dalam hidup.”

Ketika sudah mengetahui ending dari
sebuah cerita, apa yang akan kamu
lakukan? Tetap melangkah sampai
akhir, atau berhenti saja—toh, sudah
tahu akhirnya akan seperti ini?
Membaca People Like Us, saya sudah
tahu kemana akhir ini akan membawa
para pembacanya. Menurut saya
penulis memang sengaja
...more
Tirza Setiabudi
Jun 11, 2014 rated it it was amazing
Shelves: on-my-shelf, favorite
5 dari 5 bintang untuk buku pertama kak Monpin, sebenarnya ini juga pertama kalinya aku mencoba untuk menulis review di goodreads (dan percaya atau nggak, sejak awal aku bikin account goodreads, aku udah kepikiran buat ngasih review pertamaku buat bukunya kak Monpin).

Bintang pertama untuk tema cerita People Like Us. Nggak jauh-jauh dari fanfiction yang biasa kak Monpin buat; apa aja yang sedih dan galau-galau. Aku suka tema kali ini, sama seperti aku suka cerita-cerita kak Monpin yang lain. Ceri
...more
Adinda Putri
Jul 22, 2014 rated it it was amazing
" Hanya karena kau punya banyak sekali kekurangan, bukan berarti kau tak layak dicintai." (hlm 251)

The Fault In Our Stars look-alike? No, I don't think so. But just for the cancer hehe...
Suka banget cara kak Yosephine menuliskan ceritanya. Memang agak terkesan terjemahan, tapi menurutku lebih baik karena nanti ini dikirain novel terjemahan bagi pembaca lainnya. Istimewanya, penulisnya masih lulusan SMA for godsake. Baru lulusan SMA tapi bisa membuat novel sebanyak 300 halaman lebih, bahkan ini n
...more
Nur Jihad Dwianri
Sep 04, 2014 rated it really liked it
Saya cukup terkejut saat mengetahui penulisnya lebih muda dari saya. Kenapa? Karena walaupun buku ini ditulis oleh anak remaja, tapi ceritanya sangat dewasa, tidak terkesan alay-alay-gaul atau ababil khas remaja kekinian. Buku ini cukup menggugah emosi dan ditulis dengan sangat enak oleh author.
Buku ini ditulis dengan POV orang ketiga dengan tokoh utamanya Amy dan Ben. Meskipun saya lebih suka POV orang pertama, karena saya bisa merasa lebih dekat dan lebih menghayati tokoh dalam novel itu, tapi
...more
Dian Putu
Feb 06, 2015 rated it really liked it
People Like Us, novel pemenang 100 Days of Romance yang diadakan oleh Penerbit Haru.
Jujur, saat mengetahui novel ini ada unsur pemerannya sakit parah dan punya kemungkinan 75% ending-nya ‘mati’, aku nggak terlalu tertarik sama novel ini. Tapi, karena rating Goodread cukup bagus, aku mencoba membacanya.
“…bahwa pada kenyataannya, hidup itulah yang paling sulit, matilah yang gampang – segampang kita tidur.” – Margareth – hlm. 164

Saat bertemu prolog dan bab pertamanya, aku cukup suka dan membuat ak
...more
drizzlingyuki
May 06, 2015 rated it really liked it
Sebagai sesama (mantan) author di fan3less dan udah baca karya-karya monpin sejak bertahun-tahun lalu di sana, saya merasa ikut senang karena monpin udah nerbitin satu buku. Dan yeah, as expected, bukunya keren banget :') #terharu

Cerita tentang Amy Collins dan Ben ini sebenarnya agak klise, dan saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka cerita klise. Tapi seklise apapun cerita, kalo eksekusinya bagus, hasilnya pun tetep bagus yah? Hihi. Saya selalu suka gaya penulisan monpin yang mendayu-dayu da
...more
Meganeko Hime
Aug 15, 2014 rated it it was amazing
Dari pertengahan hingga akhir awalnya saya merasa bosan. Karena kupikir jalan cerita ini akan menjadi kisah yang klise seperti novel kebanyakan dan kupikir saya akan kecewa akan sinopsisnya yang menarik dan menantang.

Tetapi ternyata saya tak sepenuhnya benar. Klise, berkisah tentang seorang peran utama yang menderita penyakit yang mematikan. Ia mencintai seseorang, namun tidak berbalas selama 4 tahun. Kau akan menduga orang yang ia cintai akan membalas cintanya, karena dia adalah peran utama.

Ok,
...more
Desi Darmayanti
Oct 22, 2015 rated it it was amazing
Kisah yang dituturkan oleh Yosephine ini begitu sederhana. Mengambil setting di kota Boston dengan kedua tokohnya yang memang warga asli Amerika, membuat kisah ini dituliskan dalam gaya bahasa layaknya novel terjemahan. Namun, Yosephine mampu memainkan perasaan pembaca dengan susunan kata-kata yang dipilihnya. Diksi yang dipakai sungguh sederhana, sebenarnya, namun begitu pas dan entah mengapa indah dengan kesederhanaannya sendiri. Tanpa disadari, saya pun larut pada kisah ini. Halaman demi hala ...more
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »