Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Orang-Orang Bloomington” as Want to Read:
Orang-Orang Bloomington
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Orang-Orang Bloomington

4.04  ·  Rating details ·  855 ratings  ·  156 reviews
Orang-orang Bloomington adalah karya penting Budi Darma. Kumpulan cerita ini merupakan salah satu karya Sang Maestro yang, berbeda dengan kebanyakan karyanya, tidak bertemakan hal-hal abstrak. Melalui cerita-cerita yang ditulis pada periode akhir 1970an ini, pembaca tidak hanya diajak menelanjangi pergolakan emosional para tokoh di dalamnya, tetapi juga menyelami berbagai ...more
Paperback, 246 pages
Published 2004 by Metafor Intermedia Indonesia (first published 1980)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
4.04  · 
Rating details
 ·  855 ratings  ·  156 reviews


Filter
 | 
Sort order
Abduraafi Andrian
"Hati-hati dengan prasangka." Mungkin hal sederhana itulah yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam buku ini.

Hanya ada 7 cerita dalam buku setebal 296 halaman lebih sedikit. Cerita paling pendek minimal setebal 20 halaman, paling panjang mungkin ada 70 halaman. Silakan bayangkan sendiri bagaimana cara menikmati cerita tidak-pendek-tapi-juga-tidak-panjang ini.

Walaupun memang melelahkan, buku ini indah sekaligus bikin miris melalui diksinya. Favorit saya adalah "Laki-Laki Tua Tanpa Nama".

Bebera
...more
Arif Abdurahman
Aug 10, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saat baca ini, saya juga sedang baca As I Lay Dying-nya Faulkner. Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam cerita emang lebih mengasyikan, apalagi jika si tokohnya culas. Tokoh-tokoh utama dalam cerpen Budi Darma ini, selain punya inferior complex, pada kepo bahkan mengarah psikopat. Meski tokoh utamanya hampir serupa, tapi tiap cerita punya keenakan tersendiri.
Nur
Wow. Ini pertama kalinya aku baca karya sastra punya Indonesia. Maksudku, yang bener-bener sastra. Ah begitulah. Selama ini aku cuma baca novel-novel yang ditulis orang Indonesia, dan sisanya adalah novel terjemahan. Aku tidak menyangka, pengalaman membaca karya sastra Indonesia pertamaku akan seperti ini. Seperti : wow, aku ngga nyangka bisa membaca sesuatu yang "keren" kayak gini.

Kenapa aku tiba-tiba penasaran? Sempet lihat sekilas seseorang baca buku ini di beranda Goodreads milikku. Dan enta
...more
Indri Juwono
Sep 11, 2009 rated it really liked it
Shelves: sastra-indonesia
#2010-25#

SINTING!!

Tokoh 'saya' yang ada di sini semuanya benar-benar seseorang yang mau tahu saja urusan orang lain. Aku sendiri berusaha menghubung-hubungkan bahwa tokoh 'saya' ini benar-benar ada, dan semua cerita ini bertaut satu sama lain.

Pertama, sesudah ia mengamat-amati lelaki yang membawa senjata itu, lalu ribut mempertanyakannya, bahkan mencari tahu ke lingkungan sekitarnya, tanpa ia bertanya langsung pada si laki-laki ini. Kedua, dengan Joshua Karabish, yang meninggal dan meninggalkan
...more
Marina
** Books 246 - 2016 **

3,2 dari 5 bintang!

Buku ini merupakan hasil dari para kekepoan (knowing Every Particular Object) si narator yang merupakan sudut pandang pertama terhadap orang-orang disekitarnya. Saya suka sekali penggambaran detail suasana latar dan setting yang dibangun didalam buku ini :D

Ada beberapa kisah yang menyedihkan untuk dibaca seperti Kisah Joshua Karabish dan Orez. Tetapi favorit saya dibuku ini adalah kisah Keluarga M yang memukau untuk dibaca. Apa ya mungkin karena si nara
...more
Tri Utomo
Feb 22, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
"Di seberang sana selalu ada surga, itulah kesepakatan yang tidak pernah kami ikat dengan kata-kata, tapi kami teguhkan dengan perbuatan." (Halaman 123, dalam Orez)

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Budi Darma, memutuskan untuk membacanya pertama karena tertarik dengan judulnya.

Terdapat 7 cerita pendek di sini, dan yang menjadi favorit saya adalah Orez dan Ny.Elberhart, karena hanya di kedua cerita inilah tokoh 'saya' tidak terlalu berkelakuan nyeleneh menurut saya. Hahahaha

Di ketujuh ce
...more
Yuli Hasmaliah
Jul 08, 2017 rated it really liked it
"Janganlah mengurusi kepentingan orang lain dan janganlah mempunyai keinginan tahu tentang orang lain. Hanya dengan jalan demikiam, kita dapat tenang".

Buku yang menggugah pemikiran, menyadarkan bahwa rasa keingintahuan dari dalam diri kita sendiri itulah yang terkadang membuat menyulitkan kita sendiri. Ketujuh cerpen yang disajikan dalam Orang-orang Bloomington ini amat menggelitik dan memiliki kekhasan tersendiri menurut saya. Sebagaimana yang dikatakan oleh SGA dalam bukunya Tiada Ojek Di Pari
...more
Widia Kharis
Mar 03, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: koemtjer
Sejujurnya, agak melelahkan untuk menamatkan buku ini, tapi toh akhirnya saya baca sampai tamat juga. Ada tujuh cerpen yang sebenarnya lumayan panjang, dikisahkan melalui sudut pandang orang petama dengan narasi yang super-detail. Alur setiap cerpen juga berjalan cukup lambat. Makanya saya bilang agak melelahkan.

Tapi, orang-orang di Bloomington ini pada gila semua. Dan jalan pikir mereka yang gila itu diceritakan dengan begitu detail. Ketika membaca, saya dapat merasakan kekosongan, kesepian, da
...more
Diana
May 18, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku Terbaik yang aku baca tahun ini. Keren banget penokohannya, bisa ngulik sisi terdalam diri manusia yang nggak hitam-putih, baik-jahat. Manusiawi bangeeeet. ah, pokoknya aku bilang keren, harus baca!
Meivy Andriani
Jun 01, 2017 rated it it was amazing
Shelves: something-else
saat dan setelah baca buku ini, saya merasa sangat terganggu, sangat tersindir, dan sangat menyukainya.
Bunga Mawar
Dec 06, 2008 rated it liked it
Buku yang judulnya lumayan keren buat bekal ngantri di ruang tunggu dokter.

Konyolnya, sampe buku ini selesai dibaca, tidak satu pun dari dua dokter yang harusnya hadir menampakkan batang hidungnya! Artinya, setelah 3 jam, setelah berkenalan dengan semua orang di Bloomington, saya akhirnya pulang dengan kecewa pada petugas rumahsakit. Mbok ya petugas pendaftaran pasien woro2 gitu, jam berapa dokternya dateng, atau apa iya mereka bakal dateng, daripada kami dianggurin tanpa kabar, tanpa kue, tanp
...more
Nadya
(Dipinjemin mbak Endah... :D)

Kumpulan cerita pendek yang ceritanya aneh semua... Kurang bisa menikmati yang ini nih. Beda banget kesannya sama Olenka.

update 4-6-16
yaayyy... akhirnya bukunya dihibahkan padaku. hihihihi... thx yiayia
Faturrachman
Feb 06, 2018 rated it really liked it
Novel ini bercerita tentang tokoh "saya" yang merupakan mahasiswa asing yg sedang berkuliah di Bloomington. Ia selalu memperhatikan lingkungan alam & sosial di sekitarnya, selalu ingin tahu urusan & kepribadian orang lain serta resah pada mereka. Mulai dari tetangga, ibu kost, cewek gebetan, teman sekamar, dll.

Selain kepo, tokoh "saya" juga tak segan untuk bersosial, meskipun orang yg diajak bersosial enggan untuk bertemu dia.

Menurutku, meskipun terdiri dari cerpen-cerpen dg cerita terpi
...more
Yanti Nura
Apr 01, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
kebanyakan tulisan-tulisan Budi Darma selalu penuh dengan narasi dan sedikit dialog. meskipun begitu saya tetap enjoy dengan ceritanya. cerpen-cerpen dalam buku ini sangat teratur sekaligus aneh karena tokoh-tokohnya yang mencampuri urusan orang lain. maksud saya aneh, dalam artian benar-benar aneh. misal salah satu cerpen yang masih teringat di kepala saya (meskipun sudah lama sekali saya baca buku ini) yaitu Joshua Karabish yang meninggal karena menderita sebuah penyakit yang menjijikkan karen ...more
Nike Andaru
Aug 15, 2018 rated it really liked it
Shelves: kumcer, pinjeman, sastra
Tadinya nyari buku ini, berniat malah ke lapak jualan buku bekas, tapi ternyata menemukan buku ini di perpustakaan, ya udah deh pinjem aja.
Sayangnya buku Budi Darma di perpustakaan daerah Sumsel gak cukup banyak, hanya ada OOB ini sama Harmonium cetakan lama. Sekarang malah akan dicetak ulang yang judulnya Olenka.

Awalnya saya mengira akan mendapati cerita pendek dalam beberapa judul, ternyata yang ada dalam buku ini gak bisa dibilang cerita pendek juga karena lumayan panjang ceritanya. Deskripsi
...more
Fauziah Ramadhani
Mar 28, 2019 rated it liked it
Aku membeli buku ini sudah lama sekali, mungkin satu atau dua tahun yang lalu. Selain karena reviewnya yang cukup oke di Goodreads, Budi Darma adalah salah satu guru besar di UNESA. Buku ini pertama kali diterbitkan di tahun 1980, kemudian dicetak ulang oleh Mizan. FYI saja sih, buku ini pernah memenangkan penghargaan S. E. A. Write Award tahun 1984 dari Pemerintah Thailand. Yaaah, siapa yang tidak penasaran untuk membacanya hahaha.

Butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan buku ini, padahal buk
...more
Vanda Kemala
Nov 17, 2018 rated it liked it
Gaya berceritanya yang detail nyaris 11-12 dengan Sobron Aidit. Bedanya Budi Darma menceritakan sosok lain, yang entah fiksi atau nyata, sedangkan Sobron Aidit banyak menceritakan hidupnya sendiri.

Tiap tokoh di tiap cerita pendek ini perlu diakui punya tingkat empati ke orang lain yang cukup tinggi. Hal yang bagi orang sekarang, rasanya dianggap terlalu kepo. Beberapa empati berujung baik, sisanya, ya, tidak sesuai harapan.

Banyak cerita yang cenderung suram, karena tingkat emosional dan pikiran
...more
Mandewi
May 08, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Cerpen-cerpen di sini menceritakan seseorang yang sangat peduli sekitar tetapi hidup di lingkungan yang penduduknya hanya peduli pada diri sendiri. Efeknya? Kadang baik, kadang buruk. Bagi dirinya, bagi orang lain. Beberapa bagian kocak, bagian lainnya pedih.

Cerpen-cerpen di sini juga bikin saya merasakan kesal tapi gemas tapi kesal tapi gemas. Isi kepala tokohnya semacam ngasih tahu bahwa berpikiran jahat itu nggak apa-apa. Manusiawi. Apalagi kalau lingkungannya seperti yang disampaikan di ceri
...more
mei
Jul 19, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya membayangkan cerpen-cerpen di buku ini dibuat film oleh 2 sutradara Jepang kesukaan saya: Takeshi Kitano atau Yoshihiro Nakamura.

Sudut pandang mainin sisi psikologis ini khas film2nya Yoshihiro nakamura banget. Ambyar.

Cerita dalam cerpen-cerpennya tidak terduga. Pas baca cerita2nya tuh saya beneran mbayangin dibuat film dan di perankan oleh Matsuda Ryuhei atau Eita😅

Terdiri dari 7 cerpen. Favorit saya Orez dan Yorrick.

Dan ya, mengutip catatan Budi Darma di halaman pembuka, saya rasa memang
...more
Zulfasari
Sep 20, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ini kali pertama saya membaca karya Budi Darma dan setelah selesai membaca kumpulan cerpen ini cukup banyak kesan yang muncul dalam benak saya. Alur yang cukup sederhana tanpa kata yang berbelit ternyata dapat meninggalkan impresi mendalam.
Tokoh 'Saya' dalam hampir semua cerita seakan menjadi teropong bagi saya untuk menilik lika-liku penghuni Bloomington. Jika ketika membaca karya Murakami seringnya saya merasa 'Saya' adalah fokus utama, tapi di Orang-Orang Bloomington terkadang 'Saya' hanya se
...more
R.G. Widagdo
Feb 12, 2018 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Judul : 4/5
Sampul : 4/5
Pembuka : 5/5
Cerita (-cerita) : 5/5
Penceritaan : 5/5
Bahasa : 5/5
Penutup : 4/5
Layout : 3/5
Blurb : 4/5

JUMLAH : 4/5
REKOMENDASI : 5/5

TOTAL : 5/5

Catatan:
Ini cerita Pak Budi Darma pertama saya. Dan saya langsung suka.
Cerita paling bagus dalam buku ini: SEMUA.
Nindya Chitra
Oct 05, 2018 rated it really liked it
3.8
Review menyusul.
Madina
it's unnerving how he can make the narrator's voices so logical and calm when their actions say otherwise
Pratiwi Utaminingsih
May 20, 2016 rated it it was amazing
Resensi ini akan saya mulai dari seorang Budi Darma. Sebenarnya sosok Darma sudah tidak asing lagi bagi saya. Ketika saya duduk di bangku SMP, guru Bahasa Indonesia memberikan tugas untuk membaca karya sastra era Balai Pustaka. Ketika saya list beberapa judul buku dan nama pengarang, salah satunya adalah Rafilus karya Budi Darma. Tapi nama itu saya lewati begitu saja. Menginjak bangku kuliah, salah satu dosen saya ternyata adalah putri dari Budi Darma. Namun lagi, saya melewatkan begitu saja kar ...more
Awanama
Jun 21, 2017 rated it liked it
Budi Darma dalam kata pengantar buku Orang-Orang Bloomington ini menyatakan bahwa pasti ada benang emas halus yang menghubungkan satu karya dengan karya lain seorang penulis. Memang dalam kumpulan ini pun ada benang-benang emas halus yang menghubungkan 7 cerpen di dalamnya: daerah sepi, orang-orang yang tidak disukai atau diabaikan, kedengkian, dan ulang-alik perasaan naratornya terhadap orang-orang yang diceritakannya.

Daerah sepi adalah latar yang berulang muncul dalam buku ini. Jalan Fess yan
...more
Rika
Oke, dengan ini secara resmi aku memutuskan bahwa diriku bukan penggemar Budi Darma. Beberapa cerpen di dalam buku ini memang cukup menarik, dan tak bisa dimungkiri, Budi Darma punya teknik yang sangat khas dalam bercerita, bangunan logikanya sangat terjaga, dan sangat menggugah (aku terkesan cerpen terakhir yang menyentil kesadaran tentang betapa tak berartinya manusia)
Tetapi, bicara soal selera, aku tak bisa menikmati gaya berceritanya. Aku berhasil (dengan susah payah) menyelesaikan buku ini
...more
Heruka Heruka
Sep 03, 2016 rated it really liked it
4,5. 0,5nya diambil karena agak kurang sreg sama cerpen berjudul Yorrick.

Pada halaman2 awal, saya merasa gaya tulisan budi darma kurang lebih mirip dengan tulisan Edgar Alan poe meski genrenya jelas beda. Dan sampai akhir buku pun saya tetap merasa tulisan mereka mirip. Meski poe jelas2 menggunakan gaya tersrbut untuk menambah kesan sunyi dan menyeramkan. Sementara itu budi darma, dalam semua cerpen di antologi ini, membiarkan pembacanya ikut menjelajahi tokoh 'saya' begitu saja. tanpa harapan
...more
Ani
Nov 23, 2008 rated it it was amazing
Pertama kali kenal karya-karya Budi darma, jamannya kuliah. kalo pernah baca budi darma, beliau punya kesamaan dengan Ahmad Tohari. mereka sama-sama pendongeng yang hebat. Jika Tohari jago banget di setting cerita (you can smell and see everything) maka Budi darma jago banget di karakter. Dalam Orang-orang Bloomington, Darma memperlihatkan bahwa manusia memang berpusat di dalam dirinya sendiri. With less plot (place, time and people) you can sense their loneliness, fears and angry. Buat orang-or ...more
Gladys Kusmulyadi
Jun 22, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Akhirnya dibuat juga review nya.

Nggak akan panjang-panjang. Mau bilang aja, kalau tokoh Saya itu menggemaskan. Saking menggemaskannya sampai membuat saya ingin berteriak di depannya, "Woy, kepo banget sih lu jadi orang!". Beneran deh.

Karakter Saya yang gokil ini membuat saya dengan mudah jatuh cinta pada cerita pendek Budi Darma. Penjelasan setting nya sangat enjoyable. Pun konflik yang ditawarkan. Tapi entah kenapa, saya merasa letih mengikuti Saya. Mungkin karena sifat kepo nya yang melekat d
...more
Opat
Apr 22, 2016 rated it really liked it
Orang-orang Bloomington benar-benar kisah tentang orang-orang Bloomington. Setiap kisah di cerpennya mengedepankan karakter manusia, dengan cerita yang manusiawi. Diksinya tidak istimewa dan bahkan terasa lokal walaupun semua "Aku" di semua cerpennya saya yakin bukan orang Indonesia.

Plot cerita juga tidak wah. Alurnya cepat namun dengan gaya tutur yg menurut saya lambat. Buku ini jelas adalah buku tipe saya. Kabarnya Noura akan (atau sudah?) menerbitkan ulang (Tapi emang harus ya ada testimoni E
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Seribu Kunang-kunang di Manhattan
  • Bidadari yang Mengembara
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Merahnya Merah
  • Kereta Tidur
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Mata yang Enak Dipandang
126 followers
Budi Darma lahir di Rembang, Jawa Tengah, 25 April 1937. Semasa kecil dan remaja ia berpindah-pindah ke berbagai kota di Jawa, mengikuti ayahnya yang bekerja di jawatan pos. Lulus dari SMA di Semarang pada 1957, ia memasuki Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada.

Lulus dari UGM, ia bekerja sebagai dosen pada Jurusan Bahasa Inggris—kini Universitas Negeri Sur
...more
“Memang kadang-kadang saya merasa tidak ada gunanya menantang arus umum karena toh saya bukan apa-apa. Mungkin andaikata saya berkuasa atau berwibawa besar, kata-kata saya dapat membawa pengaruh” 2 likes
“... Atas nama moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh orang-orang beradab, dengan ini saya mengutuk perbuatan Harrison jahanam, atas izin yang diberikan kepada Kenneth secara gampangan, untuk membawa anaknya pelesiran sebelum mereka resmi bertunangan.” 0 likes
More quotes…