Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Lingkar Tanah Lingkar Air” as Want to Read:
Lingkar Tanah Lingkar Air
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Lingkar Tanah Lingkar Air

3.91  ·  Rating details ·  329 ratings  ·  84 reviews
Pergolakan perang mempertahankan kemerdekaan RI antara tahun 1946—1950 menyeret banyak pemuda kampung ke dalam kancah perjuangan bersenjata. Di antara mereka adalah Amid dan kawan-kawan yang berjuang di bawah panji Hizbullah. Amid dan kawan-kawan bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai kewajiban iman mereka. Amid pribadi bertekad setelah situasi damai akan bergabung m ...more
Paperback, 164 pages
Published September 2003 by LKiS Yogya (first published 1999)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Lingkar Tanah Lingkar Air, please sign up.

Be the first to ask a question about Lingkar Tanah Lingkar Air

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.91  · 
Rating details
 ·  329 ratings  ·  84 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Lingkar Tanah Lingkar Air
Fahri Rasihan
Ini merupakan pertama kalinya bagi saya membaca karya Ahmad Tohari. Saya sangat menikmati cara bercerita Ahmad Tohari yang sederhana dan lugas. Meskipun novel ini cukup tipis, tapi cerita dan konflik yang terdapat di dalamnya sangat berbobot dan tidak berlebihan. Cover bukunya pun menggambarkan tema cerita dari novel ini. Terlihat seseorang yang sedang memegang senjata api dengan latar pepohonan dan langit yang mulai gelap, sangat menggambarkan tokoh Amid yang sering bersembunyi di dalam hutan b ...more
Wahyu Novian
Dec 26, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kalau dari dulu saja sudah ada cerita macam ini, ngeri juga ya politik negara. Rakyatnya dibuat kebingungan akan mana yang benar. Betul, semua cerita punya segala sisinya. Tapi saat niat baik kemudian tertutupi isu-isu yang dibuat-buat, jadilah segalanya kabur.

Novel-novel Ahmad Tohari masih bisa relevan dengan keadaan sekarang. Niat baik belum tentu bisa terkabulkan begitu saja. Seperti tokoh-tokoh di buku ini yang mau saja bergabung dengan republik dan kemudian kejadian yang tidak mengenakan t
...more
Safara
Sep 11, 2020 rated it it was amazing
Haaaa seru banget!!!
winda
Aug 17, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: my-bookshelf
Aku merasakan adanya dua kekuatan tarik-menarik, suatu pertentangan yang mulai mengambang dalam hatiku. Seorang lelaki, militer yang baru kubunuh itu, agaknya ingin selalu merasa dekat dengan Tuhan. Dan ia telah kuhabisi nyawanya. Sementara itu aku harus percaya bahwa Tuhan yang selalu ingin diingatnya melalui tasbih dan Quran-nya itu pastilah Tuhanku juga, yakni Tuhan kepada siapa gerakan Darul Islam ini mengatasnamakan khidmahnya. Hatiku terasa terbelah oleh ironi yang terasa sulit kumengerti
...more
Alluna
Nov 23, 2013 rated it it was amazing
Shelves: wishlist-books
"Mid, kamu tahu bahwa dulu orang Cina, orang Portugis, juga orang Inggris menyebut semua penduduk Indonesia dari Aceh sampai Sunda Kecil sebagai orang Selam?
Maksudnya jelas, Islam. Kamu mengerti artinya?
Artinya, Selam adalah sebutan untuk semua orang yang tinggal di Aceh sampai Sunda Kecil tadi. Ya, pribumi itulah.
Dulu, di mata orang asing, juga dalam perasaan kita semua, Selam dan Tanah Air adalah dua sisi dari mata uang, seperti Pandawa dan Amarta. Orang-orang tua kita di sini, yang sembahyan
...more
Darnia
"Politik menguasai segalanya, tak menyisakan apapun... agama, seni, keluarga... politik telah mengambil alih segalanya." - Aung San Su Kyii dalam buku The Glass Palace karya Amitav Ghosh

Jarang sekali gw mendapati buku yg menjadikan masa-masa perjuangan DI/TII sebagai setting. Dalam buku Ahmad Tohari kali ini, kita diajak menelusuri nasib serta kenangan seorang laskar Hizbullah yg bernama Amid. Bagaimana awalnya kisah Amid hingga tergabung dengan laskar Hizbullah pimpinan Kang Suyud, bersama Kira
...more
Ipeh Alena
Jun 01, 2020 rated it it was amazing
Shelves: read-in-2020
Karya - karya Ahmad Tohari selalu lekat dengan kehidupan pedesaan. Dibuktikan dengan narasi situasi dan tempat yang menggambarkan tentang suasana pedesaan. Seperti dalam narasinya di halaman 99, “aku meneruskan perjalanan melewati padang perdu, menyeberangi sungai-sungai gunung dan menembus kebun singkong.”


Tak heran, karena Ahmad Tohari merupakan penulis yang masih suka tinggal di sebuah desa, di daerah Banyumas dibandingkan hidup dan tinggal di Jakarta. Di setiap karyanya, ia tak pernah lepas d
...more
Idar
Oct 10, 2015 rated it it was amazing
Ahmad Tohari, sebagai seorang satrawan sungguh apik menyampaikan pesan-pesannya dalam novel ini. Bahasa yang digunakan sederhana namun tak membuat kelas novel ini turun. Beberapa percakapan bernada canda dan tingkah polah lucu khas jaman perang dimasukkan sebagai bumbu yang membuat pembaca tak jenuh dengan novel ini. Sungguh enak menikmati novel dengan 168 halaman ini. Penggunaan kalimat yang efisien. Ringkas namun bernas. Menggambarkan bagaimana lihainya Ahmad Tohari merangkai kata. Membawa ima ...more
Muhammad Hasandinur
Feb 07, 2016 rated it really liked it
fiksi kadang memang bisa terasa lebih nyata dari apapun. ayah mama (which is kakek) termasuk orang yang mengalami sendiri perang pendirian negara islam ini. membaca buku ini seperti mendengarkan kembali seluruh ceritanya dengan sedikit mengurang-ngurangi.

iya saya akui bagian amid yang terbangun dan terbangun lagi dari lamunannya itu cukup repetitif dan menjengahkan, tapi bila kita kesampingkan hal itu, Ahmad Tohari dengan ciri khasnya berhasil membuat saya jatuh semakin sakit dalam mencintai sas
...more
Nike Andaru
128 - 2019

Buat saya, Ahmad Tohari selalu bisa bercerita dengan enak, begitu pun dengan Lingkar Tanah Lingkar Air ini. Bercerita pada tahun 1940an di mana Indonesia masih di jajah, orang-orang pada berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tapi ternyata gak sampe di sana. Banyak orang menginginkan Negara Islam Indonesia, Hisbullah itulah nama gerakan Amid, Jun, Karim, Kang Sayud yang diceritakan dalam buku ini.

Sebenernya ceritanya biasa saja, cerita dari sisi Amid yang ingin bergabung dengan tentara
...more
Ella Kartikasari
Jan 16, 2021 rated it really liked it
aku cuma baru baca karyanya Ahmad Tohari yang judulnya Lingkar Tanah Lingkar Air. aku tertarik baca karena genrenya yang fiksi histori. meskipun mengangkat sejarah indonesia zaman kemerdekaan hingga pemberontakan PKI, namun bahasa yang digunakan dalam penggambaran setting, perasaan dan pikiran karakter mudah untuk dicerna pembaca. mungkin buat yang senggang bisa one sitting read. banyak juga nilai-nilai dari ceritanya yang masih kontekstual dengan keadaan bangsa kita sekarang. terutama untuk mus ...more
Itus Tacam
Nov 21, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Hizbullah-Republik-OPR-DI/TII

Amid dan kawan kawannya, santriwan menempuh perjuangan gerilya melawan penjajahan Belanda. Ke dalam barisan Hizbullah mereka dikomandokan. Perjalanan tempur yang diawali oleh keyakinan memperbaiki masa depan negeri lewat restu hadratussyech, yang lantas kemudian mengalami pembengkokan prinsip dan ideologi. Sehingga Amid kebingungan memposisikan dirinya diantara gagasan sadar akan adanya kekeliruan mendasar dan tantangan lain menghadapkan mereka menjujung kesetiakawan
...more
mei
Oct 18, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
buku ini berhasil meyakinkan saya bahwa Ahmad Tohari memang pantas masuk dalam daftar penulis laki-laki kesukaan saya.
Saya membaca buku ini setelah main twitter. jadi ceritanya mau tidur tapi belum ngantuk trus iseng buka iJak, iseng baca dan hasilnya malah mata saya langsung segar dan rasanya nggak ikhlas gitu untuk meletakkan hp bahkan hanya untuk sekedar mengambil minum atau menggaruk kaki yang gatal.

Tulisan Ahmad Tohari di buku ini berhasil menghipnotis dan membawa saya ke masa perang dulu d
...more
Panca
Sep 09, 2019 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel
Paruh akhir terasa terburu-buru.
Endah
Oct 06, 2008 rated it liked it
Maret 1946. Ketika itu usia Amid 18 atau 19 tahun, telah empat tahun tamat Vervolk School. Bersama seorang karibnya sekampung, Kiram, Amid kini tengah menuntut ilmu pada Kiai Ngumar, mengaji dan belajar silat.

Suatu malam, gurunya itu memanggil mereka berdua. Ia menyampaikan agar mereka dan para pemuda bersiap-siap untuk jihad, perang melawan pasukan Belanda yang hendak kembali bercokol di tanah air. Medan tempur mereka yang pertama adalah Bumiayu, kota kecil berjarak 43 km dari Purwokerto. Inil
...more
Alvina
Mar 14, 2016 rated it liked it  ·  review of another edition
Belanda yang masih belum pergi meninggalkan Indonesia padahal negara kita sudah merdeka tentu membuat gusar masyarakat. Selain berperang melalui tentara pemerintah, beberapa orang yang tak puas juga ikut membentuk kelompok kelompok kecil untuk mengusir tentara Belanda. Amid, Jun dan Kiram pun demikian, mereka membentuk kelompok yang disebut Hizbullah dengan sasaran para pasukan Belanda.

Ketika Belanda akhirnya hengkang dari Indonesia, banyak pejuang muda yang tak rela menurunkan senjata. Mereka m
...more
Nanny SA
Dec 17, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2015, novel

Amid, Jun, Kiram seperti halnya pemuda-pemuda kampung lainnya ikut dalam kancah pergolakan paska kemerdekaan 1946 - 1950, ketika itu mereka tergabung di bawah panji Hizbullah bersama-sama dengan pasukan Republik ( pasukan resmi pemerintah Indonesia ), mereka melawan Belanda. Amid mempunyai keinginan setelah perang usai ingin bergabung dengan tentara Republik.
Tetapi setelah Belanda pergi kenyataan lain dari keinginan, karena teman-temannya menolak bergabung dengan tentara Republik , ketika ia ber
...more
Nana
Aug 30, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Baca kisah si Amid di buku ini mengingatkan gue sama tokoh-nya Nino Arashi di Letters from Iwo Jima. Kan ceritanya si Nino itu antara mau-gak mau tuh perang. Naah... Si Amid juga sama. Awalnya, dia jadi tentara hizbullah karena diminta oleh kiai di desanya untuk membantu tentara pemerintah melawan Belanda. Selesai perang melawan Belanda, karena ngikut sama teman-temannya yang nggak mau bergabung ke tentara republik karena katanya di tentara republik banyak komunis, Amid akhirnya bergabung ke Dar ...more
Ardita Çaesari
Nov 30, 2015 rated it liked it
Kali ini Tohari menulis soal kehidupan pedesaan jaman perang gerilya sebelum Indonesia merdeka. Fokus cerita adalah topik yang jarang muncul di ranah sastra Indonesia: tentara Islam (gerakan Darul Islam) dan negara Islam.

Batasan cerita yang ketat, jumlah tokoh minimalis, paparan tak seluas dan sedalam novel-novelnya yang lain cukup menimbulkan diskusi dan pertanyaan. Sama dengan akhir cerita yang seperti dikejar tenggat dan jumlah kolom. Maklum, cerita ini muncul pertama kali sebagai crrita bers
...more
Pia Devina
Jul 12, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Baca buku ini atas rekomendasi seorang Mbak Editor buat bahan belajar bernarasi dan bikin deskripsi yang oke.

Memang betul ternyata. Lingkar Tanah Lingkar Air bikin saya penasaran dan pengen baca terus sampai selesai. Narasi dan deskripsinya "hidup" dan bikin saya ngebayangin semua adegan plus setting yang tertulis di novel ini.

Mengenai alur, saya jadi ngeri membayangkan bagaimana "kelam"nya kehidupan masyarakat Indonesia di zaman '40 an sampai '65an.

Seneng banget dengan cerita menjelang ending.
...more
Faizah Aulia R
Jul 07, 2016 rated it really liked it
Shelves: ebook, pinjam-ke-ijak
selalu suka cerita yang latar belakangnya situasi perang atau keadaan sulit, mau WW1, WW2, zaman revolusi inggris, dll kalau dalam negeri zaman penjajahan, ngasih insight baru ttg susahnya hidup zaman itu (endingnya lebih bersyukur sih sm keadaan sekarang)

ini ttg zaman penjajahan belanda dan bbrpa tahun stelahnya pergulatan bbrpa pihak bikin DI/TII, diambil dari sudut pndang prajurit DI/TII nya sndri.

Bahasanya ringan, kalimatnya sederhana, tapi yg disampein banyak.
Endingnya manis, dan ngasih s
...more
Irene
Mar 07, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Buku ini lebih enak dibaca dibanding jantera Bianglala. Ahmad Tohari rupanya adalah pembela nilai-nilai moralis (& patriotik) yang dianut oleh mayoritas. Mereka yang "terpinggirkan" dan "berbeda" bermimpi untuk kembali menjadi seperti orang kebanyakan. Hmmmm.... ...more
Kuncz Arock
Nov 05, 2009 rated it really liked it
Cerita tentang DI/TII dari sudut pandang DI/TII. Pergolakan batin seorang anggota laskar.
Musrifah Arfiati
Aug 05, 2016 rated it liked it
Berasa tercekik-cekik sendiri baca ini. Mencekam. Kelam. Jadi membayangkan sendiri kehidupan orang-orang pasca kemerdekaan sampai pemberontakan komunis. Rasanya kayak hidup udah di ujung tanduk.
Teguh
Jun 22, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Aku suka sekali buku ini. Premisnya sederhana, namun menggetarkan. Apalagi nasionalisme Amid yang luar biasa. Mau bergabung dengan siapa saja, asalkan membela negara akan dijalaninya
Indah Threez Lestari
550 - 2015
Hestia Istiviani
Desain sampul baru yang dikerjakan oleh Sukutangan sukses membuatku terpikat. Kecantikannya menggodaku untuk membawa Lingkar Tanah Linkar Air ini ke kasir, membayar dan membawanya pulang.

Lingkar Tanah Lingkar Air, jujur saja, adalah judul buku Ahmar Tohari yang baru aku tahu setelah rangkaian cetak ulangnya muncul. Penasaran dengan keseluruhan ceritanya, aku memutuskan untuk membaca dalam satu hari saja. Apalagi ini merupakan sebuah buku yang tipis.

Tohari membawa pembaca pada masa ketika gerakan
...more
Sandra Frans
Oct 21, 2020 rated it it was amazing
Shelves: books-read-2020
Ini menjadi karya Ahmad Tohari yang saya baca. Senang sekali tahun 2020 ini banyak membaca karya penulis-penulis bagus yang sebelumnya kurang membuat saya tertarik untuk membaca.

Buku ini mengisahkan kisah pemuda-pemuda di pelosok Jawa Tengah paska kemerdekaan. Bagaimana sebelumnya dengan paham mereka untuk kemerdekaan yang mereka dapat dari pesantren, juga turut ikut berperang mengusir penjajah. Situasi kemudian berubah ketika selepas proklamasi, mereka diminta untuk bergabung dengan tentara Ind
...more
Nopitri Wahyuni
Apr 16, 2018 rated it liked it
Saya hampir menitikkan airmata ketika akhir buku ini harus membawa Amid, tokoh utama, harus gugur ketika bersama tentara nasional menumpas barisan komunis. Amid, seorang nasionalis, yang harus mengalami pergulatan batin yang kuat dan digiring dalam adudomba rekan- rekannya setelah selesai perang melawan Belanda. Pada perang itu, ia bergabung dengan pasukan Hisbullah. Setelah perang, ia ingin bergabung dengan tentara nasional. Namun, dengan ajakan rekan- rekannya, ia malah bergabung dengan DI/TII ...more
Ahmad Sidiq
Feb 07, 2020 rated it it was amazing
"Pada jaman dulu, para ulama hidung damai dengan santru dan juga para abangan. Tidak pernah ulama terdahulu membuat garis pemisah antara yang sembahyang dan tidak". Amid pun jadi bimbang.
Pak Ahmad Tohari berhasil membuat saya hanyut terpaut oleh ceritanya.
Novel yang menceriterakan 3 Pemuda, dimana sejatinya yang sangat cinta tanah air dengan dibuktikan melalui perjuangan melawan Belanda, harus berubah menjadi pembangkang karena bualan halusinasi Darus Islam-nya Kartosuwiryo, tak cukup disitu, di
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Laut Bercerita
  • Harimau! Harimau!
  • Semua Untuk Hindia
  • Perjamuan Khong Guan
  • Gadis Kretek
  • Bumi Manusia
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Jejak Langkah
  • Orang-Orang Oetimu
  • Child of All Nations (Buru Quartet, #2)
  • Bukan Pasar Malam
  • Teh dan Pengkhianat
  • Negeri Di Ujung Tanduk
  • Semua Ikan di Langit
  • Woman at Point Zero
  • Pulang
  • Entrok
  • Corat Coret di Toilet
See similar books…
371 followers
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more

News & Interviews

  Some people love books. Some people fall in love. And some people love books about falling in love. Every month our team sorts through...
15 likes · 5 comments