Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Lingkar Tanah Lingkar Air” as Want to Read:
Lingkar Tanah Lingkar Air
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Lingkar Tanah Lingkar Air

3.88  ·  Rating details ·  265 ratings  ·  68 reviews
Pergolakan perang mempertahankan kemerdekaan RI antara tahun 1946—1950 menyeret banyak pemuda kampung ke dalam kancah perjuangan bersenjata. Di antara mereka adalah Amid dan kawan-kawan yang berjuang di bawah panji Hizbullah. Amid dan kawan-kawan bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai kewajiban iman mereka. Amid pribadi bertekad setelah situasi damai akan bergabung m ...more
Paperback, 164 pages
Published September 2003 by LKiS Yogya (first published 1999)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Lingkar Tanah Lingkar Air, please sign up.

Be the first to ask a question about Lingkar Tanah Lingkar Air

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.88  · 
Rating details
 ·  265 ratings  ·  68 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Lingkar Tanah Lingkar Air
Fahri Rasihan
Ini merupakan pertama kalinya bagi saya membaca karya Ahmad Tohari. Saya sangat menikmati cara bercerita Ahmad Tohari yang sederhana dan lugas. Meskipun novel ini cukup tipis, tapi cerita dan konflik yang terdapat di dalamnya sangat berbobot dan tidak berlebihan. Cover bukunya pun menggambarkan tema cerita dari novel ini. Terlihat seseorang yang sedang memegang senjata api dengan latar pepohonan dan langit yang mulai gelap, sangat menggambarkan tokoh Amid yang sering bersembunyi di dalam hutan b ...more
Wahyu Novian
Dec 26, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kalau dari dulu saja sudah ada cerita macam ini, ngeri juga ya politik negara. Rakyatnya dibuat kebingungan akan mana yang benar. Betul, semua cerita punya segala sisinya. Tapi saat niat baik kemudian tertutupi isu-isu yang dibuat-buat, jadilah segalanya kabur.

Novel-novel Ahmad Tohari masih bisa relevan dengan keadaan sekarang. Niat baik belum tentu bisa terkabulkan begitu saja. Seperti tokoh-tokoh di buku ini yang mau saja bergabung dengan republik dan kemudian kejadian yang tidak mengenakan t
...more
winda
Aug 17, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: my-bookshelf
Aku merasakan adanya dua kekuatan tarik-menarik, suatu pertentangan yang mulai mengambang dalam hatiku. Seorang lelaki, militer yang baru kubunuh itu, agaknya ingin selalu merasa dekat dengan Tuhan. Dan ia telah kuhabisi nyawanya. Sementara itu aku harus percaya bahwa Tuhan yang selalu ingin diingatnya melalui tasbih dan Quran-nya itu pastilah Tuhanku juga, yakni Tuhan kepada siapa gerakan Darul Islam ini mengatasnamakan khidmahnya. Hatiku terasa terbelah oleh ironi yang terasa sulit kumengerti
...more
Alluna
Nov 23, 2013 rated it it was amazing
Shelves: wishlist-books
"Mid, kamu tahu bahwa dulu orang Cina, orang Portugis, juga orang Inggris menyebut semua penduduk Indonesia dari Aceh sampai Sunda Kecil sebagai orang Selam?
Maksudnya jelas, Islam. Kamu mengerti artinya?
Artinya, Selam adalah sebutan untuk semua orang yang tinggal di Aceh sampai Sunda Kecil tadi. Ya, pribumi itulah.
Dulu, di mata orang asing, juga dalam perasaan kita semua, Selam dan Tanah Air adalah dua sisi dari mata uang, seperti Pandawa dan Amarta. Orang-orang tua kita di sini, yang sembahyan
...more
Darnia
"Politik menguasai segalanya, tak menyisakan apapun... agama, seni, keluarga... politik telah mengambil alih segalanya." - Aung San Su Kyii dalam buku The Glass Palace karya Amitav Ghosh

Jarang sekali gw mendapati buku yg menjadikan masa-masa perjuangan DI/TII sebagai setting. Dalam buku Ahmad Tohari kali ini, kita diajak menelusuri nasib serta kenangan seorang laskar Hizbullah yg bernama Amid. Bagaimana awalnya kisah Amid hingga tergabung dengan laskar Hizbullah pimpinan Kang Suyud, bersama Kira
...more
Idar
Oct 10, 2015 rated it it was amazing
Ahmad Tohari, sebagai seorang satrawan sungguh apik menyampaikan pesan-pesannya dalam novel ini. Bahasa yang digunakan sederhana namun tak membuat kelas novel ini turun. Beberapa percakapan bernada canda dan tingkah polah lucu khas jaman perang dimasukkan sebagai bumbu yang membuat pembaca tak jenuh dengan novel ini. Sungguh enak menikmati novel dengan 168 halaman ini. Penggunaan kalimat yang efisien. Ringkas namun bernas. Menggambarkan bagaimana lihainya Ahmad Tohari merangkai kata. Membawa ima ...more
Nike Andaru
128 - 2019

Buat saya, Ahmad Tohari selalu bisa bercerita dengan enak, begitu pun dengan Lingkar Tanah Lingkar Air ini. Bercerita pada tahun 1940an di mana Indonesia masih di jajah, orang-orang pada berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tapi ternyata gak sampe di sana. Banyak orang menginginkan Negara Islam Indonesia, Hisbullah itulah nama gerakan Amid, Jun, Karim, Kang Sayud yang diceritakan dalam buku ini.

Sebenernya ceritanya biasa saja, cerita dari sisi Amid yang ingin bergabung dengan tentara
...more
P Erlangga
Sep 09, 2019 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel
Paruh akhir terasa terburu-buru.
Nanny SA
Dec 17, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2015, novel

Amid, Jun, Kiram seperti halnya pemuda-pemuda kampung lainnya ikut dalam kancah pergolakan paska kemerdekaan 1946 - 1950, ketika itu mereka tergabung di bawah panji Hizbullah bersama-sama dengan pasukan Republik ( pasukan resmi pemerintah Indonesia ), mereka melawan Belanda. Amid mempunyai keinginan setelah perang usai ingin bergabung dengan tentara Republik.
Tetapi setelah Belanda pergi kenyataan lain dari keinginan, karena teman-temannya menolak bergabung dengan tentara Republik , ketika ia ber
...more
Pia Devina
Jul 12, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Baca buku ini atas rekomendasi seorang Mbak Editor buat bahan belajar bernarasi dan bikin deskripsi yang oke.

Memang betul ternyata. Lingkar Tanah Lingkar Air bikin saya penasaran dan pengen baca terus sampai selesai. Narasi dan deskripsinya "hidup" dan bikin saya ngebayangin semua adegan plus setting yang tertulis di novel ini.

Mengenai alur, saya jadi ngeri membayangkan bagaimana "kelam"nya kehidupan masyarakat Indonesia di zaman '40 an sampai '65an.

Seneng banget dengan cerita menjelang ending.
...more
Muhammad Hasandinur
Feb 07, 2016 rated it really liked it
fiksi kadang memang bisa terasa lebih nyata dari apapun. ayah mama (which is kakek) termasuk orang yang mengalami sendiri perang pendirian negara islam ini. membaca buku ini seperti mendengarkan kembali seluruh ceritanya dengan sedikit mengurang-ngurangi.

iya saya akui bagian amid yang terbangun dan terbangun lagi dari lamunannya itu cukup repetitif dan menjengahkan, tapi bila kita kesampingkan hal itu, Ahmad Tohari dengan ciri khasnya berhasil membuat saya jatuh semakin sakit dalam mencintai sas
...more
Faizah Aulia R
Jul 07, 2016 rated it really liked it
Shelves: ebook, pinjam-ke-ijak
selalu suka cerita yang latar belakangnya situasi perang atau keadaan sulit, mau WW1, WW2, zaman revolusi inggris, dll kalau dalam negeri zaman penjajahan, ngasih insight baru ttg susahnya hidup zaman itu (endingnya lebih bersyukur sih sm keadaan sekarang)

ini ttg zaman penjajahan belanda dan bbrpa tahun stelahnya pergulatan bbrpa pihak bikin DI/TII, diambil dari sudut pndang prajurit DI/TII nya sndri.

Bahasanya ringan, kalimatnya sederhana, tapi yg disampein banyak.
Endingnya manis, dan ngasih s
...more
Irene
Mar 07, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Buku ini lebih enak dibaca dibanding jantera Bianglala. Ahmad Tohari rupanya adalah pembela nilai-nilai moralis (& patriotik) yang dianut oleh mayoritas. Mereka yang "terpinggirkan" dan "berbeda" bermimpi untuk kembali menjadi seperti orang kebanyakan. Hmmmm.... ...more
Kuncz Arock
Nov 05, 2009 rated it really liked it
Cerita tentang DI/TII dari sudut pandang DI/TII. Pergolakan batin seorang anggota laskar.
Musrifah Arfiati
Aug 05, 2016 rated it liked it
Berasa tercekik-cekik sendiri baca ini. Mencekam. Kelam. Jadi membayangkan sendiri kehidupan orang-orang pasca kemerdekaan sampai pemberontakan komunis. Rasanya kayak hidup udah di ujung tanduk.
Teguh Affandi
Jun 22, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Aku suka sekali buku ini. Premisnya sederhana, namun menggetarkan. Apalagi nasionalisme Amid yang luar biasa. Mau bergabung dengan siapa saja, asalkan membela negara akan dijalaninya
Indah Threez Lestari
550 - 2015
Hestia Istiviani
Desain sampul baru yang dikerjakan oleh Sukutangan sukses membuatku terpikat. Kecantikannya menggodaku untuk membawa Lingkar Tanah Linkar Air ini ke kasir, membayar dan membawanya pulang.

Lingkar Tanah Lingkar Air, jujur saja, adalah judul buku Ahmar Tohari yang baru aku tahu setelah rangkaian cetak ulangnya muncul. Penasaran dengan keseluruhan ceritanya, aku memutuskan untuk membaca dalam satu hari saja. Apalagi ini merupakan sebuah buku yang tipis.

Tohari membawa pembaca pada masa ketika gerakan
...more
Nopitri Wahyuni
Apr 16, 2018 rated it liked it
Saya hampir menitikkan airmata ketika akhir buku ini harus membawa Amid, tokoh utama, harus gugur ketika bersama tentara nasional menumpas barisan komunis. Amid, seorang nasionalis, yang harus mengalami pergulatan batin yang kuat dan digiring dalam adudomba rekan- rekannya setelah selesai perang melawan Belanda. Pada perang itu, ia bergabung dengan pasukan Hisbullah. Setelah perang, ia ingin bergabung dengan tentara nasional. Namun, dengan ajakan rekan- rekannya, ia malah bergabung dengan DI/TII ...more
Ahmad Sidiq
Feb 07, 2020 rated it it was amazing
"Pada jaman dulu, para ulama hidung damai dengan santru dan juga para abangan. Tidak pernah ulama terdahulu membuat garis pemisah antara yang sembahyang dan tidak". Amid pun jadi bimbang.
Pak Ahmad Tohari berhasil membuat saya hanyut terpaut oleh ceritanya.
Novel yang menceriterakan 3 Pemuda, dimana sejatinya yang sangat cinta tanah air dengan dibuktikan melalui perjuangan melawan Belanda, harus berubah menjadi pembangkang karena bualan halusinasi Darus Islam-nya Kartosuwiryo, tak cukup disitu, di
...more
Ari Murdiyanto
Feb 25, 2018 rated it it was amazing
Selalu suka dengan karya Ahmad Tohari. Tak terkecuali buku ini yang baru saja saya selesaikan kemarin. Berlatar awal kemerdekaan Indonesia, novel ini bercerita tentang Amid beserta kawan-kawannya, pejuang rakyat, yang ikut berperang melawan Belanda, namun kemudian mengikuti jejak Kartosuwiryo menjadi pejuang DI/TII.

Jika bisa dibagi berdasarkan garis waktu, novel ini bercerita saat Belanda masih ada di Tanah Air pada awal kemerdekaan, saat ada pemberontakan DI/TII, dan terakhir saat ada pemberon
...more
Rotua Damanik
Jul 28, 2019 rated it really liked it
Lingkar Tanah Lingkar Air. Dari judulnya saja mungkin kita dapat menebak isi novel ini. Cerita tentang rumitnya cinta kepada tanah air, khususnya di awal kemerdekaan. Ketika pergolakan masih terasa di mana-mana. Masa di mana tak sedikit kelompok yang tidak puas dengan Republik yang baru lahir berbalik menentang pemerintah. Meskipun kadang semuanya tak sesederhana yang kita bayangkan. Beberapa kelompok lainnya mengail di air leruh. Lali menyudutkan pihak yang dianggap berseberangan.

Layaknya karya
...more
Tegar  Bestari
Sep 18, 2019 rated it it was amazing
Harusnya buku ini adalah salah satu buku best seller di Indonesia. Buku tipis dengan jumlah 160 halaman ini menunjukan kemampuan Ahmad Tohari dalam berdongeng, buku ini dibaca begitu mengalir dan membawa pembacanya masuk ke cerita

Amid, seorang tokoh utama di buku ini yang menjadi bagian dari tentara Daulah Islamiyah yang memberontak pada republik. Dengan alur waktu yang maju mundur, Ahmad Tohari memberikan sejarah Amid dan kawan-kawan untuk melawan republik. Buku ini memberikan sisi lain dari ke
...more
Risma
Jan 09, 2020 rated it it was ok  ·  review of another edition
Buku pertama awal tahun yang terselesaikan. Sudah bolak-balik buka buku pinjaman ini untuk dibaca tapi tidak kunjung habis karena tak berniat. Cara penceritaan Ahmad Tohari di sini agak berbeda dari buku yang sudah terbaca sebelumnya karena tokoh utama bolak-balik masuk ke mode mengenang alias kembali ke masa lalu. Cukup ringkas dan menggambarkan semangat juang pemuda era DI/TII dan komunis hanya cara penceritaannya saja yang saya cukup terganggu.
Ulin Nuha
Apr 04, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Novel yang bertemakan sejarah. Cerita yang diangkat memiliki setting indonesia antara tahun 1946-1965an. Di novel ini, kita akan mampu melihat sebuah refleksi keadaan sekarang yang sesungguhnya juga pernah terjadi di jaman dahulu, membuat kita sadar bahwa sampai saat ini, yanh berubah hanyalah keadaan, bukan sikap dan watak.
Teguh Ra
Oct 27, 2019 rated it really liked it
Dari buku ini aku menyimpulkan bahwa di mana pun dan pada masa apa pun, oknum selalu hadir. Dan kehadirannya adalah sebagai orang yang menyebalkan. Itulah perlunya berpikir dari dua atau lebih arah dengan kepala dingin tentunya.

Lingkar Tanah Lingkar Air adalah buku pertama Ahmad Tohari yang saya baca, dan saya menikmatinya. Akan ada buku Ahmad Tohari selanjutnya yang akan saya baca.
Tifanny
Oct 19, 2019 rated it it was amazing
"Atau, sebagai orang politik, apakah mereka lupa bahwa keadaan yang sebenarnya pada sekitar tahun 1950 memang demikian rentan? Yang namanya jati diri atau tali kesatuan bangsa masih dalam taraf pembentukannya."

Melalui medium ini pak Ahmad Tohari mengajak pembacanya menilik sejarah dan melihat ke sisi yang jauh berbeda. Yang selama ini luput dari perhatian.

Sopyan Mulyana
Feb 25, 2019 rated it it was amazing
Buku yang sangat bagus dan memukau. Ciri khas penulis dalam menggambarkan keadaan yang mendorong pembaca membayangkan dengan detail, sangat terasa dalam buku ini. Pembawaan cerita sangat bagus sekali, sempat tbingung dengan keadaan si tokoh adalah antagonis atau protagonis. Penulis mampu mengemasnya dengan sangat rapi, dan bagi saya buku ini sangat layak untuk dibaca.
Suri
Sep 28, 2019 rated it it was amazing
Cocok sekali dibaca ketika suasana negeri sekarang yang sedang tidak tentram.
Guruh Saputra
Apr 13, 2019 rated it it was amazing
Sangat menggugah hati, entah ini terlepas dari kisah nyata atau bukan
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Laut Bercerita
  • Gadis Kretek
  • Bumi Manusia
  • Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
  • Eliana
  • Filosofi Teras
  • Harimau! Harimau!
  • Orang-orang Biasa
  • Orang-Orang Oetimu
  • Semasa
  • Pulang
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Si Anak Cahaya
  • Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub
  • Teh dan Pengkhianat
  • Anak Gembala Yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman
  • 82년생 김지영
  • Rindu
See similar books…
349 followers
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more

News & Interviews

When you work at Goodreads, it's pretty tough to keep that Want to Read shelf under control. (And let's be honest, most of us don't even t...
100 likes · 21 comments