Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Memoir of a So-Called Mom” as Want to Read:
Memoir of a So-Called Mom
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Memoir of a So-Called Mom

by
3.02  ·  Rating details ·  56 ratings  ·  24 reviews
Siapa yang berhak menentukan pilihan hidup kita?

Amelia, yang mendadak jadi ibu rumah tangga, berkeras mengatur hidupnya sendiri. Dia tidak mau orang lain ikut campur. Dengan bangga Amelia berkata lebih memilih cerdas ketimbang pintar. Namun saat dia tidak merasa pintar dan tindakannya tidak menunjukkan kecerdasan, Amelia mulai meragukan pilihannya. Apakah selama ini
...more
Paperback, 152 pages
Published March 2014 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Memoir of a So-Called Mom, please sign up.

Be the first to ask a question about Memoir of a So-Called Mom

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.02  · 
Rating details
 ·  56 ratings  ·  24 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Memoir of a So-Called Mom
Pauline Destinugrainy
Buku ini isinya adalah curhatan seorang perempuan, sejak dia kecil sampai punya anak dan anaknya sudah besar. Banyak sih yang relatable dengan yang saya alami, terutama dalam bagian campur tangan keluarga besar dalm pengasuhan anak.

Kenapa bintang dua? Karena novel ini lebih banyak deskrptifnya daripada dialognya. jadinya semacam membaca pikiran Amel saja. Saya memang lebih suka pada novel yang banyak dialognya.
B-zee
Aug 25, 2019 rated it liked it
Shelves: fiction
2.5 bintang

Buku berlabel metropop lagi. Buku ini agak lama berada di timbunanku. Bukan karena bukunya sendiri, tetapi lebih ke penulisnya, yang salah satu karyanya dan banyak terjemahannya sangat kusukai. Setelah pengalaman pertama sebelumnya, aku berharap membaca buku ini bisa dalam sekali duduk. Tapi ternyata narasinya agak membosankan.

Sebenarnya kisah yang diangkat sangat dekat dengan banyak orang, kondisinya sangat nyata, dan mungkin banyak dialami ibu-ibu muda. Sayangnya semakin ke
...more
Alvina
Jun 02, 2014 rated it really liked it
Siapa bilang menjadi ibu itu mudah? Ada banyak kursus bahasa inggris, les mata pelajaran, kursus melukis, tapi tidak ada kursus menjadi seorang Ibu.Amelia adalah Si Bungsu dari enam bersaudara yang akhirnya memutuskan menikah setelah berpacaran selama delapan tahun. Tak lepas dari sindiran saudara saudara jauh, Amelia dan Baron, akhirnya memiliki anak setelah cukup lama bersabar hati, ini karena ada masalah dengan rahim Amelia. Selama hamil pun, kerap sindiran sindiran dan kata kata pedas ...more
Peni Astiti
Oh, well. Saya tahu. Semua ibu akan mengalami berbagai huru hara di dalam rumah tangganya. Don't get me wrong. Huru hara di sini (boleh sebut saya lebay) di antaranya adalah misalnya lagi masak, trus salah satu anak teriak-teriak karena dijailin kakaknya, pas nyamperin dan berusaha misahin, balik ke kompor masakannya hangus.

Atau... lagi asik nyetrika *pake baju seksi yang ga boleh dilihat orang lain selain suami dengan tujuan mengurangi banjir keringat akibat kepanasan saat menyetrika*,
...more
Anidos
Jul 25, 2016 rated it liked it
It's from Poppy D. Chusfani whose translation works I adore, so I'd like to see how good she is as an author.

The word 'memoir' on its title doesn't lie, because it really is written as if it's an actual memoir: first PoV narrative, a narrator telling us her whole experience of being a so-called mom, it's like reading someone's diary. A risky form of a writing, with so little dialog happened within. Thank God it's thin or else finishing this book would be a hard task to accomplish.

Funny thing is,
...more
Citra Pertiwi
Mar 31, 2014 rated it liked it
Memoir of a so-called mom : jurnal karir sepanjang masa

Novel yang seperti jurnal ini dituturkan secara menyenangkan meski tidak jarang kisah yang Amel alami menyebalkan. Konflik utama dalam kisah Amel mungkin adalah konflik yang kita alami selama menjadi manusia. Pembuktian diri bahwa kita mampu menjalani hidup dan memainkan peran sebaik mungkin serta keraguan-keraguan akan ketidakmampuan kita untuk menjalankan tanggung jawab. Bagi Amel yang anak bungsu dan hidup di lingkungan kerabat yang
...more
Dhani
Mar 20, 2014 rated it liked it
Untuk sebuah novel atau memoar, rasanya 147 halaman terlalu sedikit ya. Walau ini tidak berarti isinya setipis jumlah halamannya. Setelah sebelumnya kagum dengan karya karya terjemahannya( salah satunya BFG Roald Dahl) dan baru kali ini membaca karyanya. Menurut saya, buku ini lebih pantas disebut diary.Sayangnya mungkin karena ketebatasan halaman atau kesulitan menentukan prioritas tulisan, penulis kurang adil memberikan proporsi untuk tahun- tahun Anika remaja dan kuliah, terlalu sedikit. ...more
Nura
Nov 28, 2016 rated it liked it
Shelves: her-story
Gw merasakan fase yang sama dengan si Amel. Bedanya gw anak sulung. Meskipun gw cuma dua bersaudara ama adek gw, tapi keluarga dari bokap nyokap segambreng, dan melihat gw masih senang keluyuran ga jelas juntrungan (kata mereka!) klo acara keluarga gw masih jadi trending topic. Dan gw haqqul yakin klopun gw udah menuju jenjang selanjutnya, pertanyaan yang mendera Amel pasti akan gw alami juga. Jadi pengen tinggal di gunung aja, ga sih? Apa gw doang ya? XD
Lovila Manasikana
Jun 27, 2018 rated it liked it
Shelves: family, chick-lit
Mengenal kehidupan ibu rumah tangga dan kerabat-kerabat yang suka berkomentar, pamer sombong dan bersaing, rasanya apa pun yang dilakukan selalu dinilai salah. Tipikal keluarga di Indonesia. Aku pikir ceritanya hanya berkisar sampai si baby masuk preschool, ternyata diceritakan sampai si baby dewasa, menikah dan punya anak.
Aku setuju sih sama pemikiran dan tindakan si ibu. Berharap bisa kayak dia bijaksana, susah sih, cenderung menjadi kerabat yang menyebalkan.
Baca ini bikin aku semakin ingin
...more
Irma Nurhayati
Oct 20, 2019 rated it really liked it
Shelves: novel
Pembawaan narasi dari buku ini seperti membaca jurnal atau buku harian seorang Amelia yang merupakan tokoh utama. Namun, dari segi pemilihan kata dan alur ceritanya sangat baik.Pemilihanceritadan konflik yangtidakjauhdari culture masyarakatIndonesiayangbanyakpercayamitosdan pemikirankolot (logikaorangtua dulu)membuat ceritainilebih nyata.Adapun hal yang bisa kita ambil daribuku ini adalah "harta yang banyak tidak menjamin kebahagiaan,hidup sederhana namun penuh dengan kasih sayang jauh lebih ...more
ijul (yuliyono)
Mar 27, 2014 rated it liked it
Shelves: metropop
Ukuran kesuksesan menjadi seorang ibu…

Menjadi ibu tentu merupakan cita-cita tertinggi setiap perempuan yang memutuskan untuk menikah dan berumah tangga. Lebih dari sekadar ibu, tetapi juga ingin menjadi ibu yang sempurna untuk anak-anaknya. Siapakah yang berhak memberi stempel pengakuan itu? Kerabat? Orangtua? Lingkungan sekitar? Atau cukup hanya diri sendiri dan keluarga?

Amelia yang lahir, tumbuh, dan hidup sehari-hari di tengah keluarga besarnya tak jarang merasa insecure atas segala
...more
Alluna
Mar 20, 2014 rated it really liked it
Buku ini kayak buku harian deh. Mbak Poppy melalui Amelia tokoh utama di buku ini seperti sedang curhat menjelaskan bagaimana jatuh bangun dirinya menjadi ibu. Mulai dari tuntutan kerabat2 terdekat saat dirinya belum juga nikah, lalu omongan kerabat karena memilih suami yg biasa-biasa saja sampai dengan prinsipnya mengenai mengasuh anak. jdi dejavu baca buku ini..

Di judulnya sih ditulis memoir ya, tapi aku kira akan berbentuk seperti buku2 metropop yang lain.. ternyata enggak, dari awal sampai
...more
maydee
Jan 12, 2017 rated it liked it
Shelves: own, novel-indonesia
Seperti halnya yang telah disebutkan di pengantar di dalam novel ini, bahwa novel ini berisi curahan hati tentang perjalanan penulis menjadi seorang ibu. Novel ini bisa menjadi sebuah inspirasi untuk para calon ibu tentang kehidupan pernikahan, dan menjalankan peran tersebut begitu sudah memiliki anak.
Hanya sayangnya novel ini terlalu ringkas hingga saya kurang begitu mendalami isi cerita. Mungkinkah karena saya belum berkeluarga? Bisa jadi.
Ellya Khristi
Jun 04, 2016 rated it really liked it
Ceritanya ngena banget dengan kehidupan sehari-hari, berasa curhat colongan sana-sini hahaha *I feel you Amelia*
Sayangnya ada bagian yang kurang mendalam, terkesan ditulis selintas di bagian waktu Anika remaja, kuliah, dst, padahal banyak yang bisa dieksplor disitu. Mungkin kalau ceritanya dipotong sampai Anika menginjak remaja, itu sudah cukup.
Anne Mariane
Suka ama jalinan ceritanya, tapi sayang kalau menurutku timeframe-nya terlalu dipaksakan sampai terlalu jauh. Coba kalau ngga harus ngikutin sampai si tokoh tambah tua, kurasa pas dan lebih mengena dibaca untuk wanita yang sedang merasakan hebohnya jadi ibu baru.
Rose Gold Unicorn
Nov 13, 2016 rated it liked it
Shelves: indonesia, metropop, punya
hate to know awal-awal isinya kayak buku keluhan dari sudut pandang orang yang apatis. tapi lama-lama sadar, kayaknya ini gue banget deh. hahahaha
Indah Threez Lestari
Mar 31, 2014 rated it really liked it
Shelves: indonesian, punya
381 - 2014
Fauziyyah Arimi
Apr 01, 2014 rated it really liked it
My full review, here
Orinthia Lee
Mar 20, 2014 rated it liked it
Shelves: indonesian, owned, romance
Menggambarkan kehidupan perempuan kebanyakan setelah menikah. Bersyukur banget kerabatku nggak sekepo kerabatnya tokoh utama... meski ada 1 tante yang suka usil nanya kapan merit.... #lohcurhat
Anissa Oktaviana
Apr 25, 2014 rated it it was ok
Shelves: dirak-buku
belum pernah kebayang dan baru pertama baca novel yg genre nya kayak gini
tapi not bad lah buat nambah" pengalaman nanti hehehe ;)
Primadonna
Mar 19, 2014 rated it it was ok
Shelves: indonesian
Suka penuturannya, tapi tahu-tahu kok sudah tamat. Rasanya seperti diburu2 aja. Mungkin karena ceritanya kurang panjang, aku juga kurang menikmati.
Phalupi Apik
Jul 21, 2014 rated it liked it
Shelves: 2014
Sangat mewakili suara seorang ibu tetapi entah kenapa feelnya gak begitu ngena.
Asriani
rated it really liked it
Aug 23, 2014
Nadia
rated it really liked it
Oct 13, 2016
Chandiena
rated it it was amazing
Mar 15, 2016
Nicko
rated it liked it
Nov 25, 2015
Amellia Hardi
rated it liked it
Sep 27, 2016
Sintia Dewi
rated it it was ok
Jun 29, 2017
Tezar Yulianto
rated it liked it
Jan 31, 2018
Om Nivo
rated it liked it
Jul 26, 2015
« previous 1 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Confessions
  • Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism
  • Mantappu Jiwa
  • KKN di Desa Penari
  • Mencari Simetri
  • The Life-Changing Manga of Tidying Up: A Magical Story
  • 82년생 김지영
  • LALITA : 51 Cerita Perempuan Hebat di Indonesia
  • عودة الفردوس
  • Pemburu Aksara
  • Max and the Cats
  • Uncommon Type
  • The Palace of Illusions
  • Imaginary Fred
  • The Emperor of Absurdia
See similar books…
168 followers
Poppy first became a translator and an editor before releasing her own books. Between her job and the responsibilities of being a housewife and a mother, she continues to write fantasy. She lives in Bogor with her husband and son.

Contact: bookaholic.hobbit@gmail.com