Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Teka-Teki Terakhir” as Want to Read:
Teka-Teki Terakhir
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Teka-Teki Terakhir

by
4.14  ·  Rating details ·  470 ratings  ·  153 reviews
Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ad
...more
Mass Market Paperback, 256 pages
Published March 27th 2014 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Teka-Teki Terakhir, please sign up.

Be the first to ask a question about Teka-Teki Terakhir

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.14  · 
Rating details
 ·  470 ratings  ·  153 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Teka-Teki Terakhir
Dewi
Mar 31, 2014 rated it really liked it
Sini saya ceritakan tentang gadis kecil bernama asdewi. Dia sangat mencintai matematika (walo gak bisa disebut jago) tapi mengenaskan dalam urusan IPA.
Kalo diledekin tentang nilai IPA-nya yang tiarap, dia selalu berkelit dengan : "Biarin aja. Aku kan mau jadi koki jadi gak perlu jago IPA. Yang penting bisa matematika biar bisa menakar bahan."

Then life happens...
Semakin dewasa, dia menemukan keasyikan dalam biologi (catat : biologi, bukan IPA), menganggap masak itu cuma hobi di kala iseng bukan
...more
Daniel
Jan 01, 2017 rated it liked it
Annisa Ihsani
Teka-Teki Terakhir
Gramedia Pustaka Utama
256 halaman
7.9

Jika ada satu hal yang bisa saya banggakan dari kehidupan 22 tahun saya yang menyedihkan ini, itu adalah saya tidak bego matematika. Jika Ihsani mengatakan bahwa orang-orang dewasa biasanya akan berbasa-basi dengan mengatakan kalau mereka payah dalam matematika, saya dengan pongahnya akan mengatakan hal yang sebaliknya. Matematika adalah hal yang seru, menantang, dan cantik. Tapi, jujur saja, saya suka sekali dengan matematika da
...more
Nining Sriningsih
Apr 01, 2020 rated it liked it
*baca di Gramedia Digital
=)

"Janganlah terlalu fokus pada satu hal hingga lupa menghargai apa yg ada di sekelilingmu." Hal 93

ehmm..
mungkin ekspetasi q yg terlalu tinggi dengan novel ini..
q benci matematika, asli..
dan q kira novel ini kayak judul'y gitu penuh misteri..
tapi ternyataaaaa..
>,<

mungkin selera q yg berbeda dengan orang lain yg udah baca novel ini..
:p
...more
Ilman Akbar
Apr 16, 2014 rated it it was amazing
Saya mau membuat pengakuan jujur. Walaupun saya amat sangat suka membaca, saya tidak suka membaca novel. Sedikiit sekali saya novel yang pernah saya baca, itu pun hanya yang best seller nasional atau internasional. Beberapa di antaranya seperti Laskar Pelangi, 5 cm, The Alchemist, salah satu buku Harry Potter, saking sedikitnya saya sampai tidak ingat yang lain, hahaha. Mengapa? Hmm, masalah preferensi saja. Saya jauh lebih suka membaca buku-buku non-fiksi.

Sampai pada akhirnya bulan lalu, sebuah
...more
Ria Destriana
Jul 10, 2016 rated it it was amazing
Shelves: young-adult
Duh, karena buku ini tingkat penasaranku sama matematika jadi membesar. My boss will be proud. Haha...

Setelah kemarin jatuh cinta sama Amanda, sekarang jatuh cinta sama Laura. Intinya sih, 'Gue suka gaya bercerita lo, Annisa!' xD

Serius deh, remaja kita harus banyak baca novel kayak gini.

Review lengkap menyusul...
Rezza Dwi
"Katakan, Laura. Apakah kau tahu teorema Pythagoras?"

Salah satu kutipan favoritku dari buku ini, LOL =D
Loh, apa yang bagus dari itu?
Umm ..., karena momennya menarik xD

Buku ini memang menarik. Banyak hal menarik di dalamnya. Karakter menarik, kisah menarik, tempat menarik. Nah, coba, udah berapa kali aku bilang kata "menarik"? Saking menariknya memang buku ini =D

Kisah middlegrade ini menceritakan tentang pertemuan Laura dengan tetangganya, sepasang kakek-nenek yang ternyata menyimpan banyak kejut
...more
Zulfy Rahendra
Jan 15, 2017 rated it really liked it
Shelves: lokal, me-mine, childhood
Ini buku tentang matematika, dan ketika kelar ini komen saya "yaampun yaampun yaampun bagus banget yaampun..."
Bahkan saya bilang gitu. Saya, yang secara genetis dan berdasarkan pengalaman sangat benci matematika.

Pertama kali baca sinopsisnya, saya langsung inget George's Secret Key to Universe. Seorang anak yang penasaran sama tetangganya, yang dianggap penyihir aneh sama masyarakat sekitar, tapi kemudian dia tau tetangganya itu profesor ahli. Buku ini, kurang lebih awalnya begitu. Tapi kelanjut
...more
Hana Bilqisthi
Dec 04, 2016 rated it really liked it
Shelves: anak
Alhamdulillah akhirnya selesai juga.
Sempat berhenti baca di tengah buku ini karena aku merasa Laura mirip sekali dengan Amanda dari A untuk Amanda , cara berpikir dan juga konfliknya. (view spoiler) nah baca amanda itu bikin depresi, jadi ketika merasa laura mirip sekali dengan Amanda, aku berhenti karena sedang tidak ingin merasa stress atau mengingat momen-momen depresi.
Mungkin karen
...more
Lia Agustin
Mar 07, 2017 rated it it was amazing
Shelves: scoop
Well-written, good quotes, mengedukasi dengan cara yg nggak boring (plus berhasil bikin mewek di bagian akhir). Bakal jadi salah satu karya lokal favorit saya. Keren!
Mia Prasetya
Salah satu buku lokal terbaik yang saya baca. Mbak Annisa Ihsani, ditunggu buku selanjutnya ;)
mei
Jul 10, 2016 rated it it was amazing
Shelves: kesukaan
sedikit catatan dan curhatan-nya ada disini XD http://wp.me/p5X1bH-oH


ada di iJak tapi bukunya belum tersedia. karena penasaran+sampulnya yang cakep akhirnya cari di instagram dan untuk nemu yang murah.

tema yang dibahas menarik. Angka. Matematika, sesuatu yang saya nggak bisa dari dulu T_T
pada beberapa bab saat menjelaskan soal angka dan teori gitu saya sempat kleyengan bingung. tapi keren karena bisa disampaikan dalam suatu cerita ringan sambil menyelipkan pengetahuan.

''Mendapat nol tidak terlal
...more
Raafi
Jul 16, 2016 rated it really liked it
Shelves: 2016, indonesia
Sempat berpikir apakah aku benar-benar menyukai buku berlabel 'teenlit' ini. Tapi, aku benar-benar menyukainya. Teka-teki kehidupan yang sebenarnya dipulas apik oleh penulis. Dan aku yakin penulis tidak main-main dalam melakukan riset untuk buku ini. Segala hal seputar matematika dijabarkan. Bagai baca modul sekaligus cerita remaja. Baru kali ini menyelesaikan 'teenlit' yang aku tidak "malu" membacanya.

Tapi, setelah itu semua, aku kembali berpikir, apakah benar buku ini ditujukan kepada remaja t
...more
Pretty Angelia
Mar 30, 2016 rated it really liked it
Shelves: favorites
Bagusss, cerdas, dan realistis. Meski aku nggak ngerti tentang matematika, tapi aku menikmati banget baca buku ini. Aku baca ini di Scoop Premium. Ntar mau beli bukunya :D
Syifa L
May 12, 2014 rated it it was amazing
Recommended to Syifa by: Orinthia Lee
Membeli buku ini dengan ekspektasi yang sangat tinggi, dan memang tidak mengecewakan. :)

*Semoga semakin banyak teenlit Indonesia yang mengedukasi seperti novel ini.
Nabila Muthi'ah R.
Jul 22, 2018 rated it really liked it
"...matematika juga menyenangkan begitu kau mengenalnya."


Coba aja aku baca buku ini pas masih sekolah, mungkin aku bakal menobatkan buku ini sebagai buku favorit sepanjang masa. Tapi terlambat huhu.

Aku SUKA BANGET sama gaya tulis yang disajikan! Serasa baca buku terjemahan (tentu maksudku itu terjemahan yang bagus yaak). Penggambaran latarnya juga patut diacungi jempol. Konflik yang dimunculkan tidak terlalu berat.

Ada beberapa hal yang agak mengganjal saat aku membacanya:
(Catatan: kebanyakan kel
...more
Ayu Lestari Gusman
Oct 18, 2017 rated it it was amazing
"Semua orang aneh dengan caranya sendiri. Terkadang keanehanmu tidak cocok dengan keanehan orang lain, sehingga mereka menyebutmu aneh. Tetapi terkadang keanehanmu itu cocok dengan keanehan seseorang, dan kalian bisa berteman" (hal. 147)

Ga nyangka, bisa suka 'teenlit' :D
Pauline Destinugrainy
Laura Welman, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, merasa sangat sedih ketika mendapatkan nilai nol di kuis Matematika. Pada perjalanannya pulang ke rumah, dia melipat kertas kuisnya itu menjadi sebuah perahu kertas, kemudian membuangnya di tempat sampah keluarga Maxwell, tetangganya yang aneh. Tuan Maxwell dan istrinya dianggap aneh karena mereka jarang keluar rumah. Lagipula rumah mereka terkesan angker dan tidak terawat.

Beberapa hari kemudian, Tuan Maxwell memanggil Laura ketika dia mele
...more
Afifah
Sep 02, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: owned, 2018
Ini adalah salah satu buku Indonesia yang paling hyped untukku pribadi. Dari awal aku lihat cover lamanya, aku sudah merasa tertarik dengan buku ini. Setelah agak lama (atau mungkin sebentar tapi aku yang kurang peka), orang-orang mulai banyak yang menulis review bagus tentang buku ini. Tapi karena satu dan lain hal, susah banget untukku mencari buku ini setelah banyak review bagus tersebut.

Untungnya tahun lalu buku ini diterbitkan ulang. Langsung aku beli tapi kemudian aku takut untuk mulai bac
...more
Anidos
Sep 12, 2014 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Membaca kisah Laura untuk kali kedua, dan masih sama terpukaunya dengan ketika saya menghabiskan buku ini untuk kali pertama hampir lima tahun lalu. Bedanya, sekarang sudah yakin untuk membulatkan rating ke atas karena Teka Teki Terakhir terlalu ajaib untuk hanya diberikan empat bintang saja.

Salah satu buku yang untuknya saya bersedia merekomendasikan kepada siapa saja, salah satu penulis yang tiap merilis judul baru otomatis harus saya punya.

Lima bintang ketiga di rak saya.

*****

This is my idea
...more
sifa fauziah
May 05, 2016 rated it it was amazing
Aku menerka-nerka sepanjang cerita ini, seperti---Apa yang terjadi di rumah Jalan Eddington nomor 112, itu? Seperti apa sebenarnya keluarga Maxwell? kenapa Nyonya Eliza tiba-tiba berubah sikap ketika Laura melihat catatannya? Bagaimana perihal teori fermat yang digeluti Tuan Maxwell, apakah berhasil?, dan yah, lain sebagainya.
Meskipun aku tidak begitu paham perihal teori atau apalah--yang sangat buatku mikir--yang dijelaskan Tuan Maxwell, tapi buku ini menyenangkan, tentu saja.
Bahkan kurasa pors
...more
Shanya Putri
Nov 20, 2017 rated it really liked it
Annisa Ihsani nggak pernah ngecewain!

Gaya penulisannya bagus banget. Rasanya seperti baca terjemahan😂. Suka!!!

Teka-Teki Terakhir banyak bahasan tentang matematika, yaitu Teori Terakhir Fermat. Sebagai seseorang yang tidak begitu menikmati yang namanya matematika, aku nggak kesusahan baca buku ini.

Ceritanya juga seru. Mungkin karena dari sudut pandang orang pertama dan tokoh utamanya merupakan murid SMP yang "pintar".

Tapi aku kurangin satu bintang, karena sempat bosan bacanya😂

Suka banget, deh! Ne
...more
Francisca Todi
Jul 03, 2017 rated it it was amazing
Shelves: indo
Baca buku ini bikin aku penasaran, siapa sih Annisa Ihsani ini? Gaya nulisnya bener-bener kayak buku terjemahan. Kalau dibilang yang nulis Jostein Gaarder pun rasanya aku percaya. Ternyata penulis memang pernah tinggal di luar negeri. Pantas suasana asing dan bahasa bakunya kental.

Buku ini menarik dan ceritanya ngga biasa. Ngga banyak buku Indonesia yang menjelaskan dengan detail seluk-beluk suatu topik (setidaknya, aku sendiri jarang menemukannya). Persahabatan Laura dengan keluarga Maxwell jug
...more
Dinur A.
May 25, 2014 rated it it was amazing
5 GLOWING STARS! Pas awal beli ga ada ekspektasi apa-apa, kalaupun ada palingan ini semacam middle-grade fantasi gitu. Ga nyangka klo ternyata ini ga memuat fantasi samsek, lebih ga nyangka lagi pas saya nanges di perempat terakhir cerita.

Salah satu scene favorit saya itu ketika semuanya berkumpul di kediaman Maxwell sambil makan pai apel, lalu Tuan Maxwell berkata sesuatu tentang "luar biasa". Selalu suka sama scene-scene macem gini; ga perlu dramatis dan dibuat2 segala macem, efek haru-birunya
...more
echyrosalia
May 21, 2014 rated it really liked it
... Menurutku penting untuk meninggalkan sesuatu selagi kau hidup. Bagi beberapa orang, mungkin ini berupa bukti Teorema. Bagi orang lain, mungkin lukisan atau puisi. Tetapi intinya, apa saja yang menunjukkan kau pernah hidup. Supaya orang tahu, apa impianmu, apa yang membuatmu bersedih, apa kau lebih suka anjing atau kucing..


Intinya seperti itu,


3,5 bintang untuk bahasan matematika nya, dan 0,5 bintang untuk gambar angka angka di pojok kanan atas kertas, saya suka.
Olivia
Mar 22, 2014 rated it really liked it
Pertama kali membaca buku Annisa Ihsani ini memang rasanya mirip-mirip membaca buku terjemahan. Namun hal itu tidak menghalangi saya untuk menikmati kisah dari novel ini yang kelihatannya agak rumit, namun diakhiri tanpa paksaan dan bisa saya bilang manis :)
Nisa Rahmah
Sep 26, 2016 rated it really liked it
"Kalau aku boleh memberimu satu nasihat, Laura, janganlah terlalu fokus pada satu hal hingga lupa menghargai apa yang ada di sekelilingmu." ---halaman 93

***

Laura merasa sedih karena ia mendapatkan nilai nol dalam ujian matematikanya. Saat ia berusaha membuang "barang bukti" berupa kertas ujian bernilai nol tersebut, rupanya kertas itu diambil oleh tetangganya yang aneh. Pasangan suami-istri tua Maxwell memang aneh. Banyak rumor berkembang seputar kehidupan mereka yang antisosial, serta desas-des
...more
Alfath R
Mar 02, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Akhirnya saya bisa membaca lagi novel yang ada hubungannya dengan matematika selain The Housekeeper & the Professor. Mudah-mudahan akan bertemu lagi buku-buku sejenis ini di masa yang akan datang.

Novel ini memakai sudut pandang seorang gadis cilik berusia dua belas tahun, mungkin kalau di negara kita, dia berada di kelas 6 SD atau 1 SMP. Bisa dibilang, novel yang memakai tokoh seusia ini termasuk jajaran novel berkategori 'middle grade' atau bisa juga transisi menuju 'young adult'. Apapun itu, m
...more
Ratna Sari
Dec 22, 2018 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: ebook-2018
"Matematika murni tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Matematika murni adalah tentang kebenaran dan keindahan. Siapa peduli dengan kegunaan..." (hlm. 74)
.
Pernah nggak sih kamu mempertanyakan apa kegunaan Matematika di dunia nyata? Seperti apa sih fungsi dari phytagoras atau aljabar? Jujur, aku sih iyes 😂😂 Begitu juga dengan Laura--tokoh utama di buku ini--mendapat nilai "nol" saat kuis matematika di sekolah. Tapi, semenjak Laura mengenal lebih dekat tetangga misteriusnya, Tuan dan Nyonya M
...more
Ipeh Alena
Dec 23, 2018 rated it liked it
Kita akan diajak menguak sisi lain dari Tuan dan Nyonya Maxwell secara terpisah. Keduanya, punya ambisi tersendiri akan hal yang berbeda meski dimulai dari hal yang mereka cintai. Tuan Maxwell tengah mencari jawaban dari Teorama Fermat agar mampu menjadi ilmuwan matematika yang berhasil memecahkan rumus terakhir Fermat tersebut. Sementara Nyonya Maxwell pun menyimpan sesuatu yang tidak mudah diutarakan pada Laura dan butuh waktu untuk mendapatkan jawabannya.

Ada selipan mengenai prenten tentoons
...more
ABO
Apr 01, 2014 rated it really liked it

“Kau tahu, aku sering mendengar orang dewasa berkata bahwa mereka payah dalam matematika semasa sekolah dulu. Itu mungkin topik yang paling sering muncul dalam percakapan basa-basi mereka, setelah cuaca dan pertandingan olahraga. Sekarang, hampir bisa kupastikan bahwa itu juga akan menjadi salah satu topik basa-basiku saat dewasa nanti.”

Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sediit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Ways to Live Forever
  • Mantappu Jiwa
  • Jakarta Sebelum Pagi
  • Di Tanah Lada
  • Resign!
  • Diary of a Murderer: And Other Stories
  • Filosofi Teras
  • Perjamuan Khong Guan
  • Represi
  • Laut Bercerita
  • Imperfect
  • Tokyo & Perayaan Kesedihan
  • Absolute Justice
  • I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki
  • Orbit Tiga Mimpi
  • Matahari
  • Bumi
  • Bulan
See similar books…
102 followers
Once upon a time, Annisa Ihsani was a computer scientist. After finishing her Master's study, she dropped everything (well, not everything, obviously) and set out to become a writer.

To this day she's still not sure if it's wise decision, but so far she managed to get two of her works published: Teka-Teki Terakhir (2014) and A untuk Amanda (2016). She was also a community writer for The Jakarta Pos
...more

News & Interviews

Whether it’s magic schools, dystopias, paranormal love stories, or contemporary explorations of important real-life issues, young adult books a...
122 likes · 118 comments
“Semua orang aneh dengan caranya sendiri. Terkadang keanehanmu tidak cocok dengan keanehan orang lain, jadi mereka menyebutmu aneh. Tetapi terkadang keanehanmu cocok dengan keanehan seseorang, dan kalian bisa berteman.” 20 likes
“Aku senang aku yang akan pergi duluan,' katanya sambil sedikit tersenyum, 'dengan begitu aku tidak perlu merindukanmu.” 1 likes
More quotes…