Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Teater Boneka” as Want to Read:
Teater Boneka
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Teater Boneka

(Gramedia Writing Project)

by
3.39  ·  Rating details ·  93 Ratings  ·  30 Reviews
Teater Boneka Poppenkast terancam tutup!

Jumlah penonton yang semakin menyusut membuat Erin berjuang keras membuat cerita-cerita baru untuk dimainkan di teater boneka yang ia warisi dari sang kakek. Tapi ini bukan pekerjaan mudah. Erin merasa tak ada yang memahami cita-citanya, termasuk Robert, kekasihnya.

Hingga Erin bertemu Awan, lelaki dengan latar belakang misterius yang
...more
Mass Market Paperback, 320 pages
Published April 3rd 2014 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Teater Boneka, please sign up.

Be the first to ask a question about Teater Boneka

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Orinthia Lee
Mar 17, 2014 rated it it was amazing  ·  (Review from the author)
5 bintang untuk pengalaman tak terlupakan, untuk kerja keras, dan kerja sama yang solid. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menulis bersama kalian berdua; Ayu dan Emilya. Untuk ide luar biasa dari Clara Ng yang menginspirasi, untuk mentoring yang super sabar dari Ci Hetih Rusli, terima kasih banyak xD

Buku ini meski ditulis bertiga, tetap merupakan sebuah cerita utuh. Semoga bisa memberi penghiburan, dan juga sesuatu yang berarti buat kalian semua yang membacanya.


XOXO,

Orin


PS. Aku rela.
...more
Luz Balthasaar
Saia pingin kasi bintang 4, tapi kebentur 1 faktor yang bikin saia orz abis: tokoh cowoknya saia tiada suka. Saia kasih 3.5 deh, bulatin ke bawah karena pas ngasi nilai totalnya masi 3.75

Kenapa saia tiada suka? Pertama, Mas Awan ini beneran dodol Garut banget.

(view spoiler)
...more
Dedul Faithful
Jul 10, 2016 rated it really liked it
Judul: Teater Boneka
Penulis: Ayu Rianna, Orinthia Lee, & Emilya Kusnaidi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan Pertama, April 2014
Tebal: 320 Halaman
ISBN: 978-602-03-0371-0

Hidup Erin berada di ujung tanduk saat kekasihnya terus mendesaknya untuk menutup teater boneka milik Erin. Gadis itu tidak bisa mengindahkan permintaan sang kekasih karena teater boneka Poppenkast adalah warisan kakek dan ayah Erin. Kekasihnya menganggap Erin tidak masuk akal. Namun, Erin tetap memaksakan untuk te
...more
Rose Gold Unicorn
Mar 25, 2014 rated it liked it
Shelves: indonesia, metropop, punya
Sudah lama selesai baca buku ini. Karena load kerja lagi menurun, aku sempatkan diri menulis review. Kebetulan sudah lama gak update dan menulis apa-apa. Hehehe…

Premisnya ialah ada seorang perempuan bernama Erin yang jatuh bangun mempertahankan teater boneka warisan kakeknya. Lalu ada laki-laki misterius yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan sudi membantu Erin memperjuangkan teater bonekanya.

Sampai situ, kelihatannya menarik. Sampai ada hal-hal seperti berikut yang lumayan mengganggu nalar say
...more
Catz Tristan
Jun 21, 2015 rated it really liked it
Ceritanya mengalir dengan rapi. Tidak terlihat bahwa ditulis 3 penulis.

Suka dengan perjuangan Erin dalam mempertahankan bahkan berkorban demi teater poppenkast.

Ndak suka ma si Robert. Padahal seharusnya kalaupun tidak suka, tak perlu memaksa orang lain jadi sama seperti dirinya.

^_^
Sofi Meloni
May 31, 2014 rated it liked it
Tulisan yang rapih dari awal sampai akhir.


Review lengkapnya bisa dilihat di blog langsung.
http://hanamiseason.blogspot.com/2014...
Kepanjangan kalau copy and paste di sini.

Terima Kasih untuk karyanya.
Biondy
Judul: Teater Boneka
Penulis: Emilya Kusnaldi, Orinthia Lee, Ayu Rianna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 320 halaman
Terbitan: 3 April 2014

Teater Boneka Poppenkast terancam tutup!

Jumlah penonton yang semakin menyusut membuat Erin berjuang keras membuat cerita-cerita baru untuk dimainkan di teater boneka yang ia warisi dari sang kakek. Tapi ini bukan pekerjaan mudah. Erin merasa tak ada yang memahami cita-citanya, termasuk Robert, kekasihnya.

Hingga Erin bertemu Awan, lelaki dengan latar bela
...more
Cindy Pricilla
3,5 stars.

Sebelum memulai review (atau kesan-kesan setelah membaca), saya mau mengucapkan SELAMAT kepada ketiga penulis yang berhasil menjadi finalis GWP 1 di geng metropop. You guys deserve it!

Oke, langsung saja.

1. Saya suka premis buku ini. Mbak Clara Ng pintar meramu plot yang unik. Dan Kak Me, Kak Ayu, dan Kak Orin menulis buku ini dengan sangat baik. Nggak kerasa kalau buku ini ditulis oleh tiga orang, which is nyatuin isi kepala dan feel untuk buku ini pasti susah. Ya, paling ada lah di be
...more
Ayu Fitri
Dec 17, 2014 rated it liked it
3.5 bintang dari aku.
Ini novel jebolan Gramedia Writing Project (GWP) pertama yang aku baca karena aku suka genrenya.
Novel ini ditulis secara estafet sama 3 penulis terpilih, tapi aku berasa baca novel yang ditulis 1 orang.
Rapi dan nggak keliatan bedanya antara penulis satu sama penulis lainnya.
Menurutku itu keren!
Karena kalo nulis estafet kan masing-masing penulis harus meredam egonya untuk tampil stand out.
Ini menurutku sih, hehe.

Ide ceritanya oke banget.
Mbak Clara Ng emang hebat banget karena
...more
Lidya Renny Ch
Mar 22, 2014 rated it really liked it

Covernya keren banget dan tema Teater Boneka bikin aku pengeen nonton. Dimana ya? Dufan kali ya? :D Upss salah fokus. Okee...

Ini cerita tentang Erin yang mati-matian berusaha mempertahankan Teater Poppenkast. Pemasukan yang nggak seberapa, sementara Erin harus menggaji beberapa karyawan yang setia padanya. Erin pontang-panting kerja sambilan sana sini, tapi sayang nggak dituliskan gimana dia menjalani itu? Misal jam berapa dia kerja sambilan jadi guru atau apa.

Cerita bergulir dan muncullah Awan
...more
Stefanie
"Erin tidak pernah menduga akan membiarkan orang lain membaca ceritanya yang belum jadi. Biasanya ia akan menyembunyikan tulisannya rapat-rapat. Tapi Awan memang aneh. Selain misterius, Awan juga dengan cara yang tidak terduga bisa membuat Erin merasa nyaman berada di dekatnya - membuat Erin merasa membutuhkan lelaki itu."

Teater Boneka Poppenkast adalah warisan yang amat berharga bagi Erin Anindita. Poppenkast sudah berdiri selama lima puluh tahun; dan meskipun teater boneka ini mengalami banyak
...more
Dini Novita  Sari
Mar 17, 2014 rated it liked it
Sebagai novel kolaborasi, novel ini terasa menyatu. Tidak terasa beda tulisan yang bikin susah menikmati bacanya karena ditulis oleh tiga orang. Secara cerita, konflik ceritanya oke, tentang keberadaan sebuah teater boneka yang menyimpan kenangan tetapi terancam kelangsungannya karena kondisi ekonomi dan juga menurunnya minat pengunjung. Namun, sisi minusnya adalah saya kurang merasa gregetnya saat membaca novel ini. Proporsi showing dan telling-nya menurut saya seimbang sih, tapi kok terasa aga ...more
Nia
Sep 10, 2015 rated it really liked it
Shelves: novel, pinjam
"If it's not happy, it's not the end"

Novel ini cukup menyentil saya. Di saat teknologi semakin canggih dan gadget semakin mudah didapat dan dipelajari, bahkan anak-anak sekalipun. Terkadang lebih pintar mereka dalam menggunakan beberapa aplikasi di dalamnya daripada orangtuanya sendiri.

Terkadang anak-anak asyik dengan gadgetnya sendiri karena orangtuanya memberikan contoh yang serupa. Entah itu hanya untuk membuat status, ngecek wa dan bbm atau lainnya.

Dengan novel ini, hati saya sedikit terbuk
...more
Dhani
Mar 30, 2014 rated it really liked it
Bagaimana rasanya dilamar dengan sebuah buku cerita, tentang kita, dengan sebuah cincin tersemat di halaman terakhir buku itu?Duh, melted banget pasti rasanya.Dan itu juga yang saya rasakan saat membaca halaman demi halaman sebuah novel metropop yang ditulis oleh 3 orang pengarang sekaligus, yang merupakan peserta dari Gramedia Writing Project. Ide ceritanya unik, penceritaan dan karakter tokoh tokohnya hidup, dengan romance yang masih dalam koridor. Nggak sabar untuk baca karya- karya peserta G ...more
Idawati Zhang
Mar 31, 2014 rated it liked it
Shelves: owned
Saya gak bisa gak bias ngereview buku ini. Soalnya yang nulis temen sendiri hehehe.

Anyway, good job karena nggak berasa ditulis oleh 3 org. Good job juga karena berhasil mengaduk emosi pembaca (lihat aja omelan2 sepanjang membaca di progress review hahaha).

Ada beberapa hal yang menimbulkan tanda tanya yang tidak terjawab di buku ini, tapi itu private aja deh kalau ketemu penulisnya ;).

Looking forward to their solo novel. (^^)y
Ryo
Dec 30, 2014 rated it it was amazing
5 bintang untuk kerja keras ketiga penulis yang bisa membuat cerita Teater Boneka Poppenkast ini menjadi satu padu.
Erin, Awan, Pak Gun, Rani, Dedi, Dian, dan Bang Janu, kerja keras mereka mempertahankan keberadaan teater boneka memotivasi pembaca untuk selalu optimis bekerja keras pantang menyerah dalam memperjuangkan cita cita. Happy ending.
Khansa
May 03, 2015 rated it really liked it
Premisnya bagus. Cuma sayang ceritanya kelewat datar. Kurang greget rasanya. Dan saya nggak suka sama Awan, untuk lead-hero, kok rasanya kurang greget ya? Is it just me, or....But well, saya suka Arum. Erin? Not so much. Just average.

Penulisannya rapi, cuma ada beberapa typo sedikit dan bagian yang nggak pas. Overall, nice.
Bagus
Aug 23, 2014 rated it really liked it
Shelves: perpustakaan
Baru aja selesai baca buku ini meskipun sudah dibeli seminggu yang lalu :p. Awalnya beli buku ini karena waktu beli buku ke gramedia ada uang siswa dan cukup untuk nambah buku jadinya beli deh.
Saat udah dibeli ternyata ceritanya bagus yeah. Menurut saya sih cerita di awal-awalnya agak membosankan, baru terasa asik pas Mas Awan udah muncul. Cover dari buku ini juga bagus, desainernya keren.
Marina Lee
Apr 03, 2015 rated it liked it
Shelves: metropop
So-so aje.
Gue ngeharepin sesuatu yang duar sih, ah memang expectation kills. Sebenernya bukunya gak jelek, cuma ya itu ... kurang duar! Gitu!

Sayang gue gak gitu suka Erin dan Awan. Tokoh kesukaan gue malahan si Arum! Ha!
Dinur Aisha
Apr 08, 2014 rated it liked it
Shelves: i-own-a-copy
3,5 stars.

Liked it. Nggak terasa kalau yang nulis bertiga. Salut!

tapi sejujurnya agak kecewa sih karena kirain rahasia Awan itu bakalan wow dan taunya cuma begitu doang dan klise.

but overall, good job. :)
Hobby

more about this book, just check my complete review at here :
( http://lemarihobbybuku.blogspot.com/2... )
Miss Clover
Apr 08, 2014 rated it really liked it
Kayanya bakalan jadi keren kalau novel ini difilmkan deh!
Beneran ya ditulisnya bertiga? Nga kliatan loh.
Seffi Soffi
Nov 07, 2017 rated it really liked it
3.5 🌟


Teater Boneka Poppenkast teracam tutup!
Erin pun kecewa dan galau, di sisi lain dia ingin mempertahankan tapi di satu sisi lagi biaya yang tinggi membuat dia bingung.
Teater Boneka ini warisan dari sang kakek, jadi Erin merasa bertanggungjawab. Disaat keadaan galau, sang pacar pun malah tidak membantu nya sama sekali. Malah menyudutkan dan merendahkan. Akhirnya sang pacar pun pergi karena Erin yang kerasa kepala.
Suatu waktu, Poppenkast kedatangan lelaki misterius. Dan dia memaksa bekerja di
...more
Ima Aisyah Rahma
Aug 12, 2017 rated it it was ok
Untuk sebuah karya estafet, gaya berceritanya sangat apik dan imbang dalam setiap bab. Bagus sekali. Namun sayangnya saya kurang puas dengan chemistry antara Erin dan Awan. Menurutku masih nanggung dan lebih banyak dipenyelesaian konflik jadi feel romance-nya kurang berkesan. Juga, penggambaran karakter untuk sebuah karya metropop ini saya kurang suka krn lebih ke cara berpikir remaja dibandingkan org dewasa.
Janavito
Jul 31, 2018 rated it it was ok
Shelves: fiction
Inconsistent storytelling, rash in the ending, cliche (but I understand that).

There are quite a lot of characters that appear in 3/4 of the book and they just reveal them flat with how-the-f*ck-I-suppose-to-know-that backstory.

One thing that I quite like about this book is the supporting character: Arum. Even though she acts bitchy, she delivered it very well!
Dani Noviandi
Oct 05, 2017 rated it really liked it
Shelves: it-s-mine
Semuanya oke, seru, bagus. Sampai suatu masa, tentang Pulang Kampung... buyar semua jadinya 😅
Stella Wenny
Dec 28, 2014 rated it really liked it
Buat saya, plot cerita ini lumayan umum di kalangan novel remaja, tapi karakter-karakternya menarik, dan saya suka banget sama Teater Boneka Poppenkast jadi ga masalah =)) Saya sebenernya berharap lebih banyak diceritain tentang Teater Bonekanya alih-alih permasalahan Awan dan perusahaannya yang dibahas cukup panjang. Iya sih, itu memang penting buat jalan cerita tapi saya suka banget baca adegan di Teater Bonekanya. Yang buat saya agak mengganjal banget adalah hubungan Erin dan Awan kurang diol ...more
Fifi Alfida
Nov 27, 2014 rated it did not like it
Penulis kurang kuat memberi karakter ke tokoh. Alur ceritanya juga membosankan, kurang unsur kejutan. Maaf, saya sampai merasa buang-buang waktu membaca buku ini.
Rachel
Oct 15, 2015 rated it it was ok
not my cuppa
Shiki
Jul 06, 2014 rated it it was ok
王道な恋愛モノ。
文は丁寧で助かる。何故なら、オレは恋愛大の苦手だから!

話は簡単で、キャラも分かりやすい。
でも、男子主人公はマジ殴りてー。何もかも半端って感じ。
んまあ、オレは普段もっと駄目か、もっとしっかりな奴を登場させるモンを好むだからな。

とにかく、チームで作る物にしては上出来かな?
ンコみたいにはなれない。
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
29 followers
Emilya Kusnaidi is a passionate writer who also happens to be a doctor. She is the Metropop finalist of Gramedia Writing Project batch 1 (2014), with Orinthia Lee and Ayu Rianna.

Her published novels are Teater Boneka (GPU, 2014), Romansick (GPU, 2015 - reprinted in 2017), and Sparks, a short story in Kata Kota Kita (GPU, 2105)

When she isn’t glued to a computer screen, she spends time reading good
...more

Other books in the series

Gramedia Writing Project (1 - 10 of 31 books)
  • Hujan Daun-Daun
  • Badut Oyen
  • Kata Kota Kita: Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project
  • Romansick
  • Rembang Jingga
  • Definitely Love
  • Across The Ocean
  • All You Need is Love
  • Cinta Akhir Pekan
  • Replay
No trivia or quizzes yet. Add some now »