Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Scarlet Preludium” as Want to Read:
Scarlet Preludium
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Scarlet Preludium

3.44  ·  Rating details ·  70 ratings  ·  25 reviews
Aku belum mau mati. Tidak hari ini.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, Scarlet pasti tidak akan menyesali keadaannya sekarang. Meski mati-matian berusaha merelakan masa lalunya, Scarlet masih saja merasa belum pantas untuk bahagia.

Scarlet mencintai musiknya, walau tampaknya tak semua orang mengerti permainannya yang terlalu rumit. Tak apa, ia tidak butuh apresiasi ataup
...more
Mass Market Paperback, 296 pages
Published March 6th 2014 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Scarlet Preludium, please sign up.

Be the first to ask a question about Scarlet Preludium

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.44  · 
Rating details
 ·  70 ratings  ·  25 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Scarlet Preludium
Pauline Destinugrainy
Scarlet memiliki masa lalu yang kelam. Masa lalu itu seakan mengikatnya sehingga Scrlet tidak bisa terlepas darinya. Scarlet pernah mengalami masa kejayaan sebagai pemain band, hingga terjerumus ke dunia narkoba. Bahkan dia harus kehilangan bundanya karena narkoba itu. Meski saat ini Scarlet sudah bersih, namun bayangan gelap itu masih terus muncul.

Aira, sahabatnya memberikan pekerjaan sebagai pianis di lounge tempatnya bekerja. Tapi posisinya mulai tergeser oleh live band pendatang baru. Bukan
...more
ijul (yuliyono)
actual rating: 2,5 star

hampiiir saja jatuh hati sama buku ini. bab-bab awal dan para karakternya berpotensi menjadi menakjubkan. namun, di satu titik konflik, semuanya berbalik ke membenci buku ini. percobaan membaca pertama tulisan silvia, not bad untuk gaya menulisnya, tapi ya itu, ada belokan kisah yang ngerasa aneh.
Yacita Aditya
-Scarlet Preludium- (3/5)
penyesalan memang selalu datang terakhir. Scarlet insyaf pasca kematian ibunya. tapi berujung trauma mendalam.
kisah ini ga hanya mengangkat konflik batin mantan pecandu narkoba. ada pertaruhan cinta dan sahabat, di dalamnya.
Benar2 kelam dan menyentuh!

Hadirnya Devon setidaknya menambah semarak cerita ini. Alur yg tadinya lambat sempat membuat sedikit jenuh
Maria Elysabet
Apr 16, 2019 rated it really liked it
Shelves: gramedia
Melalu kisah scarlet ini mengajarkan untuk belajar memaafkan diri sendiri, jangan terus melihat kebelakang dan berjuang untuk terus maju
Salah satu metropop yang bagus banyak pelajaran yang kita ambil bukan hanya kisah cinta semata
Yang kurang aku suka kenapa harus ada pov devon ditengah cerita
Tapi secara keseluruhan Aku sukaaa 😊
Anggi Hafiz Al Hakam
Apr 06, 2014 rated it really liked it
The loneliest moment in someone’s life is when they are watching their whole world fall apart, and all they can do is stare blankly

Scarlet, pianis lounge yang sedang menjalani serangkaian kejadian hidupnya dengan monoton bertemu dengan seorang Devon. Pria bertipe playboy yang kemudian menggeser jadwal tetapnya. Pertemuannya dengan Devon malam itu adalah satu momen yang paling tidak menyenangkan sepanjang karirnya di lounge. Mantan pacar Devon menghancurkan mobil putih kesayangannya malam itu. W
...more
Alfin Rafioen
Mar 05, 2018 rated it it was amazing
Saya suka banget novelnya, mengajarkan saya untuk memaafkan masa lalu dan move on.
Anastasia Cynthia
Kisah ini memang terlalu pahit kalau ingin dilanjutkan, tapi apa boleh buat Scarlet memang tak pernah bisa memilih titian untuk menyebrangi satu per satu kisah menyakitkan dalam hidupnya. Pertemuannya dengan Devon mungkin salah satu yang paling menyebalkan. Devon, pria playboy yang berhasil menggeser kedudukannya sebagai seorang performer di lounge yang dimanajeri oleh Aira. Tepat di malam ketika mereka berjumpa, Scarlet tahu kalau mantan pacar Devon yang sinting itu salah meneror mobil Ford mil ...more
Biondy
Mar 22, 2014 rated it it was ok
Judul: Scarlet Preludium
Penulis: Silvia Arnie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 296 halaman
Terbitan: Maret 2014
Bisa dibeli di: Buku Beruang. Obral: Rp 30.000. Baru: Rp 44.200

Scarlet mencintai musiknya, walau tampaknya tak semua orang mengerti permainannya yang terlalu rumit. Tak apa, ia tidak butuh apresiasi ataupun tepuk tangan.

Bertemu Devon karena insiden yang tidak menyenangkan, membuat Scarlet memusuhi pria itu. Apalagi dengan sifat playboy dan sikap Devon yang suka seenaknya. Tapi, di
...more
Nurul
Feb 27, 2017 rated it it was ok
Awalnya aku nikmati cerita novel ini. Ada kesan misterius gitu. Tapi entah kenapa semakin ke sini, aku merasa bosen. Sorry to say. Banyak tokoh, tapi penggambaran karakternya kurang kuat. Terus alurnya menurutku jadi tiba-tiba cepet. Seenggaknya, novel ini pakai bahasa baku. Aku selalu seneng baca yang begitu.
Caca Venthine
Apr 14, 2014 rated it really liked it
Tumbuh besar tanpa sosok ayah? Jadi junkies pas masih sekolah? Dikhianati sahabat sendiri? Membunuh ibunya dengan gk sengaja? Hidup dengan tekanan batin dan masih terselubung oleh masa lalu? Ya itulah kehidupan Scarlet.. Kesannya emang drama banget, tapi gue yakin ada beberapa orang yang ngalamin kehidupan kya si Scarlet ini. Amit-amit jangan sampe -___-

Scarlet pernah jadi junkies pas dia masih SMA, sampe teman2 di sekolahnya pun ngejauhin dia dan anggap dia benalu. Di satu sisi, ada temannya Le
...more
Lili
May 11, 2014 rated it liked it
3.5 stars

Same old. Same old. Jenis cerita yang sering aku temukan di mana-mana. A broken girl yang berusaha untuk melawan the demons inside her. Bergelut dengan masa lalunya yang kelam dan berpikir bahwa masa depannya telah hancur berkeping-keping. Tidak ada lagi sinar harapan untuk menerangi hatinya yang terluka, rusak dan sekarat.

Hidup seperti tak bermakna, tak adanya gairah untuk menjalani kehidupan. Hasrat terdalamnya pun terkubur dalam peti dan terjerembab di dalam kegelapan.

Sampai Scarlet
...more
Jenny Faurine
Apr 01, 2014 rated it really liked it
Hiks.
Bisa nggak gue nulis review ini setelah nangis meraung-raung?
Oke, it sounds too much. But I really mean it.
Scarlet Preludium ini novel keempatnya Kak Silvia Arnie--penulis favorit gue dan gue udah baca semua novelnya dia. Inspiring banget! Dari dulu, cerita Kak Silvia dengan caranya sendiri bisa bikin gue tersentuh. :')
Well, dari dulu nunggu kapan nih terbitnya novel terbaru Kak Silvia. Pas buka Instagram, ngeliat foto yang di-share--fotonya pas photoshoot untuk novel ini. Metropop yang sa
...more
Stefanie Sugia
"Aku tak pernah berpikir aku akan sanggup melalui ini, aku sudah tidak pulang berhari-hari. Aku bahkan rela membunuh untuk mendapatkan obat laknat itu. Tapi kini semua berubah, aku harus sembuh. Aku harus bersih. Aku ingin hidup normal lagi."

Kehidupan Scarlet sudah hancur berantakan, dan meskipun ia berusaha keras untuk membenahinya, masalah terus datang bertubi-tubi. Ia bekerja sebagai seorang kolumnis yang memberikan saran kepada para pembaca mengenai masalah mereka (meskipun ironisnya, kehidu
...more
Ayu Fitri
Jun 24, 2014 rated it liked it
3.5 bintang!
Ya ampun, aku suka banget bacanya.
Aku menikmati banget hari-hari dan waktu yang aku luangkan buat baca novel ini.
Bukan gombal nih, serius :D

Sejak awal baca aja aku udah ngerasa "klik" sama gaya penulisan sekaligus tema yang dipilih mbak Silvia.
Apa ya.. Ceritanya emang sedih banget dan udah pernah dipake orang lain, tapi beneran not-another-sad-story deh.
Menurutku mbak Silvia berhasil meraciknya sedemikian rupa jadi cerita sedih itu nggak sebatas menye-menye klise nggak mutu gitu.
Grea
...more
Nia Githa
Jul 18, 2014 rated it really liked it
This story is quite heavy for me, gue gak begitu suka dengan cerita2 berat kayak gini yang gue pasti tahu ntar ujung2nya bakalan bikin nangis. Tapi cerita ini bener2 beda , ceritanya bikin gue tau kalo misalnya seorang mantan junkie kayak scarlet itu emang bener2 susah buat ngerasa hidup kayak orang normal, gue suka dengan gimana pembawaan mba silvie nyeritain tentang scarlet. Suka dengan caranya ngegambarin gimana perasaan scarlet sama dunia ini. Awalnya gue gak suka sama novel melankolis kayak ...more
Delisa sahim
Sebenarnya gue bingung mau membeli novel ini dari pertama kali terbit. Awalnya mau langsung beli secara gue anak metropop. Hahaha.

but, gue inget bakalan ada diskon di ulang tahun gpu. Akhirnya dengan sabar gue menunggu. Lagi-lagi gue gak ambil ini novel karena gue sudah membeli beberapa novel yang dulu inceran gue.

Finaly, gue membelinya saat KG fair di JCC.

Bagi gue novel ini membuat berfikir bahwa tidak ada yang sempurna. setiap manusia memiliki kesalahan di masa lalunya yang membuat manusia i
...more
Dion Sagirang
Mar 13, 2014 rated it liked it
Akhirnya saya mengkhatamkan buku ini. Sebagai penyuka dark story, buku ini sayang untuk dilewatkan. Meski tidak banyak menyimpan harapan, tetapi saya cukup kurang puas dengan buku pertama dari penulis yang saya baca ini.
Beberapa hal yang mengganjal--baik teknis atau lainnya--sudah saya ocehkan.
Endingnya, saya pikir penulis terlalu memaksakan, entah karena terlalu cepat atau kenapa. Hanya, bagian-bagian Devon terasa banyak bolongnya. Oke, buku ini dituturkan melalui sudut pandang orang pertama, t
...more
Emilya Kusnaidi
Entah kenapa nggak bisa connect dengan Scarlet. Dengan Aira. Dengan Devon juga - uhm, entah kenapa saya nggak suka Devon sih. Apalagi pas bagian dia marah-marah sama Gala. Mungkin maksudnya baik, tapi jadinya berkesan marah nggak terarah.
Satu-satunya tokoh yang saya suka disini mungkin Yedi. Atau Gala.

Entahlah, mungkin ada yang salah dengan saya mengingat beberapa periview mengatakan bahwa ceritanya sangat menyentuh. Mungkin hati saya yang terbuat dari batu :|

Overall, ceritanya sih mengalir. Cu
...more
Wepe wulan
May 02, 2014 rated it liked it
first of all, thanks to etha boloho yg ngasih gue buku ini :))
well... kalo lu mengharapkan novel ini tentang musik, singkirkan harapan lu dari sekarang. musik di buku ini cuma bumbu penyedap yang kurang takarannya jadi gak bikin sedap.
Scarlet gak bisa lebih sial dari ini hidupnya? aduh jangan deh.
tapi kalo lu mau semacam tambahan motivasi buat bangun dari kejatuhan lu, yah lumayan lah..
umm... beberapa kalimat rasanya gue.pernah baca di buku mana gitu, tapi lupa.
overall, 2.5 deh.
Retha Aryudhanti
Feb 26, 2014 rated it liked it
jujurlah kepincut gara2 covernya, tumben2an banget metropop covernya orang hidup (apalah ini istilahnya lupa).
ide ceritanya lumayan bagus, cewek mantan pencandu narkoba yang berjuang buat ngelupain masa lalunya, nerusin impiannya yang pengen jadi pianis.
tapi, aduh capeeeeeek bacanya ga tau kenapa. bagian depan sampe banyak yg di skip.
Natha
Feb 18, 2014 rated it liked it
Shelves: drama
Covernya cakep! *harus kuakui, aku tertarik pada covernya dulu baru tertarik baca sinopsisnya*
Dan sinopsisnya...

Membuatku berpikir ini bukan sebuah kisah ber-ending bahagia.
*yang malah bikin semangat buat baca*
Amelia Aura
Jul 27, 2014 rated it really liked it
3.5 yap. Review soon.
Bonia
Mar 20, 2014 rated it did not like it
mau nunjukin kalo hidup Scarlet itu super depressing tapi yang ada malah bikin boriinnggg parah. ok dia bermasalah ini dan itu? so what?! people have problems
Nur Saidatunnisa Widiatti
Sebenarnya novel ini heartwarming. Mengajarkan kita menikmati Scar, bekas luka. Aura novel ini, yang kelam, menjadi kesukaanku. Hanya saja tidak meninggalkan kesan mendalam. Biasa saja.
Riany Moessa
Dec 04, 2014 rated it really liked it
seperti melihat diri sendiri yang di tuang kedalam suatu kisah

yang selalu ingin mncari seseorang yang dapat berbagi apapun dan apa adanya, namun terlalu takut untuk melangkah ke depan
tahu
rated it really liked it
Aug 11, 2016
Lucy1188
rated it liked it
Aug 14, 2015
Just_denok
rated it liked it
Mar 30, 2014
Rizqia Fitrianie
rated it liked it
Apr 07, 2014
Imke Puling
rated it really liked it
Jul 27, 2017
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Love, Lost & Found
  • Oolalove
  • 90 Hari Mencari Suami
  • La Dolce Vita
  • Scars and Other Beautiful Things
  • Perempuan Bayangan
  • Inisial K
  • Dia Tidak Boleh Tahu Aku Mencintai Dia
  • Sejuta Warna Pelangi
  • How to Be a Pirate (How to Train Your Dragon, #2)
  • The Dragon's Eye (Erec Rex, #1)
  • How to Speak Dragonese (How to Train Your Dragon, #3)
  • How to Cheat a Dragon's Curse (How to Train Your Dragon, #4)
  • How to Twist a Dragon's Tale (How to Train Your Dragon, #5)
  • High School Paradise
  • Melbourne (Wedding) Marathon
  • Pangeran Kertas
  • The Tea Dragon Society (Tea Dragon, #1)
See similar books…
14 followers
Seorang penggemar kopi, yang sangat mencintai Starbucks, yang selalu berhasil mendatangkan inpirasi. Paling sering nongkrong di Starbucks Thamrin atau Plaza Indonesia.
Hobinya: Art. She's doing art juz lyk drinking coffee... Waktu bosan ia menari. Ia refleks menggambar setiap ada pensil dan kertas. Ia membentuk apa saja yang bisa dibentuk. Dan ia membuat hidup lebih berarti lewat musik, terutama de
...more

News & Interviews

  As dedicated readers already know, some of the best and most innovative stories on the shelves come from the constantly evolving realm of...
22 likes · 7 comments